14/08/2017
Kursus Kepemiluan Angkatan II Dan Gerakan Sadar Demokrasi 2017
KPU Provinsi Gorontalo menggelar kegiatan kursus kepemiluan selama dua hari pada tanggal 11sampai dengan 12 agustus 2016, bertempat di rumah pintar pemilu "DULOHUPA" KPU Provinsi Gorontalo, Jumat 11 Agustus 2017.
Sebagai narasumber/fasilitator adalah Komisioner Drs Muh N Tuli, M.Ag, Maspa Mantulangi, S.Ag, Ahmad Abdullah, Selvi Katili, SE, Verrianto Madjowa, S.IK dan KPU RI yang membawa materi kursus kepemiluan sesuai modul yang disusun KPU RI Ilham Saputra, serta diskusi kelompok.
Acara dibuka Ketua KPU Provinsi Gorontalo dan dihadiri oleh Komisioner Maspa Mantulangi, S.Ag,M.Pd.I, Sekretaris KPU Drs Ardin Danial, M.Ec.Dev, Kabag Hukum, Teknis dan Hupmas Aniki Suleman, S.Sos.M.Si serta Kasubag Hukum dan Kasubag Teknis dan Hupmas.
Dalam sambutannya, Drs Muh N Tuli, M.Ag mengatakan bahwa kegiatan ini dimaksudkan untuk membangun jejaring komunitas peduli serta menghadapi Pilkada serentak 2018 dan Pemilu 2019. Kursus kepemiluan ini ditujukan agar peserta memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang pentingnya berpartisipasi dalam setiap tahapan pemilu maupun tahapan pemilihan kepala daerah.
Acara kursus kepemiluan itu sendiri dibuka sekitar pukul 14.00 WITA, dan membuka materi pertama Komisioner KPU, Maspa Mantulangi, S.Ag.M.Pd.I menjadi fasilisator acara.
Berikutnya, Komisioner KPU laiannya, Maspa Mantulangi mengawali kursus kepemiluan dengan materi tentang Prinsip dasar Partisipasi Masyarakat Dalam Pemilu
Kursus Kepemiluan ini melibatkan 38 peserta dari berbagai komunitas yang telah diseleksi untuk ikut dalam pelatihan ini.
Dihari Kedua, Peserta Kursus Kepemiluan menerima materi tentang Lembaga Penyelenggara Pemilu Di Indonesia. Materi Lembaga Penyelenggara Pemilu Di Indonesia disampaikan oleh Divisi Teknis Pemilu Ahmad Abdullah. Penyampaian materi ini kepada peserta kursus, menurut Ahmad memiliki suatu tujuan. Harapannya peserta dapat memahami tugas-tugas kelembagaan penyelenggara pemilu baik DKPP, Bawaslu, KPU, termasuk apa saja yang dipilih dalam pemilu,"jelas Ahmad
Pada materinya, Ahmad Abdullah ini mengajak peserta untuk melakukan simulasi tugas tugas kelembagaan penyelenggara pemilu. Sehingga peserta lebih aktif dan mudah memahami materi. Usai materi Lembaga Penyelenggara Pemilu Di Indonesia, peserta diajak untuk bina suasana agar lebih bersemangat.
Kemudian dilanjutkan dengan materi Tahapan Penyelenggaraan Pemilu Oleh Komisioner KPU Divisi Keuangan, Umum dan Logistik Selvi Katili, SE.
Materi Tahapan Pemilu dijelaskan para komunitas agar dapat memahami proses tahapan pemilu sebagai sebuah siklus pemilu," tutur Selvi Katili.
Selvi Katili menekankan pentingnya berpartisipasi dalam pemilu. Partisipasi politik yang baik pengetahuan tentang sistem politik, hak-hak pilih, dan kesadaran dalam menggunakan hak pilih dan menanggapi seluruh proses dan tahapan pemilu.
Selain itu, kesadaran terhadap hak – hak politik, sebagai pemilih akan dapat menggunakan hak pilihnya secara mandiri dan cerdas.
Pada materinya, Divisi Keuangan, Umum dan Logistik mengajak peserta mensimulasikan kegiatan-kegiatan apa saja yang termasuk dalam Tahapan penyelenggaraan Pemilu.
Pada kesempatan ini p**a, anggota KPU RI, Ilham Saputra memberikan materi kepada para peserta kursus kepemiluan. Ilham Saputra membuka diskusi dengan memberikan pertanyaan tentang Daerah Pemilihan untuk DPR RI Gorontalo, DPRD Provinsi dan Dapil DPRD Kabupaten/kota termasuk jumlah kursi disetiap Dapil.
Selanjutnya Ilham Saputra mengatakan pentingnya tingkat partisipasi masyarakat dalam pemilihan. kenapa partisipasi pemilih itu penting, bagaimana relawan ini menjelaskan kepada masyarakat agar tidak golput pada pemilu. Oleh Ilham Saputra meminta kepada relawan agar menyampaikan kepada masyarakat pentingnya partisipasi pemilih dalam pelaksanaan pemilu
Peran Komunitas Peduli Pemilu menjadi sangat penting untuk membantu KPU membantu kerja KPU dalam melaksanakan sosialisasi dengan menyampaikan kepada masyarakat pentingnya partisipasi pemilih dalam pemilu,"jelas Ilham.
Terakhir, Ilham berpesan kepada segenap peserta kursus angkatan II untuk mensukseskan pilkada Tahun 2018 dan Pemilu 2019.