Nasdem Kabupaten Boyolali

Nasdem Kabupaten Boyolali Nasdem Kabupaten Boyolali sebagai pusat informasi & wadah menyampaikan berbagai aspirasi masyarakat Kabupaten Boyolali

21/04/2021

Klaten – Guna meningkatkan produktivitas hasil pertanian, Partai NasDem Klaten mendorong program demonstration plot atau …

09/11/2019

Saat memberikan sambutan dalam acara hari ulang tahun Partai Golkar di Jakarta, Presiden Jokowi (berdasarkan tafsir nyinyir) disebut menyindir Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh.

Ada yang menafsirkan apa yang disampaikan Jokowi adalah gaya orang Jawa yang sedang marah lantaran Paloh diam-diam (katanya) bersilaturahmi ke Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Maklumlah, PKS selama ini dianggap sebagai partai "busuk" pendukung khilafah yang pada Pilkada DKI Jakarta dan Pilpres 2019 doyan menyebar hoaks dan bermain-main dengan SARA.

Pertemuan Partai NasDem dengan PKS dianggap menganggu kekompakan partai koalisi yang sebelumnya sukses mengantarkan Jokowi ke Istana untuk kali kedua (2019-2024).

Oleh sebab itulah, begitu kesimp**an para "mendadak pakar", guyonan yang disampaikan Jokowi bukan sekadar guyonan atau sindiran biasa.

Bahkan ada yang menyarankan kepada Paloh agar tidak menganggap remeh "sindiran" Jokowi. Hehehehe, ini serius saran atau mengadu domba, sih?

Alamak, ada p**a yang bilang itu isyarat NasDem bakal dikeluarkan dari koalisi Jokowi, karena sudah kelewatan.

Apa sih sebenarnya yang dikatakan Jokowi?

"Para ketua umum partai yang hadir. Bapak Surya Paloh yang kalau kita lihat malam hari ini lebih cerah dari biasanya. Sehabis pertemuan beliau dengan Pak Sohibul Iman di PKS, saya tidak tahu maknanya tapi rangkulannya tidak biasa. Tidak pernah saya dirangkul seperti itu," kata Jokowi di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (6/11).

Ayolah kawan, kita jangan berpikir negatif kepada presiden kita Jokowi.

Masa sih, kita nggak kenal karakter presiden kita? Malam itu, Pak Jokowi tentu senang saat melihat Paloh yang selama ini mati-matian mendukungnya dalam Pilpres 2019, begitu cerah.

Seperti diakui Presiden Jokowi, ia sangat dekat dengan Paloh. Boleh jadi kalau bertemu dengan Paloh, Jokowi selalu melihat wajah Paloh layu, bersungut-sungut, apalagi kalau sedang membicarakan negara yang nggak pernah beres.

Siapa yang nyangka? Jangan-jangan Jokowi-lah yang minta Paloh agar mendekati PKS.

Jokowi orang Jawa. Kalau malam itu ia melihat wajah Paloh suntuk dan kusut, ia pasti tidak akan berkata seperti itu, apalagi menyindir Paloh yang konsistensinya berjuang demi NKRI tak bisa lagi diragukan.

Karena itu saya sependapat dengan Sekjen PDIP Hasto Kristanto yang memaknai kata-kata Jokowi bukan sebagai sindirian, tapi gojekan (guyonan) khas ala Pak Jokowi.

Tak percaya, lihat saja hari-hari ini, apa yang bakal dilakukan Jokowi dan Paloh.

Jangan-jangan banyak orang yang bakal semakin baper.

Penulis Gantyo Koespradono, Mantan Jurnalis Pemerhati Sosial Politik

15/10/2019

Jakarta, CNN Indonesia -- Bulan Oktober, menjadi bulan kanker payudara internasional. Di Indonesia, kanker payudara memang menjadi momok terbesar dengan angka kejadian 42 koma 1 per 100 ribu penduduk. Ya, namun ada banyak juga nih kisah inspiratif melawan kanker sehingga mampu hidup mandiri dan bahkan, produktif. Seperti yang dialami Wakil Ketua MPR terpilih, Rerie Lestari Moerdijat, yang ternyata seorang penyintas kanker. Rerie pun bercerita tentang perjuangannya melawan kanker dalam wawancara dengan produser lapangan Priskilla Dauhan berikut ini.

Sumber : CNN

06/10/2019

Selamat atas pelantikan Ibu Lestari Moerdijat sebagai satu-satunya perempuan yang menduduki jabatan Wakil Ketua MPR RI 2019-2024.







Address

Boyolali

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Nasdem Kabupaten Boyolali posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share