SIAP SIAGA

SIAP SIAGA Program SIAP SIAGA adalah Kemitraan Australia-Indonesia yang bertujuan untuk menguatkan ketangguhan bencana di Indonesia dan Kawasan Indo-Pasifik.

Peradaban yang maju tidak menuntut perempuan untuk setara, tetapi menciptakan sistem yang memastikan kesetaraan itu nyat...
21/04/2026

Peradaban yang maju tidak menuntut perempuan untuk setara, tetapi menciptakan sistem yang memastikan kesetaraan itu nyata. Inilah wujud modern dari perjuangan RA Kartini.

Memberikan ruang kepemimpinan kepada perempuan bukanlah tindakan simbolis, melainkan strategi cerdas untuk mewujudkan resiliensi kolektif. Kutipan emas Kartini adalah janji peradaban: saat perempuan berdaya, seluruh bangsa akan berjaya.

Selamat Hari Kartini bagi semua perempuan tangguh yang memimpin dan menjadi arsitek perubahan yang tidak lelah mendobrak batas demi resiliensi bangsa.

Bali mencatat sejarah baru dalam pemenuhan hak asasi. Pada 24 Februari 2026, Perda No. 1 Tahun 2026 tentang Penghormatan...
20/04/2026

Bali mencatat sejarah baru dalam pemenuhan hak asasi. Pada 24 Februari 2026, Perda No. 1 Tahun 2026 tentang Penghormatan, Pelindungan, dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas resmi berlaku. Melalui Pasal 67, martabat kawan disabilitas kini diakui dan dilindungi negara secara hukum. Ini berarti jaminan kesetaraan nyata bagi seluruh warga Bali.

Bagi Elsye Suryawan, ketua pengurus Unit Layanan Disabilitas Penanggulangan Bencana (ULD-PB) Bali, pencapaian ini adalah manifestasi Kartini Modern. Perda ini memberikan ruang untuk suatu perubahan besar - penyandang disabilitas bukan lagi objek belas kasihan yang menunggu bantuan, melainkan mitra strategis yang dapat menentukan arah kebijakan.

"Manfaatnya dirasakan semua: pemerintah, keluarga, hingga masyarakat luas," tegas Elsye. Ia memandang Perda ini sebagai "alat pacu”, sebuah mesin penggerak untuk meruntuhkan tembok stigma dan membangun sistem yang benar-benar inklusif.

Di ambang peringatan Hari Kartini, sungguh luar biasa bahwa kita bisa melihat perwujudan sejati semangat . Dengan dukungan kepastian hukum dan otoritas kepada pemimpin perempuan seperti Elsye, Bali tidak hanya memenuhi hak asasi, tetapi juga mendapatkan fondasi resiliensi yang tangguh. Saat perempuan memimpin, masyarakat menjadi lebih kuat.

17/04/2026
16/04/2026

Reposting Ibu Veronica Tan dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di Instagram:

"Saya berkesempatan menjadi narasumber dalam Dialog Nasional dan Lokakarya “Pemberdayaan Masyarakat, Peningkatan Kemandirian, dan Resiliensi Nasional dalam Memperkuat Kepemimpinan Perempuan yang Strategis dan Inklusif” bersama sejumlah perwakilan kementerian/lembaga dan mitra pembangunan.

Kegiatan ini menjadi ruang diskusi untuk memperkuat peran perempuan dalam pembangunan berbasis masyarakat sekaligus mendorong kemandirian perempuan.

Di momemn ini saya juga mengangkat isu kebun pangan lokal perempuan yang dinilai dapat memperkuat ketahanan keluarga dan meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat.



"

“Dalam inklusivitas, berpikir sederhana saja. Tak perlu rumit, yang penting nyata.” Bagi Soelistyowati, Ketua Himpunan W...
15/04/2026

“Dalam inklusivitas, berpikir sederhana saja. Tak perlu rumit, yang penting nyata.”

Bagi Soelistyowati, Ketua Himpunan Wanita Disabilitas (HWDI) Jawa Timur, perjuangan kesetaraan seringkali terjebak dalam retorika. Ia bermimpi Indonesia akan menjadi bangsa yang benar-benar ‘inklusi’, bukan sekadar ‘ilusi’.

Berawal dari keprihatinan atas minimnya akses penyandang disabilitas saat bencana, ia kini bergerak di garis depan melalui Unit Layanan Disabilitas Penanggulangan Bencana (ULD-PB) Jawa Timur.

Semangat emansipasi Kartini terpancar dari visinya tentang kemandirian: dalam bencana, penyandang disabilitas harus menjadi subjek yang tangguh. Melalui ULD-PB, ia memastikan agar penyandang disabilitas tidak hanya menunggu bantuan, tetapi membekali diri dengan kemampuan mitigasi. “Dalam situasi panik, orang lain akan sibuk menyelamatkan diri sendiri. Kita pun harus mampu menolong diri sendiri dulu,” tegasnya.

Soelistyowati membuktikan bahwa aksesibilitas adalah kebutuhan universal, bukan beban sektoral. Dengan merangkul berbagai organisasi seperti Forum Pengurangan Risiko Bencana dan Sekretariat Bersama Relawan Penanggulangan Bencana, ia mengubah keterbatasan menjadi resiliensi kolektif.

Let’s . Saat sistem memberikan ruang bagi solusi sederhana namun tepat sasaran dari pemimpin perempuan seperti Soelistyowati, kita membangun resiliensi inklusif dan berkelanjutan yang memastikan agar tidak ada yang tertinggal saat bencana melanda.

Sobat Tangguh, Kementerian PPN/Bappenas bekerja sama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Ba...
07/04/2026

Sobat Tangguh, Kementerian PPN/Bappenas bekerja sama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, dan dengan didukung Program SIAP SIAGA, menyelenggarakan Dialog Nasional yang bertema “Pemberdayaan Masyarakat, Peningkatan Kemandirian, dan Resiliensi Nasional dalam Memperkuat Kepemimpinan Perempuan yang Strategis dan Inklusif”. ✨

Kamu diundang untuk hadir secara daring, pada Rabu, 8 April 2026, pukul 09.00 WIB 🕘

Saksikan melalui live streaming di akun Youtube Bappenas RI yaa! ▶️😊

Bagi Ni Ketut Leni Astiti, Ketua Himpunan Wanita Disabilitas (HWDI) Bali, emansipasi Kartini masa kini adalah keterlibat...
06/04/2026

Bagi Ni Ketut Leni Astiti, Ketua Himpunan Wanita Disabilitas (HWDI) Bali, emansipasi Kartini masa kini adalah keterlibatan yang berdaya dan bermakna. Melalui Unit Layanan Disabilitas Penanggulangan Bencana (ULD-PB) yang didukung program SIAP SIAGA, Leni membuktikan bahwa disabilitas adalah sumber keahlian, bukan hambatan.

​Kini, kawan-kawan disabilitas tampil sebagai narasumber utama. Mereka mendidik pemerintah tentang etika komunikasi hingga merancang sistem penanggulangan bencana yang benar-benar inklusif.

​Mengapa ini krusial? Saat kebijakan dirancang bersama penyandang disabilitas, sistem tersebut otomatis akan melindungi semua orang tanpa terkecuali.

​"Kami tidak hanya hadir, kami adalah bagian kunci dalam peningkatan kapasitas," tegas Leni.

​Dalam semangat Hari Perempuan Internasional dan menyambut Hari Kartini, kisah Leni adalah bukti nyata semangat emansipasi kepemimpinan perempuan dan . Ketika kita memberikan ruang otoritas kepada perempuan disabilitas, kita mendapatkan sistem penanggulangan bencana yang lebih cerdas, manusiawi, dan resiliensi bangsa yang inklusif. 🇮🇩💪

Selamat Hari Raya Paskah! 🙏✨Semoga damai Tuhan selalu menyertai kita semua.
05/04/2026

Selamat Hari Raya Paskah! 🙏✨

Semoga damai Tuhan selalu menyertai kita semua.

Selamat memperingati hari Jumat Agung 🙏Semoga hari ini penuh makna dan berkah.
03/04/2026

Selamat memperingati hari Jumat Agung 🙏
Semoga hari ini penuh makna dan berkah.

Saat penyakit tumor membuatnya menjadi penyandang disabilitas, Sriyanti sempat mengisolasi diri. Namun, dorongan untuk m...
01/04/2026

Saat penyakit tumor membuatnya menjadi penyandang disabilitas, Sriyanti sempat mengisolasi diri. Namun, dorongan untuk mandiri demi anak-anaknya menjadi percikan api yang membakar semangatnya untuk bangkit. Kini, ia bukan sekadar penyintas, melainkan "motor" perubahan inklusi di Nusa Tenggara Timur.

Langkah transformasinya dimulai saat ia bergabung dengan Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI). Dari mendirikan bank sampah lokal hingga memimpin forum disabilitas di Kelurahan Nefonaek, Kota Kupang, Sriyanti membuktikan bahwa suara perempuan penyandang disabilitas layak untuk didengar dan diperhitungkan.

Kini, Sriyanti berkarya bersama Unit Layanan Disabilitas Penanggulangan Bencana (ULD-PB) NTT. Berkolaborasi erat dengan BPBD, ia bekerja keras menutup celah dalam sistem kedaruratan yang selama ini abai terhadap kebutuhan penyandang disabilitas.

​“Awalnya, mereka bahkan tidak tahu cara berkomunikasi dengan kami, apalagi membantu saat bencana,” kenangnya.

​Melalui kegigihannya, Sriyanti kini menjadi mitra perencanaan pemerintah dengan memastikan data disabilitas dan strategi evakuasi untuk penguatan penanggulangan bencana. Setiap pagi, dengan motor roda tiganya, ia mengantar buah hati ke sekolah sebelum turun ke lapangan untuk mengubah kebijakan. Kehadirannya meruntuhkan stigma; ia bukan lagi objek perlindungan, melainkan aset operasional yang memahami betul kebutuhan warga di akar rumput.

​Inilah esensi nyata dari dan semangat Hari Kartini. Ketika sistem memberikan ruang bagi pengalaman hidupnya sebagai keahlian, kita tidak hanya membantu satu individu. Dengan memberikan ruang bagi kepemimpinan perempuan, kita sedang membangun tata kelola bencana yang lebih inklusif, tangguh, dan memastikan tidak ada satu pun yang tertinggal saat bencana melanda. 🤝💪

“Mereka menyelamatkan nyawa kami, tetapi lupa bahwa kami perlu terus hidup.”Kalimat tegas Sri Sukarni ini lahir dari rer...
25/03/2026

“Mereka menyelamatkan nyawa kami, tetapi lupa bahwa kami perlu terus hidup.”

Kalimat tegas Sri Sukarni ini lahir dari reruntuhan gempa Lombok 2018, saat ia menyadari bahwa kerentanan terbesarnya bukan berasal dari disabilitasnya, melainkan dari sistem yang abai akan keberadaannya. Di pengungsian, Sri kehilangan otonomi hidupnya karena fasilitas dan akses yang tidak inklusif. Sebuah pengalaman pahit yang mengubahnya dari seorang penyintas menjadi arsitek pengubah kebijakan yang gigih.

​Kini, melalui Unit Layanan Disabilitas Penanggulangan Bencana (ULD-PB) NTB, Sri memastikan inklusivitas digerakkan langsung 'ke hulu'. Ia percaya bahwa penyandang disabilitas adalah pemecah masalah alami karena terbiasa menavigasi hambatan setiap hari. Baginya, pengalaman hidup mereka harus menjadi landasan utama desain sistem sejak awal, bukan sekadar upaya koreksi setelah bencana terjadi.

​Langkah Sri adalah bukti nyata semangat . Saat kita memberikan otoritas kepada mereka yang paling terdampak, kita membangun resiliensi yang fungsional bagi seluruh masyarakat. Karena pada akhirnya, hak untuk selamat saat menghadapi bencana adalah milik semua orang tanpa terkecuali.

Di hari yang fitri ini, mari kita rayakan kemenangan dengan mempererat tali silaturahmi. Saling memaafkan adalah awal un...
20/03/2026

Di hari yang fitri ini, mari kita rayakan kemenangan dengan mempererat tali silaturahmi. Saling memaafkan adalah awal untuk kita bisa kembali saling menguatkan. 🤝✨

​Bagi seluruh pejuang tangguh dan mitra Program SIAP SIAGA, mari jadikan momen Idul Fitri ini sebagai langkah kembali ke fitrah, membangun resiliensi yang lebih kokoh dari hati yang bersih dan tulus.

​Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Mohon maaf lahir dan batin. Semoga keberkahan dan rasa aman senantiasa menyertai kita semua. 🌙🙏

Address

Treasury Tower 59th Floor, District 8 SCBD Lot 28, Jalan Jend. Sudirman Kav 52/53
Jakarta
12190

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when SIAP SIAGA posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to SIAP SIAGA:

Share