26/11/2020
Bentuk media tanah untuk kebun percobaan organik di bulan ke 11 sejak tanggal pembuatan bedengan, kaya akan "The Black Gold" π
Mengenai mengapa saya memilih metode No Till dibanding metode yang lain? Pertama saya menyukai konsep "The Lazy" atau si pemalas. Bahkan No Till sendiri menjadapatkan predikat sebagai the lazy farming dikarenakan minimal olah lahan.
Bahkan banyak orang berkata bahwa para pemuda meninggalkan pertanian karena malas mencangkul. Justru dari sisi segi besaran aktivitas yang diperlukan, teknik No Till / minimal Till ini lah salah satu jawabannya selain Hidroponik, bahkan lebih murah investasi daripada hidroponik
Dari sisi Ekologis, teknik No Till yang merupakan salah satu bagian dari pertanian organik, menekankan pada penggunaan pupuk organik dan mikrobiologi yang dapat diracik bahkan dari bahan rumahan sendiri. Sehingga dapat menekan biaya pengeluaran produksi
Kakau dari segi hasil, berbeda dengan hidroponik dan konvensional yang menggunakan pupuk sintetis dengan prosentase kemurnian unsur yang tinggi. Dalam pertanian organik kota tidak bisa mengharapkan mendapatkan hasil yang maksimal pada tahun pertama, bahkan pada tahun 2 - 3 kita baru bisa mendapatkan hasil nyatanya dan dapat terus kita dapatkan dalam jangka panjang.
Sehingga teknik ini tidak bisa diaplikasikan jangka panjang pada lahan sewaan, sehingga gunakan pada lahan pribadi saja supaya bisa kita nikmati sendiri dalam jangka panjang
Gambar ke 1 dan 2 merupakan hasil di bulan 11
Gambar ke 3 dan 4 merupakan ketika pembuatan