PKS Sumber Weringin

PKS Sumber Weringin 661463290590726 Piagam itu juga menghormati pluralitas dan merealisasikan Ukhuwwah Islamiyyah, Ukhuwwah Wathaniyyah dan Ukhuwwah Basyariyyah sekaligus.

Visi Indonesia yang dicita-citakan Partai Keadilan Sejahtera adalah:

Terwujudnya Masyarakat madani yang adil, sejahtera, dan bermartabat
Masyarakat Madani adalah masyarakat berperadaban tinggi dan maju yang berbasiskan pada: nilai-nilai, norma, hukum, moral yang ditopang oleh keimanan; menghormati pluralitas; bersikap terbuka dan demokratis; dan bergotong-royong menjaga kedaulatan Negara. Pengert

ian genuin dari masyarakat madani itu perlu dipadukan dengan konteks masyarakat Indonesia di masa kini yang merealisasikan Ukhuwwah Islamiyyah (ikatan keislaman), Ukhuwwah Wathaniyyah (ikatan kebangsaan) dan Ukhuwwah Basyariyyah (ikatan kemanusiaan), dalam bingkai NKRI. Perjuangan untuk mewujudkan masyarakat madani, baik secara struktural maupun kultural, sebagai bagian dari dakwah dalam maknanya yang historik, positif dan obyektif bagi umat Islam dalam bingkai NKRI adalah bagian dari upaya merealisasikan tujuan didirikannya PK Sejahtera sebagaimana dicantumkan dalam Anggaran Dasar PK Sejahtera. Masyarakat Madani sebagai warisan Sunnah Nabawiyah adalah komunitas yang hadir melalui perjuangan yang dipimpin langsung Rasulullah Saw dengan bingkai Piagam Madinah. Piagam Madinah diakui oleh para para pakar studi Islam dari kalangan Muslim atau Non-Muslim sebagai konstitusi tertua di dunia yang sangat modern dan menghadirkan fakta historis tentang pengelolaan negara berbasiskan pada prinsip hukum, moral, dan gotong-royong menjaga kedaulatan negara. Sebagai basis lain berdirinya Masyarakat Madani, Rasulullah telah menegaskan pentingnya melaksanakan nilai-nilai fundamental yang disampaikan secara terbuka, ketika pertama kali menginjakkan kaki di tanah Madinah sesudah hijrah dari kota Mekkah. Nilai-nilai itu bisa disebut sebagai “Manifesto berdirinya Masyarakat Madani” yang antara lain menetapkan: prinsip memanusiakan manusia dan melibatkan mereka secara keseluruhan dalam risalah dakwah, apapun latar belakangnya; ajakan untuk menyebarluaskan budaya hidup yang aman dan damai; mengokohkan sikap solidaritas sosial dan menguatkan semangat silaturrahim; serta mewujudkan manusia yang seutuhnya dengan menguatkan kedekatan kepada Allah Swt. Aktualisasi nilai-nilai fundamental itu menjadi dasar kehidupan bermasyarakat dan bernegara sangatlah positif, bahkan terbukti dalam sejarah Indonesia telah berhasil menggelorakan semangat umat Islam untuk terlibat aktif menghadirkan kebangkitan nasional dengan puncaknya Proklamasi Kemerdekaan NKRI (1945) dan selanjutnya hadir gelombang Reformasi (1998). Islam memang telah masuk ke Indonesia secara damai sejak abad pertama Hijriyah, dan berinteraksi secara dinamis, konstruktif dan positif dengan beragam realita yang sudah ada di Nusantara, baik ideologi, kultural, sosial budaya, profesi politik dan lainnya, dengan semangat agama dakwahnya yang Rahmatan Lil Alamiin, jadilah Islam sebagai agama yang menyebar di Seluruh Nusantara bahkan menjadi agama yang dianut oleh mayoritas bangsa Indonesia. Sejarah Indonesia pun telah mencatat berdirinya beragam kerajaankerajaan Islam dan hadirnya budaya dan tradisi ke-Islam-an yang tetap hidup dan bahkan menjadi kontribusi yang cerdas sampai hari ini sekalipun. Islamisasi secara kultural seperti tersebut di atas juga mempunyai pijakan historiknya dalam konteks Indonesia, seperti hadirnya wayang, batik, maupun ragam budaya yang diwariskan oleh para Wali Songo. Ia adalah pengejawantahan kongkret dari Syumuliyyatul Islam dan risalahnya yang Rahmatan Lil Alamin. Karenya agenda ini tentu tidak dimaksudkan untuk menghadirkan konflik budaya apalagi pembenaran terhadap stigma Islam yang dihub**gkan dengan ke-Arab-an apalagi terorisme. Sementara itu Islamisasi secara struktural dilakukan melalui jalur politik. Islam memang tidak dapat dipisahkan dari politik sebagai bentuk dari pengamalan Syuro, serta Amar Ma’ruf Nahi Munkar, memperjuangkan keadilan, mengkoreksi kezhaliman dan mendakwahkan amal sholeh. Politik berguna untuk mendekatkan perjuangan kaum Muslimin dalam menjalankan kehidupan serta mendakwahkan kebudayaannya serta solusi-solusi kreatif yang dimilikinya agar mereka dapat mewujudkan nilai-nilai Islami itu sesudah pada tingkat kehidupan individual, keluarga, agar ajaran agama dapat terwujud juga pada lingkungan masyarakat, organisasi bahkan pada penyelenggaraan kehidupan bernegara. Baik melalui aktifitas kontrol, maupun Legislasi dengan membuat undangundang, peraturan pemerintah maupun kebijakan publik lainnya. Dalam konteks ini maka pilihannya bukan negara Islam yang menerapkan Syariah atau negara sekuler yang menolak Syariah, tapi yang kita inginkan adalah negara Indonesia yang merealisasikan ajaran agama yang menghadirkan nilai-nilai kemanusiaan yang luhur dan universal, melalui perjuangan konstitusional dan demokratis, agar dapat hadirlah Masyarakat Madani yang dicitakan itu. Memisahkan umat Islam yang merupakan mayoritas penduduk Indonesia dari keterlibatan dalam kehidupan berpolitik dan bernegara adalah hal yang mustahil dan absurd bahkan ahistoric, bahkan tidak sesuai dengan prinsip dasar berdemokrasi konstitusional seperti yang tertera di dalam UUD NRI 1945. Karenanya wajar saja bila pada masa awal pembentukan NKRI ini, B**g Karno telah dengan tegas mempersilahkan umat Islam untuk memperjuangkan ideologi dan aspirasinya melalui lembaga Parlemen. Dan umat pun memang telah dan akan terus secara rasional-objektif-konstitusional berjuang melalui jalur politik sehingga dapat turut serta menghadirkan kemerdekaan Republik Indonesia, menggagalkan kudeta PKI yang akan menggantikan ideologi negara dengan Komunisme, dan kemudian turut menghadirkan era Reformasi dan lain-lain. Agar Masyarakat Madani dapat diwujudkan, dan karenanya umat pun dapat melaksanakan ajaran agama dan menghadirkan Syariah Islam yang Rahmatan Lil Alamin, sangat penting untuk merujuk pada faktor-faktor utama yang dulu menjadi pilar kokoh dan telah sukses menghadirkan Masyarakat Madani seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW yang secara positif dan konstruktif menerima dan menghormati asas pluralitas baik karena faktor suku, agama, asal-usul maupun profesi untuk disinergikan bagi hadirnya masyarakat yang saling menghormati, saling menguatkan, gotongroyong dan bersatu padu bela kedaulatan negara, menegakkan hukum, menjunjung moralitas, menghadirkan masyarakat yang dinamis dan bersemangat untuk ber-silaturrahim dan ber-ta’awun untuk mewujudkan Ukhuwwah Islamiyyah, Ukhuwwah Wathaniyyah dan Ukhuwwah Basyariyyah, kemudian mengaktualisasikannya dalam konteks Keindonesiaan kontemporer dengan segala peluang dan tantangannya. Karenanya perjuangan Islamisasi secara struktural tetap harus menghadirkan alternatif solusi yang lebih baik dan sikap adil dan bijaksana terhadap non-Muslim maupun yang berbeda latar organisasi politik dengan PK Sejahtera, serta mengacu pada prinsip konstitusional, proporsional dan demokratis, agar hadirlah hasil perjuangan yang betul-betul dapat merealisasikan cita-cita berdirinya NKRI dan hadirnya era Reformasi. PK Sejahtera sebagai Partai Dakwah akan berjuang secara konstitusional, baik dalam lingkup kultural maupun struktural, dengan memaksimalkan peran berpolitiknya demi terwujudnya Masyarakat Madani dalam bingkai NKRI. Caranya, dengan mempercepat realisasi target PK Sejahtera dari “partai kader” menjadi “partai kader berbasis massa yang kokoh”, agar dapat memberdayakan komponen mayoritas bangsa Indonesia, yaitu kalangan perempuan, generasi muda, petani, buruh, nelayan dan pedagang. Melalui musyarakah (partisipasi politik) yang aktif seperti itu akan hadir pemimpin negeri serta wakil rakyat yang betul-betul bersih, peduli dan profesional, sehingga bangsa dan rakyat Indonesia dapat menikmati karunia Allah berwujud NKRI yang maju dan makmur. Partisipasi politik secara sinergis dapat merealisasikan tugas ibadah, fungsi khalifah dan memakmurkan kehidupan, sehingga tampil kekuatan baru untuk membangun Indonesia menjadi negeri yang relijius, sejahtera, aman, adil, berdaulat dan bermartabat. Adil adalah kondisi dimana entitas dan kualitas kehidupan baik pembangunan politik, ekonomi, hukum, dan sosial-budaya ditempatkan secara proporsional dalam ukuran yang pas dan seimbang, tidak melewati batas. Itulah sikap moderat, suatu keseimbangan yang terhindar dari jebakan dua kutub ekstrem: mengurangi dan melebihi (ifrath dan tafrith). Islam memandang nilai keadilan dan HAM melekat dengan penciptaan manusia. Keadilan adalah nilai yang bersifat intrinsik, baik dalam struktur ataupun perilaku manusia. Tuhan Yang Mahakuasa menciptakan manusia dalam keadaan adil dan seimbang. Semenetara itu, Islam ditegaskan sebagai agama fitrah kemanusiaan. Situasi-situasi psikis dan sosiologis manusia, sesuai dengan fitrahnya, memerlukan nilai-nilai keadilan. Sebab, dengan tegaknya keadilan di tengah-tengah situasi kemanusiaannya, setiap individu dapat memerankan dirinya sebagai makhluk moral yang merdeka dalam memilih dan berkehendak. Selain itu, keadilan menjadi tonggak utama bangunan masyarakat, apapun agama dan keyakinan yang mereka anut. Wujud konkret nilai-nilai keadilan pada dalam aspek kemanusiaan adalah sikap "pertengahan" yang telah menjadi salah satu kekhususan umat Islam dan telah menjadi karakteristik metodologi Islam dalam menyelesaikan berbagai persoalan hidup. Para cendekiawan muslim melukiskan sikap itu dengan istilah moderasi, suatu keseimbangan yang terhindar dari jebakan dua kutub ekstrem. Keseimbangan hidup merupakan buah dari kemampuan seseorang dalam memenuhi tuntutan-tuntutan dasar seluruh dimensi dirinya (ruh, akal, dan jasad). Itulah pangkal kesejahteraan dalam maknanya yang sejati. Kesejahteraan paripurna akan melahirkan kebahagiaan hakiki. Itu sebabnya keseimbangan yang sempurna di antara kualitas-kualitas moral yang tampak bertentangan hanya mungkin diwujudkan dengan keadilan, sesuai dengan makna asasi keadilan ('adalah) yang berasal dari akar yang sama dengan kata keseimbangan (i`tidal). Oleh sebab itu, para ulama menegaskan nilai keadilan sebagai kebaikan yang paling sempurna. Posisi keadilan dalam kehidupan manusia dan alam semesta amat fundamental. Sebuah hadits Nabi Saw menyebutkan: ”Sesungguhnya orang-orang yang berbuat adil itu kelak di sisi Allah Swt berada di atas mimbar-mimbar cahaya. Yaitu, mereka yang bertindak adil dalam pemerintahan, terhadap keluarga, dan terhadap bawahan mereka.” Konsekuensinya, setiap ketidakadilan dan kezaliman harus dipandang sebagai tindakan dosa dan kejahatan terhadap manusia dan kemanusiaan. Kezaliman itu kegelapan, sedangkan keadilan itu cahaya. Maka, kewajiban menegakkan keadilan dan menumbangkan segala bentuk kezaliman, penindasan, sikap berlebih-lebihan, merugikan orang lain, kebencian, diskriminasi, dan kesewenang-wenangan harus menjadi bagian dari ideologi Islam. Semangat ini harus mewarnai setiap aksi dan menjadi pola perjuangan otentik manusia sepanjang sejarahnya. Manusia, baik secara individual maupun kolektif, bertanggungjawab menegakkan keadilan dalam seluruh dimensi kehidupan. Sejahtera secara standar berarti aman dan makmur. Aman adalah situasi kemanusiaan yang terbebas dari rasa takut, secara psikis sejahtera, sedangkan makmur adalah situasi kemanusiaan yang terbebas dari rasa lapar, secara fisik sejahtera. . Firman Allah Swt menegaskan, “Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezekinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)-nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; karena itu, Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat." (QS, al-Nahl 16: 112). Sejahtera mengarahkan pembangunan pada pemenuhan kebutuhan lahir dan batin, agar manusia dapat memfungsikan dirinya sebagai hamba dan khalifah Allah. Kesejahteraan tidak mencerminkan jumlah alat pemenuhan kebutuhan, tetapi keseimbangan antara kebutuhan dan sumber pemenuhannya. Kesejahteraan dalam artinya yang sejati adalah keseimbangan hidup yang merupakan buah dari kemampuan seseorang memenuhi tuntutan-tuntutan dasar seluruh dimensi dirinya (ruh, akal, dan jasad). Kesejahteraan seperti itu yang akan melahirkan kebahagiaan hakiki bagi bangsa Indonesia. Kesejahteraan menuntut pengelolaan ekonomi berbasis sektor riil yang menitikberatkan pada kesempatan berusaha di sektor riil bukan semata sektor finansial. Prinsip itu menyetarakan peran kapital (modal) dan usaha (buruh) serta berbasis ekonomi pasar yang memberi kesempatan berkompetisi secara adil. Ekonomi berkeadilan yang mencitakan kesejahteraan untuk semua warga akan terlepas dari penyimpangan moral (moral hazard) akibat tindak kezaliman terhadap sesama manusia maupun tindakan eksploitatif yang merusak alam. Hanya dengan sistem perekonomian yang berkeadilan terwujudnya pembangunan yang berkesinamb**gan (sustainable development) yang menjamin kesetaraan sosial (social equity), kelestarian lingkungan (environmental prudence), dan efisiensi ekonomi (economic efficiency). Semua itu tidak lain merupakan cita-cita bersama umat manusia sedunia (Our Common Future, World Comittee for Environment and Development, United Nation, 1987). Ekonomi yang maju ialah kondisi yang dibangun di atas kesadaran adanya misi peradaban untuk kesejahteraan manusia. Dalam konteks ini, keterpeliharaan moralitas manusia, baik secara individual maupun kolektif, keseimbangan kemajuan ekonomi, kemandirian, kesatuan ekonomi nasional, dan kelestarian alam semesta menjadi patokan utama pembangunan bangsa. Oleh karena itu, di tengah dinamika meraih kemajuan ekonomi, maka penyimpangan etika, perilaku eksploitatif, konsumtivisme, dan hedonistik-materialistik harus dapat diminimalisasi. Karena, pembangunan ditujukan bukan untuk kemajuan materi saja, melainkan juga demi tetap terpeliharanya sifat asasi dan martabat seluruh manusia. Pada titik itu, kemajuan ekonomi harus benarbenar dapat dinikmati oleh seluruh komponen bangsa, bahkan umat manusia, secara adil. Atas dasar itu perlu ditegakkan prinsip penyatuan moralitas dan etik dalam seluruh aktivitas ekonomi guna meminimalisasi, bahkan menghilangkan, berbagai bentuk kezaliman. Memprioritaskan kepentingan umum dan kemaslahatan bersama harus dilakukan di atas keuntungan pribadi dan kelompok, guna menjamin hak-hak ekonomi semua pihak dan menghindari dominasi satu pihak terhadap pihak lain. Pengutamaan ini harus menjadi kebijakan yang dipatuhi bersama. Bermartabat menuntut bangsa Indonesia untuk menempatkan dirinya sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Bangsa yang bermartabat adalah bangsa yang mampu menampilkan dirinya, baik dalam aspek sosial, politik, ekonomi, maupun budaya secara elegan sehingga memunculkan penghormatan dan kekaguman dari bangsa lain. Martabat muncul dari akhlak dan budi pekerti yang baik, mentalitas, etos kerja dan akhirnya bermuara pada produktivitas dan kreativitas. Kreativitas bangsa yang tinggi dapat mewujud dalam karya-karya adiluhung dalam berbagai bidang yang tak ternilai. Dari sana muncul rasa bangga pada diri sendiri dan penghormatan dari bangsa lain. Martabat memunculkan rasa percaya diri yang memungkinkan kita berdiri sama tegak, dan tidak didikte oleh bangsa lain. Untuk itu semua warga negara dapat mengambil peran dalam membangun negara sehingga menjadi masyarakat madani berdaya dan berkeadilan, masyarakat yang tidak mudah dipatronisasi oleh kekuatan manapun. Sebab, kehidupan sosial manusia di muka bumi akan lebih tertata dengan sistem sosial yang berkeadilan walau masih disertai suatu perbuatan dosa, daripada dengan sistem tirani yang zalim. Kewajiban individu untuk menegakkan keadilan harus dipandang sebagai prosedur regulatif bagi tindakan sosial dan etik, sehingga akhirnya menghasilkan keadilan sosial yang efek kebaikannya akan dirasakan bersama. Substansi keadilan sosial ialah terciptanya suatu masyarakat yang di dalamnya tidak ada lagi pihak yang dinafikan kebutuhan dasarnya. Setiap individu mendapat hak-hak sosialnya secara penuh dan utuh, memperoleh jaminan sosial secara proporsional, serta manfaat dari sumber-sumber daya alam dan kekayaan negara dapat dinikmati oleh semua elemen masyarakat. Dalam waktu yang sama ia harus melaksanakan segala sesuatu yang menjadi tanggungjawab sosialnya dalam rangka merealisasikan keadilan menyeluruh dalam kehidupan. Hak-hak ini merangkumi semua hak-hak individual dan sosial manusia Indonesia yang bermartabat. Tegaknya keadilan sosial akan mewujudkan masyarakat yang egaliter dan menghargai orang berdasarkan keutamaan dan prestasinya, bukan pada etnisitas, entitas, keturunan, dan faktor bawaan lainnya. Oleh sebab pluralitas kebudayaan merupakan realitas yang melekat dalam sebuah bangsa, masyarakat, atau komunitas, maka perlu kearifan dalam memandang dan menyikapnya. Islam mengajarkan kepada umatnya untuk berlaku adil kepada setiap komunitas atau bangsa dengan cara menghargai kebudayaannya. Dalam konteks Indonesia yang mayoritas penduduknya Muslim, maka secara budaya dan agama, Islam dapat tampil memberikan model masyarakat yang bisa mempertemukan nilai-nilai keislaman dengan pluralitas budaya lokal dan sekaligus aspirasi kemodernan dalam sebuah rumah besar bernama Indonesia. Hal itu mensyaratkan pandangan keagamaan yang lebih menekankan aspek substansial yang universal daripada simbolik, dan tumbuhnya sikap saling menghargai serta kearifan di kalangan masyarakat. Dalam kerangka itulah kita memandang dan menyikapi pluralitas kebudayaan hingga pada akhirnya dapat memperkaya kebudayaan nasional menjadi satu sistem yang indah, efektif, dan saling bersinergi. Pluralitas sebagai karunia Tuhan, baik itu terkait dengan ras, budaya maupun profesi, seharusnya dilihat sebagai suatu kekayaan yang patut dikelola dengan penuh keadilan bagi bangsa yang bermartabat. Semua itu adalah kondisi yang kita citakan sekaligus, kondisi kehidupan berdakwah yang diharapkan, yang bermuara pada terjaminnya manusia dalam memenuhi lima kebutuhan primer hidupnya, yakni perlindungan atas: agama, jiwa, akal, harta dan keturunan. Itulah masyarakat Indonesia yang relijius, masyarakat madani, yang seluruh komponennya bekerja sama dalam kebaikan, tolong-menolong dalam mensejahterakan masyarakat dan meningkatkan keimanan. Masyarakat yang adil, sejahtera dan bermartabat, yang melindungi warganya, mewujudkan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan turut menjaga ketertiban dunia. Suatu masyarakat dan bangsa yang dapat berdampingan sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia, masyarakat dengan budaya khas takwa. Indonesia yang kita citakan adalah masyarakat yang hidup penuh dengan kasih-sayang, yang muda menghormati yang tua, yang tua menghargai yang muda, lakilaki bahu membahu dengan perempuan, dalam pluralitas kebudayaan. Masyarakat madani merupakan model masyarakat berkeadilan, tatkala keragaman menjadi sumber dinamika bangsa. Para kritikus kreatif-konstruktif memenuhi parlemen, kaum profesional mengisi kabinet, dan orang-orang bijak yang pemberani menjaga benteng peradilan. Para pengusaha menjadi berkah bagi negara dan rakyat, demikian p**a para ulama, cendekiawan dan budayawan berdiri di garda depan peradaban bangsa. Prajurit dan perwira TNI dan Polri menjadi pengawal negara dan penjaga keamanan yang profesional, sebuah kekuatan yang menyebarkan rasa aman di hati rakyat tanpa harus kehilangan hak-hak politik yang wajar sebagai warga negara. Kalangan perempuan menjadi saudara kaum lelaki, yang mempunyai hak dan kewajiban yang sama sesuai dengan fitrahnya, dan bekerjasama secara setara bagi kemajuan bangsa. Kaum muda mempunyai peran strategis sebagai pelopor peradaban untuk perbaikan. Setiap kelompok mengembangkan budaya demokrasi produktif, berinteraksi secara positif dengan semangat kebersamaan dalam kerangka persatuan dan kesatuan bangsa. Kami mencitakan Indonesia menjadi negara kuat yang membawa misi rahmat keadilan bagi segenap umat manusia, agar bangsanya menjadi kontributor peradaban manusia dan buminya menjelma menjadi taman kehidupan yang tenteram dan damai. Misi yang diemban Partai Keadilan Sejahtera

Mempelopori reformasi sistem politik, pemerintahan dan birokrasi, peradilan, dan militer untuk berkomitmen terhadap penguatan demokrasi. Mendorong penyelenggaraan sistem ketatanegaraan yang sesuai dengan fungsi dan wewenang setiap lembaga agar terjadi proses saling mengawasi. Menumbuhkan kepemimpinan yang kuat, yang mempunyai kemampuan membangun solidaritas masyarakat untuk berpartisipasi dalam seluruh dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara, yang memiliki keunggulan moral, kepribadian, dan intelektualitas. Melanjutkan reformasi birokrasi dan lembaga peradilan dengan memperbaiki sistem rekrutmen dan pemberian sanksi-penghargaan, serta penataan jumlah pegawai negeri dan memfokuskannya pada posisi fungsional, untuk membangun birokrasi yang bersih, kredibel, dan efisien. Penegakan hukum yang diawali dengan membersihkan aparat penegaknya dari perilaku bermasalah dan koruptif. Mewujudkan kemandirian dan pemberdayaan industry pertahanan nasional. Mengembangkan otonomi daerah yang terkendali serta berorientasi pada semangat keadilan dan proporsionalitas melalui musyawarah dalam lembagalembaga kenegaraan di tingkat pusat, provinsi dan daerah. Menegaskan kembali sikap bebas dan aktif dalam mengupayakan stabilitas kawasan dan perdamaian dunia berdasarkan prinsip kesetaraan, saling menghormati, saling menguntungkan, dan penghormatan terhadap martabat kemanusiaan. Menggalang solidaritas dunia demi mendukung bangsa-bangsa yang tertindas dalam merebut kemerdekaannya. Mengentaskan kemiskinan, mengurangi pengangguran, dan meningkatkan kesejahteraan seluruh rakyat melalui strategi pemerataan pendapatan, pertumbuhan bernilai tambah tinggi, dan pembangunan berkelanjutan, yang dilaksanakan melalui langkah-langkah utama berupa pelipatgandaan produktifitas sektor pertanian, kehutanan, dan kelautan; peningkatan dayasaing industri nasional dgn pendalaman struktur & upgrading kemampuan teknologi; dan pembangunan sektor-sektor yang menjadi sumber pertumbuhan baru berbasis resources & knowledge. Semua itu dilaksanakan di atas landasan (filosofi) ekonomi egaliter yang akan menjamin kesetaraan atau valuasi yang sederajat antara (pemilik) modal dan (pelaku) usaha, dan menjamin pembatasan tindakan spekulasi, monopoli, dan segala bentuk kriminalitas ekonomi yang dilakukan oleh penguasa modal dan sumber-sumber ekonomi lain untuk menjamin terciptanya kesetaraan bagi seluruh pelaku usaha. Menuju pendidikan yang berkeadilan dengan memberikan kesempatan yang seluas-luasnya bagi seluruh rakyat Indonesia. Membangun sistem pendidikan nasional yang terpadu, komprehensif dan bermutu untuk menumbuhkan SDM yang berdaya saing tinggi serta guru yang professional dan sejahtera. Menuju sehat paripurna untuk semua kelompok warga, dengan visi sehat badan, mental spiritual, dan sosial sehingga dapat beribadah kepada Allah SWT untuk membangun bangsa dan negara; dengan cara mengoptimalkan anggaran kesehatan dan seluruh potensi untuk mendukung pelayanan kesehatan berkualitas. Mengembangkan seni dan budaya yang bersifat etis dan relijius sebagai faktor penentu dalam membentuk karakter bangsa yang tangguh, disiplin kuat, etos kerja kokoh, serta daya inovasi dan kreativitas tinggi. Terciptanya masyarakat sejahtera, melalui pemberdayaan masyarakat yang dapat mewadahi dan membantu proses pembangunan berkelanjutan. PK Sejahtera meyakini bahwa pembangunan merupakan hak sekaligus kewajiban masyarakat, bukan hanya negara. Karenanya pemberdayaan masyarakat, baik dalam aspek politis maupun ekonomis, akan mengantarkan rakyat pada posisi sejajar sebagai mitra pemerintah, yang duduk satu meja bersama-sama untuk mencapai situasi saling menguntungkan. PK Sejahtera memandang partisipasi total masyarakat madani, pengusaha, pemerintah serta kerjasama internasional, yang merupakan lintas komponen dan aktor, adalah sebuah keniscayaan dalam mengelola pembangunan. Semua itu dilaksanakan dalam kerangk yang bersifat integral, global dan universal menuju keadilan dan kesejahteraan. Sektor swasta adalah operator pembangunan utama, sementara pemerintah mengambil peran regulasi. Berbagai kekurangan di antara kedua sektor itu ditutupi oleh peran sektor ketiga, kelompok masyarakat madani yang berbasis kompetensi. Ketiga komponen negara ini adalah actor pembangunan nasional yang mesti bekerjasama secara egaliter tanpa ada upaya saling mendominasi. Dalam bingkai egalitarianisme, pemerintah sedapat mungkin mengambil fungsi minimalis menjadi fasilitator dan dinamisator melalui berbagai regulasi strategis. Pemerintah yang berkuasa sebagai entitas politik adalah produk dari amanat rakyat, karena itu tidak boleh menciderai amanat untuk melayani semua warga dari manapun afiliasi sosial-politiknya. Agar roda pembangunan yang digerakkan rakyat (sektor swasta dan sektor ketiga) dapat terlaksana dengan baik, maka pemerintah menyusun regulasi melalui seperangkat peraturan perundangan yang non-diskriminatif. Berbagai upaya, program dan kebijakan pemerintah secara prinsip adalah cerminan dari platform partai yang memenangkan Pemilu secara demokratis. Gambar 5-1. Pemerintah dalam rangka mewujudkan masyarakat yang adil,sejahtera dan bermartabat menjadi fasilitator dan dinamisator melaluiberbagai regulasi strategis. Sebagai wujud dari rasa tanggung-jawab politik PK Sejahtera bagi kehidupan bangsa dan negara, untuk turut serta berperan aktif sebagai bagian dari penyelesaian masalah bangsa, dalam rangka mewujudkan Indonesia yang adil, sejahtera dan bermartabat, sebagaimana yang dicitakan PK Sejahtera, maka disusunlah Platform Kebijakan Pembangunan PK Sejahtera sebagai arah dan pedoman perjuangan bagi kader dan sekaligus komitmen politik partai. Komitmen politik ini adalah konsepsi kebijakan pembangunan yang akan diperjuangkan PK Sejahtera. Dengan demikian menjadi jelas posisi Platform Kebijakan Pembangunan PK Sejahtera ini dengan peran sektor pemerintah dalam pembangunan melalui berbagai regulasi yang digulirkannya. Platform ini terdiri dari tiga bidang besar, yakni politik, perekonomian dan sosial-budaya yang saling terkait satu sama lain.

"Sang Titipan" oleh Salim A. Fillah“Ya Rasulallah”, demikian Ummu Sulaim bergegas menemui Sang Nabi ketika beliau tiba d...
20/08/2014

"Sang Titipan" oleh Salim A. Fillah

“Ya Rasulallah”, demikian Ummu Sulaim bergegas menemui Sang Nabi ketika beliau tiba di Madinah dalam hijrah, “Semua lelaki dan perempuan penduduk Yatsrib telah menghaturkan hadiah kepadamu. Namun aku sungguh tak memiliki apa-apa untuk dipersembahkan. Maka inilah putraku Anas ibn Malik. Bahagiakanlah kami dengan menjadikannya sebagai pelayanmu.”

Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi wa Sallam menerima wakaf Ummu Sulaim itu dengan berbahagia. Beliau jadikan Anas sebagai sebaik-baik khadam, dan beliau perlakukan Anas dengan sebaik-baik keadaban. “Sepuluh tahun aku berada di rumah Rasulullah”, ujar Anas kelak, “Dan tak pernah sama sekali beliau menegurku dengan kata-kata, ‘Mengapa kau berbuat ini?’ atau ‘Mengapa tak kaukerjakan itu?’”.

Sejatinya, Anas bukan hanya menjadi pelayan, namun juga seakan dialah putra kesayangan dan murid Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang paling dekat. “Kami melihat Anas ibn Malik seakan-akan dia adalah bayang-bayang Rasulullah yang mengikuti beliau ke manapun pergi”, demikian kesaksian beberapa sahabat. “Tak ada yang shalatnya lebih mirip Rasulullah”, begitu kata Abu Hurairah, “Daripada putra Ummu Sulaim.”

Demikianlah. Selama sepuluh tahun, detak-detik kehidupan Anas ibn Malik berdenyut dan berdentam bersama derasnya wahyu dan luhurnya nubuwwah.Detak dan detiknya adalah lapis-lapis keberkahan.

Betapa berbahagianya dia menerima doa Rasulullah, “Ya Allah panjangkanlah umurnya, perbanyaklah anak dan hartanya, serta berkahilah baginya di dalam kesemua itu.” Maka Anas hidup hingga usia seratus tahun atau lebih, sentausa di tengah keluarga besarnya, sejahtera dengan kecukupan yang penuh berkah.

Dan Anas tahu, di rumah Rasulullah itu dia menghirup udara yang amat berharga, berada di antara debu-debu yang sangat bernilai, dan mengeja detak-detik yang penuh dengan lapis-lapis keberkahan. Maka dia mengerahkan segenap indranya untuk mengambil ayat-ayat ilmu, titis-titis rizqi, dan gerak-gerak ‘amal dari Sang Nabi, mendekapnya bagai permata di dalam jiwa, menuangkannya sebagai daya bagi raga.

Adalah Anas ibn Malik mengumpulkan air bekas mandi Rasulullah, lalu mencampurkannya ke dalam air mandinya. Adalah Anas ibn Malik mengumpulkan keringat Rasulullah, dan mencampurkannya ke dalam minyak wangi yang dibalurkan ke sekujur badannya. Adalah Anas ibn Malik mengumpulkan rambut yang jatuh, gigi yang tanggal, dan benda-benda peninggalan Rasulullah dari sandal hingga surbannya, untuk kelak dia wasiatkan diikutsertakan dalam penguburan dirinya.

Tapi yang paling berkah dari itu semua adalah, bahwa dari Anas ibn Malik kelak, ummat ini berhutang 2286 hadits yang dia riwayatkan. Betapa berharga matanya yang menyaksikan, telinganya yang menyimak, dan akalnya yang memahami sepanjang detak-detik kebersamaannya dengan Rasulullah. Kini, tiap kali hadits-hadits itu ditulis, dihafal, diajarkan, dan diamalkan oleh ummat Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, Anas ibn Malik berhak atas pahala yang tak henti mengalir hingga hari kiamat.

Sang titipin, menjelma menjadi mata air ilmu dan samudra keberkahan.

Salim A. Fillah

 Mempertanyakan Nasionalisme ala PKSPKS adalah partai yang lahir di era reformasi. Di tengah krisis, partai yang di domi...
20/08/2014

Mempertanyakan Nasionalisme ala PKS

PKS adalah partai yang lahir di era reformasi. Di tengah krisis, partai yang di dominasi darah muda ini lahir dengan gagasan-gagasan yang mengkolaborasikan antara pendekatan agama dengan kebangsaan. Tak salah bila PKS hingga saat ini masih menggunakan Islam sebagai dasar partai.

Dalam kacamata saya, Islam sebagai landasan utama partai, secara sederhana bisa di artikan PKS ingin menempatkan Islam sebagai motivator dalam berkarya. Jika menggunakan Islam maka karya dan kerja mereka untuk bangsanya terhitung sebagai ibadah kepada Allah. Saya kira ini sumber militansi dan semangat kader-kader PKS.

Namun dengan dasar Islam ini justru banyak pihak meragukan Nasionalismenya. Bahkan ada tuduhan-tuduhan negatif bahwa PKS agar mengganti Pancasila dengan Dasar Islam. Sayapun prihatin dengan beberapa pihak yang menginginkan pembubaran partai dengan dasar Islam ini dengan alasan yang tidak begitu jelas. Karena sebenarnya Islam dan empat pilar kebangsaan adalah sesuatu yang tidak ada pertentangan di antaranya. Itulah yang saya pahami dari PKS, jika mereka mempertentangkannya tentu saja mereka tidak akan membuat sebuah partai.

Bagi saya Nasionalisme bukanlah sebuah teriakan NKRI harga mati, atau menempelkan dasar Pancasila sebagai dasar negara namun miskin pengamalan. Nasionalisme adalah pengamalan dan perjuangan, bukan slogan dan buka sila-sila yang di hafalkan. Betapa banyak partai politik dengan dasar Pancasila justru korup? Bukankah bangsa ini bisa merdeka bukan cuma karena teriakan merdeka, namun karena perjuangan para pahlawan ke medan laga dengan bertaruh nyawa. Nasionalisme adalah pengamalan b**g bukan slogan.

PKS telah berusaha mengamalkan dengan baik sila-sila di dalam Pancasila dan terbukti dalam budaya politiknya. Saya mencoba membedahnya satu persatu agar kita bisa menilai secara obyektif. PKS telah menerapkan arti Nasionalisme secara dari hal yang paling sederhana dengan pengamalan sila-sila dalam Pancasila.

Sila -1 : Ketuhanan Yang Maya Esa

Saya kira sila ini tidak perlu banyak di perdebatkan. PKS memiliki kaderisasi yang sangat matang bahkan dalam konteks keagamaan mereka. Kader-kader mereka menjalankan pembinaan agama dengan sangat baik bahkan di evaluasi di tingkat partai. Amalan ibadah mereka di evaluasi di setiap pekan bahkan di bebankan hafalan Qur'an. Bangsa ini di perjuangkan dengan darah-darah mujahid dengan teriakan takbir bukan?.

Sila -2 : Kemanusiaan Yang Adil dan Beradap

PKS sangat kental dengan kegiatan kemanusiaan, di mana ada bencana di situ PKS hadir. Kepedulian inilah yang membuat partai ini masih tetap eksis meskipun minim dana dan banyak serangan yang bertubi. Dari Baksos ke baksos PKS mendekati masyarakat dan menyelesaikan permasalahan mereka. Masuk di daerah-daerah pelosok di tengah bencana banjir disaat tim SAR terlambat datang adalah sebuah cerita yang sudah sering kita dengar. Kerja kemanusiaan PKS inilah yang membawa PKS mendapatkan suara mengejutkan di tahun 2004 dan sekarang banyak di tiru oleh banyak partai.

Sila -3 : Persatuan Indonesia

Jarang sekali terdengar perpecahan di internal PKS. Kader sangat solid dan kuat. friksi satu dua tentu saja ada di tengah perpolitikan Indonesia saat ini, tapi PKS bisa di bilang partai dengan kader paling solid nyaris tanpa friksi di internal partai. Itulah persatuan. Jika dalam satu berdera saja tidak bisa solid, bagaimana saat bersama dengan pihak lain yang berbeda bendera?.

Sila -4 : Sila Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.

Di tubuh PKS tidak di kenal "tuan besar" atau "nyonya besar" yang menguasai partai sehingga keputusannya menjadi mutlak. PKS menempatkan musyawarah sebagai penentu langkah politik mereka. Untuk itu PKS menggunakan majelis syuro sebagai majelis tertinggi dalam menentukan kebijakan-kebijakan penting. Seorang Anis Matta atau bahkan seorang Hilmi Aminudin tidak memiliki kekuatan apapun apabila tidak di dukung oleh kesepakatan musyawarah. Karena PKS adalah partai kader bukan layaknya perusahaan yang sahamnya di miliki oleh satu atau dua orang.

Sila -5 : Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

PKS sebagai partai kader telah membuktikan bahwa kader yang memiliki kekuatan utama bukan personal-personal. Partai bekerja dengan cara egaliter yang menempatkan musyawarah sebagai penguasa tertinggi. Semua memiliki hak dan kewajiban masing-masing yang harus di jaga.

Tentang kasus korupsi, memang PKS telah tidaklah bersih 100%. Bahkan Presiden PKS telah di vonis pengadilan meskipun masih sedang berproses untuk banding. Namun apabila kita baca statistik PKS adalah Partai yang lahir di Era Reformasi yang paling minim Korupsinya bahkan jika di bandingkan dengan partai-partai besar.

PKS Sebenarnya adalah Partai yang mengawali budaya kesederhanaan, jika di masa lalu anda pernah melihat buku berjudul "Bukan di Negeri Dongeng" anda akan diperlihatkan keajaiban yang pada saat itu sangat tidak mungkin terjadi. Bagaimana seorang anggota dewan pergi ke kantor hanya menggunakan motor buntut hingga di usir seorang tukang parkir dan banyak cerita lain. Sebenarnya hingga saat ini banyak anggota dewan yang hidup dalam kesederhanaan namun minim publikasi karena memang tidak dilakukan.

Tentu saja pemaparan ini hanya sedikit gambaran bagaimana partai ini mengamalkan Nasionalisme. Dan tentu saja akan banyak yang memperdebatkan dan mungkin tidak setuju dan mengangap ini hanyalah bualan. Tentu saja itu hak masing-masing untuk menilai. Tak apa, dalam momentum peringatan ulang tahun kemerdekaan RI yang ke 69 ini, Saya lebih memilih untuk mengatakan kepada mereka, jika anda mengaku lebih Nasionalis maka lakukanlah.

Arif Abu Musa
Politisi Jalanan Kota Semarang

*sumber: http://www.pkssemarang.org/2014/08/nasionalisme-ala-pks.html

type your description here.

Warga Gaza: Demi Allah, Orang Indonesia Sangat Mulia!Indonesia sangat pop**ar di Palestina, terlebih bagi warga kota Gaz...
20/08/2014

Warga Gaza: Demi Allah, Orang Indonesia Sangat Mulia!

Indonesia sangat pop**ar di Palestina, terlebih bagi warga kota Gaza. Bagi warga Gaza, bangsa Indonesia telah memberikan dukungan luar biasa bagi keberadaan mereka.

"Tadinya saya berpikir, hanya segelintir orang Gaza saja yang kenal Indonesia. Tetapi ternyata anggapan saya keliru. Banyak orang biasa yang ternyata mengenal Indonesia seperti mengenal keluarga mereka sendiri," tutur relawan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Muhamad Faiz (Senin, 18/8), seperti diberitakan Rakyat Merdeka Online.

Faiz adalah salah satu relawan ACT yang pernah bertugas ke Gaza tahun 2012. Saat itu Faiz membawa misi mendistribusikan bantuan kemanusiaan untuk warga Kota Gaza. Salah satu pengalaman mengesankan adalah ketika Faiz bertemu warga Gaza biasa yang ternyata sangat mengenal Indonesia.

"Antum (kamu) orang Indonesia?" kata Faiz menuturkan ucapan seorang warga Gaza yang bertanya kepadanya. Tentu saja Faiz membenarkan.

"Demi Allah, orang Indonesia sangat mulia!" seru orang Gaza itu, yang disambut agak kaget oleh pujian orang tersebut.
Faiz menanyakan alasannya mengapa dia berpendapat demikian. "Mungkin bantuan yang diberikan bangsa Indonesia tidak banyak (secara materi), namun kami sangat termotivasi oleh kedatangan saudara-saudara dari Indonesia," terang orang tersebut memberi alasan dalam bahasa Arab.

Faiz menerangkan, dukungan Indonesia paling penting bagi Palestina, berdasarkan informasi dari orang tersebut, adalah dukungan spiritual.

"Bangsa Indonesia adalah yang paling rajin hadir secara fisik di tanah kami, paling rajin mendoakan kami, dan paling depan membela kami. Kehadiran kalian membuat eksistensi kami merasa diakui," kata warga Gaza itu kepada Faiz.

PIYUNGAN ONLINE Jumat, 21 Februari 2014 HIKMAH, Renungan, Zulfi AkmalPemberian Yang MembahagiakanSeorang Syekh yang alim...
19/08/2014

PIYUNGAN ONLINE Jumat, 21 Februari 2014 HIKMAH, Renungan, Zulfi Akmal
Pemberian Yang Membahagiakan

Seorang Syekh yang alim lagi berjalan-jalan santai bersama salah seorang di antara murid-muridnya di sebuah taman.

Di tengah-tengah asyik berjalan sambil bercerita, keduanya melihat sepasang sepatu yang sudah usang lagi lusuh. Mereka berdua yakin kalau itu adalah sepatu milik pekerja kebun yang bertugas di sana, yang sebentar lagi akan segera menyelesaikan pekerjaannya.

Sang murid melihat kepada syekhnya sambil berujar: “Bagaimana kalau kita candai tukang kebun ini dengan menyembunyikan sepatunya, kemudian kita bersembunyi di belakang pohon-pohon? Nanti ketika dia datang untuk memakai sepatunya kembali, ia akan kehilangannya. Kita lihat bagaimana dia kaget dan cemas!”

Syekh yang alim dan bijak itu menjawab: “Ananda, tidak pantas kita menghibur diri dengan mengorbankan orang miskin. Kamu kan seorang yang kaya, dan kamu bisa saja menambah kebahagiaan untuk dirinya. Sekarang kamu coba memasukkan beberapa lembar uang kertas ke dalam sepatunya, kemudian kamu saksikan bagaimana respon dari tukang kebun miskin itu”.

Sang murid sangat takjub dengan usulan gurunya. Dia langsung saja berjalan dan memasukkan beberapa lembar uang ke dalam sepatu tukang kebun itu. Setelah itu ia bersembunyi di balik semak-semak bersama gurunya sambil mengintip apa yang akan terjadi dengan tukang kebun.

Tidak beberapa lama datanglah pekerja miskin itu sambil mengibas-ngibaskan kotoran dari pakaiannya. Dia berjalan menuju tempat sepatunya ia tinggalkan sebelum bekerja. Ketika ia mulai memasukkan kakinya ke dalam sepatu, ia menjadi terperanjat, karena ada sesuatu di dalamnya. Saat ia keluarkan ternyata…....uang.

Dia memeriksa sepatu yang satunya lagi, ternyata juga berisi uang.

Dia memandangi uang itu berulang-ulang, seolah-olah ia tidak percaya dengan penglihatannya.

Setelah ia memutar pandangannya ke segala penjuru ia tidak melihat seorangpun.

Selanjutnya ia memasukkan uang itu ke dalam sakunya, lalu ia berlutut sambil melihat ke langit dan menangis. Dia berteriak dengan suara tinggi, seolah-olah ia bicara kepada Allah:

“Aku bersyukur kepada-Mu wahai Tuhan. Wahai Yang Maha Tahu bahwa istriku lagi sakit dan anak-anakku lagi kelaparan. Mereka belum mendapatkan makanan hari ini. Engkau telah menyelamatkanku, anak-anak dan istriku dari celaka”.

Dia terus menangis dalam waktu cukup lama sambil memandangi langit sebagai ungkapan rasa syukurnya atas karunia dari Allah Yang Maha Pemurah.

Sang murid sangat terharu dengan pemandangan yang ia lihat di balik persembunyiannya. Air matanya meleleh tanpa dapat ia bendung.

Ketika itu Syekh yang bijak tersebut memasukkan pelajaran kepada muridnya:

“Bukankah sekarang kamu merasakan kebahagiaan yang lebih dari pada kamu melakukan usulan pertama dengan menyembunyikan sepatu tukang kebun miskin itu?”

Sang murid menjawab:

“Aku sudah mendapatkan pelajaran yang tidak akan mungkin aku lupakan seumur hidupku. Sekarang aku baru paham makna kalimat yang dulu belum aku pahami sepanjang hidupku: “Ketika kamu memberi kamu akan mendapatkan kebahagiaan yang lebih banyak dari pada kamu mengambil”.

Sang guru melanjutkan pelajarannya.

Dan sekarang ketahuilah bahwa pemberian itu bermacam-macam:

- Memaafkan kesalahan orang di saat mampu melakukan balas dendam adalah suatu pemberian.
- Mendo’akan temanmu di belakangnya (tanpa sepengatahuannya) itu adalah suatu pemberian.
- Berusaha berbaik sangka dan menghilangkan prasangka buruk darinya juga suatu pemberian.
- Menahan diri dari membicarakan aib saudaramu di belakangnya adalah pemberian lagi.

Ini semua adalah pemberian, supaya kesempatan memberi tidak dimonopoli oleh orang-orang kaya saja.

Jadikanlah semua ini pelajaran, wahai ananda!

*by Zulfi Akmal
Al-Azhar Cairo

Anis Matta: "Umat Islam akan terus menjadi pilar NKRI"*Kultwit (17/8/2014)Alhamdulillah, Indonesia sebagai nation-state ...
18/08/2014

Anis Matta: "Umat Islam akan terus menjadi pilar NKRI"

*Kultwit
(17/8/2014)

Alhamdulillah, Indonesia sebagai nation-state yang berdaulat mencapai usia ke-69 hari ini..

Indonesia awalnya adalah cita2, berubah menjadi identitas, kemudian menjadi entitas politik..

Untuk apa menjadi entitas politik? Untuk mewujudkan kehidupan sebagai bangsa yang merdeka, berdaulat dan berkeadilan..

Peringatan tahun ini jadi istimewa karena kita baru saja melewati tonggak proses demokrasi: pemilihan umum legislatif dan pemilihan presiden..

Kita baru saja melewati satu periode presidensial penuh secara konstitusional (2 x 5 thn) tanpa ancaman demokrasi..

Demokrasi yang makin matang ini harus jadi modal mewujudkan kesejahteraan.. Apalagi ada bonus demografi menunggu kita..

Kita akan merealisasikan bonus demokrasi dan bonus demografi dalam dekade yang akan datang.. Dengan modal itu, cita2 kemerdekaan akan dapat kita wujudkan..

Bonus demografi di alam demokrasi bagai bibit unggul yang tumbuh di tanah yg subur.. Kita harus menjaganya dari hama dan penyakit..

Komitmen kita terhadap demokrasi akan memastikan bibit unggul itu tumbuh menjadi pohon yang kokoh dan buah yang manis..

Itu yang menjadi janji kita kepada generasi yang akan datang.. Seperti janji para "founding fathers" bahwa kemerdekaan adalah jembatan emas menuju kemakmuran..

Tadi pagi (17/8/2014), ketika memperingati detik2 kemerdekaan bersama Koalisi Merah Putih, saya merasakan komitmen dan semangat janji kemerdekaan itu..

Juga malam ini, di acara muhasabah kemerdekaan RI yang dilaksanakan MUI.. Umat Islam akan terus menjadi pilar NKRI, bersama semua elemen bangsa..

Semoga Allah meridhoi perjalanan negara-bangsa Indonesia ke depan..

Kobarkan semangat Indonesia!!

Gaza Simbol Perlawanan dan KehormatanSampulnya sungguh menarik dan sudah bisa menggambarkan isi buku berjudul GAZA Simbo...
18/08/2014

Gaza Simbol Perlawanan dan Kehormatan

Sampulnya sungguh menarik dan sudah bisa menggambarkan isi buku berjudul GAZA Simbol Perlawanan dan Kehormatan.

Di sana tergambar ilustrasi mendiang pendiri sekaligus pemimpin spiritual Hamas Syeikh Ahmad Yasin tengah menyaksikan anak-anak Palestina dari generasi sekarang tengah menjalani latihan militer, termasuk cara menculik tentara Israel.

Sampul itu juga menunjukkan isi buku menarik dan perlu dibaca bagi siapa saja ingin mengetahui soal Jalur gaza, Hamas, dan konflik Palestina-Israel. Apalagi, penulis menyajikan cerita dengan cara bertutur dan enak dibaca. Makin menggugah untuk membaca buku ini lantaran dilengkapi foto eksklusif dan berwarna serta infografik.

Buku ini menggambarkan p**a betapa penulis sudah lama dan konsisten memusatkan perhatian pada isu Palestina-Israel. isitmewanya lagi, penulis bukan saja melihat persoalan itu dari luar, namun dia juga masuk ke dalam jaringan dan berhub**gan akrab dengan para pentolan Hamas.

Dibuka dengan Lika Liku menembus Gaza, penulis menggambarkan terowongan yang dia lewati saat menyeberang dari Mesir ke Gaza di perbatasan Rafah. Jalur-jalur bawah tanah itu adalah sebuah perlintasan vital sejak Israel memblokade Gaza.

Penulis lalu mengajak pembaca seolah sudah tiba di Gaza. Dia menjelaskan secara rinci seperti apa kehidupan penduduk Gaza terbelit derita.

Lantas pembaca diajak berkenalan dengan pentolan hamas, baik yang sudah wafat atau masih hidup. Di bab ini penulis ingin menunjukkan dia bukan sekadar orang luar punya perhatian terhadap isu palestina, tapi juga dia memiliki hub**gan dekat dengan sejumlah tokoh Hamas memerintah di Gaza.

Penulis kemudian bercerita soal sejarah Hamas lahir dari intifadah kedua sampai kondisi terakhir di masa kini. Hingga akhirnya penulis menutup buku ini dengan bab berjudul Masa Depan Gaza. Di sini penulis menyajikan analisa mendalam dan tajam soal lima faktor bisa mempengaruhi masa depan Gaza, yakni komitmen dan soliditas Hamas, rekonsiliasi nasional, blokade Israel, sokongan Mesir dan Iran, perubahan tatanan global.

Akhirnya setelah membaca seluruh isi buku, kita bisa memahami Gaza memiliki posisi penting sekaligus terhormat bagi bangsa Palestina. Gaza selalu menjadi simbol perlawanan dan kehormatan.

Kesimp**an satu lagi adalah Hamas merupakan organisasi perjuangan bukan kelompok teroris seperti dicap Israel dan negara-negara Barat. Hamas ingin membebaskan bangsa dan wilayah palestina dari penjajahan Zionis. Mereka percaya perlawanan bersenjata adalah cara satu-satunya menjadi Palestina negara merdeka.[]

Melahirkan Para Tokoh dari Rahim TarbiyahOleh Rivai HutapeaSidang  yang membahas tentang kecurangan Pilpres 2014 lalu, m...
18/08/2014

Melahirkan Para Tokoh dari Rahim Tarbiyah

Oleh Rivai Hutapea

Sidang yang membahas tentang kecurangan Pilpres 2014 lalu, masih dibahas oleh para Hakim Konstitusi di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK). Rencananya, jika tidak ada halangan apa pun, Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) akan menyampaikan keputusannya pada hari Rabu (20/8) akan datang. Kita berharap semoga para hakim mahkamah konstitusi benar-benar memutuskan perkara ini dengan langsung ke arah jantungnya.

Dengan kata lain, tidak hanya berhenti kepada hal-hal yang bersifat kuantitatif atau perhitungan angka-angka saja, namun lebih dalam lagi menyentuh ke hal yang sangat substantif yang diperkarakan oleh pemohon. Sehingga melalui keputusan yang substantif itu, keputusan hakim MK benar-benar akan memberikan rasa keadilan dan yang lebih penting juga tidak ada yang akan melanggar aturan konstitusi yang berlaku. Dan sebagai kader dakwah yang terlibat langsung dalam pilpres ini, tugas kita adalah terus mengawal proses ini sampai tuntas.

Sambil terus mengawal proses ini, banyak ibroh atau pelajaran yang dapat para kader dakwah ambil dari proses Pilpres 2014 ini. Satu dari sekian pelajaran itu adalah urgennya dakwah ini melahirkan banyak tokoh di masyarakat atau dengan lain perkataan sangat penting bagi dakwah melakukan dan merekayasa penokohan para kadernya di masyarakat.

Rekayasa penokohan kader dakwah di masyarakat ini setidaknya memiliki dua kepentingan besar. Pertama, untuk mentransformasi nilai-nilai dakwah sehingga nilai-nilai Islam dapat menyebar luas hingga ke kalangan akar rumput. Sejak lama dalam kultur masyarakat, kepatuhan kepada pemimpin atau tokoh masih sangat dipegang kuat oleh masyarakat Indonesia. Dengan ketokohan yang dipunyainya, kader dakwah dapat meningkatkan keshalihan dan ketakwaan masyarakat kepada Allah SWT.

Hal ini dimungkinkan karena misi dan visi para tokoh dakwah tidak sebatas duniawi belaka, tapi juga jauh ke depan yang bersifat ukhrawi. Tak hanya itu, dengan posisi yang khas di tengah masyarakat, para tokoh dakwah juga berkesempatan luas untuk menciptakan keadilan dan kesejahteraan secara merata ke seluruh masyarakat.

Kedua, melalui tokoh-tokoh dakwah yang duduk di perangkat desa ini (Lurah, RW, RT, LMK dll), dukungan warga kepada partai dakwah semakin luas dan lebar. Warga Indonesia adalah masyarakat yang tidaklah bodoh alias cerdas. Mereka tentunya sangat memperhatikan tingkah laku dan perbuatan aparat pemerintah, baik di tingkat pusat sampai tingkat desa. Para tokoh dakwah yang dapat secara riil memberikan manfaat, keadilan dan kesejahteraan, dalam pengertian yang luas, baik manfaat materi dan ruhani, otomatis akan selalu mendapat dukungan untuk terus memerintah. Secara konstitusional, masyarakat akan menjatuhkan pilihan politiknya saat Pemilu ke partai dakwah (PKS).

Para kader, partai dakwah ini seharusnya dapat mencontoh Erdogan dengan partainya yang kembali mendapat kepercayaan penuh dari masyarakat untuk kesekian kalinya memerintah di Turki. Hal ini tak lain karena kiprah dan kerja-kerja kabinet Erdogan, tokoh dakwah Turki ini, benar-benar nyata di mata
masyarakat Turki.

Pertanyaan besarnya saat ini adalah dari mana kita mulai melahirkan para tokoh dari kalangan kader dakwah ini? Banyak cara menuju Roma, demikian bunyi sebuah ungkapan. Begitu p**a tentunya banyak cara juga melahirkan para tokoh dari kader dakwah ini. Salah satu caranya menempatkan para kader dakwah di pos-pos penting di perangkat desa, mulai dari RT, RW, LMK, Lurah dan lainnya.

Sesuai dengan visi misi yang dianut dakwah, mendekatkan diri kepada Allah SWT, meningkatkan ketakwaan kepada-Nya, menyebarkan fikrah dan nilai-nilai Islam ke masyarakat dan menciptakan keadilan dan kesejahteraan warga, maka hukumnya “wajib” bagi para kader dakwah menduduki pos-pos penting di perangkat desa tersebut. Jika koridor visi misi ini yang dijalani oleh para kader dakwah ketika menduduki pos-pos penting di pemerintahan desa ini, dalam pandangan penulis yang sempit ini, maka perjuangan para kader dakwah untuk merebut pos-pos tersebut masuk dalam kategori jihad fisabilillah, yang setiap pikiran, langkah dan tingkah lakunya insya Allah akan bernilai ibadah di sisi Allah SWT.

Jika dilihat dari sisi skill, maka masukknya para kader dakwah di pos-pos penting di perangkat desa, seperti RT, RW, lurah, LMK dan lainnya, bagian dari proses pembelajaran yang berharga bagi para kader, khususnya dalam hal praktek kepemerintahan. Dan yang lebih urgen dari sekadar itu adalah kesempatan para kader untuk berkiprah di pemerintahan desa sebagai proses implementasi nilai-nilai Islam yang dicontohkan oleh Rasulullah Muhammad Saw dan para sahabat beliau dalam rangka pelayanan kepada masyarakat.

Penulis memiliki seorang sahabat kader dakwah yang saat ini menduduki posisi RT di suatu RT di Jakarta. Menurut pengakuannya, awal dipilih menjadi ketua RT, ia tidak tahu apa-apa, bingung dan kebayang pekerjaannya akan sulit dan ribet. Namun, setelah dijalani dengan amanah, ternyata menjadi RT tidak susah-susah amat. Bahkan, saat ini ia mengaku enjoy dan menikmati menjadi ketua RT karena ia dan keluarga memiliki peluang untuk berdakwah lebih riil lagi ke masyarakat, khususnya kepada warga yang menjadi lingkup tanggung jawabnya.

Terkait dengan ini, penulis mendengar pekan-pekan ini akan terjadi pergantian LMK se kecamatan di seluruh provinsi Jakarta. Setelah itu, kemungkinan p**a akan terjadi penggantian ketua RT, RW dan Lurah di seluruh Jakarta dan Indonesia. Jika mengacu dari keterangan di atas, maka inilah saatnya bagi para kader dakwah untuk merebut pos-pos penting di perangkat desa tersebut untuk kemaslahatan dakwah dan kejayaan Islam di negeri ini.

Cara lainnya untuk melahirkan para tokoh dari rahim kader dakwah adalah dengan mendirikan banyak lembaga sosial kemasyarakatan dan para kader dakwah dapat eksis dan berkiprah secara nyata di lembaga-lembaga tersebut. Lembaga-lembaga itu tentu banyak macam dan bentuknya, mulai dari lembaga yang konsep ke bidang sosial, keuangan, keagamaan, kesehatan, pendidikan dan lainnya.

Dilihat dari potensi kader dakwah, salah satu lembaga yang potensial untuk didirikan secara massif di seluruh desa adalah Perkampungan Tahfidz Qur’an atau Perkampungan Qur’an. Di sini para kader dakwah mengajari masyarakat di berbagi levelnya, anak-anak, remaja dan orangtua tajwid, tahfidz qur’an hingga pemahaman keislaman.

Pertanyaannya mengapa lembaga Qur’an atau perkampungan Qur’an? Jawabannya simpel sekali. Karena al-Qur’an diterima oleh seluruh masyarakat, khususnya umat Islam tanpa memandang fiqih yang dianut. Melalui perkampungan tahfidz Qur’an ini, para kader dapat masuk ke masyarakat tanpa mendapat pertentangan yang keras dari warga. Selain juga mengajari umat Islam dan al-Qur’an ini p**a pekerjaan utama para kader dakwah.

Pemilu 2020 akan datang memang masih lima tahun lagi. Namun, proyeksi, target, capaian dan kerja dakwah tidak harus menunggu lima tahun lagi. Atau dengan lain perkataan jika dakwah ini meraih kesuksesannya di 2020 akan datang, maka langkah awal yang potensial untuk dijalani adalah melahirkan banyak tokoh dari rahim dakwah. Dan salah satu pintu untuk melahirkan para tokoh dari rahim kader tersebut adalah dengan menempatkan para kader di pos-pos penting di perangkat desa, seperti RT, RW, Lurah, LMK, PKK dan lainnya mulai saat ini. Jika ini dilakukan, atas izin-Nya, 2020 dakwah akan meraih kemenangannya. Amin.

Kader PKS, Belajarlah Pada PramugariSepanjang pengamatan saya, hal yang paling banyak dijadikan sebagai tamsil oleh Pres...
18/08/2014

Kader PKS, Belajarlah Pada Pramugari

Sepanjang pengamatan saya, hal yang paling banyak dijadikan sebagai tamsil oleh Presiden PKS, M. Anis Matta adalah PKS selalu diidentikkan dengan pesawat terbang. Ya, ada beberapa target yang menjadi fokus Presiden PKS saat menyandingkan organisasi (Haikal/tanzhim/Haiah) PKS dengan konstruksi pesawat. Istilah-istilah di dunia dirgantara nampak mentereng; take off, landing, turbulensi, cuaca cerah/berawan, bahkan ketepatan waktu.

Namun yang belum tersentuh oleh dialektika dan taujih-taujih Presiden PKS adalah, masalah pelayanan paripurna yang dilakukan kru pesawat dari mulai pilot, pramugara/i, hingga petugas di landasan.

Coba perhatikan, pilot dan copilot selalu standby dalam kokpit pesawat. Sebelum penumpang naik, ia lakukan berulang kali chek and rechek terhadap kondisi pesawat dari segala unsur. Perhatikan p**a petugas darat di landasan. Semua memastikan, kondisi pesawat fit dan sesuai alat ukur yang berlaku. Tidak ada pilot copilot yang jalan-jalan, datang terlambat, pun demikian sama dengan petugas di lapangan. Semua memposisikan pesawat sebagai asset paling berharga. Berkaitan dengan masa depan organisasi, selain tentunya keselamatan penumpang dan target ke tujuan.

Hal yang sama dilakukan seluruh kru pesawat. Selain standby di pesawat dan memastikan kerapihan, kebersihan, dan kenyamanan di dalam pesawat. Ternyata, seluruh kru pramugara/i sudah dilatih untuk memberi servis atau pelayanan terbaik untuk para penumpang pesawat yang mereka awaki.

Selama saya menaiki pesawat dengan rute internasional. Saya hampir tidak menemukan wajah-wajah lesu apalagi suram yang tersemburat. Semua menampilkan keceriaan, menyambut semua penumpang tanpa pilih kasih dengan hamparan senyum segar. Mereka tak peduli, penumpang itu tampilannya seperti apa, datang dari mana, sukunya apa, bahasa yang sehari-hari digunakan apa. Pokoknya, ketika semua sudah siap bayar tiket dan siap bergab**g menempuh perjalanan yang ditentukan. Semua disambut welcome! ahlan wasahlan! wilujeng sumping! sugeng rawuh!

Paling tidak, ada karakter positif yang bisa ditiru dari manual activity pramugara/i:

Pertama: Sebelum take off atau dalam keadaan pesawat terguncang, pramugara/i tak kenal lelah mengingatkan agar seluruh penumpang mengenakan sabuk pengaman, menyimpan barang di atas bagasi, meluruskan sandaran kursi, melipat meja. Jika darurat terjadi, harus siap-siap meraih oksigen dan tentunya semua harus memahami dan membaca buku petunjuk keselamatan.

Kedua: Di saat sukses take off, semua pramugara/i sibuk memberi layanan logistik yang cukup bagi seluruh penumpang. Makanan/minuman jelas sesuai standar halal bagi muslim/ah. Saya lihat, pramugara/i itu baru bisa menikmati "jatah makanan/minuman" setelah semua jatah penumpang tersajikan.

Ketiga: Seluruh pramugara/i rata-rata memiliki tab**gan kesabaran lebih. Mengingat yang naik pesawat tak semuanya orang kota, intelek, atau yang terbiasa berpesawat ria. Maka tak jarang beberapa penumpang keliru memakai sabuk pengaman, tak tahu membersihkan bekas BAK/BAB di toilet, tak tahu menghidupkan audio, atau salah dalam bertutur bahasa. Pramugara/i jembar hati mau memaafkan dengan senyuman terkembang.

Keempat: Saat turbulensi terjadi, kita akan perhatikan kru pesawat lebih dahulu memperhatikan keselamatan penumpang. Saya pernah melihat, saat pesawat bergoyang keras, beberapa pramugara/i malah sibuk memerika sab**g pengaman penumpang. Kendati untuk itu, mereka terbentur ke kanan dan ke kiri.

Kelima: Menjadi kru pesawat perlu proses gemblengan pendidikan secara serius dan simultan. Tidak asal-asalan dengan skor dan standar yang berlaku di level internasional. Malah untuk menjadi komandan kru, diperlukan training dan pengalaman jam terbang. Ini untuk kru pesawat. Tentu untuk pilot dan copilot, standarnya sudah lazim diketahui.

Singkat kata, kelima elemen di atas sejatinya harus mendarah daging dalam jiwa kader yang menjadi kru pesawat bernama PKS. Persis seperti yang dikatakan M. Anis Matta saat apel Siaga di Jakarta, "Tahun 2004 kita merebut Jakarta bukan karena jumlah kita sangat banyak, tetapi amal kitalah yang banyak. Tahun 2004 itu kita merebut Jakarta bukan karena uang kita yang banyak, tapi pelayanan kitalah yang banyak. Tahun 2004 itu kita merebut Jakarta bukan karena kita ramai di media, tetapi kita ramai dirumah-rumah warga."

(By: Nandang Burhanudin)

Address

Jln. Wisata Kawah Ijen
Bondowoso
68287

Telephone

+6285236079747

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when PKS Sumber Weringin posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share