Perpustakaan Bermata Hati

Perpustakaan Bermata Hati Akun resmi perpustakaan bermata hati SMP Negeri 06 Batu

Alhamdulillah atas karunia Allah SWT. kami ikut bangga dan bersyukur telah mendapatkan kesempatan emas ini untuk ikut me...
11/12/2025

Alhamdulillah atas karunia Allah SWT. kami ikut bangga dan bersyukur telah mendapatkan kesempatan emas ini untuk ikut mendukung kegiatan dalam lomba ini. Selamat dan sukses untuk semoga terus menginspirasi, membimbing kami, dan terus berkolaborasi dalam meningkatkan layanan perpustakaan.


Selalu menyenangkan belajar di perpustakaan😍
14/11/2025

Selalu menyenangkan belajar di perpustakaan😍


Terima kasih  atas kesempatan kolaborasi dan sharing ilmunya....semoga bermanfaat untuk kita semua dalam mengembangkan p...
23/10/2025

Terima kasih atas kesempatan kolaborasi dan sharing ilmunya....semoga bermanfaat untuk kita semua dalam mengembangkan perpustakaan dan meningkatkan literasi di sekolah.

Rehat sejenak dengan membaca buku favorit.
28/04/2025

Rehat sejenak dengan membaca buku favorit.


11/02/2025



05/02/2025
Belajar dan berdiskusi di perpustakaan sangat menyenangkan.
04/02/2025

Belajar dan berdiskusi di perpustakaan sangat menyenangkan.


Terima kasih atas kunjungan dari Pusmendik ke sekolah kami hari ini. Sinergitas yang baik untuk membangun pendidikan yan...
02/09/2024

Terima kasih atas kunjungan dari Pusmendik ke sekolah kami hari ini. Sinergitas yang baik untuk membangun pendidikan yang bermutu.


Sore Hari di Teras Mushollah Sekolah Sore itu, mentari mulai meredup, menyapa langit dengan warna jingga lembut. Thofa, ...
01/09/2024

Sore Hari di Teras Mushollah Sekolah


Sore itu, mentari mulai meredup, menyapa langit dengan warna jingga lembut. Thofa, seorang guru, memilih duduk di teras musholla sekolah sebelum beranjak p**ang. Secangkir kopi panas mengepul di tangannya, menemani sore yang mulai sepi. Pandangannya menerawang ke arah lapangan sekolah. Ada beberapa siswa sedang asyik mengikuti kegiatan ekstrakurikuler.

"Anak-anak ini, masa depannya akan seperti apa ya?" gumamnya dalam hati.

Pikiran Thofa melayang pada murid-muridnya. Ada yang cerdas, namun kurang percaya diri. Ada p**a yang sangat aktif, tapi seringkali kesulitan fokus. Masing-masing memiliki potensi dan tantangan yang berbeda.

"Dunia sekarang berubah begitu cepat. Teknologi semakin canggih, persaingan semakin ketat. Bagaimana caraku mempersiapkan mereka agar bisa menghadapi semua itu?"

Thofa tertegun sejenak. Ia merasa tanggung jawabnya sebagai seorang guru sangat besar. Tidak hanya mengajar materi pelajaran, tetapi juga membimbing mereka menjadi manusia yang baik dan sukses.

"Mungkin aku harus lebih sering mengajak mereka berdiskusi, berbagi pengalaman, dan memberikan motivasi."

Setetes air mata jatuh ke dalam cangkir kopinya. Thofa sadar, menjadi seorang guru adalah sebuah panggilan jiwa. Ia ingin memberikan yang terbaik untuk murid-muridnya.

"Semoga mereka semua bisa meraih cita-citanya dan menjadi kebanggaan keluarga dan bangsa."

Thofa menghabiskan sisa kopi yang mulai dingin kemudian bangkit dari duduknya. Ia akan kembali siap-siap untuk p**ang.

"Aku ingin mereka menjadi generasi yang cerdas, kreatif, dan berkarakter."

"Aku ingin mereka bisa hidup mandiri dan bertanggung jawab."

"Aku ingin mereka bisa memberikan kontribusi positif bagi masyarakat."

Istirahat Santai di Kantin  Bel istirahat berbunyi nyaring, menandai berakhirnya jam pelajaran yang padat. Segerombolan ...
22/08/2024

Istirahat Santai di Kantin


Bel istirahat berbunyi nyaring, menandai berakhirnya jam pelajaran yang padat. Segerombolan siswi SMPN 06 Batu berhamburan menuju kantin. Putri, Dista, Nessa, Clara, dan Audi, lima sahabat karib, langsung menuju meja favorit mereka di pojok kantin.

"Capek banget ya hari ini," keluh Putri sambil menyeruput es teh manisnya.

"Iya, apalagi pelajaran Matematika tadi. Bikin kepala pusing," sahut Dista, sambil membuka bungkusan snack.

"Aku sih lebih pusing mikirin ulangan Bahasa Inggris besok," timpal Nessa.

Mereka semua tertawa kecil. Masalah sekolah memang tak pernah ada habisnya. Obrolan mereka kemudian beralih ke hal lain yang tak kalah menarik, yaitu masalah pertemanan.

"Aku lagi bingung nih, gimana caranya biar punya banyak teman baru?" tanya Clara penasaran.

"Sabar aja, Clar. Teman itu nggak perlu banyak, yang penting bisa dipercaya," jawab Audi bijak.

"Iya, bener banget kata Audi. Aku setuju," timpal Dista.

Tiba-tiba, Pak Mustofa, guru serta wali kelas mereka, menghampiri meja mereka. "Boleh gabung ya?" tanyanya sambil tersenyum ramah.

"Boleh, Pak!" jawab mereka serempak.

Pak Mustofa mengambil kursi kosong dan bergabung dengan mereka. "Lagi ngomongin apa nih anak-anak cantik?" tanya Pak Mustofa.

"Lagi ngomongin masalah remaja biasa, Pak," jawab Putri. "Kayak soal pelajaran, pertemanan, sama masa depan."

"Wah, topik yang menarik sekali. Masalah-masalah seperti itu memang sering dialami remaja. Tapi ingat ya, kalian tidak sendirian. Ada guru, orang tua, dan teman-teman yang selalu siap membantu," kata Pak Mustofa.

"Iya, Pak. Makasih ya nasihatnya," ucap Nessa.

"Sama-sama. Oh ya, kalian tahu nggak? Dulu waktu saya seusia kalian, saya juga sering mengalami hal yang sama. Tapi, dengan dukungan orang-orang di sekitar saya, saya bisa melewati semuanya," lanjut Pak Mustofa.

Obrolan mereka semakin seru. Pak Mustofa berbagi pengalamannya sebagai remaja dulu, serta memberikan tips-tips menghadapi masalah yang sering dialami remaja. Mereka semua mendengarkan dengan penuh perhatian.

"Jadi, intinya kita harus tetap semangat dan jangan mudah menyerah ya, Pak?" tanya Nessa.

"Betul sekali. Selain itu, kalian juga harus pandai-pandai mengatur waktu, belajar dengan giat, dan selalu berdoa," jawab Pak Mustofa.

Bel masuk berbunyi kembali. Mereka pun harus kembali ke kelas. Sebelum berpisah, Pak Mustofa memberikan semangat kepada mereka. "Semangat belajarnya ya, anak-anak!"

Mereka semua mengangguk sambil tersenyum. Pertemuan singkat dengan Pak Mustofa membuat mereka merasa lebih tenang dan bersemangat untuk menghadapi hari-hari berikutnya.

========

Cerita ini menunjukkan bahwa masalah yang dialami remaja itu wajar. Dengan saling berbagi dan meminta bantuan orang dewasa, masalah tersebut bisa diatasi dengan lebih mudah. Selain itu, cerita ini juga menekankan pentingnya komunikasi yang baik antara guru dan siswa.

Pleton Garuda Sneba Hebat Mentari mulai condong ke barat, menyisakan semburat jingga di ufuk barat. Di halaman sekolah, ...
21/08/2024

Pleton Garuda Sneba Hebat


Mentari mulai condong ke barat, menyisakan semburat jingga di ufuk barat. Di halaman sekolah, sekelompok siswa-siswi SMPN 06 Batu tengah berlatih baris-berbaris dengan semangat membara. Mereka adalah pleton Garuda Sneba Hebat, perwakilan sekolah yang akan mengikuti lomba baris-berbaris pada akhir bulan ini.

“Ayo, lebih kompak lagi gerakannya!” seru Zaky, komandan pleton, dengan suara lantang. Pemuda itu memimpin latihan dengan penuh semangat. Di sampingnya, Vera, seorang gadis bertubuh atletis, selalu siap membantu teman-temannya yang kesulitan.

“Kakinya lurus, jangan sampai bengkok!” teriak Shella, salah satu anggota pleton yang paling energik. Gadis periang itu selalu memberikan semangat kepada teman-temannya.

“Aku yakin kita pasti bisa menang, guys!” ujar bella, seorang siswi yang agak pendiam.

“Iya, kita harus buktikan kalau pleton Garuda Sneba Hebat itu memang hebat!” timpal Eis.

Latihan demi latihan mereka jalani dengan penuh dedikasi. Terik matahari, kelelahan, dan rasa bosan tak pernah menyurutkan semangat mereka. Mereka saling menyemangati dan membantu satu sama lain.

“Ingat, gerakan kita harus seirama seperti satu kesatuan,” kata Zaky mengingatkan. “Kita harus bisa membuat semua orang kagum dengan penampilan kita.”

“Tenang saja, Zak. Kita pasti bisa!” jawab Vera yakin.

Hari demi hari berlalu, latihan mereka semakin intensif. Mereka berlatih formasi dan kreasi baru, gerakan yang lebih rumit, dan juga mengatur napas agar tetap stabil saat berbaris. Setiap kali selesai latihan, mereka selalu merasa lelah namun puas.

“Capek sih, tapi seru banget,” kata Shella sambil mengelap keringat.

“Setuju! Apalagi kalau nanti kita menang,” tambah Bella.

Pesan Moral:

Cerita ini mengajarkan kita tentang pentingnya kerja keras, semangat juang, dan kekompakan dalam mencapai suatu tujuan. Selain itu, cerita ini juga menunjukkan pentingnya memiliki pemimpin yang baik dan teman-teman yang saling mendukung.

💪 SEMOGA PLETON KALIAN JUARAAAAA

Membaca buku membuka wawasan dan menjelajahi dunia. Tetap semangat ya💪
20/08/2024

Membaca buku membuka wawasan dan menjelajahi dunia. Tetap semangat ya💪


Address

284, Jalan Raya
Giripurno
65333

Opening Hours

Monday 07:00 - 16:00
Tuesday 07:00 - 16:00
Wednesday 07:00 - 16:00
Thursday 07:00 - 16:00
Friday 07:00 - 16:00
Saturday 09:00 - 12:00

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Perpustakaan Bermata Hati posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category