LPDP Kementerian Keuangan RI

LPDP Kementerian Keuangan RI Lembaga Pengelola Dana Pendidikan mengarahkan segenap usahanya guna mencetak pemimpin masa depan yang tersebar di berbagai bidang. Misi
1.
(1478)

Lembaga Pengelola Dana Pendidikan

Motto
Beasiswa S2, S3, & Pendanaan Riset
-
☎️ 134 [Dalam Negeri]
📞021-23507011 [Luar Negeri]
🗓 Mon-Fri ⏰ 08 -16 WIB
__
Selengkapnya
🔻 Pengelolaan dana abadi pendidikan ini bertujuan menjamin keberlangsungan program pendidikan bagi generasi mendatang sebagai pertanggungjawaban antargenerasi. LPDP berfokus pada pengembangan kualitas sumber daya man

usia di berbagai bidang yang menunjang percepatan pembangunan Indonesia. Beberapa di antara prioritas yang menjadi fokus LPDP antara lain; teknik, sains, pertanian, hukum, ekonomi, keuangan, kedokteran, agama, serta sosial-budaya. Di samping itu, LPDP juga mendorong akselarasi riset dan inovasi strategis nasional untuk kemjauan Indonesia melalui program pendanaan Riset Inovatif Produktif

Visi
Menjadi lembaga pengelola dana bertaraf internasional guna menyiapkan SDM Indonesia yang berdaya saing global serta turut mendorong inovasi bagi terwujudnya Indonesia yang sejahtera, demokratis, dan berkeadilan. Menjamin keberlangsungan pendanaan pendidikan bagi generasi berikutnya melalui pengelolaan dana abadi pendidikan yang optimal.
2. Mempersiapkan pemimpin dan profesional masa depan Indonesia melalui pembiayaan pendidikan.
3. Mendorong riset strategis dan/atau inovatif yang implementatif dan menciptakan nilai tambah melalui pendanaan riset. Maklumat Pelayanan:
https://lpdp.kemenkeu.go.id/storage/files/shares/Maklumat%20Pelayanan%20LPDP.pdf

Pernah enggak sih kalian menemukan perilaku atau pendapat seseorang yang membuatmu mengernyitkan dahi sambil mbatin, “Ih...
09/06/2026

Pernah enggak sih kalian menemukan perilaku atau pendapat seseorang yang membuatmu mengernyitkan dahi sambil mbatin, “Ih... padahal sekolahnya tinggi, kok bisa berpikir begitu ya?” 🤔 Atau jangan-jangan, kita sendiri pernah membuat orang lain berpikir hal yang sama?

Kita sering menganggap bahwa semakin tinggi pendidikan seseorang, semakin baik p**a keputusan yang akan diambilnya, nyatanya tidak selalu demikian.

Sir Arthur Conan Doyle—seorang dokter, intelektual, sekaligus pencipta Sherlock Holmes yang identik dengan logika dan penalaran—pernah memercayai foto-foto peri 🧚✨ yang belakangan terbukti hanyalah rekayasa, bukan karena ia kurang cerdas, jstru karena kecerdasan saja tidak selalu cukup.

Dalam bukunya The Intelligence Trap, David Robson menjelaskan bahwa orang yang sangat cerdas pun dapat terjebak dalam bias, keyakinan yang keliru, dan rasa terlalu percaya diri. Ketika itu terjadi, kecerdasan yang seharusnya membantu menemukan kebenaran justru berubah menjadi titik buta.

Pelajaran ini terasa semakin relevan bagi LPDP yang hadir untuk mendukung lahirnya generasi intelektual Indonesia. Sebab tantangan masa depan tidak hanya menuntut individu yang unggul secara akademik, tetapi juga mereka yang mampu berpikir reflektif, terbuka terhadap koreksi, dan berani menguji keyakinannya sendiri.

Dalam realitas dunia yang semakin kompleks dan penuh ketidakpastian, kecerdasan kognitif saja tidak cukup. Bangsa ini membutuhkan orang-orang yang tetap mampu berkata “I might be wrong.”

Mereka yang mau mendengar. Mau belajar. Mau mengubah pandangan ketika fakta menunjukkan arah yang berbeda. Karena kebijaksanaan tidak lahir dari mengetahui segalanya, melainkan dari kesadaran bahwa selalu ada sesuatu yang belum kita ketahui.

📖 Sudah pernah membaca The Intelligence Trap karya David Robson? Atau punya pengalaman ketika menyadari bahwa keyakinanmu ternyata keliru?

Yuk, share di kolom komentar.

03/06/2026

☕ Ketika mendengar seseorang menempuh studi hingga jenjang doktor, banyak orang mungkin langsung membayangkan karier di dunia akademik atau riset. Tapi perjalanan Raras Cynanthia menunjukkan bahwa ilmu bisa menemukan bentuk kontribusinya sendiri.

Sebagai penerima manfaat beasiswa LPDP generasi paling pertama, Raras berangkat ke Inggris di usia 23 tahun untuk menempuh studi doktor dan mendalami consumer behavior, sebuah bidang yang mempelajari bagaimana manusia berpikir, memilih, dan membangun keterikatan terhadap sebuah pengalaman.

Bagi Raras, yang dicari dari pendidikan bukan semata gelar, melainkan proses intelektualnya. Cara berpikir yang lebih kritis, kemampuan melihat persoalan lebih dalam, dan keberanian untuk terus bertumbuh. Menariknya, ilmu yang dulu dipelajari di ruang riset itu hari ini justru hidup di tempat yang kini begitu digandrungi anak muda, industri kopi.

Bersama suaminya, Raras ikut membangun Kopikina yang awalnya bukan bisnis besar, bukan p**a coffee shop dengan modal besar, tetapi sebuah usaha kecil yang tumbuh pelan-pelan sambil terus mencari bentuknya. Dari menjadi roastery dan supplier, hingga berkembang menjadi brand yang hari ini hadir sebagai ruang bertemu, bekerja, berkegiatan, dan membangun komunitas.

Hari ini, karya dan kontribusi Raras bukan hanya membawa Kopikina bertumbuh sebagai bisnis, tetapi juga menjadi sumber nafkah bagi ratusan pekerja, membuka pasar bagi ratusan petani kopi dari berbagai daerah di Indonesia, serta ikut berkontribusi kembali kepada negara melalui penerimaan pajak. Di balik setiap cangkir kopi yang tersaji, ada rantai nilai yang menghidupi banyak orang.

Kamu pernah ngopi di Kopikina juga?
Simak kisah lengkap Raras Cynanthia di website LPDP.

Siapa nih yang udah ga sabar dan nanya-nanya seputar pembukaan seleksi tahap 2?? Eiittts.. Sembari menunggu kepastian in...
02/06/2026

Siapa nih yang udah ga sabar dan nanya-nanya seputar pembukaan seleksi tahap 2??

Eiittts.. Sembari menunggu kepastian informasi, 7 program co-funding yang saat ini sedang dibuka perlu banget kamu pertimbangkan lho, LPDPrens!

3 program untuk jenjang Master dan 4 program untuk jenjang Doktor, bingung menentukan pilihan? Penasaran dengan ketentuan-ketentuannya? Butuh informasi mendalam soal program-programnya?

Yuk ikut Webinar Sosialisasi Beasiswa Co-Funding:

🗓Rabu, 3 Juni 2026
⏰14.00–16.00 WIB
✨Beasiswa Kerja Sama Indonesia–Tiongkok Bidang Metallurgi dan Perdagangan Internasional di Central South University Program Master
✨LPDP – Georgetown SFS Asia Pacific Program Master
✨LPDP – King’s College London Singhasari Program Master

🗓Jumat, 5 Juni 2026
⏰09.30–11.30 WIB
🇨🇳LPDP – Chongqing University
🇦🇺LPDP – The University of Sydney

⏰14.00–16.00 WIB
🇬🇧 LPDP – Queen’s University Belfast
🇫🇷 LPDP – Université Paris-Saclay

🔴 LIVE di YouTube LPDP RI

Sebarkan informasi ini dan ajak teman, keluarga, kolegamu, kenalanmu sebanyak-banyaknya dan majulah raih kesempatan ini bersama-sama! Masa depan globalmu dimulai dari langkah hari ini. Siapkan pertanyaanmu, dan pastikan kamu hadir ya! 💬

Pancasila tidak lahir dalam sehari. Ia lahir dari gagasan-gagasan besar, perdebatan yang panjang, dan yang terpenting, k...
01/06/2026

Pancasila tidak lahir dalam sehari.

Ia lahir dari gagasan-gagasan besar, perdebatan yang panjang, dan yang terpenting, kerelaan para pendiri bangsa untuk mengesampingkan kepentingan golongan demi kepentingan Indonesia.

Di tengah perbedaan pandangan, mereka memilih mencari titik temu. Di tengah perdebatan, mereka mengutamakan persatuan. Dari sanalah lahir fondasi yang hingga hari ini menjadi pegangan bangsa Indonesia: Pancasila.

Semangat itu tetap relevan hingga sekarang.
Karena membangun Indonesia juga membutuhkan kesediaan untuk belajar, berkolaborasi, dan berkarya bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi untuk kemajuan bersama.

Dari ruang sidang para pendiri bangsa hingga ruang-ruang belajar para penerima beasiswa, semangatnya tetap sama: mengutamakan Indonesia dan bekerja untuk kemajuan bersama.

Selamat Memperingati Hari Lahir Pancasila.
Mari terus menghidupkan nilai-nilainya dalam setiap langkah dan karya untuk negeri.

31/05/2026

Ada saat dalam hidup ketika kita sudah memberikan seluruh yang kita miliki, entah itu tenaga, waktu, kenyamanan, bahkan dirinya sendiri.

Begitu p**a Siddhartha. Ia meninggalkan istana, keluarga, dan segala kemewahan yang dulu mengelilinginya. Bertahun-tahun ia berjalan mencari jawaban tentang penderitaan manusia. Menahan lapar, menundukkan tubuh, menyingkirkan segala kenikmatan, sampai tubuhnya tinggal tulang dan napas yang nyaris habis. Membawanya kepada kesimp**an, bahwa semakin menderita, semakin tak nikmat, dan semakin sedikit hal yang tersisa dari diri, semakin dekat p**a ia pada kebenaran.

Namun rupanya tidak. Di bawah pohon itu, sebelum pencerahan datang, yang hadir lebih dahulu justru semangkuk puding susu sederhana dari seorang perempuan bernama Sujata. Bukan petapa. Bukan raja. Bukan p**a guru besar. Hanya seseorang yang melihat ada makhluk lain yang kelelahan, dan memilih memberi makan. Siddhartha menerimanya.

Membebaskan diri dari penderitaan bukan berarti memusuhi tubuh, menyangkal kebutuhan, atau mengosongkan diri sampai habis. Sebab jalan menuju terang bukan selalu tentang bertahan lebih keras, melainkan tentang menemukan keseimbangan. Ia datang setelah seseorang menunjukkan welas asih, dan seseorang yang lain cukup rendah hati untuk menerimanya.

Di dunia yang sering memuji mereka yang terus kuat, terus memberi, terus berjalan tanpa jeda, ternyata mengingatkan kita bahwa menerima pertolongan juga adalah bentuk kebijaksanaan.

Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta
Semoga semua makhluk berbahagia.
Selamat Memperingati Hari Raya Waisak.

Masih menikmati long weekend? Ada kejutan lain dari LPDP yang sayang untuk kamu lewatkan, LPDPrens!. 👀  Setelah membuka ...
30/05/2026

Masih menikmati long weekend? Ada kejutan lain dari LPDP yang sayang untuk kamu lewatkan, LPDPrens!. 👀

Setelah membuka program co-funding jenjang master, kini giliran empat program co-funding jenjang doktor yang resmi dibuka!

🇨🇳 LPDP – Chongqing University
🇬🇧 LPDP – Queen’s University Belfast
🇫🇷 LPDP – Université Paris-Saclay
🇦🇺 LPDP – The University of Sydney

Kesempatan untuk melanjutkan riset di kampus-kampus unggulan dunia, memperluas jejaring akademik global, dan mempersiapkan diri menjadi bagian dari solusi atas berbagai tantangan masa depan Indonesia.

Karena Indonesia membutuhkan lebih banyak peneliti, inovator, dan ahli yang mampu mengubah pengetahuan menjadi kebermanfaatan.

📅 Pendaftaran dibuka 29 Mei–30 Juni 2026.

Tidak semua long weekend menghadirkan kesempatan yang bisa mengubah masa depan. Yang satu ini mungkin berbeda. 🚀Sudah menentukan tujuan studimu, LPDPrens?

Long weekend gini ngapain nih biasanya, LPDPrens? Rebahan atau Jalan-jalan? Tapi kali ini, LPDP punya kejutan yang mungk...
30/05/2026

Long weekend gini ngapain nih biasanya, LPDPrens? Rebahan atau Jalan-jalan? Tapi kali ini, LPDP punya kejutan yang mungkin bisa mengubah rencana masa depanmu. 👀

LPDP kembali membuka seleksi tiga program beasiswa co-funding jenjang master dengan peluang yang lebih spesifik, kompetisi yang lebih terfokus, dan tentu saja kesempatan untuk belajar di institusi kelas dunia.

✨ Beasiswa Kerja Sama Indonesia–Tiongkok Bidang Metallurgi dan Perdagangan Internasional di Central South University (CSU)

✨ LPDP – Georgetown SFS Asia Pacific Program Master

✨ LPDP – King’s College London Singhasari Program Master

Terkadang, satu keputusan yang diambil saat long weekend bisa menjadi awal perjalanan yang mengubah hidup.

📅 Pendaftaran dibuka 29 Mei–30 Juni 2026.

Sudah menentukan program mana yang paling sesuai dengan cita-cita dan rencana kontribusimu untuk Indonesia?

Baca panduan lengkapnya dan segera siapkan pendaftaranmu melalui portal LPDP.

27/05/2026

Ia tinggalkan istri pertamanya, ia tinggalkan p**a harta, kaum, dan tanah airnya. Di antara bukit bebatuan tandus, padang gurun Hejaz itu, ia hanya menginginkan satu hal, kehadiran seorang putra. Dan ketika rasa cinta itu tumbuh begitu besar, Sang Pencipta justru mengujinya dengan perintah yang tak satupun orang di muka bumi ini sanggup memenuhinya. Apa yang Allah minta bukanlah 100 unta, 1000 kambing, atau gembalaan terbaik lainnya, melainkan Ismail, putra yang amat ia natikan.

“Laksanakanlah, Ayah. InsyaAllah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.” (QS. Ash-Shaffat: 102).

Terbaring sudah Ismail, menanti ayunan pisau menuju leher dari tangan Ibrahim, ayahnya sendiri. Dan ketika Khalilullah lulus dari ujian itu, Allah mengganti putranya dengan seekor domba besar dari surga.

Allah tak pernah benar-benar menghendaki kematian Ismail. Yang Allah ingin lihat adalah apakah Ibrahim tetap menempatkan Allah di tempat tertinggi di hatinya, bahkan ketika yang diminta adalah sesuatu yang paling ia cintai?

Dan seperti halnya yang dialami Ibrahim, apakah kita telah jujur kepada diri sendiri, adakah “Ismail” itu dalam hidup kita hari ini?

Mungkin ia hadir dalam bentuk karier yang kita jaga lebih keras daripada ibadah. Dalam bentuk pencapaian yang membuat kita lupa bersyukur. Dalam bentuk gengsi yang kita pertahankan lebih kuat daripada kejujuran. Atau dalam bentuk rasa aman yang membuat kita lebih percaya pada apa yang kita miliki daripada pada Dia yang memberi.
Karena pada akhirnya, yang diuji bukan apa yang ada di tangan kita. Yang diuji adalah siapa yang sesungguhnya bertahta di hati kita.

Selamat Hari Raya Iduladha.

ALLAHU AKBAR
ALLAHU AKBAR
ALLAHU AKBAR
WALILLAAHILHAMD

Semoga kita dimampukan untuk mencintai banyak hal di dunia ini, tanpa pernah menempatkan apa pun lebih tinggi dari Allah.

26/05/2026

Desa ini punya segalanya: pantai, mata air, hingga desa adat yang menyimpan nilai budaya. Namun yang membuat Karuni di sudut Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT, benar-benar hidup adalah bagaimana warganya kini mulai mengambil peran dalam mengembangkan potensi tersebut.

Selama kurang lebih enam bulan, putra-putri terbaik bangsa melakukan berbagai upaya bersama masyarakat, mereka adalah:

Iqbal Abdul Rizal
Magister Kajian Budaya, Universitas Padjadjaran

Putri Anjary Widya Santie
Magister Teknik Pengelolaan Bencana Alam, UGM

Restisary Nduka
Magister Ilmu Linguistik, UGM

Kartini
Magister Ilmu Linguistik, UGM

⁠Amirullah
Magister Pendidikan Matematika, UPI

Devi Efika Nur Hidayati
Magister Sosiologi, UGM

Mendampingi masyarakat mulai dari mengolah jambu monyet yang sebelumnya terbuang menjadi produk bernilai, hingga menghadirkan suvenir dari kain perca, tindakan-tindakan yang mungkin terkesan kecil, namun ternyata telah dinanti oleh masyarakat.

Di sisi lain, muncul cerita-cerita baru dari desa ini. Warga mulai belajar membuat konten, mengenalkan Karuni dari sudut pandang mereka sendiri. Dari yang awalnya hanya mencoba, perlahan tumbuh menjadi nano content creator, bahkan menjadi mentor kecil bagi sesama warga.

Ruang belajar pun tak lagi terbatas oleh dinding kelas. Di Karuni, anak-anak belajar bahasa Inggris di tepi pantai, ditemani suara ombak dan langit senja. Keberadaan Tim Pengabdian Alumni (PANA) LPDP yang dilaksanakan bekerjasama dengan Kementerian PDT dan PT. Pegadaian ini tak sekadar mengusahakan dampak ekonomi, namun lebih dari itu, membangun motivasi anak-anak dan pemuda Karuni untuk mengejar pendidikan lebih tinggi lagi.

Pengabdian bukan hanya tentang membangun sesuatu yang baru, tetapi tentang menumbuhkan keberanian untuk melihat potensi yang sudah ada, dan merawatnya bersama.

Inilah cerita enam bulan perjalanan di Desa Karuni. Tentang langkah kecil yang perlahan menjadi gerakan bersama. Kapan kamu ke Karuni, LPDPrens?

🩺 Konon dinding rumah sakit lebih sering mendengar doa tulus daripada rumah ibadah mana pun. Dan di antara doa-doa itu, ...
21/05/2026

🩺 Konon dinding rumah sakit lebih sering mendengar doa tulus daripada rumah ibadah mana pun. Dan di antara doa-doa itu, seorang dokter sering menjadi jawabannya.

Namun hari ini, Indonesia masih menghadapi tantangan besar, data Kementerian Kesehatan mencatat Indonesia masih kekurangan 27.000 dokter spesialis di tahun 2025. Bukan hanya soal angka, isu pemerataan layanan kesehatan hingga ke pelosok negeri juga menjadi aspek penting dalam menghadirkan keadilan pelayanan kesehatan terbaik.

Penguatan talenta dokter spesialis bukan lagi sekadar kebutuhan sektor kesehatan, tetapi investasi untuk kualitas hidup masyarakat Indonesia.

✨ Program Beasiswa LPDP Dokter Spesialis pada Rumah Sakit Pendidikan sebagai Penyelenggara Utama (Beasiswa LPDP DS RSPPU) Tahun 2026 resmi dibuka!

Program ini mendukung dokter Indonesia menempuh pendidikan spesialis di 6 RSPPU terbaik untuk meningkatkan ketersediaan dan pemerataan dokter spesialis di Indonesia. Tahun ini tersedia pilihan studi untuk bidang-bidang yang sangat dibutuhkan:

🫀 Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah
🧠 Neurologi / Ilmu Penyakit Saraf
🦴 Orthopaedi dan Traumatologi
👶 Ilmu Kesehatan Anak
👁️ Ilmu Kesehatan Mata
🎗️ Onkologi Radiasi

Dengan dukungan pembiayaan pendidikan dan skema pendayagunaan pascastudi, program ini diharapkan tidak hanya melahirkan dokter spesialis baru, tetapi juga memperluas akses layanan kesehatan hingga daerah yang paling membutuhkan.

📅 Pendaftaran dibuka 21 Mei–11 Juni 2026
🌐 Informasi lengkap dan buku panduan tersedia di lpdp.kemenkeu.go.id

Untuk para dokter Indonesia yang siap mengambil langkah berikutnya, siapkan dirimu belajar lebih banyak, mengabdi lebih luas, menjadi bagian dari pemerataan layanan kesehatan Indonesia.

Address

Gedung Danadyaksa Cikini Jalan Cikini Raya No. 91 A-D 2 No. RT. 1, RT. 1/RW. 2, Cikini, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10330
Jakarta
10710

Opening Hours

Monday 08:00 - 17:00
Tuesday 08:00 - 17:00
Wednesday 08:00 - 17:00
Thursday 08:00 - 17:00
Friday 08:00 - 17:00

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when LPDP Kementerian Keuangan RI posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to LPDP Kementerian Keuangan RI:

Share