21/05/2026
Dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Kebijakan Dukungan dalam Peningkatan Aksesibilitas Destinasi Pariwisata” yang digelar Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan, Selasa (19/5) dibahas terkait pengembangan pesawat amfibi sebagai solusi konektivitas antar-pulau yang lebih cepat, efisien, dan berdaya saing.
Wilayah seperti Bali, Banyuwangi, dan Nusa Tenggara Barat dinilai memiliki potensi besar untuk pengembangan konektivitas wisata berbasis seaplane, terutama bagi wisatawan premium yang mengutamakan efisiensi waktu, seamless experience, dan pengalaman perjalanan yang unik.
Melalui kajian yang tengah disusun Badan Kebijakan Transportasi bersama Universitas Udayana, pemerintah berupaya mengidentifikasi potensi pasar, rute prioritas, hingga dukungan regulasi dan infrastruktur yang dibutuhkan agar pengembangan seaplane dapat berjalan optimal.
Kolaborasi lintas kementerian, pemerintah daerah, asosiasi pariwisata, dan pelaku usaha diharapkan dapat mendukung percepatan konektivitas menuju destinasi wisata bahari Indonesia yang selama ini masih sulit dijangkau.