19/05/2026
Apa yang dapat dilakukan untuk memastikan mekanisme Pelindungan dari Eksploitasi, Penyalahgunaan, dan Pelecehan Seksual ( ) yang lebih baik, serta berpihak kepada korban dan penyintas?
Pada 30 April 2026, Jaringan PSEAH Indonesia mengadakan sesi pembelajaran informal untuk berbagi wawasan, praktik terbaik, dan upaya yang dilakukan untuk mencegah dan mengatasi eksploitasi seksual, penyalahgunaan, dan pelecehan seksual (SEAH). 🤝
Sesi ini diikuti lebih dari 100 peserta dari badan-badan , organisasi masyarakat sipil (OMS), pemerintah, dan akademisi untuk mengetahui lebih lanjut tentang pendekatan yang berpusat pada korban dan penyintas, sebagai hal penting yang perlu diperhatikan dalam upaya pencegahan dan respons. Hal ini mencakup mendengarkan, menghindari respons yang menyebabkan trauma berulang, serta fokus pada keselamatan, hak, kesejahteraan, serta kebutuhan dan pilihan korban dan penyintas 💙
——
What can be done to ensure a better Protection from Sexual Exploitation, Abuse, and Sexual Harassment (PSEAH) mechanism and build trust amongst victims and survivors?
On 30 April 2026, the PSEAH Network Indonesia held an informal learning session to share insights, best practices, and efforts to prevent and address sexual exploitation, abuse, and harassment (SEAH). 🤝
The session brought together over 100 participants from UN agencies, civil society organizations (CSOs), government, and academia to deepen their understanding of the victim- and survivor-centred approach, which remains at the forefront of the UN and CSOs’ prevention and response efforts. This includes prioritizing listening, avoiding re-traumatization, and focusing on safety, rights, well-being, and the expressed needs and choices of victims and survivors 💙