27/04/2017
Palestineupdate.com – Pengisolasian terhadap Palestina oleh Israel di Jalur Gaza dilakukan melalui pemblokadean yang sudah berlangsung lebih dari 10 tahun. Tah hanya itu, tindakan yang sama dilakukan Israel di tepi barat dengan membangun tembok rasial untuk mengisolasi warga Palestina.
Melansir dari aspacpalestine.com, tembok rasial adalah sebutan untuk tembok yang memisahkan wilayah tepi barat dan wilayah pendudukan Israel. Pembangunan tembok ini sudah dilakukan sejak tahun 2002 pada masa Perdana Menteri Ariel Sharon.
Ketika itu, Israel masih dibayangi ketakutan akibat gejolak Intifadhah Al-Aqsha hingga mereka berpikir keras untuk melemahkan perlawanan. Pembangunan tembok inilah yang dianggap salah satu solusi oleh kaum Yahudi tersebut.
Tembok rasial ini dinilai merupakan upaya licik Israel untuk mencaplok wilayah Palestina lainnya, di luar batas tahun 1967. Tembok rasial memiliki panjang 720 km dengan tinggi 7-8 meter dan kedalaman 5 meter.
Pembangunannya pun sengaja dibuat menjorok sejauh 20 km ke wilayah Tepi Barat agar Israel dapat mencaplok wilayah tersebut secara perlahan. Israel sendiri beralasan, bahwa pembangunan tembok tersebut bertujuan menghindari kemungkinan masuknya penyusup dari pihak warga dan pejuang Palestina.
Di sana sedikitnya ada 14 titik tapal batas dari tembok di luar zona hijau, yang disepakati oleh dunia internasional tahun 1948 antara Israel dan Palestina. Tapal yang dalam perang selama 6 hari di tahun 1967 dikuasai oleh Israel dan dipaksa keluar sesuai Resolusi PBB No.242.
Akan tetapi, batasan itu ditabrak oleh Israel melalui pembangunan tembok rasial, hingga mengisolasi wilayah Palestina di Tepi Barat dan Al-Quds sebanyak 10%.
Menyikapi pembangunan tembok rasial ini, voting telah dilangsungkan di Majelis Umum PBB pada tahun 2004. Hasilnya, 150 negara anggota mengecam tindakan Israel tersebut dan menyebutnya ilegal. Namun, sebanyak enam negara menyatakan dukungan atas pembangunan itu, termasuk Amerika Serikat dan Israel di dalamnya.
Kesimpulan dari pertemuan itu hanya menghasilkan sebuah kecaman, tak lebih dari itu. Layaknya kecaman lain yang dikeluarkan oleh PBB dalam menyikapi arogansi Israel terhadap rakyat Palestina. Akhirnya, pembangunan tembok rasial ini masih tetap dilanjutkan.
Akibatnya, hingga saat ini masyarakat Palestina yang berada di wilayah tepi barat tersandera. Mereka harus terpisah dengan keluarganya yang berada di wilayah Al-Quds. Bahkan, begitu banyak pedesaan yang terisolasi akibat adanya tembok rasial. Hal itu juga menyebabkan lebih dari 1.400 keluarga harus mengungsi, karena kesulitan memenuhi kebutuhan hidup.
Masih banyak orang belum mengetahui kekejian ini. Padahal, pembangunan tembok terbukti merupakan sebuah pelanggaran terhadap undang-undang internasional, di samping bertujuan untuk memperluas wilayah dengan target penguasaan wilayah Tepi Barat sebanyak 45%.
_____
Yuk Terus bantu Rakyat Palestina dengan memberikan donasi melalui rekening BSM 500 000 2021 an. KNRP KAB BOGOR
Atau dengan membagikan informasi ini di media sosial Anda, karena dengan begitu Anda telah membantu Rakyat Palestina.
InsyaAllah donasi yang kita sampaikan, kita niatkan untuk menjaga Al Aqsha, . rekening BSM 500 000 2021 an. KNRP KAB BOGOR dengan layanan call center 0812 10200 475
Konfirmasi Donasi :
SMS/WA 0819-0884-5535
Telepon Kantor 0812 10200 475
Email :[email protected]