20/11/2012
JUST FOR YOU
~ Sejarah Awal Mula Konflik
Palestina - Israel ~
Sebenarnya gimana sih awal
sejarah Israel membantai
Palestina,, nah jika anda membaca
artikel berikut ini anda akan tau
jawabannya.
kekejaman di Gaza sebenarnya
tak lepas dari dosa politik Inggris.
Sebab, negara itulah yang
mengizinkan warga Yahudi
eksodus ke Palestina dan
akhirnya mendirikan negara baru.
Dukungan Inggris atas imigrasi
besar-besaran warga Yahudi ke
Palestina tertuang dalam
Deklarasi Balfour pada 2
November 1917. Deklarasi Balfour
atau Perjanjian Balfour merupakan
sebuah surat yang dikirimkan
Menteri Luar Negeri Inggris
Arthur James Balfour, kepada
Lord Rothschild, pemimpin
komunitas Yahudi Inggris, untuk
disampaikan kepada Federasi
Zionis. Surat itu berisi hasil rapat
Kabinet Inggris pada 31 Oktober
1917 yang menyatakan mendukung
rencana-rencana Zionis
mendirikan ‘tanah air’ bagi Yahudi
di Palestina, dengan syarat
bahwa tak ada hal-hal yang boleh
dilakukan yang mungkin merugikan
hak-hak dari komunitas-komun
itas yang ada di sana. “Iya,
perjanjian itu menjadi awal mula
konflik Israel-Palestina. Konflik
terjadi karena ketidaktegasan
penjajah dalam membagi wilayah,”
ujar pengamat hubungan
internasional Universitas
Indonesia (UI) Nurani
Chandrawati.
Saat itu, mayoritas wilayah
Palestina berada di bawah
kekuasaan Khilafah Turki Utsmani
dan batas-batas yang akan
menjadi Palestina telah dibuat
sebagai bagian dari Persetujuan
Sykes-Picot pada 16 Mei 1916
antara Inggris dan Prancis.
Sebagai balasan untuk komitmen
dalam deklarasi Balfour,
komunitas Yahudi akan berusaha
meyakinkan Amerika Serikat ikut
dalam Perang Dunia I. Kata-kata
dalam Deklarasi Balfour kemudian
digabungkan ke dalam perjanjian
damai Sèvres dengan Turki
Utsmani dan Mandat untuk
Palestina.
Berikut isi surat dari Albert
James Balfour yang dikirimkan
kepada Lord Rothschild: Saya
sangat senang dalam
menyampaikan kepada Anda, atas
nama Pemerintahan Sri Baginda,
pernyataan simpati terhadap
aspirasi Zionis Yahudi yang telah
diajukan kepada dan disetujui oleh
Kabinet. “Pemerintahan Sri
Baginda memandang positif
pendirian di Palestina tanah air
untuk orang Yahudi, dan akan
menggunakan usaha keras terbaik
mereka untuk memudahkan
tercapainya tujuan ini, karena
jelas dipahami bahwa tidak ada
suatupun yang boleh dilakukan
yang dapat merugikan hak-hak
penduduk dan keagamaan dari
komunitas-komunitas non-Yahudi
yang ada di Palestina, ataupun
hak-hak dan status politis yang
dimiliki orang Yahudi di negara-
negara lainnya.” Saya sangat
berterima kasih jika Anda dapat
menyampaikan deklarasi ini untuk
diketahui oleh Federasi Zionis.
Tak lama setelah ada Deklarasi
Balfour, eksodus warga Yahudi di
berbagai penjuru dunia ke
Palestina mulai terjadi. Dalam
perjalanannya, warga Yahudi ini
kemudian mendirikan negara Israel
pada tahun 1948. Sebuah negara
yang muncul kembali setelah lebih
dari 2.500 tahun menghilang dari
muka bumi, karena konflik internal
dan penjajahan. Israel pun lantas
terlibat pertikaian perebutan
wilayah dengan Palestina dan
Yordania, serta negara-negara
Arab lain. Selama Perang Dunia I
Inggris mengambil alih Yerusalem
(1917) dan menetapkan kota itu di
dalam The Palestine Mandate dari
tahun 1922-1948.
Pada tahun 1948, Inggris sebagai
pemegang otoritas tanah
Palestina tiba-tiba menyatakan
tidak bertanggung jawab lagi atas
seluruh Palestina yang dikuasakan
kepadanya oleh Liga Bangsa-
Bangsa yang telah bubar.
Nah sudah jelaskan sekarang
siapa yang salah.. masa kita
numpang tiba-tiba mau jadi tuan
rumah gak benerkan itu!!
SAVE PALESTINE