BB-Biogen

BB-Biogen BRMP Biogen - Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Bioteknologi & SDG Pertanian, Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP)

BRMP Biogen - Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Bioteknologi & Sumber Daya Genetik Pertanian, Badan Perakitan & Modernisasi Pertanian, Kementerian Pertanian.

Mentan Amran: PM-AAS Gandakan Hasil Panen, Pendapatan Petani Ikut NaikSubang — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sul...
03/09/2026

Mentan Amran: PM-AAS Gandakan Hasil Panen, Pendapatan Petani Ikut Naik

Subang — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mendorong penerapan Pertanian Modern-Advanced Agricultural System (PM-AAS) untuk meningkatkan produktivitas padi sekaligus memperbesar pendapatan petani. Metode yang telah diuji sekitar dua tahun tersebut menunjukkan hasil produksi yang dapat meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan pola budidaya konvensional.

Mentan Amran mengatakan PM-AAS kini mulai diterapkan di sejumlah provinsi melalui demfarm. Hasil pengujian menunjukkan produktivitas yang sebelumnya rata-rata berada di kisaran 5–5,5 ton per hektare dapat meningkat menjadi 11 ton, 12 ton, bahkan 13 ton per hektare.

“Hasilnya sangat menggembirakan, naik dua kali lipat. Yang dulu rata-rata 5 ton, 5,5 ton, sekarang menjadi 11 ton, 12 ton, bahkan ada 13 ton per hektare,” kata Mentan Amran, Rabu (2/9).

Menurut Mentan Amran, peningkatan produksi tersebut terutama didorong oleh optimalisasi populasi tanaman dalam satu hektare. PM-AAS mengatur jarak tanam sehingga jumlah tanaman dapat ditingkatkan secara signifikan tanpa harus menambah luas lahan.

“Kalau populasi 800 ribu, 13,8 gram dikalikan 800 ribu itu sekitar 11 ton. Kalau 900 ribu sekitar 12 ton, dan 1 juta bisa mendekati 13 ton,” jelasnya.

Bagi petani, peningkatan produktivitas tersebut memberikan peluang peningkatan pendapatan yang jauh lebih besar dibandingkan tambahan biaya budidaya. Mentan Amran menyebut tambahan biaya untuk benih, pupuk, dan kebutuhan budidaya akibat peningkatan populasi sekitar Rp2 juta per hektare.

“Lebih tinggi Rp2 juta, tetapi penghasilannya naik Rp30 juta, Rp35 juta. Jadi bertambah biaya Rp2 juta tetapi bertambah penghasilan Rp35 juta,” ujar Mentan Amran.

Dengan harga pembelian gabah pemerintah (HPP) Rp6.500 per kilogram, kenaikan produksi dari sekitar 5 ton menjadi 10 ton per hektare berarti penerimaan kotor petani meningkat sekitar Rp32,5 juta per hektare. Angka tersebut menunjukkan bahwa tambahan biaya budidaya relatif kecil dibandingkan potensi tambahan penerimaan dari peningkatan produksi.

“Kalau dulu 5 ton nilainya sekitar Rp32 juta, kalau 10 ton sekitar Rp65 juta. Ada delta, sementara pengeluaran untuk menambah populasi ini hanya sekitar Rp2 juta per hektare,” katanya.

Selain meningkatkan populasi tanaman, PM-AAS menggunakan sistem direct seeding atau tanam langsung. Benih ditanam langsung tanpa melalui proses persemaian dan pemindahan bibit.

“Ini langsung direct seeding. Tidak ada lagi biaya untuk pembibitan. Pembibitan bisa memakan waktu dua sampai tiga minggu, kemudian pindah tanam. Ini langsung,” ujar Mentan Amran.

Menurutnya, efisiensi waktu tersebut juga membuka peluang peningkatan indeks pertanaman, terutama pada lahan yang memiliki dukungan irigasi memadai. Waktu yang lebih singkat memungkinkan lahan dimanfaatkan lebih optimal untuk penanaman berikutnya.

Untuk mempercepat penerapan PM-AAS, pemerintah menyiapkan skema subsidi benih. Mentan Amran mengatakan pemerintah menargetkan penerapan metode tersebut sedikitnya pada 1 juta hektare secara nasional pada tahun depan.

“Untuk tahun depan kita anggarkan minimal 1 juta hektare. Kita mulai sekarang, tetapi tahun depan minimal 1 juta hektare,” kata Mentan Amran.

Jika produktivitas meningkat sekitar 5 ton per hektare, penerapan PM-AAS pada 1 juta hektare berpotensi menambah produksi sekitar 5 juta ton gabah. Skala tersebut menunjukkan besarnya dampak PM-AAS jika diterapkan secara luas, sekaligus memperkuat ketersediaan pangan nasional tanpa harus bergantung pada penambahan luas lahan.

Mentan Amran menegaskan peningkatan produktivitas merupakan salah satu kunci utama untuk meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus menjaga keberlanjutan swasembada pangan. Strategi tersebut dilakukan dengan meningkatkan produktivitas, memperkuat indeks pertanaman, menekan biaya produksi, serta memastikan harga gabah tetap memberikan keuntungan bagi petani.

“Bagaimana meningkatkan produktivitas, bagaimana meningkatkan planting index. Produktivitas naik karena populasinya bertambah. Pupuk ada tambahan sekitar Rp2 juta karena populasinya lebih banyak, tetapi setelah dihitung masih menguntungkan,” katanya.

Ia menilai kombinasi produktivitas yang meningkat, harga pupuk yang lebih terjangkau, serta HPP gabah Rp6.500 per kilogram menjadi fondasi penting untuk memperkuat keuntungan petani.

“Produktivitas naik, harga pupuk turun, harga gabah HPP Rp6.500, produktivitas naik, petani sejahtera,” ujar Mentan Amran.

Menurutnya, PM-AAS pada akhirnya tidak hanya berbicara mengenai perubahan metode tanam, tetapi bagaimana satu lahan yang sama mampu menghasilkan produksi lebih tinggi dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi petani.

“Solusi pertama adalah meningkatkan kesejahteraan petani. Yang kedua adalah keberlanjutan swasembada pangan, ketahanan pangan dan kedaulatan pangan. Dampaknya luar biasa,” tegasnya.

Halo Sobat Biogen!👋🌾Padi Bioni 63 Ciherang Agritan sudah tersedia nih! Hadir sebagai salah satu varietas unggul yang mem...
02/09/2026

Halo Sobat Biogen!👋🌾

Padi Bioni 63 Ciherang Agritan sudah tersedia nih! Hadir sebagai salah satu varietas unggul yang memiliki potensi hasil tinggi serta ketahanan yang lebih baik terhadap hama dan penyakit.

Untuk pemesanan bisa langsung hubungi WA Call Center BRMP Biogen 0811-1756-776 yaa




Jaga Uwi dan Talas Lokal, Sedulur Sikep Klopoduwur Bentuk Kelompok KonservasiBLORA – Uwi dan talas bukan sekadar tanaman...
01/09/2026

Jaga Uwi dan Talas Lokal, Sedulur Sikep Klopoduwur Bentuk Kelompok Konservasi

BLORA – Uwi dan talas bukan sekadar tanaman pangan bagi masyarakat Sedulur Sikep di Desa Klopoduwur, Kabupaten Blora. Di tengah kehidupan masyarakat yang lekat dengan kearifan lokal dan kepedulian terhadap alam, kedua tanaman tersebut kini mendapat wadah baru untuk dijaga dan dikembangkan. Melalui Musyawarah Desa yang digelar di Pendopo Samin, Jumat (28/8/2026), masyarakat bersama Pemerintah Desa Klopoduwur menyepakati pembentukan Kelompok Konservasi Polopendem Makmur.

Pembentukan kelompok ini berawal dari proses komunikasi dengan masyarakat Sedulur Sikep dalam persiapan pelaksanaan Program Crop Diversity Conservation for Sustainable Use in Indonesia (CDCSUI). Sebelumnya, kegiatan konservasi direncanakan dapat dilakukan melalui kelompok tani yang telah ada. Namun, masyarakat menilai pendekatan tersebut belum sepenuhnya sesuai dengan kondisi dan aspirasi mereka. Dari sinilah muncul gagasan untuk membentuk kelompok khusus yang dapat menjadi ruang bersama bagi masyarakat dalam menjaga tanaman pangan lokal.

Gagasan tersebut kemudian mendapat dukungan Pemerintah Desa Klopoduwur. Melalui musyawarah, disepakati bahwa Kelompok Konservasi Polopendem Makmur dibentuk khusus untuk mendukung konservasi tanaman pangan lokal dalam kerangka Program CDCSUI. Kelompok ini diharapkan tidak hanya menjadi wadah kelembagaan, tetapi juga menjadi contoh konservasi uwi dan talas berbasis masyarakat serta kearifan lokal Sedulur Sikep. Ketua Adat Samin, Sariyono, menyebut pembentukan kelompok kerja menjadi langkah penting untuk memperkuat kebersamaan masyarakat dalam menjaga dan mengembangkan tanaman pangan lokal yang memiliki nilai budaya dan manfaat bagi kehidupan sehari-hari.

Bagi Program CDCSUI, menjaga uwi dan talas tidak berhenti pada bagaimana tanaman tersebut tetap tumbuh di lahan masyarakat. Konservasi juga perlu memberi manfaat dan alasan bagi masyarakat untuk terus mempertahankannya. Karena itu, kegiatan di Klopoduwur diarahkan dari hulu hingga hilir, mulai dari budidaya, pemeliharaan, hingga peluang pengolahan dan peningkatan nilai tambah bersama Pemerintah Desa. Dengan pendekatan tersebut, uwi dan talas diharapkan tidak hanya tetap menjadi bagian dari kekayaan pangan lokal, tetapi juga memiliki peluang untuk berkembang sebagai komoditas yang bernilai ekonomi.

Kini, Kelompok Konservasi Polopendem Makmur menjadi titik awal bagi masyarakat Klopoduwur untuk menjaga tanaman pangan lokal dengan cara mereka sendiri berangkat dari kearifan lokal, dilakukan bersama masyarakat, dan diarahkan agar manfaatnya dapat kembali kepada masyarakat.

Capek kerja sebulan, jangan sampai gajian malah beli "tiket" kehancuran! 💸❌Smart Self-Reward:✅ Kulineran enak & bayar ta...
01/09/2026

Capek kerja sebulan, jangan sampai gajian malah beli "tiket" kehancuran! 💸❌

Smart Self-Reward:
✅ Kulineran enak & bayar tagihan
✅ Tabung masa depan
❌ Beli narkoba yang bikin hidup tamat

Keringatmu terlalu berharga buat ditukar kehancuran singkat. Yuk, pakai uang gajian buat hal yang bermanfaat! ✨





Kerja keras mungkin terasa lelah, tetapi hasilnya akan nyata. Narkoba mungkin menawarkan ketenangan yang semu, tapi harg...
31/08/2026

Kerja keras mungkin terasa lelah, tetapi hasilnya akan nyata. Narkoba mungkin menawarkan ketenangan yang semu, tapi harga yang dibayarkan adalah masa depanmu. Mau kamu berjas rapi di kantoran, berkarya di balik layar, atau berkeringat di lapangan, dunia butuh karya terbaikmu dalam keadaan sadar dan sehat. Pilih kariermu, cintai prosesmu, dan jauhi narkoba.

Perhutani KPH Cepu Dukung Pelaksanaan CDCSUI di Kawasan Hutan Kelola MasyarakatBLORA – Rencana pelaksanaan Program Crop ...
31/08/2026

Perhutani KPH Cepu Dukung Pelaksanaan CDCSUI di Kawasan Hutan Kelola Masyarakat

BLORA – Rencana pelaksanaan Program Crop Diversity Conservation for Sustainable Use in Indonesia (CDCSUI) di Kabupaten Blora mendapat sambutan positif dari Perum Perhutani KPH Cepu. Dukungan tersebut disampaikan dalam kegiatan koordinasi yang membahas kesiapan kawasan hutan yang dikelola masyarakat sebagai salah satu lokasi pelaksanaan program, khususnya di Kelompok Masyarakat Samin Sambongrejo, LMDH Ketringan, dan LMDH Bleboh. Koordinasi dilaksanakan pada Rabu (26/8/2026) sebagai tindak lanjut dari survei lokasi yang telah dilakukan sebelumnya.

Dalam pertemuan tersebut, tim CDCSUI menyampaikan rencana konservasi yang akan dilaksanakan di wilayah Kabupaten Blora. Hasil survei awal menunjukkan adanya sejumlah lahan dengan status kepemilikan yang beragam, baik lahan milik masyarakat maupun lahan Perhutani yang telah dikelola masyarakat. Kondisi eksisting di lokasi yang telah didata juga beragam, mulai dari lahan kosong hingga lahan yang telah ditanami jeruk dan jagung.

Sebagian lokasi yang menjadi perhatian berada di kawasan KHDPK (Kawasan Hutan dengan Perlakuan Khusus) yang saat ini telah dikelola masyarakat. Dalam koordinasi tersebut, Perhutani KPH Cepu menjelaskan bahwa kawasan hutan terbagi atas KHDPK yang dikelola masyarakat dan KHDTK (Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus) yang dikelola Perhutani. Untuk pelaksanaan program di kawasan KHDPK, kegiatan dapat dilakukan tanpa PKS, dengan tetap memperhatikan keberadaan tanaman yang telah ada dan tidak merusaknya, termasuk tanaman jati.

Perhutani KPH Cepu menyambut baik rencana pelaksanaan CDCSUI di kawasan Hutan Sedulur Sikep Desa Sambongrejo, LMDH Ketringan, dan LMDH Bleboh. Dukungan tersebut menjadi salah satu langkah penting dalam membangun sinergi antara program konservasi dan pengelolaan kawasan hutan yang telah berjalan bersama masyarakat.

Sebagai tindak lanjut, akan dilakukan rapat koordinasi di tingkat Kabupaten Blora serta pendataan lebih lanjut terhadap lahan yang berada di wilayah LMDH Ketringan dan LMDH Bleboh. Pendataan tersebut diharapkan dapat menjadi dasar untuk mematangkan lokasi dan pelaksanaan program CDCSUI di Kabupaten Blora.

Halo Sobat Biogen!👋🌾Kabar gembira nih! Padi rakitan BRMP Biogen, Biosalin 1 dan Biosalin 2 Agritan kembali tersedia loh!...
28/08/2026

Halo Sobat Biogen!👋🌾

Kabar gembira nih! Padi rakitan BRMP Biogen, Biosalin 1 dan Biosalin 2 Agritan kembali tersedia loh!

Buat para petani di kawasan pesisir, varietas ini adalah jawaban yang tepat karena dirancang khusus toleran salinitas (kadar garam tinggi), sehingga bisa tumbuh optimal dan berproduksi maksimal di lahan pesisir.

Untuk pemesanan bisa langsung hubungi WA Call Center BRMP Biogen 0811-1756-776 yaa





Bukan Sekadar Padi, Ini Alasan Petani Kapuas Pertahankan Varietas LokalKAPUAS - Di tengah dorongan penggunaan varietas u...
27/08/2026

Bukan Sekadar Padi, Ini Alasan Petani Kapuas Pertahankan Varietas Lokal
KAPUAS - Di tengah dorongan penggunaan varietas unggul untuk meningkatkan produktivitas pertanian, petani di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, masih banyak mempertahankan padi lokal sebagai pilihan utama. Fenomena ini menjadi gambaran menarik tentang bagaimana pengalaman petani, kondisi lingkungan, dan kebutuhan masyarakat turut menentukan pilihan varietas yang ditanam. Bagi masyarakat Kapuas, padi lokal bukan sekadar tanaman pangan, tetapi bagian dari sistem pertanian yang telah berkembang dan diwariskan dari generasi ke generasi.

Kabupaten Kapuas merupakan salah satu sentra produksi padi penting di Kalimantan Tengah. Pada tahun 2025, produksi padi Kabupaten Kapuas mencapai 223.915 ton atau sekitar 34,55 persen dari total produksi padi provinsi, dengan luas panen sekitar 67.531 hektare dan produktivitas rata-rata 3,32 ton per hektare. Salah satu hal yang menarik, sekitar 70–80 persen luas tanam padi di Kapuas masih menggunakan varietas lokal. Kondisi ini menunjukkan bahwa padi lokal masih memiliki posisi yang kuat dalam sistem produksi pangan masyarakat setempat.

Dari sisi produktivitas, kondisi ini tentu menghadirkan tantangan. Sejumlah varietas lokal memiliki produktivitas sekitar 2,5–3 ton per hektare, sementara beberapa varietas unggul mampu menghasilkan produksi lebih tinggi. Produktivitas padi juga masih dipengaruhi oleh serangan organisme pengganggu tanaman, perubahan iklim, keterbatasan sarana produksi, serta penerapan teknik budidaya yang belum optimal. Karena itu, peningkatan produktivitas tetap menjadi bagian penting dalam pembangunan pertanian Kapuas. Namun, mengganti seluruh varietas lokal dengan varietas unggul bukanlah satu-satunya jawaban.

Varietas lokal merupakan bagian dari plasma nutfah yang terbentuk melalui proses adaptasi panjang terhadap lingkungan dan seleksi yang dilakukan petani dari waktu ke waktu. Pada lahan rawa pasang surut Kapuas, karakter adaptif tersebut menjadi salah satu alasan mengapa padi lokal tetap dipertahankan. Selain sesuai dengan kondisi lahan, beras yang dihasilkan juga memiliki karakter dan cita rasa yang sesuai dengan preferensi masyarakat. Di dalam varietas-varietas tersebut tersimpan keragaman genetik yang berpotensi memiliki sifat penting, seperti ketahanan terhadap hama dan penyakit, toleransi terhadap cekaman lingkungan, maupun kualitas beras yang baik.

Karena itu, konservasi padi lokal tidak harus dipertentangkan dengan upaya peningkatan produktivitas. Keduanya dapat berjalan berdampingan. Varietas unggul dibutuhkan untuk mendukung peningkatan produksi pangan, sementara varietas lokal perlu dijaga sebagai sumber keragaman genetik yang dapat dimanfaatkan dalam program pemuliaan tanaman. Pendekatan konservasi bukan berarti mempertahankan seluruh sistem pertanian tanpa perubahan, tetapi memastikan kekayaan genetik tetap terdokumentasi, terlindungi, dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan, termasuk melalui Project Crop Diversity Conservation for Sustainable Use in Indonesia (CDCSUI).

Di balik setiap bulir padi lokal Kapuas terdapat sejarah adaptasi, pengetahuan petani, serta kekayaan genetik yang terbentuk melalui proses panjang dan tidak dapat digantikan dalam waktu singkat. Mempertahankannya bukan berarti menolak inovasi atau varietas unggul, melainkan memastikan Indonesia tidak kehilangan sumber daya genetik yang mungkin dibutuhkan untuk menghadapi tantangan pertanian di masa depan. Dengan menjaga keberagaman padi lokal sekaligus mendorong inovasi dan peningkatan produktivitas, konservasi dan pembangunan pertanian dapat berjalan beriringan untuk membangun sistem pangan yang lebih tangguh dan berkelanjutan.

26/08/2026

Kabar baik untuk kita semua!

Setelah melalui proses produksi tahun 2026, Padi Bioemas kini tersedia di UPBS Biogen.

Varietas unggul ini dikenal dengan padi produksi tinggi, toleran kekeringan, dan tahan sejumlah penyakit.

Yang tertarik, bisa langsung hubungi call center yaa.




Selamat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW✨Semoga syafaat Rasulullah senantiasa menyertai langkah kita dan membawa ke...
25/08/2026

Selamat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW✨

Semoga syafaat Rasulullah senantiasa menyertai langkah kita dan membawa kedamaian serta keberkahan dalam hidup.

Address

Jalan Tentara Pelajar 3A, Cimanggu
Bogor

Opening Hours

Monday 08:00 - 16:00
Tuesday 08:00 - 16:00
Wednesday 08:00 - 16:00
Thursday 08:00 - 16:00
Friday 08:00 - 16:00

Telephone

+622518337975

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when BB-Biogen posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to BB-Biogen:

Shortcuts

Share