Aliansi Mahasiswa Papua-AMP

Aliansi Mahasiswa Papua-AMP Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) didirikan pada tanggal 27 juli 1998 di Jl. Guntur Kawi, Manggarai, Jakarta Selatan.

Organisasi ini lahir ditengah situasi represi Negara di Tanah Papua Barat, khususnya di Biak, yang kita kenal dengan Peristiwa Biak Berdarah. Halaman Koran Kejora adalah basis untuk perjuangan Hak Penentuan Nasib Sendiri bagi Bangsa Papua Barat

Salam pembebasan nasional papua Barat. Amakaniee..koyao,koha ,kosa ,amolonggo ,nimao,yepmum,halabok,telebe,wanianggap,wa...
14/05/2026

Salam pembebasan nasional papua Barat.

Amakaniee..koyao,koha ,kosa ,
amolonggo ,nimao,yepmum,halabok,telebe,wanianggap,
waniambey,tabea,mufa,saipa,
dormum,foi,moi,nayaklak,kinaonak
waaa..wa

Dengan ini Kegiatan “Nonton Bareng Pesta Babi” merupakan ruang diskusi dan refleksi kritis yang diselenggarakan oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari bersama beberapa organisasi gerakan mahasiswa dan lingkungan hidup. Kegiatan ini menghadirkan pemutaran film dokumenter Pesta Babi yang mengangkat isu kolonialisme, perampasan ruang hidup masyarakat adat Papua, eksploitasi sumber daya alam, serta dampak militerisme terhadap kehidupan rakyat.
Acara ini akan berlangsung di Aula Lantai 4 UM Kendari pada tanggal 16 Mei 2026 pukul 18.00 WITA. Selain pemutaran film, kegiatan juga menghadirkan sesi dialog bersama para narasumber dari aktivitas Mahasiswa, aktivis mahasiswa, WALHI Sulawesi Tenggara, hingga akademisi guna membahas persoalan sosial, lingkungan, dan kemanusiaan yang terjadi di Papua secara lebih mendalam dan terbuka.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diajak untuk membangun kesadaran kritis, memperkuat solidaritas kemanusiaan, serta memahami bahwa pendidikan bukan hanya tentang ruang kelas, tetapi juga keberanian melihat realitas ketidakadilan yang terjadi di tengah masyarakat. Kegiatan ini menjadi wadah berbagi gagasan, mempererat persaudaraan, dan menumbuhkan kepedulian terhadap hak-hak masyarakat adat dan keberlanjutan lingkungan hidup.
Dengan semangat kolaborasi dan kebebasan berpikir, kegiatan “Nonton Bareng Pesta Babi” diharapkan menjadi ruang intelektual yang hidup bagi mahasiswa dan masyarakat untuk berdiskusi secara terbuka, kritis, dan humanis.

Tanggal 16 Mei 2026 pukul 18.00 WITA.
Lokasih Aula Lantai 4 UM Kendari.

PERNYATAAN SIKAP IKATAN PELAJAR DAN MAHASISWA PAPUA (IPMAPA) SE-MALANG RAYA DAN FRONT RAKYAT INDONESIA UNTUK WEST PAPUA ...
12/05/2026

PERNYATAAN SIKAP

IKATAN PELAJAR DAN MAHASISWA PAPUA (IPMAPA) SE-MALANG RAYA DAN FRONT RAKYAT INDONESIA UNTUK WEST PAPUA (FRI-WP) BERSAMA ALIANSI MAHASISWA PAPUA (AMP) KK MALANG

[Amolongo, Nimo, Koyao, Koha, Kinaonak, Nare, Yepmum, Dormum, Tabea Mufa, Walak, Foi Moi, Wainambe, Amakanie, Asik mase, Acemo, Nayaklak Wiwao...wa..wa..wa..]

Wilayah Papua terus digujur dengan pengiriman Militer. Sejak kekuasaan Indonesia menduduki Papua, Militer menjadi kekuatan yang terus digunakan negara untuk menjajah serta menguasai wilayah Papua.
Negara sudah menggunakan 24 Operasi militer di Papua, sejak 1962 hingga detik ini. Laporan Project Multatuli 2025, mencatat sebanyak 83.177 ribu tentara dan polisi di Papua saat ini, diantaranya 56.517 personel TNI dan 26.660 adalah personel Polri. Akibat pendropan militer kurang lebih 107.039 ribu warga sipil dalam pengungsian. Sejumlah kabupaten seperti Puncak Papua, Intan Jaya, Dogiyai, Puncak Jaya, Nduga, Lanny Jaya, Yahukimo, Maybrat, Tambrauw, Pegunungan Bintang dan daerah lainnya yang terus dihantui dengan operasi militer yang massif secara sistematis dan terstruktur.
Negara menggunakan pendekatan Militer dalam merespon berbagai persoalan di tanah Papua. Sejak disahkannya UU TNI per-maret 2025. Sehingga kita menyaksikan sebuah rezim yang berwatak militeristik.
Operasi Militer terus massif dilakukan di Papua. Termasuk yang juga terjadi di Dogiyai, pada 31 Maret -1 April 2026, yang menewaskan 8 orang warga sipil, termasuk anak berumur 12 tahun, serta pembunuhan terhadap Napison Tebai (21) seorang pelajar kelas XI, SMA Negeri Dogiyai, pada 10/05/2026.
Di Mimika, 7/05/2026.
Operasi militer berlanjut di Kemburu perbatasan Puncak Papua dan Puncak Jaya pada 13-15/04/2026, yang menewaskan 15 warga sipil termasuk kelompok rentan diantaranya anak berumur 5 tahun menjadi korban penembakan oleh Militer. Operasi terus berlanjut di Kabupaten Yahukimo pada 21/04/2026. Seorang ASN Yemis Yohame (35), tewas ditembak oleh TNI di perumahan Eselon 3, Distrik Dekai. Operasi terus berlajut di Puncak Jaya, pada 20/04/2026. Seorang warga Ony Enumbi (27), tewas tertembak oleh satuan tugas damai Cartenz di Desa Wiyugwi, Distrik Mulia.
Tidak hentinya Operasi Militer berlajut di Tembagapura, Mimika pada 07/05/2026, yang menewaskan 5 warga sipil di antarnya seorang pelajar Narlince Wamang (17), kelas XI SMA turut menjadi korban Ketika TNI melalukan penyisiran area dulang emas di Tembagapura, selain itu seorang balita menjadi korban tembakan oleh TNI.
Rangkain penangkapan, penyiksaan dan pemenjarahan terhadap warga sipil di Tambrauw per-maret sekitar 15 orang ditangkap dan disiksa di Polres Tambrauw serta penyiksaan terhadap warga sipil di Maybrat, Aifat selatan, Yusuf Sony yang sempat di interogasi oleh TNI pada 22/03/2026.
Dari pendropan Militer hingga penyerangan terhadap sejumlah warga sipil, Kami melihat Negra terus menggunakan pendekatan Militer dalam merespon setiap persoalan di seluruh tanah Papua.
Atas situasi tersebut di Dogiyai, Puncak Papua, Timika, Puncak Jaya, Yahukimo, Nduga, Pegunungan Bintang, Maybrat dan Tambrauw dan seluruh tanah Papua. Maka kami Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Papua (IPMAPA) se-Malang Raya dan Front Rakyat Indonesia Untuk West Papua Bersama Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) KK Malang menyatakn sikap kami:
1. Usut Tuntas Pelanggaran HAM di Dogiyai, Puncak Papua, Puncak Jaja, Timika dan seluruh Tanah Papua
2. Mendesak segera membentuk Tim Investigasi Independen serta melibatkan semua pihak untuk tuntaskan Dogiyai berdarah, Puncak Berdarah dan seluruh Tanah Papua
3. Mendesak Negara Segera adili pelaku penembakan warga sipil TNI/Polri di Papua
4. Negara segera menyelesaikan pelanggaran HAM di seluruh Tanah Papua
5. Menuntut Negara segera beri perlindungan hukum terhadap pengungsian di Papua
6. Tarik Militer Organik dan Non-organik dari seluruh Tanah Papua
7. Hentikan Pembangunan Batalion Teritorial di seluruh Tanah Papua
8. Hentikan Pendekatan Militer dan Kekerasan di Tanah Papua dan tegakan Hukum seadil-adilnya
9. Stop Pembungkaman ruang Demokrasi di seluruh Tanah Papua dan Indonesia
10. Hentikan Proyek Strategis Nasional di seluruh Tanah Papua dan Indonesia
11. Berikan Hak Menentukan Nasib Sendiri sebagai Solusi Demokratis bagi Orang Papua

DEMIKIAN PERNYATAAN SIKAP YANG KAMI BUAT, SEBAGAI BENTUK TUNTUTAN, SIKAP DAN TEKANAN TERHADAP OEPERASI MILITER DI SELURUH TANAH PAPUA YANG MENJADI AGENDA NEGARA.

Malang, Medang juang, tanah Kolonial, 12 Mei 2026

Aliansi Mahasiswa Papua (AMP), Front Rakyat Indonesia Untuk West Papua (FRI-WP) Bersama Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Pap...
11/05/2026

Aliansi Mahasiswa Papua (AMP), Front Rakyat Indonesia Untuk West Papua (FRI-WP) Bersama Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Papua (IPMAPA) se-Malang Raya

HIMBAUAN UMUM

Menghimbau sekaligus Mengundang kepada seluruh Orang Papua Malang dapat menghadiri/melibatkan diri dalam merespon operasi militer di Dogiyai, Maybrat, Puncak Papua, Puncak Jaya, Yahukimo, Tambrauw dan daerah lainya. Dengan PERNYATAAN SIKAP yang akan dilaksanakan pada:

Hri/tgl : Selasa, 12 April 2026
Waktu : 14.00_Merdeka
Tempat : Asrama Yamewa ll

Demikian himbauannya, mohon dengan besar hati semua orang Papua Malang dapat hadir.

Salam juang.🤝🗣️🔥🛘





11/05/2026

Part3

11/05/2026

Part ll

11/05/2026

Front anti militerisme dan investasi melakukan aksih di depan gedung kementerian hukum dan ham di jakarta.

Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) KK Malang dan Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Papua (IPMAPA) Se-Malang Raya.SERUAN...❗PEMBACA...
10/05/2026

Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) KK Malang dan Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Papua (IPMAPA) Se-Malang Raya.

SERUAN...❗
PEMBACAAN SITUASI & PERNYATAAN SIKAP

Papua terus diguyur dengan operasi militer dari awal tahun memasuki 2026, penangkapan, penyiksaan serta pembunuhan masal trus terjadi dari insiden Tambrauw, Maybrat, Dogiyai, Puncak Papua, Puncak Jaya dan Yahukimo. Berujung Pengungsian dan melanggar HAM.

Dengan melihat realitas penindasan, penjajahan dan eksploitasi yang kian masif, dari dulu hingga sekarang Negara terus menggunakan kekuatan militer untuk melancarkan operasi militer demi menduduki wilayah Papua.

Maka berdasarkan situasi tersebut kami Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) dan Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Papua (IPMAPA) Se-Malang mengundang Orang Papua Malang, individu, solidaritas, prodem dapat hadir dalam pembacaan situasi dan Pernyataan Sikap dengan insiden Dogiyai dan daerah lainya.

Hri/tgl : Senin, 11 April 2026
Waktu : 15.00-Wib
Tempat. : Sekretariat IPMNI

Baku kastau, baku jaga dan ko datang tong bicarakan kita punya persoalan tanah dan nasib kita kedepan.

Salam juang



Undangan Peliputan Kepada Seluruh Rekan-rekan Media di Jakarta. *TANAH PAPUA DARURAT MILITER DOGIYAI BERDARAH DAN DAERAH...
10/05/2026

Undangan Peliputan Kepada Seluruh Rekan-rekan Media di Jakarta.

*TANAH PAPUA DARURAT MILITER DOGIYAI BERDARAH DAN DAERAH LAINNYA*

Tanah Papua sedang berada dalam situasi darurat kemanusiaan. Operasi militer, penembakan terhadap warga sipil, pengungsian massal, perampasan tanah adat, dan intimidasi terus terjadi di berbagai wilayah Papua, khususnya di Dogiyai dan daerah lainnya. Rakyat hidup dalam ketakutan di atas tanahnya sendiri, sementara suara penderitaan mereka sering diabaikan.

Kami percaya bahwa diam adalah bentuk pembiaran. Karena itu, seluruh rakyat Papua, mahasiswa, pemuda, intelektual, gereja, perempuan Papua, dan seluruh solidaritas Indonesia dipanggil untuk bersatu menyuarakan perlawanan terhadap ketidakadilan dan penjajahan kemanusiaan yang terus berlangsung di Tanah Papua.

Aksi ini bukan sekadar turun ke jalan, tetapi bentuk tanggung jawab moral untuk membela kehidupan rakyat yang tertindas. Sudah terlalu banyak darah dan air mata yang jatuh di negeri ini. Sudah saatnya dunia mendengar bahwa rakyat Papua berhak hidup aman, damai, dan bermartabat di atas tanah leluhurnya sendiri.

🗓 : Senin, 11 Mei 2026
⏱️: 09.00 WIB – Selesai
Titik Aksi : Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM)

Kami mengundang seluruh OAP, mahasiswa Papua se-Jabodetabek, organisasi gerakan rakyat, aktivis HAM, jurnalis, tokoh agama, dan seluruh solidaritas kemanusiaan untuk hadir dan menyatukan suara perjuangan.





*SERUAN AKSI**TANAH PAPUA DARURAT MILITER DOGIYAI BERDARAH DAN DAERAH LAINNYA*Tanah Papua sedang berada dalam situasi da...
10/05/2026

*SERUAN AKSI*
*TANAH PAPUA DARURAT MILITER DOGIYAI BERDARAH DAN DAERAH LAINNYA*

Tanah Papua sedang berada dalam situasi darurat kemanusiaan. Operasi militer, penembakan terhadap warga sipil, pengungsian massal, perampasan tanah adat, dan intimidasi terus terjadi di berbagai wilayah Papua, khususnya di Dogiyai dan daerah lainnya. Rakyat hidup dalam ketakutan di atas tanahnya sendiri, sementara suara penderitaan mereka sering diabaikan.

Kami percaya bahwa diam adalah bentuk pembiaran. Karena itu, seluruh rakyat Papua, mahasiswa, pemuda, intelektual, gereja, perempuan Papua, dan seluruh solidaritas Indonesia dipanggil untuk bersatu menyuarakan perlawanan terhadap ketidakadilan dan penjajahan kemanusiaan yang terus berlangsung di Tanah Papua.

Aksi ini bukan sekadar turun ke jalan, tetapi bentuk tanggung jawab moral untuk membela kehidupan rakyat yang tertindas. Sudah terlalu banyak darah dan air mata yang jatuh di negeri ini. Sudah saatnya dunia mendengar bahwa rakyat Papua berhak hidup aman, damai, dan bermartabat di atas tanah leluhurnya sendiri.

🗓 : Senin, 11 Mei 2026
⏱️: 09.00 WIB – Selesai
Titik Aksi : Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM)

Kami mengundang seluruh OAP, mahasiswa Papua se-Jabodetabek, organisasi gerakan rakyat, aktivis HAM, jurnalis, tokoh agama, dan seluruh solidaritas kemanusiaan untuk hadir dan menyatukan suara perjuangan.

!

Assalamualaikum, syalom keluarga besar Mahasiswa Papua se-Jabodetabek dan seluruh solidaritas.Mencermati situasi kemanus...
09/05/2026

Assalamualaikum, syalom keluarga besar Mahasiswa Papua se-Jabodetabek dan seluruh solidaritas.

Mencermati situasi kemanusiaan di Papua akhir-akhir ini, kami mahasiswa Papua menyampaikan keprihatinan mendalam atas berbagai tindakan kekerasan yang terjadi terhadap rakyat Papua. Penembakan yang dilakukan aparat TNI/POLRI telah menimbulkan korban jiwa serta memaksa masyarakat meninggalkan kampung halaman mereka untuk mengungsi. Kami menilai persoalan ini seharusnya disikapi melalui investigasi yang profesional dan berkeadilan, bukan dengan pendekatan represif dan kekerasan.

Di sisi lain, eksploitasi sumber daya alam di Papua terus berlangsung tanpa mendengarkan aspirasi masyarakat adat sebagai pemilik hak ulayat. Dengan dalih kepentingan nasional, praktik militerisme terus membungkam suara rakyat dan mempersempit ruang demokrasi bagi masyarakat adat Papua.

Melihat dinamika tersebut, kami front anti militerisme & investasi sebagai bagian dari pulang punggung organisasi", masyarakat dan suara bagi mereka yang tidak bersuara, mengajak seluruh teman-teman mahasiswa serta solidaritas untuk hadir dalam kegiatan Teklap yang akan dilaksanakan pada:

🗓 : Sabtu, 9 Mei 2026
⏱️: 19.00 WIB
📍: Asrama Mahasiswa Yahukimo (LG)

Demikian informasi ini kami sampaikan. Atas perhatian dan kehadiran teman-teman semua, kami ucapkan terima kasih.

Tuhan memberkati.

[Nobar dan Diskusi]"Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita" Pesta Babi membedah narasi pembangunan pemerintah pusat yang...
07/05/2026

[Nobar dan Diskusi]
"Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita"

Pesta Babi membedah narasi pembangunan pemerintah pusat yang justru menjadi "pintu masuk" eksploitasi dan penindasan terhadap masyarakat adat. Dokumenter ini menunjukkan situasi masyarakat adat yang hidup di bawah bayang-bayang aparat keamanan dan ketidakadilan yang terus berlangsung.

Ikuti diskusi kami yang akan dilaksanakan:

📆Hari/tanggal: Jum'at, 8 Mei 2026
⏰Jam: 15.30 WIB - Selesai
📍Tempat: Kara Coffe Culture

Link pemesanan makan/minum:
https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSczCFerEAlSMHuTmOh11XOvtYWbM8txdPGGEqoobVrc_Cdf7A/viewform?usp=publish-editor
Nb: dimohon untuk datang tepat waktu dan tidak membawa makanan ataupun minuman dari luar.

Terimakasih, salam pembebasan.




Address

Jalan Numbay
Jayapura

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Aliansi Mahasiswa Papua-AMP posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share