BB-Biogen

BB-Biogen BRMP Biogen - Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Bioteknologi & SDG Pertanian, Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP)

BRMP Biogen - Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Bioteknologi & Sumber Daya Genetik Pertanian, Badan Perakitan & Modernisasi Pertanian, Kementerian Pertanian.

“Pancasila pemersatu bangsa, fondasi perdamaian dunia.”​Melalui momentum peringatan Hari Lahir Pancasila ini, mari kita ...
01/06/2026

“Pancasila pemersatu bangsa, fondasi perdamaian dunia.”

​Melalui momentum peringatan Hari Lahir Pancasila ini, mari kita perkuat sinergi, menjaga kerukunan, dan menjunjung tinggi nilai gotong royong. Bersama Pancasila, kita bawa bangsa ini melangkah lebih maju dan ikut serta mewujudkan perdamaian dunia yang abadi. 🇮🇩

Selamat Memperingati Hari Lahir Pancasila."Pancasila pemersatu bangsa, fondasi perdamaian dunia"
01/06/2026

Selamat Memperingati Hari Lahir Pancasila.

"Pancasila pemersatu bangsa, fondasi perdamaian dunia"

Selamat Hari Raya Waisak 2570 BE/2026 M."Dharma sebagai Sumber Moral dan kebijaksanaan"
31/05/2026

Selamat Hari Raya Waisak 2570 BE/2026 M.

"Dharma sebagai Sumber Moral dan kebijaksanaan"

Kementan Perkuat Pengawalan Program dan Bantuan Pertanian Melalui BRMP di 38 ProvinsiJakarta - Kementerian Pertanian (Ke...
29/05/2026

Kementan Perkuat Pengawalan Program dan Bantuan Pertanian Melalui BRMP di 38 Provinsi

Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat pengawalan program dan bantuan pertanian di seluruh Indonesia melalui Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) yang menjalankan fungsi koordinasi wilayah di 38 provinsi. Langkah ini dilakukan untuk memastikan program prioritas pemerintah berjalan tepat sasaran, meningkatkan produksi, serta mendukung percepatan swasembada pangan nasional.

Melalui jaringan BRMP di berbagai daerah, Kementan memperkuat pendampingan program, verifikasi dan validasi Calon Penerima dan Calon Lokasi (CPCL), percepatan tanam, penerapan modernisasi pertanian, hilirisasi, hingga monitoring dan evaluasi pelaksanaan program di lapangan.

BRMP menjadi simpul koordinasi Kementan di daerah dalam mengawal pelaksanaan program prioritas agar berjalan lebih efektif, terukur, dan memberikan manfaat langsung bagi petani.

Penguatan peran tersebut sejalan dengan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 02 Tahun 2026 yang mengatur bahwa pengusulan CPCL bantuan pemerintah dilakukan melalui Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian bersama penyuluh pertanian dan/atau dinas yang membidangi pertanian di daerah.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan pertanian nasional membutuhkan pengawalan yang kuat hingga tingkat daerah.

“Kita harus bekerja cepat, solid, dan fokus mengawal program agar produksi pangan terus meningkat dan target swasembada dapat tercapai,” ujar Amran dalam berbagai kesempatan penguatan program pangan nasional.

Menurut Mentan Amran, seluruh jajaran Kementerian Pertanian harus bergerak dalam satu komando untuk memastikan program pemerintah benar-benar terlaksana di lapangan. Penguatan pendampingan, percepatan koordinasi daerah, serta pengawasan implementasi program menjadi bagian penting dalam menjaga produktivitas dan stabilitas pangan nasional.

Di berbagai wilayah, BRMP Provinsi juga telah memperkuat pengawalan program strategis Kementerian Pertanian melalui verifikasi dan validasi CPCL bantuan pemerintah, koordinasi pengusulan program, hingga pendampingan pelaksanaan kegiatan prioritas nasional.

BRMP Bali telah melakukan penguatan tata kelola pengusulan CPCL bantuan pemerintah melalui pembentukan tim verifikasi dan validasi, penguatan mekanisme supervisi, serta koordinasi intensif bersama penyuluh dan dinas pertanian kabupaten/kota guna mempercepat proses usulan program di daerah.

Sementara itu, BRMP Sulawesi Barat melakukan percepatan finalisasi CPCL kakao bersama penyuluh dan dinas daerah guna memperkuat ketepatan sasaran program bantuan pemerintah di tingkat lapangan.

Penguatan pengawalan program turut dilakukan BRMP Sulawesi Tengah melalui percepatan penyiapan data CPCL cetak sawah dan pengembangan kelapa. Di Sumatera Barat, BRMP setempat terus melakukan sosialisasi pengusulan CPCL komoditas perkebunan kepada petugas lapangan dan pemangku kepentingan daerah.

Selain itu, BRMP Kepulauan Bangka Belitung juga memperkuat koordinasi mekanisme verifikasi bantuan pemerintah berbasis e-Banper sebagai bagian dari upaya meningkatkan akurasi, transparansi, dan efektivitas pelaksanaan program Kementerian Pertanian di daerah.

Kepala BRMP Kementerian Pertanian Fadjry Djufry menyampaikan bahwa BRMP memiliki komitmen penuh dalam mendukung seluruh program utama Kementerian Pertanian melalui penguatan peran unit kerja di daerah.

Menurutnya, keberadaan BRMP Provinsi menjadi ujung tombak dalam memastikan program strategis kementerian dapat berjalan optimal hingga tingkat lapangan.

“BRMP terus memperkuat koordinasi dan pengawalan program strategis Kementerian Pertanian di seluruh wilayah Indonesia. Melalui BRMP Provinsi dan penguatan koordinasi wilayah, kami memastikan pendampingan program berjalan lebih cepat, terukur, dan tepat sasaran,” ujar Fadjry, Jumat (29/5) di Jakarta.

Ia menambahkan, pengawalan program tersebut dilakukan melalui koordinasi intensif dengan berbagai unit kerja lingkup Kementerian Pertanian agar pelaksanaan program di daerah berjalan selaras dengan target nasional.

“BRMP di daerah merupakan representasi Kementerian Pertanian dalam mengawal pelaksanaan program di lapangan. Karena itu, pelaksanaan program kementerian di daerah perlu terkoordinasi melalui BRMP agar pengendalian, pendampingan, monitoring, dan pelaporannya dapat berjalan lebih efektif dan terintegrasi,” tegas Fadjry.

Dalam pelaksanaannya, BRMP Provinsi juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, dinas pertanian, penyuluh, perguruan tinggi, hingga kelompok tani guna memastikan setiap program dapat berjalan sesuai kebutuhan wilayah masing-masing.

Dengan dukungan jaringan kerja BRMP di seluruh provinsi, Kementerian Pertanian meyakini bahwa pelaksanaan program prioritas nasional dapat berjalan lebih efektif, terukur, dan tepat sasaran bagi petani di berbagai daerah.

Repost: Badan Perakitan dan Modernisasi PertanianMelawan mafia pangan bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi juga upay...
29/05/2026

Repost: Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian

Melawan mafia pangan bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi juga upaya menjaga hak petani, melindungi konsumen, dan memastikan sistem pangan Indonesia berjalan adil serta aman bagi masyarakat. Dalam beberapa waktu terakhir, Kementerian Pertanian mengungkap sejumlah kasus strategis, termasuk dugaan beras oplosan yang diperkirakan merugikan konsumen hingga Rp99,35 triliun per tahun, serta mencabut 2.231 izin pengecer dan distributor pupuk bermasalah sebagai langkah pembenahan tata niaga pangan nasional.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pemberantasan mafia pangan memerlukan keberanian dan dukungan semua pihak agar pangan Indonesia semakin kuat, berkeadilan, dan berpihak pada rakyat. Tidak ada ruang bagi praktik yang merugikan masyarakat dan mengancam ketahanan pangan nasional.

Kementan Perkuat Penerapan Teknologi Adaptif Hadapi Musim Kemarau 2026Jakarta, - Kementerian Pertanian (Kementan) melalu...
27/05/2026

Kementan Perkuat Penerapan Teknologi Adaptif Hadapi Musim Kemarau 2026

Jakarta, - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) terus memperkuat penerapan teknologi pertanian adaptif untuk menghadapi musim kemarau 2026 sekaligus menjaga produktivitas pertanian nasional.

Melalui jaringan BRMP Provinsi, Kementan mendorong pemanfaatan varietas unggul adaptif, teknologi hemat air, serta pola budidaya spesifik lahan kering guna memastikan produksi pangan tetap berjalan optimal.

Langkah ini dilakukan sebagai upaya antisipatif seiring masuknya musim kemarau di sejumlah wilayah Indonesia. Berbagai inovasi dan teknologi pertanian yang telah disiapkan diharapkan mampu mendukung petani menjaga produktivitas di lapangan.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman beberapa saat lalu menegaskan bahwa antisipasi perlu dilakukan sejak dini melalui percepatan tanam, penguatan pengelolaan air, dan pemanfaatan varietas adaptif di wilayah yang berpotensi mengalami keterbatasan air.

“Petani perlu memanfaatkan varietas genjah dan tahan kekeringan, seperti Inpago 4–13, Inpari 38–46, Situbagendit, Situpatenggang, Padjadjaran, Cakrabuana, atau varietas sejenis lainnya agar produksi tetap terjaga meskipun menghadapi musim kemarau,” ujar Mentan Amran.

Sejak awal 2026, BRMP di berbagai wilayah telah memperkuat penerapan teknologi adaptif melalui diseminasi varietas unggul tahan kering, pendampingan budidaya hemat air, hingga penguatan pola tanam spesifik lokasi.

Di Kepulauan Riau, BRMP mendiseminasikan varietas unggul tahan kekeringan seperti Cakrabuana Agritan dan Inpari 38 Tadah Hujan Agritan kepada petani melalui pendampingan lapangan, penyediaan benih unggul, serta sosialisasi teknologi budidaya adaptif.

Sementara itu, BRMP Bali turut mendukung pemanfaatan benih jagung varietas Jakarin yang adaptif pada kondisi lahan dengan ketersediaan air terbatas dan tetap produktif.

Selain pengembangan varietas adaptif, Kementan jugga terus mendorong penerapan teknologi hemat air melalui metode Alternate Wetting and Drying (AWD) atau pengairan berselang. Teknologi tersebut mampu meningkatkan efisiensi penggunaan air irigasi tanpa mengurangi produktivitas tanaman.

BRMP juga memiliki teknologi budidaya spesifik lahan kering melalui Larikan Gogo Super (Largo Super) yang mengombinasikan penggunaan varietas unggul padi gogo, sistem tanam larikan, pemupukan berimbang, bahan organik, serta pengendalian hayati untuk meningkatkan produktivitas lahan secara berkelanjutan.

Kepala BRMP Kementan Fadjry Djufry mengatakan penguatan inovasi teknologi spesifik lokasi menjadi langkah penting menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional.

“BRMP terus mendorong penerapan inovasi teknologi pertanian sesuai karakteristik wilayah, mulai dari varietas adaptif, pengelolaan air hemat, hingga pola budidaya spesifik lahan kering agar produktivitas pertanian tetap terjaga,” ujar Fadjry.

Ia menambahkan, BRMP Provinsi di seluruh Indonesia terus melakukan pendampingan bersama pemerintah daerah, penyuluh, dan petani agar inovasi dapat diterapkan lebih luas.

“Penguatan teknologi di lapangan menjadi langkah penting agar petani semakin siap menghadapi dinamika iklim sekaligus menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional,” tambahnya.

Melalui penguatan diseminasi inovasi, penerapan teknologi hemat air, dan pemanfaatan varietas unggul adaptif, Kementerian Pertanian optimistis sektor pertanian Indonesia semakin tangguh dan produktif dalam menghadapi dinamika iklim.

Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 H"Semoga hari yang penuh berkah ini membawa kedamaian, kebahagiaan, dan keberkahan bagi...
27/05/2026

Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 H

"Semoga hari yang penuh berkah ini membawa kedamaian, kebahagiaan, dan keberkahan bagi kita semua"

26/05/2026

Halo, Sobat Biogen! 👋

Menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 H, kami ingin menginformasikan penyesuaian jadwal pelayanan di BRMP Biogen sebagai berikut:

Pelayanan LIBUR pada:

Rabu, 27 Mei 2026: Hari Raya Idul Adha 1447 H
Kamis, 28 Mei 2026: Cuti Bersama Hari Raya Idul Adha 1447 H

Pelayanan BUKA Kembali pada:

Jumat, 29 Mei 2026

Keluarga besar BRMP Biogen mengucapkan:

"Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 H" 🐑
Semoga semangat berkurban membawa keberkahan dan kebahagiaan untuk kita semua.

Sampai bertemu kembali di hari Jumat, Sobat Biogen! Tetap jaga kesehatan, ya!






Lewat Pernikahan, Masyarakat Suku Tobelo Jaga Kelestarian Tanaman BeteHalua Bete adalah makanan/camilan berbahan pangan ...
26/05/2026

Lewat Pernikahan, Masyarakat Suku Tobelo Jaga Kelestarian Tanaman Bete

Halua Bete adalah makanan/camilan berbahan pangan lokal bete (talas/keladi) dan gula aren yang diolah menjadi seperti wajik atau dodol. Makanan ini wajib ada dalam acara pernikahan suku Tobelo, Maluku Utara. Dalam konteks pernikahan Suku Tobelo, kehadiran Halua Bete membawa filosofi yang mendalam yaitu sebagai bentuk penghormatan (hantaran), simbol keharmonisan dan keeratan hubungan keluarga, dan ketahanan dalam menghadapi kehidupan. Sifat halua yang lengket dan manis menjadi doa agar hubungan kedua mempelai selalu rukun, erat, dan tidak mudah terpisahkan oleh badai rumah tangga.

Penggunaan bete sebagai bahan dasar makanan ini melambangkan harapan agar pasangan baru memiliki daya tahan (resiliensi) yang tinggi dalam mengarungi bahtera hidup bersama, karena tanaman bete dianggap tanaman pangan yang kuat karena dapat tumbuh di berbagai kondisi tanah.

Saat ini pangan lokal seperti bete sering diberi stigma sebagai makanan kelas bawah, makanan yang dikonsumsi hanya saat masa krisis atau makanan orang sakit sehingga banyak generasi muda atau masyarakat merasa gengsi untuk mengonsumsi atau menyajikan bete dalam keseharian mereka. Putusnya regenerasi pengetahuan dalam mengolah pangan lokal juga menjadi alasan pangan lokal ini tidak dikenal oleh anak muda saat ini.

Penggunaan bete sebagai elemen sakral dalam pernikahan masyarakat Tobelo, sesungguhnya sedang menjalankan strategi pelestarian tanaman untuk ketahanan pangan yang visioner dan memperkenalkan pangan lokal kepada anak cucu. Setiap suapan halua bete di hari pernikahan adalah sebuah jaminan bahwa di masa depan, anak cucu kita masih bisa melihat tanaman ini tumbuh subur di tanah nusantara.

Sobat Biogen mau ngasih kado ke temen kantor? Eitss, cek aturan KPK terbaru ini dulu yaa!Jangan sampai niat baik, malah ...
25/05/2026

Sobat Biogen mau ngasih kado ke temen kantor? Eitss, cek aturan KPK terbaru ini dulu yaa!

Jangan sampai niat baik, malah jadi masalah hukum. Per 2026, KPK menyesuaikan nilai batas wajar gratifikasi lewat Perkom No. 1 Tahun 2026.

Kabar baiknya, batas nilai untuk hadiah pernikahan dan kado barang antar rekan kerja naik menyesuaikan kondisi ekonomi saat ini. 📈
Tapi ingat! Kategori hadiah untuk momen khusus seperti pisah sambut, pensiun, dan ulang tahun antar rekan kerja kini sudah DIHAPUS dari daftar pengecualian. Jadi, harus ekstra hati-hati ya!
Geser foto di atas untuk detail lengkap SEBELUM vs SESUDAH. ➡️
Gimana pendapatmu tentang penyesuaian baru ini? Tulis di kolom komentar! 👇

Address

Jalan Tentara Pelajar 3A, Cimanggu
Bogor

Opening Hours

Monday 08:00 - 16:00
Tuesday 08:00 - 16:00
Wednesday 08:00 - 16:00
Thursday 08:00 - 16:00
Friday 08:00 - 16:00

Telephone

+622518337975

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when BB-Biogen posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to BB-Biogen:

Share