Pemerintah Desa Sawe

Directions Website

Pemerintah Desa Sawe Halaman resmi Pemerintah Desa Sawe, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu. Media informasi kegiatan, pengumuman, dan pelayanan desa.

📌 MENGENAL LEBIH DEKAT SISTEM INFORMASI DESA (SID)Pernahkah masyarakat bertanya, apa sebenarnya manfaat Sistem Informasi...
11/10/2026

📌 MENGENAL LEBIH DEKAT SISTEM INFORMASI DESA (SID)

Pernahkah masyarakat bertanya, apa sebenarnya manfaat Sistem Informasi Desa (SID)?

SID adalah salah satu alat bantu digital yang digunakan Pemerintah Desa Sawe untuk mengelola informasi dan administrasi desa secara lebih baik.
Dengan adanya SID, data desa dapat dikelola secara lebih tertib sehingga perangkat desa dapat memberikan pelayanan administrasi dengan lebih terarah, seperti pengelolaan data masyarakat, administrasi desa, dan penyediaan informasi yang dibutuhkan dalam pelayanan.

Melalui pemanfaatan teknologi, Pemerintah Desa Sawe terus berupaya membangun tata kelola pemerintahan desa yang lebih rapi, efektif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Karena digitalisasi bukan sekadar menggunakan teknologi, tetapi bagaimana teknologi dimanfaatkan untuk memberikan pelayanan yang semakin baik.

💙 SAWE DIGITAL MELAYANI

Pelayanan Lebih Mudah, Data Lebih Tertata, Masyarakat Lebih Terlayani.

Sejak Januari 2026, Pemdes Sawe menggunakan 𝐒𝐢𝐬𝐭𝐞𝐦 𝐈𝐧𝐟𝐨𝐫𝐦𝐚𝐬𝐢 𝐃𝐞𝐬𝐚 (SID) untuk membantu meningkatkan pelayanan administra...
07/10/2026

Sejak Januari 2026, Pemdes Sawe menggunakan 𝐒𝐢𝐬𝐭𝐞𝐦 𝐈𝐧𝐟𝐨𝐫𝐦𝐚𝐬𝐢 𝐃𝐞𝐬𝐚 (SID) untuk membantu meningkatkan pelayanan administrasi kepada masyarakat.

Melalui SID, pengelolaan data dan pelayanan dilakukan secara lebih tertata. Proses administrasi pun dapat berjalan dengan lebih mudah, rapi, dan terorganisir.

Penggunaan teknologi tidak berarti menghilangkan pelayanan secara langsung. Warga tetap dapat memperoleh pelayanan sesuai kebutuhan, sementara SID membantu perangkat desa mengelola layanan secara lebih tertib dan efisien.

Bagi Pemdes Sawe, digitalisasi bukan sekadar mengikuti perkembangan teknologi. SID digunakan sebagai sarana untuk memperbaiki kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Desa Sawe terus berbenah, terus belajar, dan terus melayani.

💙 𝐒𝐚𝐰𝐞 𝐃𝐢𝐠𝐢𝐭𝐚𝐥 𝐌𝐞𝐥𝐚𝐲𝐚𝐧𝐢
Pelayanan Lebih Mudah, Data Lebih Tertata, Masyarakat Lebih Terlayani.

Sebanyak 12 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Desa Sawe telah menerima BLT Dana Desa Tahap IV Tahun 2026. Bantuan sebes...
04/10/2026

Sebanyak 12 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Desa Sawe telah menerima BLT Dana Desa Tahap IV Tahun 2026. Bantuan sebesar Rp900.000 per KPM tersebut diperuntukkan pada periode Oktober hingga Desember 2026.

Penyaluran dilaksanakan pada Jumat, 2 Oktober 2026, di Aula Kantor Desa Sawe, Kecamatan Hu'u, Kabupaten Dompu. Bantuan ini diharapkan dapat membantu penerima dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga dan kebutuhan sehari-hari yang penting.

Pemanfaatan bantuan dapat diprioritaskan untuk kebutuhan yang paling diperlukan keluarga agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal.

Program desa seperti apa yang menurut warga paling membantu kebutuhan keluarga sehari-hari?

Pertemuan yang berarti tidak selalu harus direncanakan jauh-jauh hari.Pada Jumat, 2 Oktober 2026, seluruh kader Posyandu...
03/10/2026

Pertemuan yang berarti tidak selalu harus direncanakan jauh-jauh hari.

Pada Jumat, 2 Oktober 2026, seluruh kader Posyandu se-Desa Sawe hadir untuk menerima insentif tahap terakhir yang diserahkan melalui bendahara. Di sela kegiatan itu, Kepala Desa Sawe, Suhardin Jamaludin, didampingi BPD, memanfaatkan kesempatan untuk duduk bersama para kader dan berbincang dalam suasana sederhana yang penuh kekeluargaan.

Bukan pertemuan resmi dengan agenda panjang, hanya duduk bersama, berbicara, dan saling menyampaikan pandangan. Dari kebersamaan seperti inilah komunikasi antara pemerintah desa dan masyarakat terus dibangun.

Ada satu pesan penting dari Kepala Desa: mari terus menjaga kebersamaan dan kekompakan dalam kehidupan bermasyarakat. Salah satunya lewat hal sederhana yang sudah lama menjadi bagian dari kehidupan kita, yaitu gotong royong menjaga kebersihan lingkungan, terutama melalui kegiatan Jum'at Bersih.

Kebersihan lingkungan bukan hanya urusan pemerintah desa, dan bukan p**a tugas sebagian warga. Kebersihan adalah tanggung jawab kita bersama. Lingkungan yang bersih tidak selalu membutuhkan program besar. Kadang cukup dengan kesediaan menyapu halaman, membersihkan selokan, mengumpulkan sampah, merawat fasilitas umum, atau meluangkan waktu bersama agar tempat tinggal kita lebih nyaman.

Di sinilah gotong royong menjadi penting. Gotong royong bukan sekadar membuat pekerjaan terasa ringan karena dikerjakan bersama. Lebih dari itu, ia adalah tentang kepedulian, rasa memiliki, dan kesadaran bahwa desa ini adalah rumah kita bersama.

Para kader Posyandu, yang setiap hari bersentuhan langsung dengan masyarakat, diharapkan menjadi bagian dari semangat ini. Peran kader tidak berhenti pada pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi penggerak kepedulian dan kebersamaan di lingkungan masing-masing.

Begitu p**a BPD dan Pemerintah Desa. Peran kita berbeda, tetapi tujuannya sama: pelayanan kepada masyarakat semakin baik dan pembangunan Desa Sawe terus berjalan dengan semangat kebersamaan.

Sebab membangun desa bukan hanya membangun jalan dan infrastruktur. Membangun desa juga berarti membangun manusianya, menumbuhkan kepeduliannya, menjaga kebersamaannya, dan merawat budaya gotong royongnya.

Mari kita mulai dari hal-hal kecil. Mari hidupkan kembali semangat Jum'at Bersih. Tidak perlu menunggu instruksi atau program. Ketika melihat lingkungan kotor, mari bergerak. Ketika ada gotong royong, mari hadir. Ketika ada warga yang membutuhkan, mari saling membantu.

Desa yang kuat bukan hanya desa dengan pembangunan yang baik, tetapi juga desa yang warganya kompak, peduli, dan mau bergerak bersama.

𝐃𝐚𝐫𝐢 𝐒𝐚𝐰𝐞, 𝐮𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐒𝐚𝐰𝐞.
Bersama menjaga kebersihan, bersama memperkuat kebersamaan, bersama membangun desa. 🤝🌿

Setiap 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila untuk mengenang perjuangan bangsa mempertahankan ideologi d...
30/09/2026

Setiap 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila untuk mengenang perjuangan bangsa mempertahankan ideologi dari ancaman G30S/PKI tahun 1965. Di desa, hari ini mungkin berlalu tanpa peringatan besar. Namun, menjaga Pancasila tidak berhenti pada sejarah masa lalu karena nilai-nilainya terus kita uji dalam keseharian. Pancasila tidak cukup hanya kita hafal saat upacara. Kekuatan utamanya justru terlihat saat kita menghadapi perbedaan pendapat, menggunakan hak bersama, dan memanusiakan orang lain melalui tindakan-tindakan kecil di desa.

Nilai ketuhanan terwujud nyata saat kita menghormati orang yang sedang beribadah. Misalnya, ketika warga menunaikan salat di masjid. Pengendara motor wajib menurunkan tarikan gas atau mencari jalan lain agar suara knalpot tidak mengganggu kekhusyukan jemaah. Tindakan menjaga ketenangan di sekitar tempat ibadah ini adalah bentuk paling sederhana dari penerapan sila pertama.

Nilai kemanusiaan tampak ketika kita membantu tetangga yang kesulitan tanpa memandang latar belakang atau kedudukannya. Memberi pertolongan juga berarti kita harus menjaga martabat mereka. Bantuan yang kita sertai dengan sindiran atau pamer sering kali melukai perasaan penerimanya lebih dalam daripada kesulitan itu sendiri.

Kita menguji nilai persatuan saat menghadapi perbedaan pendapat, terutama di media sosial seperti Facebook atau grup percakapan. Warga sangat boleh menyampaikan kritik terkait pelayanan atau pembangunan desa. Namun, kritik tersebut harus bersandar pada fakta, bukan sekadar tuduhan atau serangan pribadi. Perbedaan pandangan tidak boleh menjadi alasan kita untuk menghina, mempermalukan, atau memutus tali persaudaraan.

Kita menerapkan nilai musyawarah secara langsung di dalam Musdes. Menyampaikan usulan dengan alasan yang jelas adalah langkah pertama. Kita juga harus ingat langkah kedua yang sering terlupa, yaitu mendengarkan pendapat orang lain dengan saksama sebelum menanggapi. Musyawarah akan kehilangan maknanya jika hanya menjadi ajang adu suara paling keras demi kepentingan kelompok sendiri.

Nilai keadilan sosial sering terlihat dalam hal-hal kecil. Mengantre dengan tertib di Kantor Desa Sawe dan tidak meminta pelayanan lebih dulu hanya karena kenal dekat dengan petugas adalah contoh nyata. Kita juga harus menggunakan jalan dan fasilitas desa sesuai fungsinya tanpa merusaknya. Fasilitas umum adalah milik bersama, sehingga merawatnya bukan hanya tugas pemerintah desa semata.

Kita perlu memeriksa kebiasaan diri kita secara jujur. Kita sering kali cepat menuntut hak, tetapi lambat menjalankan kewajiban untuk kepentingan bersama. Budaya gotong royong perlahan melemah jika hanya melibatkan orang-orang yang sama, sementara yang lain sekadar menikmati hasil. Kita juga tidak bisa menyerahkan kebersihan lingkungan sepenuhnya kepada orang lain. Hari Kesaktian Pancasila semestinya menjadi momen mengevaluasi diri sendiri, bukan sekadar mengingatkan atau menghakimi orang lain.

Kita bisa memulai langkah-langkah kecil ini langsung dari rumah. Mulailah dengan menghormati orang beribadah, menyampaikan kritik secara beradab, mendengarkan orang lain, antre dengan tertib, menjaga fasilitas desa, hingga ikut serta dalam gotong royong.

Satu kebiasaan baik yang kita lakukan dengan sungguh-sungguh jauh lebih bermakna daripada ucapan besar tanpa bukti. Pancasila akan terus hidup selama nilainya menjadi kebiasaan dari tindakan kecil yang kita wujudkan setiap hari.

Setelah banjir merusak Jembatan Ekonomi So La Meri, jembatan itu sempat diperbaiki secara sederhana dengan kayu. Sepeda ...
29/09/2026

Setelah banjir merusak Jembatan Ekonomi So La Meri, jembatan itu sempat diperbaiki secara sederhana dengan kayu. Sepeda motor masih bisa melintas.

Tetapi hasil sawah dan ladang tidak selalu bisa dibawa dengan sepeda motor. Kendaraan roda empat dan roda enam yang biasa membantu mengangkut hasil pertanian belum bisa melewati jembatan kayu itu.

Di bagian lain desa, ada keluarga yang sehari-hari memakai WC milik tetangga. Kebutuhan dasarnya terpenuhi, tetapi tentu lebih nyaman dan lebih terjaga privasinya jika keluarga memiliki jamban sendiri.

Kini keadaannya sudah berubah. Jembatan Ekonomi So La Meri telah dibangun kembali dan sudah dapat digunakan warga. Enam unit jamban keluarga telah selesai dibangun, dan SPAL sepanjang 100 meter juga sudah rampung.

Semua ini terwujud lewat dukungan PT Sumbawa Timur Mining (PT STM), Pemerintah Desa Sawe, dan partisipasi masyarakat. Namun yang paling penting bukan siapa yang mengerjakan, melainkan apa yang berubah bagi warga.

Bagi petani, jembatan yang dibangun kembali membuat akses menuju sawah dan ladang lebih lancar. Pengangkutan hasil pertanian juga lebih mudah karena jalannya tidak lagi terbatas untuk kendaraan roda dua. Jembatan ini bagian dari sumber penghidupan keluarga.

Bagi keluarga penerima manfaat, jamban sendiri berarti akses sanitasi yang lebih layak. Fasilitas itu bisa digunakan setiap saat, dirawat sendiri, dan memberi kenyamanan serta privasi yang lebih baik bagi keluarga.

SPAL punya peran yang tidak kalah penting. Saluran ini mengalirkan air limbah agar tidak menggenang di sekitar permukiman, sehingga lingkungan lebih bersih.

Meski begitu, manfaat ini tidak otomatis bertahan selamanya. Jembatan dilewati setiap hari, jamban dipakai setiap hari, dan SPAL dialiri air setiap hari. Fasilitas yang dipakai terus-menerus tentu perlu dirawat.

Perawatannya bisa dimulai dari hal sederhana. Gunakan jembatan dengan tertib, jangan merusak atau mengubah bagian bangunannya, dan jangan membuang sampah di sekitar jembatan maupun aliran air.

Bersihkan jamban secara rutin dan jangan memasukkan plastik, kain, atau benda padat lainnya ke dalamnya. Jaga juga agar SPAL tidak tersumbat sampah.

Jika melihat retakan, kerusakan, atau sumbatan, segera sampaikan kepada kepala dusun atau Pemerintah Desa Sawe. Laporan yang datang lebih awal biasanya membuat perbaikan lebih mudah.

Pembangunan bisa diselesaikan dalam waktu tertentu, tetapi manfaatnya hanya bertahan jika fasilitas digunakan dengan benar dan dirawat bersama. Jembatan menjaga sumber penghidupan, sedangkan jamban dan SPAL menjaga kesehatan, kenyamanan, privasi, dan kebersihan lingkungan.

Mari kita gunakan dan rawat fasilitas ini dengan penuh tanggung jawab, agar manfaatnya tetap bisa dirasakan keluarga kita dari tahun ke tahun.

Pemerintah Desa Sawe baru saja duduk bersama Puskesmas Rasabou untuk membahas satu hal sederhana: bagaimana pelayanan ke...
26/09/2026

Pemerintah Desa Sawe baru saja duduk bersama Puskesmas Rasabou untuk membahas satu hal sederhana: bagaimana pelayanan kesehatan di tingkat dusun bisa lebih baik lagi.

Pertemuan ini digelar Jumat, 25 September 2026, di Aula Kantor Desa Sawe, mulai pukul 08.00 WITA. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian pembinaan tata kelola Unit Pelayanan Kesehatan Desa (UPKD) yang juga dilaksanakan di desa-desa lain wilayah kerja Puskesmas Rasabou.

Hadir dalam pertemuan ini Sekretaris Desa Sawe, Taufik, S.Sos, mewakili Kepala Desa, Ketua BPD Junaiddin, para Kepala Dusun se-Desa Sawe (Lodo, Lodo Jaya, Sigi, Sawe, Sawe Baru, dan Samakarya), serta seluruh kader ILP Desa Sawe. Dari Puskesmas Rasabou, narasumber Nurhamsu Dian Sri Ekawati, S.Keb, hadir bersama tim yang melaporkan hasil evaluasi, disampaikan oleh Asmawati, A.Md.Keb, dan Sarafiah, A.Md.Keb.

Pertemuan ini sejalan dengan upaya mendukung program prioritas nasional di bidang kesehatan, mencakup penguatan Integrasi Layanan Primer, pemeriksaan kesehatan gratis bagi seluruh kelompok usia, eliminasi TBC, penguatan gizi dan pencegahan stunting, serta penurunan angka kematian ibu dan bayi.

Salah satu yang dibahas secara khusus adalah kondisi sarana posyandu di Desa Sawe. Alat seperti timbangan bayi dan pengukur tinggi badan sudah dibagikan lengkap sejak 2024. Namun sebagaimana barang yang dipakai bertahun-tahun, wajar bila ada bagian yang mulai memerlukan perawatan atau pembaruan.

Ini penting, karena dari alat itulah kader mencatat data tumbuh kembang anak. Semakin akurat pengukurannya, semakin tepat p**a langkah pencegahan stunting yang bisa diambil sejak dini.

Dari pertemuan tersebut, berikut langkah yang disepakati untuk ditindaklanjuti:
✅Penggantian alat antropometri yang perlu diperbarui di posyandu
✅Penyediaan baterai cadangan untuk alat ukur digital, melalui anggaran desa
✅Pencetakan formulir pemeriksaan sesuai format standar nasional, agar pencatatan lebih seragam
✅Penerbitan SK Ambulans Desa, untuk memperkuat kesiapan rujukan warga
✅Kegiatan senam bersama yang akan diadakan rutin setiap bulan
✅Upaya penanganan warga dengan gangguan jiwa (ODGJ), yang akan diupayakan melalui anggaran dana desa.
Rencana penggantian alat dan pencetakan formulir standar ini sudah dimasukkan ke dalam RKP Desa Sawe tahun 2027, sebagai bagian dari komitmen desa menjaga layanan kesehatan tetap berjalan baik dan berkelanjutan.

Layanan posyandu bukan hanya urusan kader atau puskesmas. Ini urusan bersama, karena yang datang ke sana adalah anak-anak dan ibu-ibu di lingkungan kita sendiri.

Kami mengajak seluruh warga Desa Sawe untuk terus mendukung kelancaran kegiatan posyandu di dusun masing-masing, aktif mengikuti senam bersama yang akan digelar rutin, serta menyampaikan masukan bila ada hal yang perlu diperhatikan demi pelayanan yang lebih baik.

Menurut Anda, apa yang paling perlu diperhatikan agar pelayanan posyandu di dusun Anda makin nyaman? Silakan tulis di kolom komentar.

𝗠𝗲𝗻𝗴𝗮𝗽𝗮 𝘁𝗶𝗱𝗮𝗸 𝘀𝗲𝗺𝘂𝗮 𝘂𝘀𝘂𝗹𝗮𝗻 𝘄𝗮𝗿𝗴𝗮 𝗹𝗮𝗻𝗴𝘀𝘂𝗻𝗴 𝗺𝗮𝘀𝘂𝗸 𝗽𝗿𝗼𝗴𝗿𝗮𝗺 𝗱𝗲𝘀𝗮?Pemerintah Desa Sawe bersama BPD melaksanakan Musdes di Aul...
25/09/2026

𝗠𝗲𝗻𝗴𝗮𝗽𝗮 𝘁𝗶𝗱𝗮𝗸 𝘀𝗲𝗺𝘂𝗮 𝘂𝘀𝘂𝗹𝗮𝗻 𝘄𝗮𝗿𝗴𝗮 𝗹𝗮𝗻𝗴𝘀𝘂𝗻𝗴 𝗺𝗮𝘀𝘂𝗸 𝗽𝗿𝗼𝗴𝗿𝗮𝗺 𝗱𝗲𝘀𝗮?
Pemerintah Desa Sawe bersama BPD melaksanakan Musdes di Aula Kantor Desa Sawe, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu, Kamis, 24 September 2026.

Usulan warga mencakup jalan lingkungan, irigasi, Posyandu, sarana olahraga, penguatan BUMDes, pelatihan keterampilan, dan transparansi APB Desa. Keterbatasan anggaran, kapasitas SDM, pemeliharaan infrastruktur, dan partisipasi menjadi bahan pertimbangan.

Karena itu, usulan perlu diselaraskan dengan kewenangan desa, kemampuan pendanaan, dan arah pembangunan. Pemerintah Desa bersama Tim Penyusun RKP Desa akan menyempurnakan rancangan, sementara BPD mengawasi tindak lanjutnya.

🔗 Baca berita lengkap: https://desasawe.web.id/artikel/2026/09/25/musdes-sawe-bahas-rkp-desa-tahun-2027-secara-partisipatif

Perencanaan desa bukan hanya daftar kegiatan. Ia menentukan kebutuhan mana yang didengar dan dikawal bersama.

Kamis, 24 September 2026, BPD Sawe bersama Pemerintah Desa Sawe akan menyelenggarakan Musyawarah Desa penyusunan RKP Des...
22/09/2026

Kamis, 24 September 2026, BPD Sawe bersama Pemerintah Desa Sawe akan menyelenggarakan Musyawarah Desa penyusunan RKP Desa Sawe Tahun 2027. Forum ini menjadi ruang untuk membahas dan menyepakati arah pembangunan desa untuk tahun mendatang.

Sering kali forum semacam ini dianggap agenda rutin. Datang, duduk, dengar, p**ang. Padahal keputusan yang lahir dari ruang ini akan menentukan program apa yang berjalan dan usulan siapa yang diperjuangkan.

Bagi kelompok masyarakat yang memiliki usulan kegiatan, forum ini adalah kesempatan untuk memastikan kebutuhan mereka tercatat, bukan sekadar disampaikan lisan lalu terlupakan. Usulan yang tidak dituangkan secara tertulis, sulit dijadikan dasar pembahasan bersama.

Yang perlu disiapkan:

✅Hadir di Aula Kantor Desa Sawe pada Kamis, 24 September 2026.
✅Registrasi peserta dimulai pukul 08.00 WITA.
✅Musdes dimulai pukul 08.30 WITA.
✅Kelompok yang memiliki usulan kegiatan membawa rekapitulasi usulan tertulis.
✅Hadir tepat waktu meski tanpa undangan seluruh masyarakat tetap bisa hadir

RKP Desa yang baik bukan yang selesai cepat, tetapi yang mendengar cukup banyak sebelum diputuskan.

𝗦𝗶𝗺𝗽𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗻𝗴𝘂𝗺𝘂𝗺𝗮𝗻 𝗶𝗻𝗶 𝗮𝗴𝗮𝗿 𝘁𝗶𝗱𝗮𝗸 𝗹𝘂𝗽𝗮 𝗷𝗮𝗱𝘄𝗮𝗹 𝗱𝗮𝗻 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗽𝗲𝗿𝗹𝘂 𝗱𝗶𝗯𝗮𝘄𝗮.

Informasi yang baik membantu warga memahami apa yang sedang dikerjakan, mengapa kegiatan itu diperlukan, siapa yang mene...
19/09/2026

Informasi yang baik membantu warga memahami apa yang sedang dikerjakan, mengapa kegiatan itu diperlukan, siapa yang menerima manfaat, dan bagaimana warga dapat memperoleh penjelasan.

Di media sosial, sebuah pengumuman sering kali hanya dibaca sekilas. Nama kegiatan dilihat, foto diperhatikan, lalu unggahan dilewati. Padahal, di balik setiap kegiatan desa ada keputusan, anggaran, tujuan, dan tanggung jawab yang perlu dipahami bersama.

Pemerintah desa memang tidak selalu dapat menjelaskan seluruh proses dalam satu unggahan. Ada informasi yang perlu disampaikan secara singkat agar mudah dibaca. Namun, singkat tidak berarti menghilangkan hal-hal penting.

Warga setidaknya perlu memperoleh jawaban atas beberapa pertanyaan sederhana:
1️⃣Kegiatan apa yang sedang dilakukan?
2️⃣Masalah apa yang hendak diselesaikan?
3️⃣Siapa yang menjadi penerima manfaat?
4️⃣Di mana warga dapat memperoleh informasi lebih lanjut?
5️⃣Bagaimana perkembangan atau hasil kegiatan tersebut dapat diketahui?
Kejelasan informasi bukan hanya tugas pemerintah desa. Warga juga perlu membaca dengan teliti, bertanya melalui jalur yang tepat, dan membedakan informasi resmi dari kabar yang belum jelas sumbernya.

Ada anggapan bahwa informasi publik hanya diperlukan ketika muncul masalah. Padahal, informasi yang terbuka sejak awal justru dapat mencegah salah paham. Warga tidak harus menunggu munculnya persoalan untuk mulai mencari tahu.

Media sosial Pemdes Sawe bukan hanya tempat menampilkan kegiatan. Ia juga dapat menjadi ruang untuk menjelaskan proses, menyampaikan perkembangan, dan mendekatkan informasi desa kepada warga.

Kepercayaan tidak dibangun hanya melalui banyaknya unggahan. Kepercayaan tumbuh ketika informasi disampaikan secara jujur, cukup jelas, dan tidak berhenti pada kabar baik saja.

Warga berhak mengetahui perkembangan desa. Pemerintah desa berkewajiban menyampaikan informasi sesuai kewenangan dan kemampuan yang dimiliki.

𝗠𝗲𝗻𝘂𝗿𝘂𝘁 𝗔𝗻𝗱𝗮, 𝗶𝗻𝗳𝗼𝗿𝗺𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗲𝘀𝗮 𝗮𝗽𝗮 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗽𝗮𝗹𝗶𝗻𝗴 𝗽𝗲𝗿𝗹𝘂 𝗱𝗶𝘀𝗮𝗺𝗽𝗮𝗶𝗸𝗮𝗻 𝘀𝗲𝗰𝗮𝗿𝗮 𝗹𝗲𝗯𝗶𝗵 𝗷𝗲𝗹𝗮𝘀 𝗸𝗲𝗽𝗮𝗱𝗮 𝘄𝗮𝗿𝗴𝗮?

Address

Jalan Lintas Lakey
Dompu
84271

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Pemerintah Desa Sawe posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share