07/11/2019
| KNPB News |
Tentang Mogok Sipil Nasional (MSN)
Mogok artinya berheti; macet, tidak aktif, tidak bekerja, tidak beroperasi, bengkang, lumpuh. Sipil artinya rakyat. Nasional artinya bersifat kebangsaan. Jadi Mogok Sipil Nasional adalah pemogokan, penghetian atau pembengkangan aktivitas penjajahan dengan prinsip:
*Secara Sadar:
MSN adalah aksi sadar, kesadaran untuk memulihkan kembali kedaulatan bangsa Papua yang telah dicuri oleh penjajah. Kesadaran untuk beranjak/bergerak keluar dari penindasan. Kesadaran untuk menentukan nasib sendiri dan membangun bangsa Papua tanpa penjajahan bangsa lain, yakni mengambil kembali kendali hidup bangsa Papua yang sedang hancur dibawa penguasa penjajah Indonesia.
*Secara Massal:
MSN harus dilakukan oleh seluruh rakyat West Papua, tanpa batas suku, gender, agama, kelompok, dan apapun statusnya. Semua wajib bersatu dalam semboyan one people one soul (satu bangsa, satu jiwa). Semua orang Papua yang memiliki satu nasib penindasan yang sama dan satu cita-cita pembebasan nasional bangsanya.
*Secara Serentak:
MSN harus dilakukan serentak di seluruh teritori West Papua. Semua orang di semua tempat harus dilakukan, tidak satu-satu atau setengah-setengah. Serentak berarti tidak ada satu orang, suku atau kelompok pun yang diam, acuh tak acuh, atau menjadi penghianat. Semua orang yang merasa bagian dari bangsa Papua memiliki kewajiban bersama untuk terlibat dalam MSN.
*Secara Terorganisir:
MSN harus terorganisir, rakyat harus memimpin dan terpimpin. Setiap orang memimpin dirinya untuk dipimpin dalam struktur perlawanan KNPB. Apapun aksinya, akan selalu dimanfaatkan musuh bila tidak terpimpin, struktur KNPB adalah struktur basis massa yang terpimpin mulai dari sel, sektor, wilayah, hingga nasional. Sehingga rakyat mesti terorganisir dalam struktur KNPB.
*Secara Damai:
MSN adalah perlawanan tanpa kekerasan (perlawanan damai). Aktor utama adalah rakyat sipil West Papua. Senjatanya adalah sikap aksi untuk tidak tunduk (disobedience) pada se