20/08/2026
Jadi ini Yang Dibandingkan Netizen dengan Doa di daerah lain G**s
kontroversi doa yang dibacakan oleh Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, pada Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Merdeka pada 17 Agustus 2026.
Materi doa tersebut memicu kritik luas dari warganet karena memuat angka statistik dan laporan capaian program kerja pemerintah.
Detail Polemik Doa Menag
1. Penyebutan Angka Statistik: Dalam penggalan doanya, Menag secara spesifik menyebutkan angka pencapaian indeks kerukunan sosial keagamaan yang menyentuh 77,85 persen. Ia menyebut angka ini sebagai pencapaian tertinggi dalam sejarah bangsa.
2. Pujian Program Strategis: Isi doa tersebut dinilai terlalu menonjolkan apresiasi atau bentuk terima kasih administratif atas berjalannya berbagai program strategis di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
3. Kritik Warganet: Berbagai platform media sosial seperti X (Twitter) dan Instagram ramai oleh sindiran netizen yang menilai bahwa doa kenegaraan di momen sakral tersebut justru terdengar seperti laporan kinerja (paparan presentasi/slide) kepada atasan, bukannya sebuah permohonan yang tulus dan merendahkan hati di hadapan Tuhan.
4. Sorotan terhadap Empati: Doa di Istana ini juga banyak dibanding-bandingkan oleh publik dengan teks doa upacara HUT RI di daerah lain (seperti Yogyakarta) yang dinilai jauh lebih humanis karena fokus mendoakan serta menunjukkan belasungkawa terhadap masyarakat yang sedang tertimpa bencana alam di berbagai wilayah Indonesia.
Jadi bagaimana menurutmu g**s, Tuliskan pendapat kalian di kolom komentar