Bontang Bangkit

Bontang Bangkit Kump**an Warga Masyarakat Jogja divKota Bontang Kalimantan Sebelah Timur | Bangga Bontangers

09/10/2020
21/06/2017

Kejahatan sangat bersahabat dengan Hiruk Pikuk Keramaian.....
Selamat Lebaran
Waspadalah!!
note : Abaikan jilbabnya, Ini Murni Kejahatan


Via : Indungg Gunardi

20/10/2016

5. Gadis Bontang itu " Bontang Banget" Gadis Bontang sangat kreatif dan mempunyai bakat seni yang sangat tinggi. Berbagai wajah kalem dan cantik di jalanan kota bontang yang membuat Gadis Bontang terlihat “Bontang Banget”. Nah, sekarang udah tau kan keistimewaan Bontang dan gadis Bontang. Tak perlu…

Tak Kuhadiri Reuni, Sebab Aku Miskin Booming Facebook, Booming Reuni Ini semua gara-gara Facebook. Hebat betul media sos...
14/07/2016

Tak Kuhadiri Reuni, Sebab Aku Miskin

Booming Facebook, Booming Reuni Ini semua gara-gara Facebook. Hebat betul media sosial yang satu ini mempengaruhi bahkan mengubah hidup manusia.

Bayangkan saja, teman sekolah, teman sepermainan waktu kecil, mantan kekasih, mantan teman satu kantor, sanak saudara, yang sudah puluhan tahun tak berjumpa, yang kita pikir sudah hilang ditelan bumi, tiba-tiba dalam hitungan minggu atau bulan saja, sudah ditemukan, bahkan sudah bisa kontak lagi. Ini benar-benar sebuah keajaiban dunia maya !

Booming Facebook, diikuti dengan maraknya penyelenggaraan acara reuni, sebab pertemuan di dunia maya dirasa tak cukup lagi memuaskan rasa rindu pada teman di masa lalu. Beragam undangan reunipun berdatangan, dari reuni SD hingga reuni kantor.

Sayangnya tidak seluruh undangan reuni itu bisa kita hadiri karena berbagai alasan. Selalu ada perasaan yang sama manakala kita menghadiri acara reuni : perasaan bahagia ketika rindu terobati ,saat akhirnya dapat berjumpa lagi dengan sahabat tercinta yang telah hilang bertahun-tahun.

Rasa haru biru yang menyelinapi hati saat menyalami Bapak dan Ibu Guru yang sudah sepuh, juga suasana nostalgia yang begitu melenakan, yang membuat kita tak ingat umur, terlupa sejenak bahwa kita kini sudah menjadi orang tua.

Obrolan dan canda tawa yang terjalin, sangat menghanyutkan kita ke masa muda, saat kita masih sekolah dulu.

Ah asyiknya .. Tak menghadiri reuni sebab miskin Dalam sebuah kunjungan ke rumah famili saya di Bandung, saya terlibat obrolan serius dengan seorang kerabat dekat saya. Kerabat saya itu seorang laki-laki yang usianya lebih muda beberapa tahun dibawah usiaku.

Pekerjaan sehari-harinya adalah berjualan bensin eceran di sebuah kios kecil di pinggir jalan raya di kota Bandung. Sebut saja nama kerabatku itu Fahmi.

Dengan pekerjaan seperti itu, tentu saja Fahmi tidak bisa membuat keluarganya (istri dan ketiga anaknya ) hidup nyaman berkecukupan secara materi. Itu terlihat dari rumah beserta isinya yang sangat sederhana dan terkesan seadanya.

Dan disini, di atas sehelai karpet di ruang keluarga yang sempit, kami berbincang hangat tentang segala hal, maklum sudah lama tidak bertemu.

Kebetulan saya dan Fahmi satu sekolah saat di SD dulu. Kepada Fahmi saya menyampaikan rencana acara reuni akbar SD untuk semua angkatan yang akan dilaksanakan selepas Lebaran nanti.

Mendengar kabar itu, Fahmi hanya terdiam dan tampak tercenung. Tadinya saya tidak terlalu memperhatikan perubahan air mukanya.

Namun setelah mendengarkan kata-katanya, gantian sayalah yang tercenung cukup lama

" Aku tak akan menghadiri acara reuni dimanapun, sebab aku miskin "

Kata – kata yang keluar dari mulutnya terdengar begitu lirih dan sedih. Sayaterhenyak mendengarnya, namun sudah dapat menduga kelanjutan kalimatnya.

“ Aku malu pada teman-teman yang sudah kaya dan sukses “

“ Apa hubungannya reuni dengan kaya- miskin ?ayolah datang ! yang penting silaturahminya. Lagi p**a tak akan ada orang yang bertanya-tanya apakah kita ini kaya atau miskin ! “, bantahku.

Bantahan yang aku tahu terdengar sangat klise dan sangat naïf jika tidak dapat dikatakan bodoh. Fahmihanya tersenyum, menghela nafas, dan menggeleng.

“ Aku nggak akan datang “.Pembicaraan tentang reunipun berhenti sampai disitu, tak dilanjutkan lagi sampai saya dan suami pamit p**ang.

Pertanyaan - pertanyaan yang membuat rikuh ...

Apa yang pertama kali ditanyakan di acara reuni, saat pertama kali berjumpa dengan teman-teman yang sudah lama sekali tidak bertemu ?

apakah pertanyaan seputar : sekarang tinggal dimana ?

sudah married ?

anaknya sudah berapa ?.

Mungkin terdengar seperti pertanyaan biasa saja, basa-basi normal yang acap kali terlontar dalam setiap pergaulan.

Namun bahkan pertanyaan sesederhana itu menjadi sangat sensitif bagi sebagian orang yang (mohon maaf) belum mendapatkan jodohnya sementara usia semakin menua umpamanya, atau bagi pasangan yang belum mendapatkan keturunan padahal sudah bertahun-tahun menikah.

Jadi jangankan pertanyaan soal kaya atau miskin ( yang mana pertanyaan seperti ini mustahil dilontarkan dalam keadaan serius), perkara sudah menikah dan memiliki keturunan saja sudah cukup membuat sebagian orang enggan menghadiri acara reuni, karena merasa malu dan minder.

Katakanlah pertanyaan -pertanyaan standar sudah terlampaui, lalu masuklah kita pada pertanyaan berikutnya, yakni soal pendidikan, soal pekerjaan, soal karir, dsb. Nah disinlah letak permasalahannya.

Ketika pembicaraan sudah menyangkut masalah-masalah itu, akan ada teman-teman yang merasa sangat enggan untuk menjawab, karena merasa minder, sebab pendidikan dan pekerjaannya tak terlampau bergengsi, tak terlampau berkelas dan menghasilkan income yang besar untuk dibanggakan.

Beberapa teman lagi memilih menghindar dengan tidak menghadiri reuni, daripada harus menghadapi pertanyaan-pertanyaan serupa itu.

Kadang Reuni Memang menjadi Ajang Pamer (Ukuran Kesuksesan Kaum Hedonis : HARTA)

Saya tidak dalam kapasitas menilai acara-acara reuni yang sudah saya hadiri, karena saya sangat menghargai teman-teman yang sudah bersusah payah menyelenggarakan acara tersebut, dan sebab saya sangat menghormati teman-teman saya.

Lagi p**a semua acara reuni yang saya hadiri, jauh dari kesan hedonik. Namun di luar itu, kita melihat betapa banyak reuni yang digelar dengan sangat megah di hotel-hotel berbintang, dengan acara dan sajian makanan minuman serba mewah dan melimpah, lebih mirip sebuah pesta ketimbang reuni.

Oh ya tentu saja mereka yang hadir adalah orang-orang yang sudah sukses, sudah kaya raya, atau sudah menjadi pejabat atau tokoh ternama di negeri ini.

Terlihat dari penampilan mereka yang serba gemerlap , juga terlihat dari deretan mobil mewah yang terparkir di pelataran hotel, dengan petugas keamanan dan kepolisian berseliweran di sekitar area reuni.

Apakah mereka teman-teman kita ? ya tentu saja, mereka adalah teman-teman kita, teman sekolah kita. Bahkan mungkin saja mereka adalah teman sebangku kita, yang terbawa nasib menjadi orang yang sukses secara duniawi.

Perkara mereka telah terlihat bak penduduk negeri langit, jangan lupa sudah berapa masa kita tak berjumpa dengan mereka ? jangan lupa juga, waktu yang telah lama terlampaui membuat manusia berubah.

Tak hanya fisiknya, namun sifat dan karakternya pun bisa saja berganti.

Tak usah heran jika kemudian dalam kesempatan reuni, kita menemukan teman karib kita begitu membanggakan penampilannya yang serba wah, menceritakan dengan penuh semangat perawatan wajah yang dia jalani, tatkala teman-teman yang lain memuji kemulusan kulitnya.

Menceritakan dengan sumringah perjalanan-perjalanan bisnisnya ke kota-kota besar dunia , seraya mempermainkan tali tas Hermesnya yang berharga ratusan juta.

Jika sudah begini, tak ada gunanya kita membanggakan anak kita yang hafal 5 juz Al Quran, atau juara Olimpiade Fisika, atau rasa syukur karena anak kita diterima di perguruan tinggi negeri.

Tak ada manfaatnya, karena sama sekali bukan itu ukuran kesuksesan kaum hedonik.

Lebih banyak teman-teman yang kurang beruntung Lalu bagaimana dengan teman-teman yang belum sukses ?

bagaimana dengan teman-teman yang bekerja mencari nafkah membanting tulang menjual bensin eceran dan tambal ban seperti Fahmi ?

yang tinggal di rumah kontrakan terselip di pelosok gang sempit yang kumuh dan pengap ?

yang hanya memiliki kendaraan sepeda motor cicilan ?.

Apakah orang-orang seperti Fahmi akan memiliki cukup keberanian untuk hadir ke acara reuni semegah itu ?

Fahmi tidak berani, dan saya rasa banyak orang seperti Fahmi yang juga tak cukup memiliki nyali untuk melakukannya.

Saya sangat memaklumi perasaan Fahmi. Sebab bagi orang yang tidak mampu, pembicaraan tentang kelimpahan materi di antara teman yang sukses hanya akan melukai perasannya.

Fahmi mungkin tidak merasa iri dengan keberhasilan teman-temannya, tapi dia jelas merasa sedih.

Betapa tidak merasa sedih, jika dilihatnya teman-teman sepermainannya hidup serba berkecukupan, sementara dia serba berkekurangan ?

Saya jadi berpikir, pantas saja acara- acara reuni yang saya datangi, hanya dihadiri sebagian kecil saja dari jumlah keseluruhan yang tercatat dan seharusnya hadir.

Kemanakah gerangan teman-teman yang lain ? mengapa tidak ada kabar beritanya ?. Tadinya saya berpikir, mereka mungkin sibuk, atau terkendala jarak yang jauh.

Namun melihat Fahmi, saya jadi berpendapat lain.

Mungkin karena mereka yang tidak hadir itu memiliki alasan yang sama dengan Fahmi : merasa malu menghadiri reuni karena miskin.

Seharusnya persahabatan tidak terhalang status sosial Saya tetap merasa bersyukur, karena sebagian besar teman-teman saya tidak berkelakuan aneh, meski mereka telah sangat sukses dari segi materi dan status sosial di masyarakat.

Hanya segelintir saja yang bersikap sangat ajaib, kalau tidak bisa dibilang norak dan berlebihan dalam memamerkan kekayaannya. Mereka ini sangat tidak empatif terhadap orang-orang yang kesusahan.

Bagi orang yang memiliki kecerdasan sosial yang tinggi, harta sama sekali bukan ukuran kesuksesan, dan sama sekali bukan syarat bagi terjalinnya sebuah pertemanan.

Dari dulu sampai kapanpun, teman tetaplah teman, tak boleh ada yang menghalangi, apalagi hanya sekedar harta yang sifatnya sementara.

Saya hanya ingin mengatakan bahwa reuni tidak pernah salah. Yang salah adalah segelintir oknum hadirinnya. Hadirin yang berlagak jadi orang yang paling penting sedunia, yang bersikap mentang-mentang.

Orang-orang seperti inilah yang membuat teman-teman yang kurang beruntung, menjadi enggan hadir, dan menyebabkan tujuan reuni tidak tercapai.

Sementara pendapat saya bagi teman-teman yang enggan menghadiri reuni karena faktor ketiadaan harta, percayalah bahwa sebagian terbesar dari kami adalah orang-orang yang memandang persahabatan adalah sesuatu yang sangat bernilai dalam hidup kami.

Tak perlu malu menghadiri reuni hanya karena ketiadaan harta, karena kami tak peduli. Kami hanya rindu padamu, kami hanya ingin mendengar kabar, bahwa engkau tetap sehat dan penuh semangat dalam mengarungi kehidupan ini.

Kami hanya ingin berteman denganmu, selamanya. Selebihnya, tak penting lagi.

Salam sayang, Anni Share

Sumber : Like Bontang City

Selamat pagi rekan2 semua. Mau berbagi informasi, besok Pupuk Kaltim akan menggelar PASAR MURAH BUMN khusus untuk masyar...
23/06/2016

Selamat pagi rekan2 semua. Mau berbagi informasi, besok Pupuk Kaltim akan menggelar PASAR MURAH BUMN khusus untuk masyarakat di kecamatan Bontang Utara dan Bontang Barat di Gedung Kopkar Pupuk Kaltim. Syaratnya, harus bawa ktp dan bawa uang pas. Satu paket sembako yg dibeli hanya berlaku untuk satu orang, supaya adil dan banyak yg bisa dapat sembakonya yah.

Ada 2.000 paket sembako, harganya cuma 25 ribu loh per paket (dari harga 150rb per paket). Hasil penjualannya nanti mau disumbangkan ke beberapa rumah ibadah di sekitar Pupuk Kaltim.

Jangan lupa datang yah... Acaranya mulai jam 8 pagi sampe paketnya habis terjual. Hehe.. Semoga bisa membantu rekan2 semua dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari2 di bulan ramadhan dan menjelang Idul Fitri.

Via : Bontang City

LOWONGAN KERJA :Untuk penempatan di lokasi PKT, lamaran bisa melalui Disosnaker Kota Bontang.
18/05/2016

LOWONGAN KERJA :
Untuk penempatan di lokasi PKT, lamaran bisa melalui Disosnaker Kota Bontang.

12/01/2016

Celpi

😄😃😀😊😐😉😍😁
😘😚😨😙😜😒
😝😠😳😂

📱
😆/


Dari Bontang City

Unik, Alarm Ini Bangunkan Orang dengan BauPameran Consumer Electronics Show (CES) 2016 sudah terasa. Meski pameran tahun...
05/01/2016

Unik, Alarm Ini Bangunkan Orang dengan Bau

Pameran Consumer Electronics Show (CES) 2016 sudah terasa. Meski pameran tahunan itu bakal dibuka mulai 6 Januari 2015, tetapi sehari sebelum pembukaan sudah muncul dan ramai dengan berbagai teknologi yang dipamerkan.

Salah satu teknologi yang sudah pamer dalam menyambut CES 2016 adalah perangkat alarm untuk membangunkan orang dari tidurnya. Bedanya, jam alarm ini bukan memunculkan bunyi keras, atau bunyi nada tertentu untuk membangunkan orang dari tidur.

Dikutip dari Engadget, Selasa 5 Januari 2016, perangkat alarm unik itu adalah jam Sensorwake. Jam alarm ini bakal membangunkan orang dari tidur dengan merilis bau tertentu.

Menariknya Sensorwake ini menyediakan beragam pilihan bau favorit pengguna, sehingga diharapkan bisa merangsang orang yang tidur untuk segera bangun.

Pilihan baru yang tersedia di Sensorwake yaitu ocean, lush jungle, croissant, coffee, chocolate atau peppermint.

Penemuan ini merupakan hasil tangan dingin dari remaja Prancis bernama Guillaume Rolland. Remaja ini mengaku benci bangun bagi, makanya ia kemudian menciptakan jam alarm unik tersebut.

"Ini merupakan cara yang lebih personal dan bertahap untuk bangun," kata dia.

Ia mengklaim dari hasil uji coba, jam berbasis sensor bau itu punya tingkat kesuksesan 99 persen untuk membangunkan orang dari tidur.

Sensorware telah mendapatkan sokongan dana lebih dari US$200 ribu, atau Rp2,7 miliar dari kampanye penggalangan dana Kickstarter awal tahun lalu.

Saat ini, Sensorwake merupakan bagian dari program Google Success Engine yang merupakan program Google untuk mendanai perusahaan rintisan (startup) potensial.

Kini, Sensorwake masih dalam tahap produksi dengan menggandeng perusahaan wewangian asal Swiss, Givaudan untuk membuat bau yang berbeda di masa depan.

Kemungkinan, Sensorwake akan dijual dengan harga US$109, atau Rp1,5 juta dan akan dikapalkan pada Mei 2016.
Via : Bontang City

Bakal Meriah! Bontang Punya 4 Titik Perayaan Tahun BaruMalam pergantian tahun, Kamis (31/12)  ini di Kota Taman dipastik...
31/12/2015

Bakal Meriah! Bontang Punya 4 Titik Perayaan Tahun Baru

Malam pergantian tahun, Kamis (31/12) ini di Kota Taman dipastikan lebih meriah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Tercatat, terdapat 4 titik penyelenggaraan perayaan tahun baru. Belum lagi ditambah dengan band-band dan artis ibukota yang telah siap ‘memanaskan’ warga Bontang dengan aksi-aksi mereka.

Keempat titik penyelenggaraan tersebut diantaranya di Stadion Mulawarman dengan pihak penyelenggaran PT Pupuk Kalimantan Timur, kemudian Pemkot Bontang di Stadion Bessai Berinta (Lang-Lang), ada juga PT Badak NGL di Lapangan Town Center, dan Kenari Waterpark yang mengadakan di lokasinya sendiri.

Serunya lagi, keempat even ini memiliki konsep berbeda-berbeda satu dengan yang lain. PKT dengan konsep penggabungan HUT ke-38 dan perayaan tahun baru, Pemkot dengan pesta rakyatnya, Kenari Waterpark dengan pesta pelajar, dan Badak LNG. Semuanya berlomba menyuguhkan penampilan terbaik dari para pengisi acara yang rata-rata berasal dari ibukota. Band-band yang telah memiliki nama pun telah siap mengajak warga Bontang ‘bergoyang.’

Namun begitu, perayaan tahun baru ini juga bakal dipastikan keamanannya. Pasalnya, sebanyak 300 personil dari Polres Bontang siap amankan momen perayaan Tahun Baru 2016. 300 personil ini akan dibagi ke 3 titik keramaian. Ditambah lagi dari pihak Dishubkominfo dan Satpol PP.

Kapolres Bontang, AKBP Hendra Kurniawan melalui Kabags Ops AKP Ngadiman merincikan untuk acara Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang di Lapangan Bessai Berinta (Lang-lang) jumlah personil yang disiagakan sebanyak 141 personil dari Polres Bontang, 25 personil dari Dinas Perhubungan (Dishub) dan 25 personil dari Linmas. Sedangkan untuk acara di Stadion Mulawarman sebanyak 85 personil dari Polres Bontang, dan untuk acara di Lapangan Town Center sebanyak 74 personil kepolisian.

“Untuk di perusahaan, masing-masing ditambah 50 security dari perusahaan,” jelas Ngadiman saat ditemui di Polres Bontang, Rabu (30/12) kemarin.

Jumlah sekian, dikatakan Ngadiman merupakan anggota lain selain dari personil yang disiagakan untuk Operasi Lilin 2015. Untuk pos pengamanan selama Operasi Lilin pun terdapat 3 yakni di Terminal kilometer 6 dan Pelabuhan Umum Loktuan. Jumlah personilnya di pelabuhan sebanyak 13 personil dari Polres Bontang dan 5 personil dari Dishub Bontang, ditambah Orari dan Senkom masing-masing 5 personil.

Sama halnya dengan pos pengamanan di terminal kilometer 6. Untuk pos pelayanan terdapat 3 titik yakni di Tugu Selamat Datang Bontang, Tanah Datar Muara Badak dan Perangat Marangkayu. Masing-masing 6 dari Polres dan 5 personil dari Senkom dan Orari. Untuk tim medis, stand by di RSUD Bontang, tapi siap on call 24 jam, termasuk anggota dari Dinas PU, dan Pasukan Mencegah Kebakaran (PMK).
via : Prokal Bontang



www.piknikbontang.com

04/12/2015

Ada Yang Bilang Ini Video ***o

Meskipun Memang Iya....

18+ Video :-p Must watch & Share :D

Homestay Murah Di Bontang

"Little Town With Tons Memmories"
Butuh Penginapan Murah Bontang

WA : 081228801199
BBM : 7C304505

Twitter :
www.homestaybontang.com

Address

Kota Bontang
Bontang
75313

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Bontang Bangkit posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share