21/08/2019
THE NINE GUARDIANS
Author : SopyanAmir
*( BAB 3 )*
***@***
Sedikit bergeser dari greenhills, situasi di aerothopia tengah mencekam sejak kematian lord lowton, kondisi di kerajaan mulai tidak kondusif dan di penuhi kebencian, elite dan petinggi kerajaan berusaha saling menjatuhkan dan membela diri.
Banyak lord dan dewan kerajaan yang yakin kalau lord lowton tidak dibunuh karena penghianatan seperti yang dituduhkan king jordan padanya, Melainkan direnggut nyawanya dari belakang secara keji.
king jordan menggunakan cara licik dan kotor yang di tempuh demi menyingkirkan setiap musuh yang menghalanginya untuk melanggengkan tahta yang kini di dudukinya.
Meskipun kebenaran tampak terlihat jelas dan dekat namun dewan dan lord kerajaan yang masih setia pada king adrien dan kerajaan pun tidak bisa berbuat banyak, mereka tidak punya bukti apapun selain kecurigaan kepada king jordan yang sudah lama membenci serta punya perbedaan kepentingan politik dengan lord lowton.
Adanya benturan urusan kekuasaanlah yang disinyalir menjadi sebab terbunuhnya lord lowton, king jordan dan antek anteknya berdalih kalau lord lowton melakukan penghianatan dengan berusaha membocorkan seluruh informasi rahasia kerajaan kepada musuh.
" Bagaimana kabar dari greenhills? " terdengar suara pria dari salah satu ruangan istana tak jauh dari aula utama.
Duduk berhadapan di depan meja semi bundar, enam pria paruh baya dengan pakaian mewah dan mencolok.
Seorang pria berambut cokelat terang & bermata tajam di dandani jubah sutra bermantel wol kualitas tinggi, duduk di ujung meja dengan ekspresi dingin & angkuh, diatas kepalanya diletakan sebuah mahkota emas dengan hiasan batu zamrud & berlian, kedua kepalan tangannya bertemu & menahan dagunya yang mulus tanpa ditumbuhi bulu.
Dua diantara mereka mengenakan zirah pasukan duduk rapih di sebelah kiri pria itu, tiga lainya dengan setelan mewah ala bangsawan duduk berjejer di sebelah kanan.
" Intel kita melaporkan kalau sonia allyster tengah dalam perjalanan p**ang kemari, bersama pasukan elit penjaga dan pasukan bantuan keamanan suruhan lord aberdeen. " jawab salah satu pria bermantel hitam yang duduk diantara dua rekan bangsawan lainya, menjawab pertanyaan dari tuannya barusan.
" Lalu buronan itu? Apa dia berhasil sampai di greenhills.? " tanya king jordan kembali dingin, spontan di susul ekspresi terkejut dari dua pria berzirah diruangan itu.
" ka.. Ka.. kami minta maaf my lord, gray dan anak buahnya sudah saya perintahkan untuk tidak membiarkannya hidup, tatata... Ta..pi pria ini tampaknya agak susah untuk di bunuh. Ia berhasil sampai di greenhills dan bertemu lady sonia. " jawab satu dari dua pria berzirah di samping king jordan dengan terbata bata.
" And ? " tanya king jordan tenang namun tajam mematikan, seolah setiap kabar buruk apapun yang akan diterimanya, maka satu nyawa akan melayang sia sia.
" De..de..de.. Dengan begini te.. Terrpaksa lady sonia sudah mengetahui situasi di aerothopia sekarang. "
" ka..ka.. Kami minta maaf my lord, kami tidak mampu menjalankan tugas dengan baik. " ujar pria berzirah itu kembali kalap.
" Bod*h,.. Bod*h..!!! " dua cawan perak melayang di udara dan jatuh ke lantai usai di sapu tangan murka king jordan.
" Kalian semua tidak bisa di andalkan, mengakhiri hidup seorang buronan saja kalian tidak becus, bod*h...!!! " sembur king jordan berapi api.
" kalian tahu? Akibat kebod*han kalian itu, putri manja itu sekarang semakin jadi ancaman, dia mungkin kita pandang hanya sebagai anak kucing, tapi jika seekor anak kucing dibiarkan hidup terlalu lama, ia akan tumbuh menjadi macan besar, macan betina yang akan mengoyak tenggorokan kalian, mencakar dan mencengkram dengan cepat. " tutur king jordan penuh kebencian.
" Apa aku harus turun tangan juga membereskan gadis kecil ini, seperti halnya menyingkirkan si tua lowton, lalu apa yang bisa kalian lakukan? Kalian semua tidak berguna. "
King jordan terengah engah, butuh tenaga ekstra hanya sekedar untuk menumpahkan emosi, matanya merah dan melotot, seolah hendak melompat dari lubang cangkoknya.
" Kalian memang tidak berguna, apa aku harus menjadi pembunuh keji lagi,? menikam putri mahkota raja dan merampas hak kekuasaan ayahnya, apa yang akan dikatakan oleh rakyatku,? raja macam apa aku ini,?
mereka akan menganggap aku raja berhati moster, ? "
" kalian semua jahat,.!!! hiihihi Kalian semua tidak setia padaku,.!!! Kalian semua hihihihi... Kalian para penjilat,. Hina,." pekik king jordan histeris, entah kegilaan macam apa yang ada di kepalanya, hingga ia tampak tersiksa sekaligus bahagia terhadap semua kejahatan yang dilakukannya, sesaat ia tampak dihantui kesedihan dan ketakutan bagai orang sinting,. lalu ia terkikik dengan senyum licik dan mengerikan hingga membuat ngeri orang di sekitarnya di waktu lain. " Maaf jika saya lancang my lord, saya pikir kali ini lady sonia tidak akan sempat menginjakan kaki di aerothopia, kita memang membuat kesalahan fatal dengan membiarkan informasi terbunuhnya lord lowton sampai ke telinganya.
Tapi di samping itu kita juga mendapatkan satu keuntungan akibat keputusan yang terburu buru dan egonya yang terlampau tinggi, bagaimanapun juga ia hanya seekor anak kucing, anak kucing sombong yang menghampiri kump**an anjing hanya karena ia yakin merupakan keturunan macan.
Anda hanya perlu menunggu kabar kematiannya besok, kami telah perintahkan puluhan pembunuh bayaran paling profesional untuk menyebar di sepanjang jalur yang akan di lewatinya.
Selain itu sir godrick dan pasukan elitenya ada dalam bagian pasukan keamanan yang menjaganya, semua sudah di atur dengan matang yang mulia, anda hanya perlu menunggu sebentar lagi. " Tutur sir rodwell cukup optimis, matanya membayangkan melihat sesosok tubuh anggun lady sonia terkapar bersimbah darah dengan luka menganga pada lehernya bekas gorokan pedang sir godrick.
" Aku tidak mau tahu, pokoknya aku tidak ingin melihat lagi gadis itu hidup hidup. " Sahut king jordan angkuh.
" Dengan segera yang mulia" jawab sir holgate puas.
" Lalu bagaimana kabar dari davos? " kata king jordan lagi, kali ini lebih kepada tiga orang petinggi kerajaan yang duduk di sebelah kanan nya.
" Your grace. " sahut salah satu dari ketiga pejabat kerajaan dengan setelan mantel elegan hitam dan panjang, kedua ujung pergelangan tangan pada baju mereka terlihat lebih longgar, sementara lingkar pinggang pada bagian belakang bajunya di buat meruncing ke bawah, masing masing dari ketiga pria itu mengenakan sebuah gelang perak bermotif akar pada tangan kiri mereka sebagai tanda anggota petinggi kerajaan.
" Lord wagner dan pengawalnya sudah sampai disana dua hari yang lalu, dari kabar yang mereka kirim, rumor tentang kelompok bar bar di wilayah itu memang benar, bahkan pihak kita sudah bertemu salah satu dari mereka, saat ini lord wagner dan yang lainya sedang mencoba berusaha menemui pimpinan mereka, saya yakin ketika kita bisa menjalin kesepakatan dengan mereka, kita akan punya pasukan tambahan yang tangguh dan tak kenal ampun, mereka juga dikenal kejam dan haus darah, reputasi mereka sangatlah baik di seluruh davos, bahkan hingga ke Strugga. " jelas pria berambut pendek dengan gamblang lalu di susul senyum puas dari king jordan.
" Kerja bagus lord wellstrade, aku tidak ingin kalian mengikuti tindakan bod*h para perwira perwira ini, lanjutkan semua yang sudah aku perintahkan, segera berikan kabar saat mereka setuju menjadi anj*ng anj*ng kita. " jawab king jordan bernada pujian sekaligus sinis pada dua kaki tangannya yang berbeda.
***@***
Beralih ke lain tempat, beberapa puluh mil ke selatan kota greenhills arak arakan rombongan kerajaan terus bergerak di bawah langit senja, sejak pergi meninggalkan kota megah greenhills, rombongan itu baru sekali berhenti untuk beristirahat, itupun dengan waktu yang singkat dan atas izin putri sonia.
Tak heran jika kini rombongan tampak sedikit kelelahan, wajah wajah lesu terlukis jelas di raut muka mereka.
Kuda kuda yang ditunggangi sebagian besar rombongan pun nampak sudah ikut kelelahan, beberapa kali terdengar dengusan dan ringkikan pendek dari hewan hewan herbivora itu, seolah tengah memohon mohon untuk di istirahatkan sejenak.
" Apa sebenarnya yang membuat lady sonia terburu buru p**ang ke aerothopia? " tukas seorang anak muda kurus berseragam spearmen bernada mengeluh.
Ketiga orang temannya yang sama sama berseragam spearmen dan berjalan kaki tampak tidak bersemangat untuk menjawab, mereka sedikit lebih senang jika rekannya tidak usah bertanya tentang itu saat ini, karena tanpa di ungkapkan pun, pertanyaan itu sudah terpantul pantul di kepala mereka sejak tadi.
" Ini aneh, padahal tidak biasanya lady sonia bersikap terburu buru seperti ini, apalagi sampai mengabaikan pengawal dan para pelayannya yang kelelahan.
Pasti ada sesuatu, bagaimana menurut kalian.? " tuturnya berusaha melibatkan rekan rekannya untuk ikut berkomentar.
" Menurutmu apa bald? Apa ada sesuatu yang membuatmu merasa aneh? " tanyanya kembali, kali ini kepada salah satu rekan di dekatnya.
" Mungkin lady sonia rindu p**ang." jawab pria bernama baldwin.
" mungkin. " timpalnya
" Aku rasa, ada situasi mendesak di kerajaan. " sahut yang lain, usaha pria kurus bernama jheor tampaknya berhasil, setelah beberapa saat dalam keheningan, satu persatu teman temannya mulai bersuara.
" Tapi bisa jadi lady sonia p**ang hanya untuk mengambil lingerie yang ketinggalan. hahahaha" gelak jheor menertawakan humornya sendiri, ia terpingkal pingkal seolah baru menemukan lelucon paling lucu yang pernah dibuatnya.
" sekali lagi kau menjelekan lady sonia maka akan ku sumpal mulutmu dengan rumput bajing*n!!! " geram pria yang sejak tadi diam, sementara jheor hanya terkekeh, tidak begitu menganggap kemarahan rekannya.
" Mungkin bisa juga lady sonia p**ang karena ada pangeran tampan yang hendak melamarnya." katanya lagi,
" tapi aku tidak yakin pangeran itu mempunyai wajah yang lebih tampan dariku, semua orang telah mengenalku sebagai spearmen rupawan, kelak aku akan jadi perwira paling tampan di altera. "
" sir jheor the beautiful man from kings town." ujar jheor seraya membusungkan dada lalu disusul tawa pecah dari rekan rekannya.
" Aku yakin saat itu tidak akan banyak yang bisa menandingi ketampananmu kawan. " sahut baldwin mengiyakan.
" Terima kasih sobat, aku tau kau selalu sependapat denganku. "
" Bahkan mungkin hanya ada satu yang bisa menyamai rupamu kawan. " sambung baldwin disambut senyum sumringah jheor. " Benarkah? Siapa dia? "
" pangeran wilson? Pangeran Taylor? Lord Dawson? Lord odda? Sir bastian? Sir Claymore? " Tukas jheor menyebutkan orang orang yang ia anggap rupawan.
Sementara baldwin hanya menggeleng.
" Lord Harry? Sir Neville? atau jangan bilang si bed*bah ken, aku tidak sudi di sandingkan dengan kepar*at penggoda janda janda river town itu. "
Baldwin tetap menggeleng, sementara jheor semakin penasaran.
" lalu siapa? " tanyanya tidak sabar.
" kau juga tahu dan sering berjumpa dengannya kawan. " tukas baldwin seraya terseny
"siapa? "
" keledai tua mr kendrick.. Hahahahahahahaa " gelak tawa tumpah dari ketiga orang itu, sementara jheor hanya terdiam mematung, sadar kalau ia baru saja dibodohi teman temannya.
" Ngomong ngomong bagaiman pendapat kalian tentang sir jonas dan pasukannya yang bergabung dengan pasukan kita? " Tanya jheor disusul keheningan dari teman temanya, mereka berhenti terkekeh saat jheor beralih ke topik lain.
" kalau aku sendiri kurang begitu percaya dengannya, aku meragukan kesetiaanya pada tuan putri di tugas pengawalnya ini. " tukas jheor menjawab pertanyaannya sendiri.
" kabarnya ia juga memiliki hubungan yang tidak begitu baik dengan lord aberdeen, walikota greenhills. " sahut yang lain menimpali.
Jheor mendekati pria tinggi kurus yang berkomentar barusan, lalu ia berbisik di dekat wajah pria tinggi itu, namun masih bisa di dengar kedua rekannya yang lain.
" Aku curiga kalau ia adalah bagian dari antek anteknya king jordan. " bisiknya dengan tatapan penuh curiga. " Bisa dibilang ia musuh di dalam selimut, kita harus waspada jika tiba tiba ia membelot."
Seorang perwira dengan zirah baja mengkilat berkuda mendahului barisan rombongan yang mengular, ia memacu kudanya lebih cepat, merangsek ke barisan depan rombongan.
" Situasi aman my lord, rombongan masih dalam keadaan utuh. " lapor sir jonas kepada sir godrick seraya mempertahankan kecepatan kudanya, mengimbangi laju kuda sir godrick dan seluruh iringan konvoi.
" bagaimana keadaan pasukan? " tanya sir godrick singkat.
" mereka semua tampak sedikit kelelahan, tapi mereka masih bisa bertahan dan melanjutkan, selain dari itu tidak ada masalah. " jawab sir jonas.
" kita akan terus bergerak, satu jam lagi aku akan meminta kepada lady sonia untuk berhenti dan beristirahat. Tetap waspada, laporkan apapun yang tampak mencurigakan. " perintah sir godrick dibalas anggukan mantap dari pria yang sedikit lebih muda darinya itu.
Menjelang petang iring iringan pasukan dan kereta tuan putri memasuki sebuah lembah datar yang terhampar luas, langit cerah dengan matahari menuju peraduannya, mereka terus bergerak dengan kecepatan sedang, sore yang damai dan menyejukan, banyak pasukan berharap agar berhenti sejenak dan menikmati hangatnya udara senja, menyantap daging panggang di depan api unggun seraya melonggarkan kaki dan punggung mereka yang pegal.
" Nguuuuungngng..!!! " sebuah suara tiupan terompet bergaung di udara, sumbernya dari barisan paling depan rombongan, dibalas tiupan lain di bagian tengah & belakang rombongan.
Nyaris semua yang memegang tali kekang menariknya setelah tiupan terompet pertama, sontak ringkikan suara kuda bersahut sahutan, seluruh rombongan tiba tiba terhenti.
Sir godrick, sir jonas dan perwira lain berkuda ke depan, mencari tahu penyebab berhentinya arakan.
Berbaris tak jauh di depan rombongan, kurang lebih tiga puluh orang penunggang kuda bersenjata dengan wajah & kepala ditutupi kain & tudung hitam mengepung bagian depan barisan.
Mereka memakai pakaian serba hitam & menghunuskan pedang, bersiap menyerang.
Sir jonas yang berada paling depan mencabut pedang dari sarungnya,
" Siapa kalian semua.? " gertak sir jonas kepada sekelompok orang di depanya.
" Apa yang kalian inginkan ? "
" Menyingkir dari jalan atau kalian akan berhadapan dengan kami. " Ancam sir jonas.
Alih alih menurut sekelompok orang itu justru tak bergeming, tidak mempan dengan ancaman serius sir jonas.
" Ku ulangi siapa kalian? Jawab atau kami akan bertindak. "
" Kami adalah dewa kematian yang di utus untuk mencabut nyawa kalian. " dengan santai salah satu dari mereka maju mendekat dengan kudanya.
Sir jonas hendak maju untuk menebasnya ketika sebuah lengan tiba tiba melingkar di lehernya, sebuah pedang berkilat menempel pada tenggorokannya, dingin dari baja setajam silet itu sampai terasa di kulit lehernya.
" Maafkan saya sir, saya terpaksa melakukan ini. " bisik sir godrick tak terdengar menyesal.