03/09/2021
Anugrah Cinta
Apa yang ada dalam diri manusia hanyalah keburukan. Kebencian memenuhi diri mengotori dan menggelapkan mata hati, nafsu juga memenuhi diri menoreh dan menyayat hati hingga timbul luka bernama rasa kecewa. Ketika kotoran-kotoran kebencian itu menutupi dan mengotori luka-luka rasa kecewa maka tumbuhlah penyakit-penyakit yang memperparah kondisi ruhani. Bayangkan jika tubuh terluka dan karena kebodohan luka itu tidak dirawat tetapi justru dilumuri dan dikotori oleh kotoran, luka itu pasti menjadi semakin parah dan terinfeksi oleh penyakit yang bahkan jika tidak disembuhkan bisa menyebabkan luka itu membusuk. Sesungguhnya hal tersebut juga terjadi didalam batin manusia dan luka kecewa yang dikotori kotoran benci akan menimbulkan penyakit yang tidak hanya memperparah kondisi hati tapi bahkan bisa membuat hati menjadi busuk dan mati. hakikatnya luka batin jauh lebih menyakitkan dan lebih berbahaya daripada luka pada badan. Manusia yang hatinya membusuk dan mati ia tidak berbeda dengan hewan yang tiada memiliki hati, ia dipenuhi kebuasan, dan keliaran sehingga tiada lagi memiliki perbedaan dengan hewan bahkan bisa jadi ia jauh lebih rendah dari hewan.
Allah menciptakan manusia dengan berbagai keistimewaan yang membuat manusia berbeda dengan makhluknya yang lain. Manusia dititipkan akal yang berguna untuk menuntun manusia pada kebijaksanaan namun seringkali akal justru digunakan sebagai alat manusia untuk mendukung sifat-sifat hewani. Maka tuhan menganugrahkan cinta dalam diri manusia dan cintalah yang membuat manusia berbeda dengan hewan, cintalah yang membuat manusia menjadi manusia. Cinta menghilangkan dan membersihkan kotoran kebencian, cinta mengobati luka rasa kecewa, cinta menyembuhkan penyakit dalam batin, cinta menghidupkan hati yang telah mati dan membusuk, bahkan sesungguhnya cintalah yang menghidupkan manusia. Ruh berasal dari nafas cinta-Nya dan cinta berasal dari cahaya-Nya.