12/02/2026
🤝 Kolaborasi untuk Hutan Berbasis Riset dan Inovasi
Sobat hijau,
Sinergi lintas lembaga kembali diperkuat melalui Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Kementerian Kehutanan dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang digelar pada Rabu, 11 Februari 2026, bertempat di Ruang Rapat Hasjrul Harahap, Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta.
Nota Kesepahaman ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat pemanfaatan riset dan inovasi guna mendukung pengelolaan hutan yang berkelanjutan, adaptif, dan berbasis ilmu pengetahuan.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si., Kepala BRIN, menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kehutanan atas keterlibatannya dalam identifikasi gelondongan kayu yang terbawa hanyut akibat musibah banjir bandang di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Upaya tersebut dinilai strategis sebagai bahan pendukung bagi Bareskrim, sekaligus menjadi contoh nyata sinergi antar-lembaga dalam penanganan isu kehutanan dan lingkungan. BRIN juga mendorong penguatan kolaborasi riset, khususnya terkait perlindungan dan pengelolaan satwa liar.
Sementara itu, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, PhD., berharap Nota Kesepahaman ini dapat menjadi landasan kolaborasi yang solid dan berkelanjutan dalam mendukung program prioritas Presiden Prabowo.
Kegiatan strategis ini dihadiri oleh jajaran pimpinan tinggi Kementerian Kehutanan dan BRIN. Pusat Pengembangan Hutan Berkelanjutan (P2HB) turut hadir, diwakili langsung oleh Gun Gun Hidayat, PhD., Kepala P2HB, sebagai wujud komitmen aktif dalam mendorong kolaborasi riset kehutanan yang aplikatif dan berdampak nyata.
Sejalan dengan semangat kolaborasi tersebut, P2HB telah menjalin kerja sama dengan BRIN melalui Platform TKMH Kehutanan sebagai jembatan pengetahuan untuk mempercepat diseminasi hasil riset dan inovasi kehutanan kepada para pemangku kepentingan.
🌱 Bersama riset dan inovasi, hutan Indonesia dikelola untuk masa depan yang lebih lestari.