Jualan Properti Syariah Brebes Tegal

Jualan Properti Syariah Brebes Tegal Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Jualan Properti Syariah Brebes Tegal, Public & Government Service, Brebes.

23/10/2017

:: KAPAN SEHARUSNYA MENINGGALKAN RIBA? ::
Kalau sekarang Anda terlilit riba, sebenarnya bukan hal yang aneh, karena justru yang aneh itu kalau Anda tidak terjebak riba hehe.
Nggak percaya? Coba sekarang merem, lalu pegang satu orang, siapa saja di dekat Anda, niscara orang yang Anda pegang itu sedang terlibat riba.!
Woww...kok sampai segitunya? Iya, karena memang sekarang sudah jamannya, Nabiyyina Muhammad SAW sendiri sudah mengingatkan, bahwa akan datang suatu zaman, dimana riba akan merajalela, tidak satupun tersisa orang kecuali pasti akan makan riba, minimal terkena percikan riba.
Nah, lantas gimana d**g, saat ini kan susah untuk keluar dari kubangan ribawi?
Bukan susah, tapi masih ada yang belum bener, apa itu? Yah mindset Anda itu.
Anda selalu memelihara mindset 'pengecut' dengan mengatakan "Saya tidak mau riba, Saya akan segera berhenti, tapi nanti setelah Saya siapkan dulu semuanya".
Apa yang terjadi?
Kalau Anda pengusaha yang modalnya riba, Anda akan selalu berfikir bahwa "Saya akan putus hubungan dengan modal Riba, tapi Saya harus cari dulu modal yang bebas Riba"
Jika Anda seorang yang sedang KPR Rumah di perbankan, ingin berhenti KPR karena Anda tahu itu riba, maka yang Anda lakukan terus mencari cara gimana agar dapat uang melunasi utang tertunggak.
Bila Anda sedang 'punya' mobil leasing (Saya beri tanda kutip krn mobil leasing memang belum hak milik), Anda akan berputar-putar pada lisan Anda "Saya tahu mobil leasing itu riba dan bathil, Saya akan coba cari cara yg halal gimana supaya mobil ini bisa Sy bayar lunas"
Apakah Anda termasuk orang yang punya mindset seperti di atas? Coba di cek, apakah benar-benar Anda berhenti dari praktik riba tersebut?
Jawabannya: TIDAK.!
Mengapa? Karena mindset Anda itu keliru. Anda sebenarnya selalu ingin ada solusi yang halal atas perbuatan haram yang sedang Anda lakukan yang notabene masih Anda pertahankan.!
Buktinya, Anda masiiiihhh aja terus berbisnis dengan modal riba, tetap nambah plafon modal ke perbankan. KPR riba setiap bulan tak pernah ditinggalkan. Mobil leasing masih tetap petantang petenteng dipakai ke mana-mana.
Lalu sampai kapan RIBA nya berhenti kalau mindsetnya gitu terus? Woii sadar...!
Nah, mindset yang bener seperti apa?
"BERHENTI seketika Anda tahu itu RIBA atau berusaha untuk berhenti sampai pada ambang batas kemampuan Anda"
Seperti dulu Ummat Islam ketika datang perintah haramnya minuman keras, seketika semua kendi-kendi di hancurkan, bahkan seteguk minuman keras yang sudah dimulut pun ikut dimuntahkan, lantaran hukum larangannya sudah datang.
Begitupun dengan para wanita muslimah tatakalah mendengarkan perintah wajibnya menutup aurat. Maka di antara mereka mengambil kain apa saja di sekitar mereka untuk menutupi auratnya. Karena perintah wajibnya berhijab telah tiba.
Mana ada mereka itu mengatakan "Memang sih minuman keras dilarang dan Kita akan berhenti, tapi Kita habisin dulu yang sekarang sudah ada". "Menutup aurat memang sudah wajib, Kita harus menutup aurat, tapi tunggulah Kita buat hijab dulu di tukang jahit" :v
Inilah mindset yang bener itu.!
Aplikasinya juga sama persis yang dilakuan oleh Sitti Hajar ketika ditinggalkan oleh suaminya Nabiullah Ibrahim as di padang gersang nan tandus, ia bersama dengan anak bayi mungilnya Ismail as ketika itu.
Apa yah kira-kira yang dikatakan oleh Sitti Hajar saat Ibrahim hendak meninggalkannya? Kira-kira ia ngomong begini "Kalau memang engkau tinggalkan kami di tengah gurun gersang nan tandus ini sdh perintah Allah SWT, maka pergilah suamiku".
Sitti Hajar dengar, patuh dan take action.! Padahal di gurun itu, tak ada air sama sekali, sementara ia memiliki seorang bayi mungil yang sewaktu-waktu butuh asupan makanan dan minuman.
Dia nggak pernah bilang begini "Suamiku, Kita tahu ini perintah Allah SWT, tapi tolonglah, engkau pastikan dulu sebelum engkau pergi ada air yang bisa Kami minum selama ditinggal pergi".
Tapi masyaa Allah, Sitti Hajar memberikan pelajaran besar akan arti dari suatu mindset yang benar.!
Dia terima ketentuan Allah, dia mau ditinggalkan bersama anak bayinya, tanpa air setetes pun. Lalu setelah ia ditinggalkan, ia berusaha semaksimal mungkin berjalan antara bukit shofa dan marwah, namun tak ada satupun sumber mata air yang didapatkannya, kecuali hanyalah fatamorgana.!
Namun tak disangkat dan tak dinyana, sumber mata air kehidupan itu justru muncul dari bawah kaki kecil Ismail, keluar dari tempat yang tak berhubungan sama sekali dengan ikhtiar yang dilakukan Sitti Hajar. Itulah yang kemudian Kita kenal dengan air zamzam, airnya telah diminum oleh manusia segala zaman dan dari penjuru dunia tak habis-habis.
Mengambil pelajaran dari Sitti Hajar dan dikaitkan dengan fenomena riba ini, maka seharusnya yang Kita miliki adalah:
1. MINDSET YANG BENAR
Kalau haram, berhenti. Stop usaha yang modalnya riba. Stop KPR Rumah yang riba. Stop mobil leasing yang sdh jelas riba. JANGAN MIKIR SOLUSI nya dulu.
2. IKHTIAR MAKSIMAL
Setelah Anda STOP semuanya, potensi yang Anda miliki, gunakanlah secara maraton, dulu Anda nyari modal riba, bayarin kpr riba, beli mobil leasing semangat 45, sekarang Anda harusnya semangat 90. Tiada hari kecuali nyari solusinya untuk apa? Yah untuk bayarin kerugian akibat usaha riba yang Anda tinggal. Ngejar lagi untuk bisa punya rumah dengan cara yang syar'ie dan beli mobil lagi dengan cara cash.!
3. PERSIAPKAN DIRI
Ketika sdh benar mindsetnya, ikhtiarnya maksimal, giliran Anda PERSIAPKAN DIRI, untuk apa? Terhadap KEJUTAN solusi dari Allah SWT. Persiapkan diri untuk terima air zam-zam atas segala kebutuhan Anda dan bagi segala masalah yang sedang menimpa Anda.
Ingat, Allah akan mendatangkan jalan keluar yang banyak (subulanaa) dan yang tidak disangka-sangka (laa yahtasib) jika Kita berhenti dulu melakukan yang haram dan ikhtiar maksimal yang melibatkan tawakkal kepada Allah SWT.
So, kapan seharusnya meninggalkan riba?
SEKARANG..!! atau mau taruhan dengan AJAL.!?

DOA adalah sebuah keharusan DOA adalah sebuah harapanDOA HARUS SELALU DI PANJATKANDOA YG TERKABUL ADALAH DARI HATI YANG ...
08/10/2017

DOA adalah sebuah keharusan
DOA adalah sebuah harapan
DOA HARUS SELALU DI PANJATKAN
DOA YG TERKABUL ADALAH DARI HATI YANG BERSIH
DOA YANG TERKABUL ADALAH DARI SUMBER YANG BAIK
YANG BAIK ADALAH YANG HALAL
DAN HALAL ADALAH SALAH SATU SEBAB DARI TERKABULNYA DOA
D. O. A
DAMPYAK OTOCAR AREA
Tanpa RIBA
Tanpa denda
Tanpa sita
Tanpa bi-checking
Tanpa akad bathil
Yang aktifitas nya sering lewat pantura wajib investasi di DOA
Yang jualan mobil
Yang bengkel mobil
Yang cuci mobil
Yang jual ban
Yang jual velg
Yang jual dan servis ac
WAJIB INVEST DI DOA
KARENA ADA FASILITAS YANG KOMPLIT DI DOA
MASJID
TOILET BERSIH DAN MENCUKUPI
PARKIR YANG LUAS
MINI MARKET
MAJELIS TA'LIM

BABAK BELUR DIHAJAR RIBA, BANGKIT LAGI MENOLONG DUAFA KORBAN-KORBAN RIBA!Kisah Sigit Setiyawan dari Kudus ini sangat men...
01/09/2017

BABAK BELUR DIHAJAR RIBA, BANGKIT LAGI MENOLONG DUAFA KORBAN-KORBAN RIBA!
Kisah Sigit Setiyawan dari Kudus ini sangat menginspirasi banyak orang. Pelajaran mahal usai bangkrut bertahun-tahun karena riba. Mengalami musibah berkali-kali, setelah taubat dan hijrah, utang semua lunas.. Sigit membuat gerakan sedekah untuk membantu para duafa yang terjerat riba.
Perjalanan usaha bersama ibunda yang sejak dulu akrab dengan utang dimana-mana, dengan alasan untuk menambah modal usaha namun justru sering celaka. Waktu itu Sigit berbisnis sebagai suplyer batok kelapa di industri obat nyamuk, dan briket batok untuk diekspor. Ibunda yang mengajari bisnis tersebut. Ketika volume usaha mulai membesar, godaan tawaran modal dari banyak lembaga keuangan menghampiri. Dari awal hanya mencoba ternyata itu jebakan riba.
Salah satu sifat buruk utang adalah bertambah... bertambah.. bertambah.. dan terusss bertambah. Di tahun 2011 utang Sigit sudah merajalela di 2 kartu kredit, 5 leasing mobil, 7 leasing motor, dan utang di 4 Bank, juga ada yang di rentenir. Semua dengan alasan untuk menambah modal usaha, namun kejadian-kejadian aneh mulai terjadi.
Kasus pertama Sigit dan ibunya ditipu oleh satu oknum polisi, diminta mengirim batok kelapa senilai 54 juta. Barang sudah dikirimkan uang tidak kunjung cair. Ketika Sigit datang ke rumahnya malah ditod**g senjata.. "berani datang kesini saya tembak kamu!"
Innalilahi..
Sigit dan ibunya memilih merelakan uangnya hilang daripada urusan berkepanjangan. Hanya sekali? Oooh tidak.. beberapa mitra usaha menipunya, duit hilang sirna sementara bunga dan denda terus merajalela. ALLAH seperti menghadirkan orang-orang itu untuk memusnahkan hartanya.
Musibah datang lagi, ketika sedang menyopiri truk dari Kudus menuju Semarang untuk mengantar batok kelapa, baru 20 menit perjalanan di kota Demak Sigit mengalami kecelakaan hingga korbannya meninggal dunia.
Suram... dunia makin gelap..
Sigit bertanggungjawab penuh atas kecelakaan itu. Namun musibah juga belum berakhir..
Dia seperti dihantam pembuktian dari hadist ini:
Nabi Muhammad SAW bersabda,
"Siapapun yang memperbanyak hartanya dari RIBA maka ujung akhir urusannya adalah kemiskinan." [HR. Ibnu Majah 2365]
Tahun 2014 ibunda tercinta meninggal dunia. Ibu yang melahirkan dan mengajarinya berbisnis telah tiada. Momen itu jadi cambuk luar biasa untuk Sigit meninggalkan semua ikatan riba dalam hidupnya. Janji pada ibunda harus ditepati, melunaskan semua utang riba yang pernah mereka jalani.
Hijrah! Itulah pilihannya, semua asset dijual, genjot lagi usahanya dan semua hasilnya untuk menutup utang..
Satu persatu...
Tekun!
Berjuang siang malam!
Hari demi hari!
Pilihan hanya satu, ludeskaaan semua utang ribanya.
ALLAH Yang Maha Kaya memudahkan langkahnya, setelah 2 tahun berjuang, pada bulan Februari 2016 semua utangnya lunasss nas!!
Tiga bulan lalu Sigit mampir ke Tengkleng Hohah warung saya sambil bercerita.
"Perjalanan hidup saya jatuh bangun melawan riba tercermin dari nama anak-anak saya mas, Anak pertama Zahra.. artinya pakai bunga, hehe lahir waktu saya masih banyak utang riba tiap bulan bayar bunga. Anak kedua Sabrina... artinya sabarrr.. lahir ketika hidup penuh ujian dan musibah berkali-kali, Anak ketiga Ghaniyya.. artinya Yang Maha Kaya, Allah yang menolong saya sehingga semua utang saya lunas!"
Masya ALLAH... bisa begitu yak! Hehe
"Hidup saya sekarang tenang mas, gak usah pakai topeng hidup tampak kaya tapi utangan semua. Saya dari Kudus ke Jogja pakai mobil carry tua itu mas.. biar tua yang penting dapat berkahnya..." lanjut Sigit sambil menunjuk mobil yang parkir di sebrang warung saya.
Itulah hidup, jika kita mau mengambil hikmah dari semua peristiwa yang terjadi maka bisa jadi pembuka jalan di episode berikutnya.
Saat ini Sigit berbisnis Dawet Ayu Minah dengan 5 cabang di Kota Kudus. Taglinenya "Ada cinta ibu di setiap teguknya" dan dia kembangkan tanpa riba, dalam waktu dekat dia akan bikin mini resto untuk dawetnya.
Yang lebih kereeen lagi, selain aktif sebagai kurir area Kudus, Sigit juga sebagai founder GEBBRAG (Gerakan Berbagi Agar Riba Raib), Sigit bersama kawan-kawannya mengumpulkan dana untuk melunasi utang para duafa yang terjerat riba. Sudah 10 duafa terbantu dilunaskan utangnya, dan dua sepeda motor roda tiga modifikasi diberikan untuk difabel agar dapat bekerja.
Inilah hijrah sejati... tidak hanya memikirkan kepentingan dirinya sendiri, tapi juga bergerak membantu orang lain. Habluminallah-nya dapet, Hablumminannas-nya juga tergapai! Insya Allah doubel pahala..
Dari kota Kudus seorang Sigit Setiyawan sudah membuktikan, bukan tidak mungkin di kotamu engkau juga bisa menggerakkan.. Hijrah sejati menjadi pemburu keberkahan Tuhan...
Insya ALLAH..

Silahkan share jika menginspirasi

Kenapa Harus Property, dan Kenapa Harus Syariah ?1.      Karena Property merupakan salahsatu kebutuhan manusia yang munc...
24/08/2017

Kenapa Harus Property, dan Kenapa Harus Syariah ?

1. Karena Property merupakan salahsatu kebutuhan manusia yang muncul dari adanya interaksi dengan sekitar

2. Dengan Berbasis Syariah Masyarakat bisa dengan mudah memiliki Property (Rumah, Ruko, Apartemen dsb) yang diimpikannya tanpa harus ribet selama mampu membayarnya

3. Dalam Sistem Property Syariah, dalam setiap transaksi apapun yang berhubungan dengan kredit kepemilikan rumah, kami tidak memakai jasa lembaga keuangan keuangan kecuali untuk keperluan teknis (pembayaran jual-beli)



4. Dalam praktiknya, kami sangat mengedepankan hukum yang berlandaskan pada akad jual beli yang sesuai dengan syariah islam



5. Pembelian rumah dengan sistem property syariah dan KPR syariah tidak ada istilah bunga utang, denda atau nilai tambah dalam akadnya (riba) terutama jika pembelian rumah dilakukan secara kredit

6. Iya benar, Bunga Hutang, Denda atau nilai tambah itu diharamkan dalam jual-beli islam karena itu termasuk dari Riba (jika jual beli dilakukan dengan kredit) diluar sistem property syariah dan KPR syariah

7. Karena itu kami menawarkan tanpa akad bermasalah yang artinya sistem property syariah dan KPR syariah, semua akad dalam jual-beli harus dilakukan dengan sejelas jelasnya hingga kedua belah pihak mendapatkan keuntungan yang sama tanpa harus mengambil keuntungan lain kecuali dalam jual-beli tersebut

8. Dengan begitu banyak kemudahan dalam kepemilikan rumah jika menganut sistem sistem property syariah dan KPR syariah secara total (bukan kamuflase), kami merasa sistem ini dapat menjangkau semua kalangan masyarakat (Pengusaha kelas menengah dan kelas bawah, Pedagang, Karyawan, dsb)

9. Rumah adalah tempat terindah didunia. Jadi, milikilah rumah dengan cara yang baik lagi berkah InsyaAllah rumah nyaman ridho Allah selalu tercurah.

Sjadi , Mana yang lebih baik menurut anda itu adalah pilihan anda…property syariah dan KPR syariah atau property konvensional

Berkah dunia akhirat atau berkah dunia khianat

http://bit.ly/2xb5Ljy
18/08/2017

http://bit.ly/2xb5Ljy

RASANYA HAMPIR TIDAK MUNGKIN ADA TANAH KAVLING SEHARGA 45JUTA DI BREBES KOTA WA Saja Saya di 0816574990 Hari Gini Susah B...

10/04/2017

Share Buat Menyimpannya

Address

Brebes
52212

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Jualan Properti Syariah Brebes Tegal posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share