Keraton Kasepuhan Cirebon

Keraton Kasepuhan Cirebon keraton kasepuhan cirebon indonesia adalah keraton yg usianya sudah 500 tahun

Kemerdekaan bukan sekadar warisan sejarah, melainkan amanah yang harus dijaga. Di usia Indonesia yang ke-81 ini, Penghor...
19/08/2026

Kemerdekaan bukan sekadar warisan sejarah, melainkan amanah yang harus dijaga. Di usia Indonesia yang ke-81 ini, Penghormatan setinggi-tingginya bagi para pahlawan. Mari kita teruskan estafet perjuangan dengan kontribusi terbaik demi kejayaan Ibu Pertiwi.

โ™ฅ๏ธ๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡จ ๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡จ๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡จ๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡จ

๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ 81 TAHUN INDONESIA MERDEKA ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉMerdeka! Dulu, Kini, dan Selamanya.Dari bumi Sunan Gunung Jati, Cirebon menyimpan pesan ...
16/08/2026

๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ 81 TAHUN INDONESIA MERDEKA ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ
Merdeka! Dulu, Kini, dan Selamanya.

Dari bumi Sunan Gunung Jati, Cirebon menyimpan pesan penting untuk generasi hari ini: kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang perjuangan, tetapi juga tentang menjaga apa yang telah diwariskan para leluhur.

Takhta boleh melebur dalam Republik, tetapi sejarah, budaya, adat, dan marwah bangsa harus tetap dijaga.

Di usia ke-81 Republik Indonesia, mari kita isi kemerdekaan dengan:
๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ Persatuan dan persaudaraan
๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ Kejujuran dan tanggung jawab
๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ Menjaga warisan sejarah
๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ Menghormati keberagaman budaya
๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ Bersama membangun Indonesia yang maju

Merdeka itu amanah.
Jaga bersama, untuk selamanya.

Dirgahayu ke-81 Republik Indonesia.
Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.

๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ Dari Keraton Kasepuhan Cirebon untuk Indonesia. ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ

PRA. Luqman Zulkaedin
Sultan Sepuh XV Kasultanan Kasepuhan Cirebon

Cirebon atau Sumedang: Siapa Penerus Asli Prabu Siliwangi? ๐Ÿค”๐Ÿ‘‘Banyak yang penasaran, ke mana sebenarnya estafet kejayaan ...
13/08/2026

Cirebon atau Sumedang: Siapa Penerus Asli Prabu Siliwangi? ๐Ÿค”๐Ÿ‘‘
Banyak yang penasaran, ke mana sebenarnya estafet kejayaan Prabu Siliwangi (Sri Baduga Maharaja) diteruskan setelah Pakuan Pajajaran runtuh? Jawabannya: mengalir ke kedua wilayah dengan pembagian pusaka dan warisan yang sangat adil!
๐Ÿฉธ๐Ÿ›๏ธ Jalur Nasab & Singgasana (Cirebon)
Secara silsilah, Cirebon jauh lebih dekat. Pangeran Walangsungsang dan Rara Santang adalah anak kandung Prabu Siliwangi, sedangkan Sunan Gunung Jati adalah cucu kandungnya. Saking dekatnya, Prabu Siliwangi mengirimkan langsung Bale Mande Jajar (Mande Pajajaran) dari ibu kota Pakuan ke Cirebon sebagai simbol legalitas dan tanda keprabon saat melantik Pangeran Walangsungsang. Struktur singgasana fisik asli Pajajaran ini sekarang masih berdiri kokoh di Cirebon!
๐Ÿ‘‘๐Ÿ“œ Jalur Mahkota & Legitimasi Politik (Sumedang)
Di sisi lain, penguasa Sumedang Larang (Prabu Geusan Ulun) adalah cicit Prabu Siliwangi dari jalur ibu. Walau jarak generasinya lebih jauh, Sumedang-lah yang menerima amanah Mahkota Binokasih saat Pakuan Pajajaran runtuh pada 1579. Mengapa? Karena saat itu Cirebon sudah menjadi Kesultanan Islam, sehingga para senopati Pajajaran memilih mengamankan sisa simbol kedaulatan Sunda ke Sumedang Larang.
Kesimp**annya: Cirebon mewarisi darah kandung (nasab) sekaligus balai singgasana kebesaran (Bale Mande Jajar), sedangkan Sumedang mewarisi mahkota pusaka dan legalitas pemerintahan pasca-runtuh. Dua-duanya adalah ahli waris sah dari trah Siliwangi! ๐Ÿฆ…

Mari bersama-sama menjaga Alun-Alun tetap bersih, indah, tertib, dan bebas dari kekumuhan. Merusak fasilitas dan lingkun...
09/08/2026

Mari bersama-sama menjaga Alun-Alun tetap bersih, indah, tertib, dan bebas dari kekumuhan. Merusak fasilitas dan lingkungan bukan hanya pelanggaran terhadap aturan, tetapi juga bentuk tidak menghargai warisan budaya dan amanah yang telah dijaga turun-temurun.

Sebagaimana firman Allah SWT:

โ€œDan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah diatur dengan baik.โ€
(QS. Al-Aโ€™raf: 56)

Mari kita rawat bersama ruang budaya ini agar tetap menjadi kebanggaan masyarakat Cirebon dan generasi yang akan datang.

Jaga Alun-Alun. Jaga Warisan Budaya. Jaga Marwah Cirebon. ๐Ÿ‘‘

KERATON KASEPUHAN DIDIRIKAN OLEH PUTRA PRABU SILIWANGITahukah kamu bahwa Keraton Kasepuhan Cirebon memiliki hubungan era...
06/08/2026

KERATON KASEPUHAN DIDIRIKAN OLEH PUTRA PRABU SILIWANGI

Tahukah kamu bahwa Keraton Kasepuhan Cirebon memiliki hubungan erat dengan garis keturunan Kerajaan Pajajaran?

Dari pernikahan Prabu Siliwangi dengan Nyai Subang Larang lahirlah Pangeran Walangsungsang (Pangeran Cakrabuana) dan Nyai Rara Santang. Pangeran Walangsungsang kemudian membuka wilayah Caruban dan mendirikan Dalem Agung Pakungwati yang menjadi cikal bakal Keraton Kasepuhan Cirebon.

Keraton Kasepuhan bukan hanya menyimpan warisan budaya, tetapi juga menjadi saksi perjalanan sejarah yang menghubungkan peradaban Sunda dengan perkembangan Islam di Nusantara.

Mari lestarikan sejarah, budaya, dan jati diri bangsa untuk generasi yang akan datang.

Alun-Alun Keraton Kasepuhan Cirebon kini hadir sebagai bukti nyata keberhasilan sinergi antara Gubernur Jawa Barat dan P...
02/08/2026

Alun-Alun Keraton Kasepuhan Cirebon kini hadir sebagai bukti nyata keberhasilan sinergi antara Gubernur Jawa Barat dan PRA. Luqman Zulkaedin, Sultan Sepuh XV Kasultanan Kasepuhan Cirebon. Revitalisasi kawasan ini menghadirkan ruang publik yang lebih bersih, indah, dan tertata, sekaligus menghidupkan kembali denyut sejarah serta menjaga kelestarian warisan budaya yang menjadi kebanggaan masyarakat Cirebon.

Mari bersama menjaga dan merawat Alun-Alun Keraton Kasepuhan sebagai ruang bersejarah yang nyaman, lestari, dan dapat dinikmati oleh generasi sekarang maupun yang akan datang.

Jejak Kerajaan Sunda: Siapa yang Masih Bertahan Hingga Hari Ini?Sejarah mencatat bahwa setiap kerajaan memiliki perjalan...
29/07/2026

Jejak Kerajaan Sunda: Siapa yang Masih Bertahan Hingga Hari Ini?

Sejarah mencatat bahwa setiap kerajaan memiliki perjalanan yang berbeda. Ada yang melebur, berubah menjadi pemerintahan baru, ada p**a yang berakhir karena perang maupun kebijakan politik.

โ€ข Kerajaan Galuh melebur dengan Kerajaan Sunda hingga menjadi Pajajaran.
โ€ข Kerajaan Pajajaran runtuh setelah serangan Kesultanan Banten.
โ€ข Sumedang Larang melanjutkan warisan Pajajaran, kemudian menjadi kadipaten di bawah Kesultanan Mataram.
โ€ข Kesultanan Banten dihapuskan secara politik pada masa pemerintahan kolonial Inggris di bawah Thomas Stamford Raffles.
โ€ข Keraton Kasepuhan Cirebon, yang berdiri sejak 1430 M, hingga kini masih mempertahankan keberadaan keraton, silsilah kesultanan, bangunan bersejarah, tradisi, serta lembaga adat yang tetap aktif sebagai bagian dari warisan budaya Nusantara.

Sejarah bukan hanya tentang siapa yang berkuasa, tetapi juga tentang siapa yang mampu menjaga dan merawat warisan peradaban agar tetap hidup lintas generasi.

โ€œSejarah berbeda, warisan tetap hidup.โ€

KERATON KASEPUHAN CIREBON: PENJAGA TERAKHIR PERADABAN SUNDAPerjalanan sejarah kerajaan-kerajaan di Tatar Sunda menunjukk...
25/07/2026

KERATON KASEPUHAN CIREBON: PENJAGA TERAKHIR PERADABAN SUNDA

Perjalanan sejarah kerajaan-kerajaan di Tatar Sunda menunjukkan bahwa setiap kerajaan memiliki akhir yang berbeda-beda. Ada yang melebur karena penyatuan politik, ada yang runtuh akibat peperangan, dan ada p**a yang berakhir karena kebijakan penguasanya sendiri.

Kerajaan Galuh berakhir pada tahun 1482 M melalui penyatuan dengan Kerajaan Sunda (Pajajaran). Kerajaan Pajajaran kemudian mengalami keruntuhan pada tahun 1579 M setelah ibu kotanya di Pakuan diserang oleh pasukan Kesultanan Banten. Setelah itu, Sumedang Larang sempat menjadi penerus mahkota Pajajaran, namun pada tahun 1620 M memilih bergabung dengan Kesultanan Mataram sehingga statusnya berubah menjadi kabupaten. Kesultanan Banten sendiri akhirnya kehilangan kedaulatannya pada awal abad ke-19 setelah ditaklukkan oleh Pemerintah Kolonial Belanda.

Di tengah berbagai perubahan tersebut, Kesultanan Cirebon, khususnya Keraton Kasepuhan Cirebon, tetap bertahan hingga sekarang. Salah satu faktor yang sering disebut dalam berbagai kajian sejarah adalah strategi diplomasi yang ditempuh para penguasanya pada masa kolonial, sehingga kompleks keraton tidak mengalami penghancuran seperti yang terjadi pada beberapa pusat kerajaan lain.

Keraton Kasepuhan juga memiliki hubungan historis yang erat dengan warisan Sunda. Di lingkungan keraton masih tersimpan ribuan benda pusaka, termasuk koleksi yang dikaitkan dengan masa Galuh dan Pajajaran. Selain itu, simbol Macan Putih yang terdapat di kawasan keraton menjadi bagian dari tradisi dan identitas yang mengingatkan pada hubungan genealogis dengan Prabu Siliwangi dalam tradisi Cirebon.

Saat ini, meskipun fungsi pemerintahan kerajaan telah berakhir sejak Indonesia menjadi negara kesatuan, Keraton Kasepuhan Cirebon tetap menjalankan fungsi sebagai lembaga adat dan pelestari budaya.

SultanSepuh XV Kasultanan Kasepuhan Cirebon
PRA. Luqman Zulkaedin Warisan budaya bukan hanya tentang mengenang masa lalu, tetapi juga menjaga identitas bangsa untuk masa depan.

PAJAJARAN DAN CIREBON: SATU GARIS SEJARAHSejarah Pajajaran dan Cirebon bukanlah dua kisah yang berdiri sendiri, melainka...
17/07/2026

PAJAJARAN DAN CIREBON: SATU GARIS SEJARAH

Sejarah Pajajaran dan Cirebon bukanlah dua kisah yang berdiri sendiri, melainkan berada dalam satu garis sejarah yang saling berkaitan. Prasasti Batutulis mengabadikan kebesaran Sri Baduga Maharaja (Prabu Siliwangi) sebagai Raja Sunda, sementara perjalanan putra beliau, Pangeran Cakrabuana (Pangeran Walangsungsang), menjadi awal lahirnya pusat pemerintahan baru di pesisir utara Tatar Sunda.

Pangeran Cakrabuana memilih membangun Dalem Agung Pakungwati sekitar tahun 1430 M, yang kemudian menjadi cikal bakal Kesultanan Cirebon. Dari pusat pemerintahan inilah berkembang pemerintahan yang diteruskan oleh keturunannya, termasuk Sunan Gunung Jati hingga para Sultan Keraton Kasepuhan Cirebon.

Karena itu, hubungan Pajajaran dan Cirebon bukan sekadar kedekatan geografis, melainkan kesinambungan sejarah, silsilah, dan warisan pemerintahan. Prasasti Batutulis menjadi pengingat kejayaan Kerajaan Sunda, sedangkan Keraton Kasepuhan Cirebon menjadi salah satu pewaris tradisi, budaya, dan perjalanan sejarah yang tumbuh dari akar yang sama.

Melalui pemahaman sejarah yang utuh, kita dapat melihat bahwa jejak Pajajaran dan Cirebon saling melengkapi dalam membentuk khazanah peradaban Nusantara.

Sultan Sepuh XV PRA. Luqman Zulkaedin terus mengajak masyarakat untuk mengenal, menjaga, dan melestarikan warisan sejarah serta budaya Keraton Kasepuhan Cirebon sebagai bagian penting dari identitas bangsa.

Banyak orang mengira sejarah Keraton Kasepuhan Cirebon berdiri sendiri sebagai sebuah kerajaan yang terpisah dari akar s...
14/07/2026

Banyak orang mengira sejarah Keraton Kasepuhan Cirebon berdiri sendiri sebagai sebuah kerajaan yang terpisah dari akar sejarah sebelumnya. Padahal, jika ditelusuri melalui silsilah dan perjalanan sejarah, lahirnya Kesultanan Cirebon merupakan kelanjutan dari perjalanan peradaban Tatar Sunda. Para pendirinya berasal dari garis keturunan Sunda, sehingga memahami sejarah Keraton Kasepuhan tidak dapat dilepaskan dari sejarah dan warisan besar tanah Sunda yang menjadi fondasi lahirnya Cirebon. Nilai-nilai sejarah tersebut hingga kini terus dijaga dan dilestarikan oleh Sultan Sepuh XV Pangeran Raja Adipati (PRA) Luqman Zulkaedin, sebagai bagian dari ikhtiar menjaga kesinambungan adat, budaya, dan warisan leluhur Keraton Kasepuhan Cirebon.

Address

Jalan Kasepuhan
Cirebon
45114

Opening Hours

Monday 08:00 - 18:00
Tuesday 08:00 - 18:00
Wednesday 08:00 - 18:00
Thursday 08:00 - 18:00
Friday 08:00 - 18:00
Saturday 08:00 - 18:00
Sunday 08:00 - 18:00

Telephone

+6281931132884

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Keraton Kasepuhan Cirebon posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Keraton Kasepuhan Cirebon:

Shortcuts

Share

Category