03/03/2026
Dalam momentum bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Dewan Pimpinan Cabang Kongres Advokat Indonesia (DPC KAI), Ansor Mediation Center (AMC), serta NU Care-LAZISNU menggelar kegiatan santunan bagi 50 anak yatim piatu yang dirangkaikan dengan doa bersama dan aksi sosial kemanusiaan. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kolaborasi lintas lembaga dalam menebarkan kepedulian dan semangat berbagi di bulan penuh berkah.
Menurut Ketua DPC Kongres Advokat Indonesia Tangerang sekaligus Managing Partner Ilhamuddin Law Firm, kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat 27/2/2026 tersebut merupakan bagian dari komitmen untuk memperkuat solidaritas dan kepedulian sosial di tengah masyarakat selama Ramadan. Momentum ini tidak hanya menghadirkan bantuan materi, tetapi juga menegaskan pentingnya empati, kebersamaan, serta penguatan nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupan bermasyarakat.
Ilham juga menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud tanggung jawab moral dan sosial profesi hukum dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Ia menegaskan bahwa advokat tidak hanya menjalankan fungsi penegakan hukum, tetapi juga memiliki peran strategis dalam membangun kepedulian sosial serta mempererat ukhuwah di tengah masyarakat.
Sementara itu, Ketua Ansor Mediation Center Provinsi Banten, Dr. (C) Hulia Syahendra, SH., MH., menyampaikan bahwa kegiatan santunan ini menjadi sarana mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat komitmen lembaga mediasi dalam membangun harmoni sosial. Menurutnya, semangat Ramadan harus menjadi energi untuk menghadirkan kedamaian, kepedulian, dan solusi atas berbagai persoalan sosial melalui pendekatan kemanusiaan.
Perwakilan NU Care-LAZISNU, Alfin Putrawan, SH., MH., juga menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin dalam kegiatan tersebut. Ia menuturkan bahwa kolaborasi antarorganisasi ini mencerminkan semangat gotong royong dalam membantu sesama, khususnya anak-anak yatim piatu yang membutuhkan perhatian dan dukungan bersama.
Melalui kegiatan santunan dan doa bersama untuk almarhum advokat senior Erman Umar, Yuswandi Yusuf, dan Jati Argo, serta rangkaian aksi sosial lainnya, diharapkan nilai-nilai kepedulian.