Sektor Tigi Deiyai Numbay

Sektor Tigi Deiyai Numbay KNPB tidak kemana-mana tetapi KNPB ada dimana-mana

DEKLARASI SEPIHAK YANG DI LAKUKAN OLEH BUPATI MIMIKA, LETIUS OMALENG BERSAMA MASYARAKAT NON PAPUA DI TIMIKA.Hari ini tan...
15/06/2022

DEKLARASI SEPIHAK YANG DI LAKUKAN OLEH BUPATI MIMIKA, LETIUS OMALENG BERSAMA MASYARAKAT NON PAPUA DI TIMIKA.

Hari ini tanggal 25 Juni 2022, Deklarasi pendukung DOB di timika Papua mendapatkan perlindungan dari Pihak kepolisian. Beberapa bulan dalam tahun ini kita di kagetkan dengan berita-berita yang di lakukan oleh masyarakat untuk menolak OTSUS & DOB.

Aksi protes atas keputusan sepihak yang di lakukan antek-antek kolonial bersama Jakarta dan tidak melibatkan orang Papua untuk menentukan kehidupan orang Papua, dengan mengesahkan otonomi khusus jilid II dan Pemekaran daerah otonomi baru di Papua mendapatkan penolakan dari berbagai kabupaten di Papua bahkan di tanah kolonial se-Jawa Bali.

Tetapi Aksi protes rakyat Papua itu mendapatkan Refresif oleh aparat kepolisian bahkan militer dan Ormas Reaksioner di luar daerah Papua, bahkan di Papua pun demikian.
Dalam penolakan otonomi khusus jilid II dan Daerah otonomi baru di Papua mengalami banyak korban jiwa, 2 orang di tembak mati di Yahukimo, mimika di bubarkan secara refresif, Jayapura bahkan ada yang berdarah sambil orasi tolak produk Jakarta itu.

Namun, hari ini aksi tandingan yang di lakukan untuk melanjutkan DOB dan Otsus di jaga dan di berikan peluang oleh aparat kepolisian.

Ini menjadi catatan penting bagi orang asli Papua, polisi tidak lagi menjalankan amanat, melindungi, mengayomi masyarakat tetapi sebaliknya polisi adalah aktor Kekerasan di Papua.

.

https://youtube.com/shorts/_fswUGAX58c?feature=share.

15/06/2022

KNPB adalah Rakyat, KNPB miliki Rakyat, Rakyat adalah Pejuang dan Pejuang adalah Rakyat.

KNPB milik Rakyat Papua, KNPB Memperjuangkan hak-hak Milik Rakyat, Hak Menentukan Nasib sendiri adalah Hak konstitusional yang di lindungi dalam Hukum internasional dan Hukum NKRI.

KNPB LAWAN sistem Yang Menindas, KNPB berjuang Secara Damai Dan Bermartabat, KNPB ada Untuk Memperjuangkan hak-hak Orang Papua Yang Tertindas, KNPB tidak Menggunakan Alat Tajam, KNPB selalu Menuntut Nasib Politik Rakyat Papua.

KAPOLDA PAPUA, KAPOLRES YANG ADA DI PAPUA, NEGARA REPUBLIK INDONESIA. STOP!! KRIMINALISASI KNPB.

KNPB LAWAN
KNPB LAWAN
KNPB LAWAN
SALAM REVOLUSI KITA HARUS MENGAKHIRI, SALAM REVOLUSI KITA HARUS MENGAKHIRI, PAPUA MERDEKA, PAPUA MERDEKA.

Dalam kamus perjuangan, Tidak ada kata lain selain LAWAN.

Panggilan solidaritas!!!Panggilan solidaritas!!!Panggilan solidaritas!!!Panggilan solidaritas!!!Pembungkaman Ruang demok...
14/06/2022

Panggilan solidaritas!!!
Panggilan solidaritas!!!
Panggilan solidaritas!!!
Panggilan solidaritas!!!

Pembungkaman Ruang demokrasi 14 Juni 2022 Saat Memperingati 11 tahun Terbunuhnya Tn. Musa Macko Tabuni Di Perumnas III Waena, Jayapura.

Pembungkaman Ruang demokrasi penembakan dan pemukulan terhadap Simpatisan yang Memperingati hari tertembaknya Musa Tabuni, 2 orang tertembak tima panas dan beberapa simpatisan lainnya di pukul luka-luka.

5 orang lainnya di tangkap 4 orang sudah di bebaskan tetapi 1 orang atas Nama emani Pahabol belum di ketahui keberadaannya sampai saat ini.

Mohon AdvokasiNya 🙏🏾.

JAYAPURA DARURAT DEMOKRASI.HARI INI TANGGAL 14 JUNI 2022, KNPB WILAYAH NUMBAY MEMPERINGATI HARI TEWAS TN. MACKO TABUNI Y...
14/06/2022

JAYAPURA DARURAT DEMOKRASI.

HARI INI TANGGAL 14 JUNI 2022, KNPB WILAYAH NUMBAY MEMPERINGATI HARI TEWAS TN. MACKO TABUNI YANG DI TEMBAK TEPAT DEPAN PUTARAN TAKSI WAENA JAYAPURA.

SELANG BEBERAPA JAM KEMUDIAN APARAT KEPOLISIAN REPUBLIK INDONESIA MENGGUNAKAN SENJATA LENGKAP MEMBUBARKAN MASSA YANG MEMPERINGATI 11 TAHUN TERTEMBAK NYA TN. MACKO TABUNI.

SEORANG AKTIVIS KNPB ATAS NAMA YUBER GALAKMAPUN TERTEMBAK DI BAGIAN PANTAT MENGGUNAKAN SENJATA TIMA PANAS, ADA JUGA BEBERAPA AKTIVIS KNPB YANG TERKENA LUKA TEMBAK NAMUN BELUM DI PASTIKAN KARENA SITUASI SAAT INI TIDAK MENDUKUNG.

MOHON ADVOKASI NYA 🙏🏾

MELAWAN LUPA!Tragedi penembakan aktivis KNPB Mako Musa Tabuni di perumnas 3 Waena. Mako di tembak karena selalu Memperju...
13/06/2022

MELAWAN LUPA!
Tragedi penembakan aktivis KNPB Mako Musa Tabuni di perumnas 3 Waena. Mako di tembak karena selalu Memperjuangkan hak-hak orang Papua untuk Menentukan Nasibnya sendiri.

Kami tidak mati! Ada dan berlipat ganda.

Jayapura 14 Juni 2014- Jayapura 14 Juni 2022.



HIDUP! PEREMPUAN PAPUA YANG MELAWAN.
13/06/2022

HIDUP! PEREMPUAN PAPUA YANG MELAWAN.

13/06/2022

Sorong 3 Juni 2022.

Pembungkaman ruang demokrasi Di Indonesia lebih khusus di Papua sangat brutal, yang mana setiap penyampaian pendapat yang di lakukan orang Papua di bungkam habis-habisan.

Polisi telah mengambil kekuasaan di Papua. Bahkan beberapa elit politik di Papua di ancam oleh aparat kepolisian.

Cara-cara ini di lakukan untuk melanggengkan produk-produk Jakarta yang di sepakati sepihak oleh elit-elit Borjuis bahkan para menteri-menteri di Indonesia.

Pemekaran yang sedang di wacanakan ini akan menimbulkan dampak buruk bagi orang asli Papua. selain itu, adapun beberapa penyampaian pendapat di bubarkan Secara tidak terhormat oleh aparat kepolisian dengan menggunakan senjata api dll.

Ini sudah menandakan bahwa, selama orang asli Papua berada di bawah jajahan Indonesia tidak akan pernah mendapatkan kebebasan yang sesungguhnya.


01/06/2022

JAYAPURA BERGERAK!
TOLAK DOB
CABUT OTONOMI KHUSUS
REFERENDUM DI PAPUA BARAT

Penolakan otonomi khusus jilid II dan pemekaran daerah otonomi baru DOB Oleh rakyat Papua melalui 122 organisasi yang tergabung dalam PRP tidak di dengar Oleh Jakarta dan memaksakan kehendak untuk kepentingan ekonomi Dan politik kekuasaan di Papua. Pengesahan otonomi khusus oleh Jakarta Secara sepihak tanpa melibatkan orang Papua bertujuan untuk menghapus semua kewenangan pemerintah provinsi dan MRP melalui UU otonomi khusus tahun 2001, yang mana menjadi penghambat realisasi UU cipta kerja atau omnibus law no 11 tahun 2020, untuk investasi dan eksploitasi sumber daya alam di west Papua. Sehingga otonomi Jilid II di loloskan melalui DPR-RI, agar RUU DOB 3 provinsi bukan akses investasi di Papua berdasarkan omnibusmen law.

Hari ini, Senin 30 Mei 2022, Bendera BINTANG KEJORA Berkibar.Menurut info: BENDERA BINTANG KEJORA BERKIBAR depan pos pol...
29/05/2022

Hari ini, Senin 30 Mei 2022, Bendera BINTANG KEJORA Berkibar.

Menurut info: BENDERA BINTANG KEJORA BERKIBAR depan pos polisi, pasar sinakma, Wamena, Papua.

Masyarakat Dogiyai tetap kawal aspirasi, Cabut Otsus,Tolak DOB, Berikan hak penentuan nasib sendiri bagi rakyat Papua, D...
22/05/2022

Masyarakat Dogiyai tetap kawal aspirasi, Cabut Otsus,Tolak DOB, Berikan hak penentuan nasib sendiri bagi rakyat Papua, Dan Tolak pembangunan Polres dan kodim di Dogiyai.
Jakarta akan melegalkan segala cara untuk meloloskan pembangunan Polres dan kodim di kabupaten Dogiyai.

Setelah tak ada jalan lain, kebakaran beberapa kios milik orang Pendatang telah berhasil akan melengkapi syarat-syarat pembangunan Polres dan kodim di kabupaten Dogiyai Tanpa mengungkapkan siapa pelaku kebakaran tersebut.

Jakarta melalui Polisi dan orang Pendatang di Dogiyai menciptakan pra-kondisi yang dapat melegitimasi Dogiyai sebagai kabupaten konflik, dan membutuhkan keamanan dari TNI POLRI.

22/05/2022

SAUDARA-SAUDARAKU (OAP) WAJIB MELUANGKAN WAKTU 1 MENIT UNTUK BACA TULISAN INI DAN RENUNGKAN BAIK.
==============================
Ini Bukan Cerita dongeng Atau Teka-Teki
Oleh: W***y Sardi
---------------------------
JANGAN TERLENA "KAU PAPUA", BANGSAMU SEDANG MATI.

Saya sebagai orang Melayu, yg lahir di Jakarta, yg mempelajari ilmu-ilmu sosial dan belum lama tinggal di Papua ini sedang melihat kamu terlena tetapi sesungguhnya kamu sedang mati, bangsa kamu akan segera tinggal cerita.

Karena itu, saya hanya mau memberitahukan tanda2 kematian masa depan anda secara pribadi dan bangsamu di masa depan. Saya cukup beritahu dan anda sendirilah cari solusinya, apa solusi yg tepat atas kondisimu, kondisi bangsamu.

Berikut tanda-tanda kamu orang Papua dan bangsamu akan tinggal cerita segera:

Pertama, kalian, orang Papua kini punya satu musim baru. Musim yang tak banyak saya jumpai di Jawa, bahkan dalam buku sejarah. Bukan hanya musim matoa, musim kemarau atau musim mangga, musim muntaber untuk anak-anak kalian. Tapi, musim baru kalian adalah musim kematian tiba-tiba. Hari-hari ini, tidak hanya pimpinan gereja kalian saja yang mati tiba-tiba tetapi lihatlah di sekeliling anda, banyak orang Papua mati tiba-tiba.

Tidak ada yang tahu pasti penyebab musim baru itu. Mereka mati misterius.

Kedua, ini lanjutan dari yang nomor satu di atas. Kalian orang Papua kini punya satu penyakit baru yang belum banyak dijumpai di dunia kedokteran modern. Penyakit itu ialah penyakit "jatuh". Para pemimpin gereja kalian mati karena penyakit "jatuh". Ini penyakit berbahaya.

Coba kalian, orang Papua renungkan, Pastor Nato Gobay, jatuh tiba-tiba di kamar mandi dan meninggal. Itu setelah 30 menit sebelumnya memimpin ibadah di salah satu gereja katolik di Nabire sana.

Pastor Yulianus Mote, dikabarkan jatuh pingsang tiba-tiba di bandar udara wamena saat berangkat dari Jayapura ke Wamena. Ia berobat ttp tdk tertolong dan meninggal.

Pastor Neles Tebay jatuh tiba-tiba di ruang kuliah di salah satu kampus calon imam di Jayapura. Ia berobat dan tdk tertolong dan kemudian meninggal.

Kemudian, Uskup Timika, Mgr. John Philip Saklil jatuh di halaman rumah uskup dan meningal. Ia meninggal setelah sebelumnya memimpin misa.

Kalian, orang Papua tahu bahwa mereka jatuh karena mereka ini pimpinan umat dan informasinya disebarkan. Coba cari tahu dan hitung sekeling anda, berapa orang lain lagi yang mati dengan model ini. Banyak.

Ketiga, para pimpinan kalian mati misterius. Dalam sejarah yang saya pelajari, kematian pemimpin adalah pukulan telak, ia adalah kematian sebuah komunitas, kematian bangsa. Kematian pemimpin adalah duka panjang, bukan karena semata2 kehilangan fisik tetapi ia membawa pergi ide, gagasan, semangat, dan visi.

Mereka yang meninggal saat2 ini adalah pemimpin gereja. Banyak pemimpin kalian di birokrasi dan politik juga mati misterius, ada yang pelan2, ada yang mati seketika. Kalian tahu, Arnold Ap, Theys, Gubernur Salosa, Wospakrik, Agus Alua, dan anda pasti tahu yang lain. Yang wajar adalah meninggal normal karena sakit atau sudah umur tua.

Anda pasti tahu yg mati berlumuran darah, pasti banyak. Ini yg misterius..

Keempat, kalian banyak doktor dan master. Sarjana berlimpah. Ada tamatan luar negeri, ada tamatan dalam negeri dan ada yg tamat di tengah realitas yang membunuh kalian di Papua.

Tp, kalian diam atas masalah2 bangsamu yang sudah stadium empat ini, jika itu adalah penyakit..

Gelar kalian hanya di atas kertas, tak bisa buat apa2 untuk tanah airmu. Anda hanya urus perutmu, anda hanya urus jabatanmu, anda terhanyut dalam rutinitasmu dan tepuk dada, bangga dgn gelarmu.

Anda tidak menulis, anda tidak buat kajian, anda tidak berjuang, anda jijik berada di jalanan untuk melawan, anda tidak menjadi diplomat, anda tidak urus tanah adatmu, anda tidak mendidik kaummu.

Itu artinya, anda memang ingin membiarkan bangsmu mati atau gelarmu hanya di atas kertas dan tidak belajar sungguh2 untk mengerti realitasmu.

Apakah anda sengaja ataupun tidak paham, yang jelas, saya mau memberitahu bahwa, ketika orang sekolah (doktor, master, dan sarjana) diam membisu maka itu tandanya bangsa itu sedang mati pelan-pelan. Matinya aktivitas intelektual adalah matinya sebuah bangsa.

Kelima, orang Papua lupa budaya. Budaya bukan sekedar pakaian adat, tapi keseluruhan tatanan kehidupan: religi, sistem politik, mata pencaharian, kesenian, peralatan, bahasa, sistem dan pengetahuan.

Kalian gemgang erat2 segala yang baru datang. Lalu, kalian lupa diri dan terlena dan mereka ambil apa yang kalian tinggalkan.

Jangankan budaya, anda tinggalkan mamamu sendiri, anda pergi kawin dengan yang putih. Yang putih dan semua yang datang dari luar lebih baik. Itu cara anda membunuh mamamu, budayamu dan masa depan bangsamu secara pelan tapi pasti.

Keenam, kalian pemalas dan hidup dari belas kasihan dan judi. Kalian, orang Papua itu saya amati pemalas, duduk saja, cerita-cerita saja, habiskan waktu. Jalan minta sana minta sini sama saudara lain, harap sana harap sini. Setelah dapat uang habiskan saat itu juga, sisanya main judi, togel. Uang habis jalan minta lg ke saudara padahal sudah sarjana, padahal sehat dan badan kuat, padahal hutanmu luas, tanahmu subur.

Satu pemuda bisa habiskan uang 3 atau 4 juta dalam satu bulan. Uang itu dapat dari mana, sedangkan ia tidak punya pekerjaan, tidak punya kebun, tidak punya ternak? Jawabannya adalah ia dapat dari belas kasihan orang lain dan judi.

Saya ketemu dua pemuda di Kantor Gubernur. Tas mereka berisi. Saya ajak cerita, apa yang mereka isi dan apa kerja mereka. Yang mereka isi adalah proposal dan buku togel. Mereka begitu polos, saya amati mereka keliling jual2 proposal dari satu ruangan ke ruangan lain di kantor gubernur. Mereka tidak bekerja, satu orang sarjana dan satunya lagi pemuda.

Satu kesempatan, saya dengan beberapa teman kami kerja borongan di tanah Hitam. Kami pendatang dua orang dan mereka anak Papua tiga orang. Kami dibayar masing2 orang Rp. 4.700.000. Satu minggu kemudian, saya tanya, masih adakah yang itu? Uang mereka sudah habis. Satu orang beralasan, uang itu bayar spp adiknya. Satu lagi, bagi-bagi dengan keluarga. Satu lagi yang parah, ia mengesal karena uang itu habis minum dan main togel.

Tidak banyak orang Papua yang saya jumpai hargai proses dan tekun serta hemat. Sebagian hanya mau cepat jadi dan kejar yang besar, tidak ada usaha2 kecil, kecuali mama2 yang jualan. Anak muda takut jualan, jaga gengsi, jalan rapi2 tapi dompet kosong.

Ketujuh, perempuan muda Papua hancur. Sore-sore, apalagi malam minggu kota Jayapura penuh gadis2 belia Papua bercelana mini. Mulut penuh pinang dan rokok di tangan.

Mereka berkelompok hingga larut malam. Mereka buat apa? Mereka menunggu bookingan dari siapa saja yg mau ajak jalan, sekedar minuman keras atau seks dengan bayar murah. Yang penting dapat uang, entah 100 rb. Ada yang anak sekolh dan ada yg sdh tdk sekolah. Saya ajak ngobrol, mereka cerita d rumah tdk ada makanan dan cari uang sekolah.

Jika perempuan hancur, bagaimana mereka akan menikah, mengandung, melahirkan anak yg sehat dan mendidiknya menjadi besar untuk gantikan pemimpin kalian yg sudah banyak mati. Bagaimana mereka akan urus suami jika sdh hancur begini. Perempuan kuat, bangsa kuat.

Kedelapan, orang tua malas tahu dgn pendidikan anak. Tidak ada budaya belajar di rumah. Beberapa rumah di teman2 Papua tdk ada meja belajar untuk anak mereka. Satu kamar, anaknya dengan dua tiga orang tamu dr saudara lain. Sore hari anak2 tdk ada kebiasaan belajar di beberapa rumah yang saya kunjungi. Makan mlm larut malam sekali, ada yang jam 9, anak yg paling kecil sdh tdr. Ayah dan ibu, punya urusan masing2, tdk dampingi anak belajar.

Pada pagi hari, saya perhatikan di jalanan, tidak banyak orang Papua yg antar anak ke sekolah. Padahal di rumah ada mobil dan motor. Ada satu pejabat punya mobil dua dan motor ada satu di rumah tp pgi hari dia bagi uang sama anaknya. Dia tdk antar, anak jalan sendiri, naik ojek. Ini bukan soal kasih uang tp ini soal bagaimana bentuk kasih sayang orang tua. Pendatang juga punya uang tp mereka antar anak mereka, lihat di lampu merah pagi hari. Bicara tuan tanah tp tidak urus pendidikan anak baik2, bagaimana mau jd tuan rumah.

Kesembilan, kakak saya kenal banyak orang Papua yang menyebut diri pengusaha tapi setelah saya tanya pengusaha itu artinya punya CV dan PT. Mereka jalan cari proyek di dinas2, setelah dapat, kerja selesai dan uang habis. Tdk ada yang buat unit usaha yang profit atau datangkan uang. Ini beda dgn pendatang.

Kesepuluh, jual tanah. Orang Papua jual tanah kepada kami. Kalian tdk kontrakkan. Padahal kalian punya anak banyak. Anak2 kamu akan ke manakan kalau sdh kami kuasai semua.

Kesebelas, sekolah pinggiran dan kampus dan jurusan yang bisa cepat jadi sarjana. Tidak banyak anak2 Papua yg masuk di sekolah bermutu. Anak2 Papua banyak saya jumpai di sekolah2 pinggiran, sekolah yg dpat nilai gampangan dan masuk diperguruan tinggi yg biasa2 pada jurusan2 sosial semua. Jadi, orientasi mencari nilai dan ijazah, tidak cari kemampuan otak dan keterampikan untuk hidup kalian.

Keduabelas, kampus2 sepi dengan mimbar akademik. Tdk banyak kampus di Papua yg lakukan seminar2 atau aktivitas lain. Para dosen juga tdk banyak yg menulis karya ilmiah yang terkait dgn bidang ilmu atas kondisi rill di Papua.

Ketigabelas, ruang ekspresi disumbat. Saya lihat hal berbeda di Papua dgn di Jawa. Di sini, orang tdk boleh demo, langsung ditangkap atau dibubarkan dititik aksi.

Ketigabelas, saya tidak jumpa wartawan luar negeri di Papua. Media2 di Papua saya tidak temukan bikin liputan yang berkualitas. Saya menyebut majalah dinding sekolah/pemerintah.

Keempatbelas, yang jual ikan kebanyakan bukan orang Papua, yg jual hasil kebun kebanyakan bukan orang Papua, yang tambang rakyat jg bukan orang Papua, yang jual pinang juga sekarang bukan orang Papua, apalagi kios atau toko.

Kelimabelas, petinggi Papua di Jayapura kebanyakan hanya bicara2 saja di media, tidak banyak aksi nyata. Tidak ada kepercayaan diri juga padahal papua itu kaya dan punya posisi tawar dgn Jakarta yg sangat tinggi.

Keenambelas, birokrasi dan parlemen sdh dikuasai oleh kami.

Ketujuhbelas, orang Papua terlalu dewakan kami pendatang. Dewa jadi diberi apa pun, harga dirinya pun kalian berikan, kamu beri marga dan angkat jadikan kepala suku, nobatkan jd anak anaklah. Lalu, di mana posisi kalian orang Papua di sana. Kalian itu sebenarnya sedang bimbang.

Kedelapan belas, kalian orang Papua itu mudah dibeli dan tidak bisa bersatu dan mudah diprovokasi, mudah dikotak2an dengan istilah gunung dan pantai sehingga kalian terhanyut dalam adu domba, lupa daratan tanah besar Papua bahwa kalian adalah tuan tanah.

Kesembilan belas, kalian panas-panas tai ayam dan makan mentah ajaran kasih. Tuhan musnahkan musuh Israel di laut merah.

Keduapuluh, kalian, orang Papua tidak peduli dgn KNPB padahal itu sarana perjuangan untuk pembebasan kalian dan bangsa kalian. Kalian baku makan, kami tertawa.

Kalian tambah2 sendiri. Ada banyak tanda kalian ini sesungguhnya akan segera tiada. Pikirkan dan renungkanlah sodara/i di PAPUA.
Terimakasih.

Foto: IlustrasiSAUDARA-SAUDARAKU (OAP) WAJIB MELUANGKAN WAKTU 1 MENIT UNTUK BACA TULISAN INI DAN RENUNGKAN BAIK.
==============================
Ini Bukan Cerita dongeng Atau Teka-Teki
Oleh: W***y Sardi
---------------------------
JANGAN TERLENA "KAU PAPUA", BANGSAMU SEDANG MATI.

Saya sebagai orang Melayu, yg lahir di Jakarta, yg mempelajari ilmu-ilmu sosial dan belum lama tinggal di Papua ini sedang melihat kamu terlena tetapi sesungguhnya kamu sedang mati, bangsa kamu akan segera tinggal cerita.

Karena itu, saya hanya mau memberitahukan tanda2 kematian masa depan anda secara pribadi dan bangsamu di masa depan. Saya cukup beritahu dan anda sendirilah cari solusinya, apa solusi yg tepat atas kondisimu, kondisi bangsamu.

Berikut tanda-tanda kamu orang Papua dan bangsamu akan tinggal cerita segera:

Pertama, kalian, orang Papua kini punya satu musim baru. Musim yang tak banyak saya jumpai di Jawa, bahkan dalam buku sejarah. Bukan hanya musim matoa, musim kemarau atau musim mangga, musim muntaber untuk anak-anak kalian. Tapi, musim baru kalian adalah musim kematian tiba-tiba. Hari-hari ini, tidak hanya pimpinan gereja kalian saja yang mati tiba-tiba tetapi lihatlah di sekeliling anda, banyak orang Papua mati tiba-tiba.

Tidak ada yang tahu pasti penyebab musim baru itu. Mereka mati misterius.

Kedua, ini lanjutan dari yang nomor satu di atas. Kalian orang Papua kini punya satu penyakit baru yang belum banyak dijumpai di dunia kedokteran modern. Penyakit itu ialah penyakit "jatuh". Para pemimpin gereja kalian mati karena penyakit "jatuh". Ini penyakit berbahaya.

Coba kalian, orang Papua renungkan, Pastor Nato Gobay, jatuh tiba-tiba di kamar mandi dan meninggal. Itu setelah 30 menit sebelumnya memimpin ibadah di salah satu gereja katolik di Nabire sana.

Pastor Yulianus Mote, dikabarkan jatuh pingsang tiba-tiba di bandar udara wamena saat berangkat dari Jayapura ke Wamena. Ia berobat ttp tdk tertolong dan meninggal.

Pastor Neles Tebay jatuh tiba-tiba di ruang kuliah di salah satu kampus calon imam di Jayapura. Ia berobat dan tdk tertolong dan kemudian meninggal.

Kemudian, Uskup Timika, Mgr. John Philip Saklil jatuh di halaman rumah uskup dan meningal. Ia meninggal setelah sebelumnya memimpin misa.

Kalian, orang Papua tahu bahwa mereka jatuh karena mereka ini pimpinan umat dan informasinya disebarkan. Coba cari tahu dan hitung sekeling anda, berapa orang lain lagi yang mati dengan model ini. Banyak.

Ketiga, para pimpinan kalian mati misterius. Dalam sejarah yang saya pelajari, kematian pemimpin adalah pukulan telak, ia adalah kematian sebuah komunitas, kematian bangsa. Kematian pemimpin adalah duka panjang, bukan karena semata2 kehilangan fisik tetapi ia membawa pergi ide, gagasan, semangat, dan visi.

Mereka yang meninggal saat2 ini adalah pemimpin gereja. Banyak pemimpin kalian di birokrasi dan politik juga mati misterius, ada yang pelan2, ada yang mati seketika. Kalian tahu, Arnold Ap, Theys, Gubernur Salosa, Wospakrik, Agus Alua, dan anda pasti tahu yang lain. Yang wajar adalah meninggal normal karena sakit atau sudah umur tua.

Anda pasti tahu yg mati berlumuran darah, pasti banyak. Ini yg misterius..

Keempat, kalian banyak doktor dan master. Sarjana berlimpah. Ada tamatan luar negeri, ada tamatan dalam negeri dan ada yg tamat di tengah realitas yang membunuh kalian di Papua.

Tp, kalian diam atas masalah2 bangsamu yang sudah stadium empat ini, jika itu adalah penyakit..

Gelar kalian hanya di atas kertas, tak bisa buat apa2 untuk tanah airmu. Anda hanya urus perutmu, anda hanya urus jabatanmu, anda terhanyut dalam rutinitasmu dan tepuk dada, bangga dgn gelarmu.

Anda tidak menulis, anda tidak buat kajian, anda tidak berjuang, anda jijik berada di jalanan untuk melawan, anda tidak menjadi diplomat, anda tidak urus tanah adatmu, anda tidak mendidik kaummu.

Itu artinya, anda memang ingin membiarkan bangsmu mati atau gelarmu hanya di atas kertas dan tidak belajar sungguh2 untk mengerti realitasmu.

Apakah anda sengaja ataupun tidak paham, yang jelas, saya mau memberitahu bahwa, ketika orang sekolah (doktor, master, dan sarjana) diam membisu maka itu tandanya bangsa itu sedang mati pelan-pelan. Matinya aktivitas intelektual adalah matinya sebuah bangsa.

Kelima, orang Papua lupa budaya. Budaya bukan sekedar pakaian adat, tapi keseluruhan tatanan kehidupan: religi, sistem politik, mata pencaharian, kesenian, peralatan, bahasa, sistem dan pengetahuan.

Kalian gemgang erat2 segala yang baru datang. Lalu, kalian lupa diri dan terlena dan mereka ambil apa yang kalian tinggalkan.

Jangankan budaya, anda tinggalkan mamamu sendiri, anda pergi kawin dengan yang putih. Yang putih dan semua yang datang dari luar lebih baik. Itu cara anda membunuh mamamu, budayamu dan masa depan bangsamu secara pelan tapi pasti.

Keenam, kalian pemalas dan hidup dari belas kasihan dan judi. Kalian, orang Papua itu saya amati pemalas, duduk saja, cerita-cerita saja, habiskan waktu. Jalan minta sana minta sini sama saudara lain, harap sana harap sini. Setelah dapat uang habiskan saat itu juga, sisanya main judi, togel. Uang habis jalan minta lg ke saudara padahal sudah sarjana, padahal sehat dan badan kuat, padahal hutanmu luas, tanahmu subur.

Satu pemuda bisa habiskan uang 3 atau 4 juta dalam satu bulan. Uang itu dapat dari mana, sedangkan ia tidak punya pekerjaan, tidak punya kebun, tidak punya ternak? Jawabannya adalah ia dapat dari belas kasihan orang lain dan judi.

Saya ketemu dua pemuda di Kantor Gubernur. Tas mereka berisi. Saya ajak cerita, apa yang mereka isi dan apa kerja mereka. Yang mereka isi adalah proposal dan buku togel. Mereka begitu polos, saya amati mereka keliling jual2 proposal dari satu ruangan ke ruangan lain di kantor gubernur. Mereka tidak bekerja, satu orang sarjana dan satunya lagi pemuda.

Satu kesempatan, saya dengan beberapa teman kami kerja borongan di tanah Hitam. Kami pendatang dua orang dan mereka anak Papua tiga orang. Kami dibayar masing2 orang Rp. 4.700.000. Satu minggu kemudian, saya tanya, masih adakah yang itu? Uang mereka sudah habis. Satu orang beralasan, uang itu bayar spp adiknya. Satu lagi, bagi-bagi dengan keluarga. Satu lagi yang parah, ia mengesal karena uang itu habis minum dan main togel.

Tidak banyak orang Papua yang saya jumpai hargai proses dan tekun serta hemat. Sebagian hanya mau cepat jadi dan kejar yang besar, tidak ada usaha2 kecil, kecuali mama2 yang jualan. Anak muda takut jualan, jaga gengsi, jalan rapi2 tapi dompet kosong.

Ketujuh, perempuan muda Papua hancur. Sore-sore, apalagi malam minggu kota Jayapura penuh gadis2 belia Papua bercelana mini. Mulut penuh pinang dan rokok di tangan.

Mereka berkelompok hingga larut malam. Mereka buat apa? Mereka menunggu bookingan dari siapa saja yg mau ajak jalan, sekedar minuman keras atau seks dengan bayar murah. Yang penting dapat uang, entah 100 rb. Ada yang anak sekolh dan ada yg sdh tdk sekolah. Saya ajak ngobrol, mereka cerita d rumah tdk ada makanan dan cari uang sekolah.

Jika perempuan hancur, bagaimana mereka akan menikah, mengandung, melahirkan anak yg sehat dan mendidiknya menjadi besar untuk gantikan pemimpin kalian yg sudah banyak mati. Bagaimana mereka akan urus suami jika sdh hancur begini. Perempuan kuat, bangsa kuat.

Kedelapan, orang tua malas tahu dgn pendidikan anak. Tidak ada budaya belajar di rumah. Beberapa rumah di teman2 Papua tdk ada meja belajar untuk anak mereka. Satu kamar, anaknya dengan dua tiga orang tamu dr saudara lain. Sore hari anak2 tdk ada kebiasaan belajar di beberapa rumah yang saya kunjungi. Makan mlm larut malam sekali, ada yang jam 9, anak yg paling kecil sdh tdr. Ayah dan ibu, punya urusan masing2, tdk dampingi anak belajar.

Pada pagi hari, saya perhatikan di jalanan, tidak banyak orang Papua yg antar anak ke sekolah. Padahal di rumah ada mobil dan motor. Ada satu pejabat punya mobil dua dan motor ada satu di rumah tp pgi hari dia bagi uang sama anaknya. Dia tdk antar, anak jalan sendiri, naik ojek. Ini bukan soal kasih uang tp ini soal bagaimana bentuk kasih sayang orang tua. Pendatang juga punya uang tp mereka antar anak mereka, lihat di lampu merah pagi hari. Bicara tuan tanah tp tidak urus pendidikan anak baik2, bagaimana mau jd tuan rumah.

Kesembilan, kakak saya kenal banyak orang Papua yang menyebut diri pengusaha tapi setelah saya tanya pengusaha itu artinya punya CV dan PT. Mereka jalan cari proyek di dinas2, setelah dapat, kerja selesai dan uang habis. Tdk ada yang buat unit usaha yang profit atau datangkan uang. Ini beda dgn pendatang.

Kesepuluh, jual tanah. Orang Papua jual tanah kepada kami. Kalian tdk kontrakkan. Padahal kalian punya anak banyak. Anak2 kamu akan ke manakan kalau sdh kami kuasai semua.

Kesebelas, sekolah pinggiran dan kampus dan jurusan yang bisa cepat jadi sarjana. Tidak banyak anak2 Papua yg masuk di sekolah bermutu. Anak2 Papua banyak saya jumpai di sekolah2 pinggiran, sekolah yg dpat nilai gampangan dan masuk diperguruan tinggi yg biasa2 pada jurusan2 sosial semua. Jadi, orientasi mencari nilai dan ijazah, tidak cari kemampuan otak dan keterampikan untuk hidup kalian.

Keduabelas, kampus2 sepi dengan mimbar akademik. Tdk banyak kampus di Papua yg lakukan seminar2 atau aktivitas lain. Para dosen juga tdk banyak yg menulis karya ilmiah yang terkait dgn bidang ilmu atas kondisi rill di Papua.

Ketigabelas, ruang ekspresi disumbat. Saya lihat hal berbeda di Papua dgn di Jawa. Di sini, orang tdk boleh demo, langsung ditangkap atau dibubarkan dititik aksi.

Ketigabelas, saya tidak jumpa wartawan luar negeri di Papua. Media2 di Papua saya tidak temukan bikin liputan yang berkualitas. Saya menyebut majalah dinding sekolah/pemerintah.

Keempatbelas, yang jual ikan kebanyakan bukan orang Papua, yg jual hasil kebun kebanyakan bukan orang Papua, yang tambang rakyat jg bukan orang Papua, yang jual pinang juga sekarang bukan orang Papua, apalagi kios atau toko.

Kelimabelas, petinggi Papua di Jayapura kebanyakan hanya bicara2 saja di media, tidak banyak aksi nyata. Tidak ada kepercayaan diri juga padahal papua itu kaya dan punya posisi tawar dgn Jakarta yg sangat tinggi.

Keenambelas, birokrasi dan parlemen sdh dikuasai oleh kami.

Ketujuhbelas, orang Papua terlalu dewakan kami pendatang. Dewa jadi diberi apa pun, harga dirinya pun kalian berikan, kamu beri marga dan angkat jadikan kepala suku, nobatkan jd anak anaklah. Lalu, di mana posisi kalian orang Papua di sana. Kalian itu sebenarnya sedang bimbang.

Kedelapan belas, kalian orang Papua itu mudah dibeli dan tidak bisa bersatu dan mudah diprovokasi, mudah dikotak2an dengan istilah gunung dan pantai sehingga kalian terhanyut dalam adu domba, lupa daratan tanah besar Papua bahwa kalian adalah tuan tanah.

Kesembilan belas, kalian panas-panas tai ayam dan makan mentah ajaran kasih. Tuhan musnahkan musuh Israel di laut merah.

Keduapuluh, kalian, orang Papua tidak peduli dgn KNPB padahal itu sarana perjuangan untuk pembebasan kalian dan bangsa kalian. Kalian baku makan, kami tertawa.

Kalian tambah2 sendiri. Ada banyak tanda kalian ini sesungguhnya akan segera tiada. Pikirkan dan renungkanlah sodara/i di PAPUA.
Terimakasih.

Foto: Ilustrasi

Address

Jayapura

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Sektor Tigi Deiyai Numbay posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share