09/01/2026
JANGAN LELAH MENCINTAI INDONESIA
Saat menghadiri promosi Ph.D untuk kelulusan S3 anak saya, Ikhwan Zein, di Amsterdam University (Jumat, 9/1/2026), saya merenung tentang Indonesia.
Betapapun, misalnya, saat ini masih ada kekecewaan atas situasi poleksosbud di Indonesia, namun kita harus banyak bersyukur atas kemajuan Indonesia dari waktu ke waktu.
Waktu saya masih SMP dan SMA tahun 1970-an, sulit bermimpi atau membayangkan untuk bisa belajar sampai ke perguruan tinggi. Inginnya, lulus SLTP atau SLTA bisa langsung kerja untuk membantu meringankan ekonomi keluarga atau memberi kesempatan kepada adik untuk juga bersekolah.
Tapi, lihatlah sekarang. Jutaan lulusan SMA bisa masuk ke perguruan tinggi, dari program S1, S2, sampai S3. Bukan hanya di dalam negeri, tapi juga di luar negeri. Ribuan anak-anak kita bisa meraih gelar Doktor dalam berbagai keahlian. Mereka masuk atas beasiswa yang mereka raih karena prestasi, baik dari Pemerintah kita maupun dari negara lain.
Betapa pun masih ada rasa kecewa karena kekurangan di sana sini, tetapi kita harus tetap bersyukur, Indonesia konsisten maju dari waktu ke waktu. Ini semua adalah atas berkat dan rahmat Allah yang telah menjadikan Indonesia merdeka.
Oleh sebab itu, "Jangan pernah lelah mencintai Indonesia". Kemerdekaan, kebersatuan, keberdaulatan Indonesia harus terus kita rawat dan terus perbaiki bersama-sama.