15/03/2020
𝙎𝙖𝙩𝙪 𝘼𝙣𝙞𝙚𝙨, 𝘽𝙪𝙖𝙩 𝙎𝙚𝙡𝙪𝙧𝙪𝙝 𝙋𝙚𝙟𝙖𝙗𝙖𝙩 𝙉𝙚𝙜𝙖𝙧𝙖 𝙆𝙝𝙖𝙬𝙖𝙩𝙞𝙧
( Satu Anies, Buat Seluruh Pejabat Negara Khawatir )..
SALAH SATUNYA TUA BANGKA BUSUK PELACUR POLITIK Mahfud. md
Banyak orang yang berilmu dalam bidangnya, memberikan jempol pada Anies atas penundaan Formula E yang sudah dijadwalkan jauh hari. Baik itu dari ahli ekonomi, politisi, pakar hukum dan tokoh medis memberikan apresiasi atas sikap anies yang menunda pelaksanaan balap mobil tersebut.
Virus Corona gak bisa dianggap main-main atau dibawa enteng. Negara yang menjadi rujukan kesehatan dunia saja, sudah siaga 1 atas kondisi saat ini. Mereka mempersiapkan segalanya agar Corona tidak menyebabkan masyarakat terinfeksi.
Anies paham, Anies mendengar masukan.
Namun, sikap Anies ini dianggap duri dalam daging oleh sebagian pejabat dipemerintahan pusat.
Alasan Anies menunda pelaksanaan Formula E, tidak dijadikan penting oleh mereka. Sebaliknya, mereka membawa alasan lain yang dicoba untuk mengaburkan kondisi Indonesia atas Corona.
Seorang Mahfud MD, dengan jabatan Menkopolhukam dan berderet titel mengiringi namanya memilih alasan lain atas penundaan Formula E. Membaca alasannya, jika kita menggunakan penutup mata pasti kita anggap alasan itu bukan dari seorang pejabat. Tapi dari seseorang pendengki dan minim kualitas diri.
Mahfid berkata,
"𝗜𝘁𝘂 𝗺𝘂𝗻𝗴𝗸𝗶𝗻 𝗸𝗮𝗹𝗮𝘂 𝗲𝗻𝗴𝗴𝗮𝗸 𝗯𝗮𝗻𝘆𝗮𝗸 𝗼𝗿𝗮𝗻𝗴 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗻𝗼𝗻𝘁𝗼𝗻 𝗸𝗮𝗻 𝗿𝘂𝗴𝗶 𝗷𝘂𝗴𝗮, 𝗹𝗮𝗹𝘂 𝗱𝗶𝘁𝘂𝗻𝗱𝗮, 𝗯𝗮𝗿𝗮𝗻𝗴𝗸𝗮𝗹𝗶."
Dan dalam kesempatan itu, Mahfud juga melawan alasan Anies penundaan Formula E.
"𝗣𝗮𝗸 𝗔𝗻𝗶𝗲𝘀 𝗹𝗮𝗵 𝗶𝘁𝘂 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗯𝗲𝗿𝗵𝗮𝗸 𝗺𝗲𝗻𝗷𝗮𝘄𝗮𝗯 𝗮𝗹𝗮𝘀𝗮𝗻𝗻𝘆𝗮, 𝘀𝗮𝘆𝗮 𝗺𝗲𝗿𝗮𝘀𝗮 𝗝𝗮𝗸𝗮𝗿𝘁𝗮 𝗮𝗺𝗮𝗻 𝘀𝗮𝗷𝗮. 𝗠𝗲𝗻𝘂𝗿𝘂𝘁 𝘀𝗮𝘆𝗮 𝘀𝗶𝗵 𝗸𝗲𝗮𝗺𝗮𝗻𝗮𝗻 𝗱𝗮𝗻 𝘀𝗶𝘁𝘂𝗮𝘀𝗶 𝗝𝗮𝗸𝗮𝗿𝘁𝗮 𝗶𝘁𝘂 𝗯𝗶𝗮𝘀𝗮-𝗯𝗶𝗮𝘀𝗮 𝘀𝗮𝗷𝗮, 𝗲𝗻𝗴𝗴𝗮𝗸 𝗮𝗱𝗮 𝗸𝗲𝗽𝗮𝗻𝗶𝗸𝗮𝗻 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗹𝘂𝗮𝗿 𝗯𝗶𝗮𝘀𝗮."
Secara tidak langsung, Mahfud mengibaskan tangan saat alasan Anies menunda karena khawatir dengan penyebaran Corona. Mengatakan Indonesia baik-baik saja dan tidak ada kepanikan.
Entah apa yang merasukimu pak..
Berkata tidak panik adalah bentuk mendustai kenyataan saat ini. Temuan pasien Corona yang tercatat sekarang menunjukkan hasil yang mengejutkan. Dalam tempo 1 minggu, kenaikannya luar biasa.
Dari awalnya 2 orang, berkembang menjadi 6. Kemudian naik hingga 22. Terus ke angka 25 hingga saat ini tercatat 32 orang dinyatakan pasien Corona. Ini belum yang dinyatakan suspect dimana telah ada korban meninggal dunia dengan sebutan suspect Corona.
Buka mata pak,..
Jujurlah dengan keadaan negeri ini. Berkata telah siap namun tidak mempersiapkam fasilitas rumah sakit khusus Corona adalah bentuk ketidaksiapan itu sendiri. Menunjuk rumah sakit umum sebagai rujukan pasien Corona itu sangat bahaya, dimana banyak pasien disana yang bisa terkontaminasi juga.
Sudah sepatutnya negeri ini mengkhususkan perawatan pasien Corona dengan rumah sakit spesial. Tidak bercampur dengan pasien umum lainnya. Namun bukan itu yang dilakukan, malah berkilah dan memberikan senyuman seolah kita baik2 saja.
Maaf pak,..
Anies bukan type pemimpin yang berpura-pura. Dia harus jujur bicara karena tanggung jawabnya memberi perlindungan bagi warga Jakarta. Silahkan menggerutu atas kejujuran Anies menyikapi Corona. Silahkan memasanh muka manis seolah tidak ada kegaduhan.
Penundaan Formula E, akan mencatatkan informasi bahwa Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Mereka tidak percaya pemerintah pusat, melainkan mereka percaya pada Anies Baswedan karena jujur bersikap. Dan penundaan ini sangat di apresiasi oleh tim luar sana.
Di headline pemberitaan dunia, akan tercetak judul besar bahwa Formula E di jakarta tertunda karena Corona. Dunia akan mengetahui bahwa indonesia pun waspada Corona.
Mungkin alasan Anies akan membawa dampak terjadinya penurunan kunjungan wisatawan ke negeri ini. Walau Mahfud MD berkata Indonesia baik2 saja dan berkata,
"𝗣𝗹𝗲𝗮𝘀𝗲, 𝗰𝗼𝗺𝗲 𝘁𝗼 𝗺𝗮𝗶 𝗸𝗮𝗻𝘁𝗹𝗶..!"
Para wisatawan tetap menjadikan perkataan Anies sebagai kebenaran. Kalau baik2 saja, kenapa juga menunda Formula E? Bukti penundaan menandakan Indonesia tidak baik saat ini akan corona.
Pahamlah bagaimana raut wajah pejabat negara atas sikap Anies ini. Saat mereka membuka pintu masuk bagi wisatawan, disaat negara lain menutup demi pendapatan. Seorang Anies merusak segala rencana mereka demi perlindungan bagi warga negara.
𝗗𝗼𝗻𝗴𝗸𝗼𝗹, 𝘀𝗲𝗯𝗲𝗹, 𝗴𝗮𝗸 𝗺𝗮𝘂 𝘁𝗲𝗺𝗲𝗻𝗮𝗻 𝗹𝗮𝗴𝗶 𝘀𝗮𝗺𝗮 𝗔𝗻𝗶𝗲𝘀 𝗱𝗮𝗻 𝗝𝘂𝗹𝗶𝗱, 𝗶𝘁𝘂 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗺𝗲𝗿𝗲𝗸𝗮 𝗹𝗮𝗸𝘂𝗸𝗮𝗻 𝘀𝗮𝗮𝘁 𝗶𝗻𝗶.
Mahfud telah memulainya, esok akan ada lagi pejabat negara yang akan lakukan hal yang sama. Satu Anies, udah membuat mereka kelabakan, karena perkataan anies lebih banyak didengar oleh masyarakat lokal maupun international.
𝙂𝙤𝙤𝙙 𝙟𝙤𝙗, 𝙂𝙤𝙤𝙙𝘽𝙚𝙣𝙚𝙧..!!