Sebumi

Sebumi Learning conservation & sustainability through experiencing natureโ€™s wonder & biodiversity

Sebumi is a subsidiary of Eco Indonesia, an organization aiming to provide learning and understanding on environmental issues and challenges through direct experiential learning with nature and hands on involvement in the ground. Sebumi will focus on providing tourist and nature-enthusiast the chance to gain a life time experience being together with the beauty of mother nature. We provide a real

nature experience and some of the profit we collect from you, will be donated to improve the education and living standard of the society around the tourism area.

Sekarang, kita terbiasa hidup dalam sistem yang sama. Hampir semua punya harga dan harus dibeli, entah dengan uang fisik...
13/05/2026

Sekarang, kita terbiasa hidup dalam sistem yang sama. Hampir semua punya harga dan harus dibeli, entah dengan uang fisik maupun scan digital. Namun, 2600 kilometer dari Jakarta, tepatnya di Pasar Wulandoni Lembata, ada cara lain untuk bertransaksi.

Di Wulandoni, kebutuhan menjadi penentu berharganya nilai satu barang. Hal ini tentunya hanya dapat dipahami langsung oleh dua pihak yang sama-sama butuh.

Bayangkan saat warga pesisir dan pegunungan bertemu, membawa hasil dari ruang hidup mereka masing-masing lalu saling menukar hasil dari melaut dan meladang, tanpa angka dan negosiasi yang rumit. Sistem ini sudah berjalan jauh sebelum ekonomi modern hadir.

Di sini, kita belajar satu hal sederhana: bahwa hubungan antar manusia tidak selalu harus dimediasi oleh uang untuk menukar nilai yang dipunyai masing-masing.

Melalui Sebumi Signature Thematic Trip: Larantukaโ€“Lembata "When the Mountain Meets the Sea", kami siap mengajakmu untuk melihat langsung bagaimana nilai, kebutuhan, dan kepercayaan hidup dalam keseharian masyarakat.

๐Ÿ“… 2-8 Juli 2026
๐Ÿ‘ฅ Eksklusif bagi 15 peserta

Salin link ini, atau isi form yang ada di Linktree kami untuk mendaftar!
๐Ÿ”— bit.ly/SBMLarantukaLembata26

12/05/2026

Pernakah kamu penasaran, mengapa ada sebuah nama daerah yang sama dengan nama tumbuhan atau nama buah?

Fenomena ini disebut Toponimi. Ilmu ini banyak mengungkap asal-usul nama sebuah daerah dan jalan dari sejarah, budaya, maupun karakteristik geografis setempat.

Nah, untuk mengenal kembali asal muasal nama daerah melalui teknik toponomi, .nyanya sebagai salah satu pemenang Grants .id 2.0 melaksanakan toponimi trip sebagai hasil dari pelatihan Earth Storyteller selama tiga bulan!

Dalam trip ini, teman-teman berkesempatan mengunjungi Taman Hutan Raya Djuanda, Bandung untuk mengeksplorasi, mengenal, dan mempelajari tanaman-tanaman yang menjadi asal nama daerah di Bandung, agar mereka dapat terkoneksi dengan elemen alam melalui penamaan sebuah tempat di kemudian hari.

Mereka juga mendapat kesempatan untuk menyicipi Es Oyen Buah Limus untuk merasakan pengalaman melalui indera pengecapan. Trip berakhir dengan pembagian bibit bagi para peserta untuk meneruskan semangat melestarikan pepohonan di sekitar kita.

Kira-kira, di kotamu adakah nama daerah yang berasal dari tumbuhan dan hewan juga? Ceritakan di kolom komentar!๐Ÿ€๐Ÿ€

In Larantuka and Lembata, land and sea are not just landscapes. They shape the way people live.Not just about seeing a p...
09/05/2026

In Larantuka and Lembata, land and sea are not just landscapes. They shape the way people live.

Not just about seeing a place. Itโ€™s about learning from communities who live with local wisdom, witnessing how climate change is felt on the frontlines, and taking part in efforts to protect what remains.

From the muro tradition and Wulandoniโ€™s barter market, to marine conservation with local communities, each moment reveals a deeper connection between people and nature.

Itโ€™s a way to understand, to connect, and to see your role differently.

Sebumi Thematic Trip: Larantuka โ€“ Lembata
When the Mountain Meets the Sea

๐Ÿ—“ 02 โ€“ 08 July 2026 (7D6N)*
๐Ÿ‘ฅ Limited to 15 participants
*updated trip date

Copy this link or click in bio to register!
๐Ÿ”— bit.ly/SBMLarantukaLembata26

ARTJOG mengajarkan kita satu hal, bahwa seni tidak pernah benar-benar diam. Ia selalu berbicara tentang zaman, tentang m...
08/05/2026

ARTJOG mengajarkan kita satu hal, bahwa seni tidak pernah benar-benar diam. Ia selalu berbicara tentang zaman, tentang manusia, dan tentang dunia yang sedang kita hadapi.

Percakapan itu menjadi semakin relevan melalui ARS LONGA: GENERATIO yang jadi tema ARTJOG tahun ini. Krisis iklim menjadi salah satu isu mendesak yang mulai sering diperbincangkan, karena generasi selanjutnya akan mewarisi apa yang

Melalui Jogja Art Camp: Climate Change Through Arts,
kami mengajakmu untuk tidak hanya melihat langsung dan merasakan gelaran ARTJOG, namun juga memahami dan menerjemahkan realitas yang kamu miliki menjadi karya.

Selain itu, selama 3 hari kamu juga akan banyak belajar, bereksplorasi, dan menciptakan sesuatu yang dapat memberi dampak bagi orang lain yang melihatnya.

๐Ÿ“… 26โ€“28 Juni 2026
๐Ÿ“ Yogyakarta
โš ๏ธ Limited to 8 participants

Let your perspective become a story.
Let your art become a voice.

๐Ÿ”— Link tersedia di bio kami dan kode QR di slide terakhir!

Jakarta terasa semakin padat.Kita terus bergerak tanpa sempat benar-benar berhenti.Pelan-pelan, jarak dengan diri, sesam...
06/05/2026

Jakarta terasa semakin padat.
Kita terus bergerak tanpa sempat benar-benar berhenti.

Pelan-pelan, jarak dengan diri, sesama, dan alamโ€ฆ ikut menjauh.

Pasar Bahagia hadir sebagai ruang jeda ๐ŸŒฟ
Ruang untuk mengambil napas, kembali merasa, dan melihat dengan lebih jernih.
Di sini, memilih bukan sekadar membeli, tapi bagian dari cara kita merawat satu sama lain, dan merawat bumi.

๐Ÿ—“๏ธ 16โ€“17 Mei 2026
โฐ 08.00โ€“18.00 WIB
๐Ÿ“ Anindhaloka, Pesanggrahan โ€“ Jakarta Selatan
๐ŸŽŸ๏ธ Free Entry

โ€œDidiklah anak-anak dengan cara yang sesuai dengan tuntunan alam dan zamannya.โ€ - Ki Hajar DewantaraPendidikan yang kita...
02/05/2026

โ€œDidiklah anak-anak dengan cara yang sesuai dengan tuntunan alam dan zamannya.โ€ - Ki Hajar Dewantara

Pendidikan yang kita butuhkan hari ini bukan sekadar menuntun kita untuk serba tahu, tetapi juga tentang keterampilan untuk bertahan dan merawat kehidupan di bumi.

Seperti yang diingatkan oleh Ki Hajar Dewantara, pendidikan harus selaras dengan kodrat alam dan zamannya. Di tengah triple planetary crisis (perubahan iklim, hilangnya biodiversitas, dan polusi), apakah pendidikan kita sudah cukup membekali kita tentang kesadaran dan pengetahuan ekologis?

Di Sebumi, kami menjawabnya melalui Sustainable Lifestyle Framework, pendekatan holistik yang menghubungkan kesadaran diri, pilihan sehari-hari, hingga dampak sistemik.

Bersama Almacita School, pendekatan ini dihidupkan lewat pembelajaran berbasis pengalaman. Anak-anak belajar langsung dari alam untuk memahami perjalanan pangan dari tanah ke piring.

Karena pada akhirnya, pendidikan bukan hanya tentang mengetahui. Tapi juga tentang kepedulian yang menggerakkan perubahan.

PANGGILAN TERAKHIR!Di Larantuka dan Lembata, daratan dan lautan bukan sekadar lanskap. Keduanya membentuk cara hidup mas...
01/05/2026

PANGGILAN TERAKHIR!

Di Larantuka dan Lembata, daratan dan lautan bukan sekadar lanskap. Keduanya membentuk cara hidup masyarakat yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Ini bukan hanya tentang melihat sebuah tempat. Ini tentang belajar dari komunitas yang hidup dengan kearifan lokal, menyaksikan bagaimana perubahan iklim dirasakan langsung di garis depan, serta ikut ambil bagian dalam upaya menjaga apa yang masih tersisa.

Dari tradisi muro dan pasar barter Wulandoni, hingga konservasi laut bersama masyarakat lokal, setiap momen menghadirkan hubungan yang lebih dalam antara manusia dan alam.

Perjalanan ini menjadi cara untuk memahami, terhubung, dan melihat peran diri dengan cara yang berbeda.

SEBUMI THEMATIC TRIP: LARANTUKA - LEMBATA
"Menyusuri Gunung Bertaut Laut: Jiwa Kearifan Lokal Untuk Keberlanjutan Alam dan Manusia"

๐Ÿ—“ 28 Mei โ€“ 03 Juni 2026 (7H6M)
๐Ÿ‘ฅ Terbatas untuk 15 peserta

Salin tautan ini atau klik di bio untuk mendaftar!
๐Ÿ”— bit.ly/SBMLarantukaLembata26

Bambu tumbuh cepat, kuat, dan selalu tersedia.Namun di balik setiap produk yang dihasilkan, ada kulit bambu yang sering ...
28/04/2026

Bambu tumbuh cepat, kuat, dan selalu tersedia.
Namun di balik setiap produk yang dihasilkan, ada kulit bambu yang sering kali terbuang. Dari situ, kami mulai bertanya, bisakah limbah ini punya kehidupan kedua?

Melalui Anyam Wangi, Seakar mengajakmu melihat kembali potensi yang sering terlewat. Dalam workshop ini, kamu akan memahami bagaimana sebuah material sederhana bisa diolah menjadi sesuatu yang bernilai tanpa menyisakan limbah.

Selama 2 jam, kamu akan membuat karya sendiri, meracik potpourri dari bahan alami lokal, dan terhubung kembali dengan proses yang lebih sadar. Karena, terkadang kita hanya butuh cara pandang baru.

๐Ÿ—“ Saturday, May 02, 2026
๐Ÿ“ Impact Hub Jakarta
๐Ÿ’ฐ IDR 350.000
๐ŸŽŸ Free Voucher Anomali Coffee dan Impact Hub

Slot terbatas, daftar sekarang!
๐Ÿ”— bit.ly/AnyamWangiWorkshop





Perjalanan bisa lebih dari sekadar datang dan pergi, dan melalui Sebumi Belajar: Ecotourism as a Living Classroom, kami ...
27/04/2026

Perjalanan bisa lebih dari sekadar datang dan pergi, dan melalui Sebumi Belajar: Ecotourism as a Living Classroom, kami belajar bahwa perjalanan bisa menjadi ruang belajar tentang alam, masyarakat, dan cara kita terhubung dengan keduanya.

Mulai dari diskusi bersama Iben, Dwinda, Wathan, hingga sesi inklusivitas bersama Teman Tuli, kami kembali diingatkan bahwa pariwisata tidak hanya tentang menikmati, tapi juga memberi dan menjaga.

Karena pada akhirnya, perjalanan yang bermakna adalah perjalanan yang berdampak.

Terima kasih untuk semua yang telah hadir, dan untuk dukungan dari Nutrihub Jakarta dan . Tunggu kami pada kegiatan berikutnya!๐Ÿ™Œ





26/04/2026

Mewujudkan Kemandirian Energi dan Ekonomi Sirkular Berbasis Masyarakat di Kaki Gunung Rinjani โ˜€๏ธ

Inisiatif untuk mengatasi persoalan lingkungan seringkali tumbuh dari masyarakat di berbagai desa. Mereka sudah terdorong untuk merancang solusi berbasis kebutuhan nyata dengan sumber daya yang terbatas.

Di Desa Sembalun, Lombok Timur, Yayasan Sangkabira telah mengelola Hotel Sampah Sangkabira yang mendaur ulang sampah pendakian dari Gunung Rinjani menjadi produk bernilai guna, misalnya gantungan kunci. Mereka konsisten melakukannya sejak 2022.

Di lokasi yang sama, Rumah Belajar Sangkabira berdiri sebagai ruang belajar bagi anak-anak sekaligus pusat pelestarian budaya lokal.

Di sisi lain, keterbatasan infrastruktur masih menjadi hambatan utama mereka. Pasokan listrik yang belum stabil membatasi operasional mesin pencacah dan mesin peleleh sampah, padahal mesin ini menjadi kunci dalam proses daur ulang.

Melihat hal ini, PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berkolaborasi dengan Sebumi dan PT Bina Lintas Usaha Ekonomi (BLUE) membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 6,15 KWP. Fasilitas ini memberi akses listrik yang lebih mandiri dan stabil, sekaligus juga mendukung operasional daur ulang sampah. PLTS menunjukkan bahwa energi terbarukan dapat mendukung ekonomi sirkular, sekaligus memperkuat kemandirian komunitas.

Inisiatif ini mengingatkan kita semua, transformasi menuju keberlanjutan dapat dicapai melalui sinergi lintas sektor untuk memaksimalkan upaya yang sebelumnya sudah dilakukan oleh masyarakat. Kami berharap, pendekatan ini tidak hanya berhenti di Rinjani, tetapi dapat direplikasi di berbagai daerah di Indonesia.

26/04/2026

Mewujudkan Kemandirian Energi dan Ekonomi Sirkular Berbasis Masyarakat di Kaki Gunung Rinjani โ˜€๏ธ

Inisiatif untuk mengatasi persoalan lingkungan seringkali tumbuh dari masyarakat di berbagai desa. Mereka sudah terdorong untuk merancang solusi berbasis kebutuhan nyata dengan sumber daya yang terbatas.

Di Desa Sembalun, Lombok Timur, Yayasan Sangkabira () telah mengelola Hotel Sampah Sangkabira yang mendaur ulang sampah pendakian dari Gunung Rinjani menjadi produk bernilai guna, misalnya gantungan kunci. Mereka konsisten melakukannya sejak 2022.

Di lokasi yang sama, Rumah Belajar Sangkabira berdiri sebagai ruang belajar bagi anak-anak sekaligus pusat pelestarian budaya lokal.

Di sisi lain, keterbatasan infrastruktur masih menjadi hambatan utama mereka. Pasokan listrik yang belum stabil membatasi operasional mesin pencacah dan mesin peleleh sampah, padahal mesin ini menjadi kunci dalam proses daur ulang.

Melihat hal ini, PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berkolaborasi dengan Sebumi dan PT Bina Lintas Usaha Ekonomi (BLUE) membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 6,15 KWP. Fasilitas ini memberi akses listrik yang lebih mandiri dan stabil, sekaligus juga mendukung operasional daur ulang sampah. PLTS menunjukkan bahwa energi terbarukan dapat mendukung ekonomi sirkular, sekaligus memperkuat kemandirian komunitas.

Inisiatif ini mengingatkan kita semua, transformasi menuju keberlanjutan dapat dicapai melalui sinergi lintas sektor untuk memaksimalkan upaya yang sebelumnya sudah dilakukan oleh masyarakat. Kami berharap, pendekatan ini tidak hanya berhenti di Rinjani, tetapi dapat direplikasi di berbagai daerah di Indonesia.

Address

Jalan Rindang No. 4 Cipedak Jagakarsa
Jakarta
12630

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 17:00

Telephone

+622129049062

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Sebumi posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Sebumi:

Share