06/06/2026
, Indonesia memiliki posisi yang semakin strategis dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah (eksyar). Pada tahun 2025, sektor Halal Value Chain Indonesia menunjukkan kinerja yang positif, tecermin dari peningkatan ekspor produk makanan dan minuman halal serta fesyen muslim. Selain itu, Indonesia juga berhasil mempertahankan posisinya sebagai salah satu destinasi wisata ramah muslim terbaik dunia.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa ekonomi syariah telah menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi yang berpotensi memperkuat daya saing nasional. Karena itu, FESyar hadir di berbagai wilayah di Indonesia, termasuk di Sumatera Selatan, sebagai ruang kolaborasi peningkatan kapasitas UMKM dan generasi muda, serta penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
Hal tersebut disampaikan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, saat membuka Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Sumatera 2026 di Palembang. Destry menegaskan bahwa eksyar merupakan salah satu pilar penting dalam sumber pertumbuhan ekonomi dan memperkuat ketahanan ekonomi nasional.
➡️ Pada 2025, sektor halal value chain Indonesia tumbuh 6,21% (yoy).
➡️ Pembiayaan syariah tumbuh mencapai 10,84% (yoy) pada April 2026 dengan risiko kredit yang rendah yaitu 2,28% (yoy).
Lebih lanjut Destry menyampaikan tiga arah kebijakan eksyar Bank Indonesia untuk mendorong eksyar sebagai sumber pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Apa saja?
Simak ulasan selengkapnya, di sini👇
https://www.bi.go.id/id/publikasi/ruang-media/news-release/Pages/sp_2811526.aspx?utm_source=facebook.com&utm_medium=referral&utm_campaign=fesyar_6_6_2026_rilis_photo