Pusat Pengembangan Mitigasi dan Adaptasi Bencana Hidrometeorologi Kehutanan

  • Home
  • Indonesia
  • Bogor
  • Pusat Pengembangan Mitigasi dan Adaptasi Bencana Hidrometeorologi Kehutanan

Pusat Pengembangan Mitigasi dan Adaptasi Bencana Hidrometeorologi Kehutanan Pusat Pengembangan Mitigasi dan Adapatasi Bencana Hidrometeorologi Kehutanan Pusat Pengembangan Mitigasi dan Adaptasi Bencana Hidrometeorologi Kehutanan

Sobat hijau Masih banyak informasi yang keliru tentang kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Padahal, pemahaman yang tep...
08/06/2026

Sobat hijau

Masih banyak informasi yang keliru tentang kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Padahal, pemahaman yang tepat merupakan langkah awal untuk mencegah terjadinya kebakaran yang lebih luas.

Faktanya, sebagian besar karhutla dapat dicegah melalui perilaku yang lebih peduli terhadap lingkungan dan kewaspadaan bersama.

Yuk, kenali fakta-fakta penting tentang karhutla dan jadilah bagian dari upaya menjaga hutan Indonesia tetap lestari.

Dari semua mitos di atas, mana yang baru kamu ketahui hari ini?

05/06/2026

Sobat Hijau,

Pusbang Mitigasi tengah menyusun Laporan Capaian Aksi Mitigasi dan Adaptasi Sektor Kehutanan sebagai tindak lanjut Kepmenhut Nomor 564 Tahun 2025.

Penyusunan laporan ini dilakukan melalui koordinasi dan konsultasi dengan berbagai pemangku kepentingan guna memastikan data dan informasi yang disajikan akurat, komprehensif, dan representatif.

Saat ini, konsep awal laporan telah tersusun berdasarkan data dan informasi sementara yang berhasil dihimpun. Proses penyempurnaan akan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya mendukung penguatan aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim di sektor kehutanan.

Mari bersama mendukung pengelolaan hutan yang berkelanjutan dan tangguh terhadap perubahan iklim.

Sobat hijau,Waspada potensi ancaman kebakaran hutan,Pusbang Mitigasi rutin lakukan patroli di KHDTK Tumbang Nusa.Beberap...
04/06/2026

Sobat hijau,

Waspada potensi ancaman kebakaran hutan,
Pusbang Mitigasi rutin lakukan patroli di KHDTK Tumbang Nusa.

Beberapa waktu lalu, tim menemukan pohon tumbang jenis Tumih (Combretocarpus rotundatus) di Blok Petak 2. Sebagai upaya pencegahan, tim segera melakukan perapihan. Keberadaan pohon tumbang jika dibiarkan dapat menjadi potensi bahan bakar apabila cuaca panas ekstrim.

Yuk jaga terus hutan kita...
Cuaca panas mulai terasa
Jangan lupa terus waspada
Hutan lebat perlu dijaga
Dengan patroli di Tumbang Nusa😊





“Sering hujan tapi kok masih gerah?”Ternyata, hujan tidak selalu membuat suhu langsung terasa sejuk. Berdasarkan analisi...
26/05/2026

“Sering hujan tapi kok masih gerah?”

Ternyata, hujan tidak selalu membuat suhu langsung terasa sejuk. Berdasarkan analisis terkini BMKG, sebagian wilayah Indonesia sedang memasuki musim kemarau dan sebagian lainnya berada pada masa peralihan musim. Pada periode 21–24 Mei 2026, suhu maksimum bahkan tercatat melampaui 35°C di sejumlah wilayah Indonesia.

Di sisi lain, hujan lebat hingga sangat lebat juga masih terjadi di berbagai daerah. Kondisi inilah yang membuat udara terasa panas, lembap, dan gerah.

Penyebabnya antara lain:

Minimnya tutupan awan sejak pagi hingga siang sehingga permukaan bumi mengalami pemanasan intens
Akumulasi panas memicu pembentukan awan hujan pada sore hingga malam hari
Aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO), Gelombang Rossby Ekuatorial, dan Gelombang Kelvin yang mendukung pertumbuhan awan hujan
Adanya sirkulasi siklonik yang memicu perlambatan angin dan pembentukan awan hujan

Jadi, meskipun hujan sering turun, kombinasi suhu tinggi dan kelembapan udara tetap membuat cuaca terasa gerah. Tetap jaga kesehatan dan cukupi kebutuhan cairan tubuh.

14/05/2026

Di tengah tantangan perubahan iklim dunia, hutan bukan hanya tentang pohon tetapi tentang kehidupan, masa depan, dan harapan bersama. 🌏🌿

Kementerian Kehutanan Republik Indonesia terus memperkuat kerja sama internasional melalui berbagai pertemuan bilateral dengan lembaga dan negara sahabat, termasuk bersama Kementerian Ekonomi Kehutanan Republik Kongo, ITTO, UNEP, FAO, dan FCLP.

Pertemuan ini menjadi ruang untuk saling belajar, berbagi pengalaman, dan membangun komitmen bersama dalam menjaga hutan tropis dunia agar tetap lestari. Karena bagi Indonesia dan negara-negara sahabat, hutan bukan hanya warisan alam, tetapi juga penopang kehidupan jutaan masyarakat yang bergantung di dalamnya.

Melalui kolaborasi yang kuat dan pendekatan yang humanis, kita percaya bahwa menjaga hutan berarti menjaga masa depan generasi mendatang. 🤝🌱

14/05/2026

Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni menegaskan kesiapan Indonesia dalam membangun perdagangan karbon kehutanan yang kredibel, transparan, dan berstandar internasional dalam Business Forum on Carbon Market and Forest Products di New York, Amerika Serikat.

Dengan potensi sekitar 120 juta hektare hutan tropis, Indonesia membuka peluang besar bagi investasi iklim, perdagangan karbon, dan pengembangan multiusaha kehutanan berkelanjutan. 🌎

Melalui Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 6 Tahun 2026, pemerintah menghadirkan kepastian regulasi bagi pelaku usaha dalam pengembangan kredit karbon kehutanan yang terintegrasi dengan standar global.

Tak hanya soal karbon, Indonesia juga mendorong model multiusaha kehutanan yang menghadirkan manfaat ekonomi sekaligus menjaga kelestarian hutan melalui hasil hutan bukan kayu, jasa lingkungan, ekowisata, hingga bioekonomi berkelanjutan.

CarbonMarket

14/05/2026

Hutan bukan hanya tentang pepohonan.
Hutan adalah sumber kehidupan, rumah bagi keanekaragaman hayati, pelindung masa depan, dan warisan untuk generasi mendatang. 🌿

Dalam forum Perserikatan Bangsa-Bangsa , Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus menjaga hutan melalui kolaborasi, pemberdayaan masyarakat adat, penguatan tata kelola, hingga aksi nyata menghadapi krisis iklim dunia.

Karena bagi Indonesia, menjaga hutan berarti menjaga kehidupan.

IndonesiaUntukDunia

13/05/2026

Pusbang Mitigasi mengikuti Sosialisasi Aplikasi Sikadir v.8 pada 12 Mei 2026 yang dipimpin oleh Kepala Bidang Perencanaan dan Formulasi, Enjang Sopiyudin, serta dihadiri oleh seluruh pegawai Pusbang Mitigasi.

Kegiatan sosialisasi disampaikan langsung oleh Bapak Marzuki selaku pengembang aplikasi Sikadir, sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan optimalisasi penggunaan aplikasi dalam mendukung tata kelola dan administrasi yang lebih efektif dan terintegrasi.

Melalui kegiatan ini, diharapkan implementasi Sikadir v.8 dapat mendukung peningkatan kinerja, efisiensi layanan, serta pengelolaan data dan administrasi yang lebih tertib di lingkungan Pusbang Mitigasi.

Indonesia menjadi tuan rumah First Workshop on the Development of ASEAN Leaders’ Declaration on One Billion Trees Growin...
12/05/2026

Indonesia menjadi tuan rumah First Workshop on the Development of ASEAN Leaders’ Declaration on One Billion Trees Growing Programme and Its Implementation Plan di Bali, 12–13 Mei 2026. 🌱🌏

Melalui forum ini, negara-negara ASEAN bersama para mitra memperkuat komitmen dan sinergi regional dalam rehabilitasi hutan, restorasi ekosistem, serta aksi nyata menghadapi perubahan iklim dan kehilangan keanekaragaman hayati.

“Inisiasi ASEAN One Billion Trees Growing Programme merupakan langkah nyata untuk memperkuat pengelolaan hutan lestari dan kontribusi ASEAN terhadap target iklim global,” ujar Dr. Wening Sri Wulandari.

12/05/2026

Sobat Hijau🌱,
El Nino datang tapi jangan bingung kaya gini “kita harus gimana sih?”😮

nih jawabannya ada disini👇
💧 hemat air mulai dari hal kecil
🌾 perbaiki irigasi biar tetap aman
🔥 cegah karhutla sebelum makin parah

ga perlu nunggu nanti, mulai dari sekarang juga bisa 🌍✨
yuk lebih peduli, biar bumi kita lebih baik 💚

Address

Jln. Gunung Batu No. 5
Bogor
16118

Opening Hours

Monday 07:30 - 16:00
Tuesday 07:30 - 16:00
Wednesday 07:30 - 16:00
Thursday 07:30 - 16:00
Friday 07:30 - 16:30

Telephone

+622518633944

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Pusat Pengembangan Mitigasi dan Adaptasi Bencana Hidrometeorologi Kehutanan posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Pusat Pengembangan Mitigasi dan Adaptasi Bencana Hidrometeorologi Kehutanan:

Share