07/09/2026
Belajar dari Filosofi Ular, Karyawan Diajak Bijak Hadapi Konflik di Tempat Kerja
Ketua Divisi Perencanaan, Data dan Informasi (Rendatin) KIP Kota Banda Aceh, Yusri Razali, mengajak jajaran dan karyawan untuk bijak menghadapi perbedaan dan persoalan di lingkungan kerja.
Pesan itu disampaikan Yusri saat menjadi pembina apel rutin KIP Kota Banda Aceh, Senin (7/9/2026).
Dalam amanatnya, Yusri mengangkat filosofi ular sebagai gambaran tentang pentingnya bersikap tenang sekaligus tegas. Menurutnya, ular tidak selalu menyerang dan cenderung menghindari gangguan, tetapi akan bertindak ketika menghadapi ancaman.
“Kita harus tahu kapan bersabar, kapan berbicara, kapan bertindak dan kapan harus tegas,” ujar Yusri.
Ia mengingatkan agar energi tidak dihabiskan untuk konflik yang tidak produktif. Sebaliknya, energi perlu diarahkan untuk meningkatkan kualitas pekerjaan dan memberikan kontribusi terbaik bagi organisasi serta masyarakat.
Yusri juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia sebagai bagian dari kesiapan menghadapi tahapan Pemilu 2029. Jajaran penyelenggara dituntut terus meningkatkan kemampuan, memahami regulasi, mengelola pekerjaan dengan baik, serta mampu menghadapi dinamika kepemiluan secara profesional.
Menurutnya, kesiapan menghadapi Pemilu 2029 tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis, tetapi juga sikap kerja yang matang, kemampuan mengendalikan diri, serta ketegasan dalam mengambil sikap.
Melalui apel tersebut, Yusri mengajak jajaran KIP Kota Banda Aceh untuk terus belajar, meningkatkan kapasitas diri dan menjaga fokus pada tugas penyelenggaraan pemilu.
Tenang dalam menghadapi persoalan, tetapi tetap tegas ketika keadaan membutuhkan tindakan.