Giri Kedaton

Giri Kedaton Giri Kedaton adalah sebuah “kerajaan” agama Islam di daerah Gresik, Jawa Timur sekitar abad ke-15 sampai 17. Sunan Dalem , tahun 1505-1545 Masehi
2.

Kerajaan ini pernah berjaya sebagai pusat agama Islam yang pengaruhnya bahkan sampai menyebar ke daerah Maluku. GIRI KEDATON

Secara administrative situs Giri Kedaton terletak di Dusun Kedaton, Desa Sidomukti, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Propinsi Jawa Timur. Dalam Babad Gresik ( BHG ) disebutkan Raden Paku mendirikan “Kedaton Tondo Pitu “ yaitu bangunan istana bertingkat tujuh diatas sebu

ah bukit yang dikenal bernama "Giri Kedaton". Peristiwa pembangunan kedaton ini diambil dengan Candra sangkala yang berbunyi “ Sumedya Resik Ker Wulu “ yaitu menunjukkan angka tahun 1408 Saka atau 1486 Masehi, sejak itu, Raden Paku bergelar Sunan Giri atau Rajah Bukit. Satu tahun kemudian Sunan Giri, diangkat menjadi Nata (Kepala Pemerintahan ) dengan gelar Prabu Samudra, dan sebagai Pandita (PemimpinUmat Islam ) dengan gelar Tetanggul Khalifatul Mukminin. Pengangkatan Sunan Giri menjadi Nata dan Pandita ini ditandai dengan Candra Sangkala berbunyi Trusing Luhur Dadi Hajiyang menunjukkan angka tahun 1400 Saka, 1437 Masehi. Giri Kedaton berfungsi sebagai pusat pemerintahan maupun penyebaran agama Islam. Para santri yang belajar berasal dari Jawa, Madura, Banjarmasin, Ternate, Tedore, Bima Hitu ( Philipina ) dan dari penjuru nusantara lainnya. Sunan Giri wafat pada tahun 1438 Suku atau tahun 1506 Masehi, jasad beliau dimakamkan di bukit Giri Gajah yang terletak kurang lebih 500 meter disebelah barat dari situs Giri Kedaton. Sepeninggal Sunan Giri, kedudukan beliau digantikan oleh keturunan / dinasti giri, antara lain :
1. Pangeran Sidomargi, tahun 1545 – 1548 Masehi
3. Sunan Prapen atau dikenal dengan nama Anumerta Sunan Prapen atau Sunan Mas Ratu Pratikel, tahun 1458 – 1605 Masehi, Sunan Prapen adalah Raja Giri yang paling besar setelah Sunan Giri.
4. Panembahan Guwa, tahun 1605 – 1616 Masehi
5. Panembahan Agung, tahun 1616 – 1636 Masehi
6. Panembahan Mas Witana
Pemerintahan Giri Kedaton mengalami kemunduran setelah mendapat serangan Amangkurat I dan II dari kerajaan Mataram di Jawa tengah yang berkoalisi dengan VOC, dan benar-benar runtuh pada bulan April tahun 1680 Masehi, setelah itu Giri Kedaton diperintah oleh orang-orang yang bukan keturunan / dinasti giri, tetapi orang-orang atas perintah Mataram antara lain :
1. Pangeran Puspa Ita, tahun 1660 Masehi
2. Pangeran Wira, tahun 1703 Masehi
3. Pangeran Singanegara, tahun 1703 – 1725 Masehi
4. Pangeran Singasari, tahun 1725 – 1743 Masehi
Kegiatan pelestarian dan konservasi situs Giri Kedaton dilakukan berdasarkan kerjasama Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Trowulan wilayah kerja Propinsi Jawa Timur dengan Dinas Pendidikan Nasional, Pemerintah Kabupaten Gresik, Tahap I – IV tahun anggaran 2002 – 2005. Dalam kegiatan inidilakukan pemetaan, eskavasi / pengupasan tanah, studi kelayakan pugar, studi teknis, pemugaran, konservasi dan penataan lingkungan. Situs Giri Kedaton adalah sebuah bukit yang dibuat berteras-teras atau berundak-undak, semakin keatas semakin mengecil, untuk sementara ditemukan lima teras / undakan. Antara teras yang satu dengan teras yang lainnya ditandai struktur dinding teras yang bentuknya seperti kaki dan tubuh candi. Kaki struktur polos, sedangkan tubuh struktur bermotif hias pelipit-pelipit datar, bingkai cermin dan bidang persegi panjang. Secara arsitektural bangunan di situs Giri Kedaton ini bertipe bangunan teras berundak. Arah hadap bangunan menghadap kearah Timur, ditandai pintu utama berada di sisi Timur. Konsep bangunan ini merupakan kelanjutan tradisi masa sebelumnya, yaitu bangunan punden berundak masa pra sejarah dan bangunan candi Hindu-Budha di Indonesia. Dibeberapa halaman dinding teras terdapat fasilitas bangunan antara lain :
1. Dihalaman dinding teras II utara terdapat struktur kolam wudlu utara.
2. Dihalaman dinding teras III timur terdapat struktur pelinggihan dan kolam wudlu selatan

Selain itu masih terdapat peninggalan lainnya, yaitu dihalaman lereng timur terdapat makam Mpu Supo, pembuat keris Kala Munyeng milik Sunan Giri. Dihalaman lereng barat,adalah cungkup dan makam Raden Supeno, putra Sunan Giri. Dibeberapa halaman teras terdapat kelompok makam kuno yang belum diketahui . http://wahyuansyah.blogspot.com/2014/08/giri-kedaton.html

Mari bersama-sama hadir dalamMajlis Dzikir Maulidurrasul Muhammad SAW & HAUL SUNAN GIRI🗓️ : Sabtu, 20 September 2025⏰ : ...
19/09/2025

Mari bersama-sama hadir dalam

Majlis Dzikir Maulidurrasul Muhammad SAW & HAUL SUNAN GIRI

🗓️ : Sabtu, 20 September 2025
⏰ : 18.00 WIB
📍 : di Sepanjang Jalan Sunan Giri, Kebomas, Gresik

13/10/2023
05/03/2021

Assalamu'alaikum rek, wes malam Jum'at waktunya mengulas sejarah tentang Gresik. Belakangan viral video Bukit Putri Cempo longsor, tempat yang saat ini bernama Bukit Putri Cempo tersebut memiliki nama asli Gunung Petukangan yang ternyata memiliki sejarah panjang perjalanan dakwah Sunan Giri

Jadi ketika Sunan Giri bersama Sunan Bonang hendak berhaji, beliau bertemu Syaikh Maulana Ishaq (ayah Sunan Giri) di Pasai, keduanya diberikan sorban dan jubah, serta segengam tanah untuk Sunan Giri

Dari pertemuan tersebut Sunan Giri mendapatkan amanah untuk mendirikan masjid dan pusat dakwah di Jawa yang tanahnya serupa dengan tanah yang diterima Sunan Giri ketika bertemu dengan ayahnya

Sunan Giri pun mencari lokasi yang di maksud dengan menapak tilasi perjuangan Syaikh Maulana Malik Ibrahim dengan memulai pencarian di wilayah pesisir Gresik, Sunan Giri pun berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Beberapa tempat yang disingahi diantaranya adalah Gunung Petukangan

Saat berada di Gunung Petukangan ini Sunan Giri yang didampingi dua santri ayahnya, yakni Syaikh Grigis dan Syaikh Koja mendirikan sebuah Langgar (Musholla) dan padepokan untuk menekuni ibadah serta minta petunjuk kepada Allah Subhanahu wa taala agar dimudahkan menemukan tempat yang dimaksud

Singkat cerita, Sunan Giri kembali melanjutkan ikhtiarnya ke bukit lebih landai di sebelah selatan Gunung Petukangan. Sunan Giri kembali meminta petunjuk kepada Allah Subhanahu wa taala. Dalam ikhtiarnya beliau diberikan isyarat melihat sebuah cahaya diatas bukit yang ketika didekati ternyata tanahnya sama dengan tanah bekal yang dibawanya dari Pasai

Tempat yang tanahnya serupa dengan tanah pemberian Syaikh Maulana Ishaq tersebut saat ini dikenal dengan lokasi berdirinya Giri Kedaton yang dibangun oleh Sunan Giri sebagai pusat dakwah penyebaran agama Islam

Sumber : Dirangkum dari Buku Giri Kedhaton Kuasa Agama dan Politik










Address

Gresik

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Giri Kedaton posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Giri Kedaton:

Share