08/01/2022
Saya selaku keluwarga korban dari dari marga Yeimo, menolak kebijakan Pemerinta Indonesia, untuk menggali empat kuburan, yang tewas dalam insiden 8 Desember 2014 di Paniai.
Kami semua pihak korban mendukun pernyataan penolakan atas penggalian emapat Makam korbang penembakan oleh TNI/Porli, yang mengakibatkan Paniai berdara.
Secarah Sikap Tegas Kami Pihak Keluarga, Untuk Otopsi Jenasa/Kuburan Korban Penembakan Oleh TNI 4 Siswa di lapangan Karel Gobai/ Taman palawan Itu, Tolak dan Tidak Terima 100%.
Paniai Enarotali, Kedatangan Pasukan Khusus jakarta pusat Tentara/TNI Yang di Utus Oleh Presiden Joko Widodo Pada Bulan Desember 2021 Kemarin Tujuan Kedatangan mereka Otopsi Jenasa/gale Kuburan korban penembakan oleh TNI 4 siswa yang kubur taman pahlawan Di lapangan Karel Gobai
Penggalean Kuburan / otopsi Jenasa dalam bulan Desember 2021 kemarin ini tidak melakukan maka rencana mereka akan otopsi Jenasa dalam bulan ini Januari 2022 maka,
Secarah tegas kami pihak keluarga Korban 4 siswa untuk otopsi Jenasa tidak Terima 100℅ dan kami tidak akan mengetahui sama sekali.
Semua pihak elemem yang mengandatagani untuk otopsi Jenasa korban 4 siswa itu adalah rekayasa dan ilegal itu diluar dari semengetahui pihak keluarga Korban
Rakyat paniai bersama komite nasional papua Barat (knpb) wilayah paniai secarah tegas! pemerintah kolonial dan TNI/Porli, Tolak dan Tidak Terima Otopsi Jenasa korban penembakan TNI 4 siswa Enarotali, 8 Desember 2014
By: Peduli Rakyat Paniai Papua