Dinas Pertanian , Ketahanan Pangan dan Perikanan Kota Sungai Penuh

Dinas Pertanian , Ketahanan Pangan dan Perikanan Kota Sungai Penuh Dinas Pertanian , Ketahanan Pangan & Perikanan Kota Sungai Penuh, Jambi

Akun Resmi Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura & Perkebunan Kota Sungai Penuh...

Facebook : https://www.facebook.com/dtphppspn
Instagram : https://www.instagram.com/dtphp.spn/
Twitter : https://twitter.com/DtphpKotaSPN
YouTube : https://www.youtube.com/channel/UClaAjw7kRor3ApDfo3LCxAA

Budidaya Jagung utk Ketahanan Pangan 👍🔥🫰
18/01/2026

Budidaya Jagung utk Ketahanan Pangan 👍🔥🫰

15/01/2026
Alhamdulillah Semoga berkah & amanah
24/12/2025

Alhamdulillah

Semoga berkah & amanah

Semoga berkah dan amanah... Aamiin
24/12/2025

Semoga berkah dan amanah... Aamiin

09/12/2025

Dengan penuh hormat, kami dari Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kota Sungai Penuh menyambut kepemimpinan Bapak Suarman. Semoga sinergi dan kolaborasi membawa sektor pertanian kita semakin maju dan berdaya saing untuk mewujudkan Sungai Penuh Juara 🏆 🌾🌱

Bertemu Penyuluh, Mentan Amran: Prioritaskan Bantuan Bagi Petani Yang MembutuhkanJakarta - Menteri Pertanian (Mentan) An...
22/11/2025

Bertemu Penyuluh, Mentan Amran: Prioritaskan Bantuan Bagi Petani Yang Membutuhkan

Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa seluruh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) wajib memastikan setiap bantuan dari pusat diprioritaskan untuk petani yang benar-benar membutuhkan, terutama petani gurem, petani berpendapatan rendah, dan petani yang masih tertinggal secara ekonomi. Ia menekankan bahwa penyuluh sebagai ujung tombak keberhasilan program pertanian di lapangan harus menjaga amanah, bekerja tanpa pamrih, dan memastikan tidak ada bantuan yang melenceng atau salah sasaran.

“Tolong seluruh PPL perhatikan baik-baik. Semua bantuan harus diprioritaskan untuk petani miskin, petani yang kesulitan, dan petani gurem. Saya ulangi, prioritaskan saudara-saudara kita yang benar-benar membutuhkan. Bantuan dari pusat harus diarahkan kepada petani yang masih sulit bertahan. Jangan sebaliknya jangan sampai petani yang sudah punya traktor mendapatkan bantuan traktor lagi. Utamakan mereka yang kecil, yang lemah, dan yang sangat membutuhkan,” kata Mentan Amran saat memberikan arahan pada “Apel Nasional Penyuluh Pertanian” secara daring,Kamis (20/11/25).

Mentan Amran menambahkan bahwa pemerintah terus berupaya mempercepat berbagai program strategis seperti peningkatan produksi, perluasan tanam, bantuan saprodi, hingga penguatan Alsintan. Namun, ia kembali mengingatkan bahwa seluruh kebijakan tersebut hanya bisa memberikan dampak nyata jika PPL hadir aktif mendampingi petani.

“Semua program ini tidak ada artinya kalau penyuluh tidak turun langsung. Kalian adalah perpanjangan tangan pemerintah khususnya Kementerian Pertanian di lapangan. Keberhasilan program dan kesejahteraan petani sangat ditentukan oleh integritas dan kecepatan para PPL dilapangan,” tambah Mentan Amran.

Ia juga meminta penyuluh meningkatkan kualitas pendampingan, memperbaiki tata kelola pendataan, serta memastikan seluruh proses pengusulan bantuan dilakukan dengan transparan dan berbasis kebutuhan riil petani. Menurut Mentan Amran, pendataan yang tepat adalah fondasi agar kebijakan tidak salah sasaran.

“Kalau datanya salah, bantuannya pasti salah. Jadi tolong pastikan data kelompok, kebutuhan alat, dan kondisi petani benar-benar akurat. Kita ingin bantuan jatuh ke tangan yang tepat,” ungkap Mentan Amran.

Mentan Amran juga menyampaikan pentingnya kesiapsiagaan penyuluh menghadapi perubahan iklim yang berdampak pada gagal tanam, kekeringan, hingga serangan hama. Ia meminta PPL terus memberikan edukasi teknik budidaya adaptif dan pendampingan yang memperkuat ketahanan petani.

“Contohnya, jika terjadi banjir, segera laporkan. Jika ada serangan hama, laporkan juga dengan cepat. Dengan begitu, pusat bisa segera memberikan respons dan kebijakan yang tepat. Dari pusat akan datang bantuan, tetapi daerah juga harus cepat menyampaikan persoalan-persoalan di lapangan yang sulit diselesaikan. Semua masalah yang tidak mampu ditangani di daerah harus segera dilaporkan ke pusat agar dapat ditindaklanjuti,” ucap Mentan Amran

Dalam kesempatan itu, Mentan Amran juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh PPL yang terus bekerja memastikan kenaikan produksi pangan nasional. Ia menegaskan bahwa capaian peningkatan produksi tidak terlepas dari kerja keras para petani dan pendampingan aktif para penyuluh di lapangan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras nasional sepanjang Januari–Desember 2025 diperkirakan mencapai 34,77 juta ton, atau naik 4,15 juta ton dibandingkan periode 2024, berdasarkan hasil Survei Kerangka Sampel Area (KSA) per Oktober 2025. Selain itu, stok Bulog pada Juni 2025 tercatat mencapai 4,2 juta ton, menunjukkan kekuatan pasokan nasional yang semakin stabil.

"Saya minta PPL tolong sampaikan informasi kebijakan - kebijakan pusat seperti kenaikan HET, harga pupuk turun 20 persen dan kebijakan lainnya dengan cepat kepada petani diseluruh Indonesia. Masih banyak petani yang belum tahu kebijakan terbaru, jadi saya minta informasi penting agar benar-benar sampai ke tingkat paling bawah sehingga petani bisa mengetahui dan bisa segera melaporkan jika ada ketidaksesuaian dilapangan,” tutup Mentan Amran.

Pada apel penyuluh tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Idha Widi Arsanti, melaporkan bahwa antusiasme peserta sangat tinggi. Dilaporkan kegiatan tersebut, diperkirakan dihadiri hingga 45.000 peserta dari berbagai unsur pertanian mencakup penyuluh pertanian dari seluruh Indonesia, petani, petani milenial, Brigade Pangan, BRMP, serta seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Pertanian.

Idha mengatakan bahwa penyuluh yang kini berada di bawah Kementan telah menjadi satu tim besar dalam menggerakkan dan mewujudkan swasembada pangan nasional. Ia juga melaporkan bahwa penyuluh telah aktif memberikan laporan pendampingan di lapangan, mulai dari Luas Tambah Tanam (LTT), luas panen, harga gabah hingga harga jagung serta komoditas lainnya.

Presiden Prabowo Pacu Percepatan, Swasembada Pangan Tercapai dalam Satu TahunPresiden Prabowo Subianto mengadakan rapat ...
22/11/2025

Presiden Prabowo Pacu Percepatan, Swasembada Pangan Tercapai dalam Satu Tahun

Presiden Prabowo Subianto mengadakan rapat terbatas (ratas) dengan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (20/11/2025). Dalam keterangan pers usai ratas, Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyampaikan hasil ratas terkait perkembangan ketahanan pangan nasional dan sejumlah capaian serta rencana strategis sektor pangan dan peternakan.

Amran mengatakan bahwa Indonesia diperkirakan akan mencapai swasembada beras pada akhir tahun 2025. Swasembada beras mulanya ditargetkan tercapai dalam 4 tahun, namun bisa dipercepat menjadi 1 tahun berkat dukungan regulasi dan pembiayaan.

Dalam ratas, Amran juga melaporkan rencana pembangunan ekosistem peternakan rakyat dari sisi hulu untuk menjaga stabilitas harga pakan, vaksin, dan obat-obatan. Untuk mendukung rencana besar itu, lanjutnya, pemerintah menyiapkan pembangunan pabrik pakan di 12 titik pada tahap pertama, dan 18 titik pada tahap kedua, dengan total anggaran Rp20 triliun. Amran menegaskan bahwa seluruh infrastruktur ini diprioritaskan bagi peternak kecil.

Sumber: BPMI Setpres


Kementan Gelar Tanam Perdana Bongkar Ratoon Tebu di Sukoharjo: Penguatan Produksi Menuju Swasembada Gula NasionalSukohar...
22/11/2025

Kementan Gelar Tanam Perdana Bongkar Ratoon Tebu di Sukoharjo: Penguatan Produksi Menuju Swasembada Gula Nasional

Sukoharjo - Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Perkebunan melaksanakan Tanam Perdana Bongkar Ratoon Tebu di Desa Rejosari, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, pada Jumat (21/11). Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi nasional untuk meningkatkan produksi dan produktivitas tebu, sekaligus mendukung pencapaian target swasembada gula secara berkelanjutan.

Sekretaris Direktorat Jenderal Perkebunan, Heru Tri Widarto, menyampaikan bahwa bongkar ratoon merupakan langkah teknis yang memiliki peran penting dalam peremajaan tanaman tebu. Program ini, menurutnya, menjadi fondasi untuk memperbaiki produktivitas di tingkat pekebun. Ia menegaskan bahwa keberhasilan program bergantung pada sinergi dan konsistensi seluruh pihak di lapangan.

“Kegiatan bongkar ratoon ini merupakan instrumen penting dalam meningkatkan produktivitas tebu nasional. Dengan peremajaan tanaman yang terukur dan penggunaan varietas unggul, kita memastikan bahwa peningkatan produksi dapat dicapai secara berkelanjutan,” ujar Heru.

Lebih lanjut ia menekankan pentingnya percepatan pendataan CPCL dan distribusi benih. “Kami mengajak pemerintah daerah, penyuluh, pabrik gula, dan kelompok tani untuk memperkuat koordinasi sehingga seluruh target dapat terpenuhi sesuai waktu yang ditetapkan. Dengan dukungan bersama, Kabupaten Sukoharjo dapat menjadi contoh penerapan program bongkar ratoon yang efektif di Jawa Tengah,” imbuhnya.

Selengkapnya : https://ditjenbun.pertanian.go.id/kementan-gelar-tanam-perdana-bongkar-ratoon-tebu-di-sukoharjo-penguatan-produksi-menuju-swasembada-gula-nasional/

21/11/2025

Sobatani,
Yuk sama-sama kita jaga APBN kita tepat sasaran, subsidi kita tepat sasaran dengan adanya regulasi tata kelola pupuk bersubsidi.

Kali ini Mamah cek langsung pupuk bersubsidi di kios Aceh, stok aman, harga sesuai HET, dan petani bisa tebus dengan mudah. Alhamdulillah!

Address

Jalan Perkantoran Kota Sungai Penuh
Jambi
37111

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Dinas Pertanian , Ketahanan Pangan dan Perikanan Kota Sungai Penuh posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Dinas Pertanian , Ketahanan Pangan dan Perikanan Kota Sungai Penuh:

Share