Griyaalkahfiofficial

Griyaalkahfiofficial Dukung program GESSER, Gerakan Infak Sepuluh Ribu Sebulan untuk para Penghafal Al Quran

23/12/2022

REKAP DONASI PBSK 2022 : SEMOGA MENGUNDANG PERTOLONGAN ALLAH SWT

Alhamdulillah program patungan Beasiswa Santri Kuttab Rp. 25.000, yang kini kami sebut program Patungan Beasiswa Santri Kuttab (PBSK), sudah memasuki usia perjalanan satu tahun. Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas dukungan semua donatur yang istiqomah membersamai program PSBK hingga penghujung Desember 2022 ini.

Alhamdulillah hingga saat ini tercatat ada 49 donatur yang telah sama-sama patungan mulai Rp. 25.000 / bulan dan berhasil mendukung PBSK, di bulan Januari – Juni 2022 (tahun 2021/2022 di semester genap) dan Juli – Desember 2022 (semester ganjil tahun ajaran 2022/2023) sebesar Rp. 16.725.000 (enam belas juta tujuh ratus dua puluh lima ribu rupiah).

Dari dana tersebut, berhasil mendukung 18 Santri Kuttab Al Kahfi Indonesia dalam bentuk keringanan biaya SPP setiap bulan di Kuttab. Berikut rincian penerima beasiswa :
1) Kuttab Awwal 1 : empat orang santri
2) Kuttab Awwal 2 : tiga orang santri
3) Kuttab Awwal 3 : dua orang santri
4) Kuttab Qonuni 1 : empat orang santri
5) Kuttab Qonuni 2 : lima orang santri

Alhamdulillah dari total 18 santri, mayoritas perkembangan bacaan Al Qurannya terus meningkat, adabnya terus diperbaiki, imannya dikuatkan dan kemampuan baca tulis hitungnya terus dipelajari. Jazakumullah khairan katsir atas dukungan Ayah/Bunda/Abang/Kakak donatur.

Kami berdoa semoga semua infak yang telah dikeluarkan, baik dalam keadaan lapang atau sempit, menjadi jalan hadirnya pertolongan Allah Swt di dunia dan akhirat, aamiin ya Rabb.

***

Bersama ini juga kami informasi kebutuhan donasi program PBSK Januari – Juni 2023 sebesar Rp. 12. 720.000,- (dua belas juga tujuh ratus dua puluh ribu rupiah) atau Rp. 2.120.000 (dua juta seratus dua puluh ribu rupiah). Dibutuhkan sebanyak 85 orang donatur yang siap berinfak mulai Rp. 25.000 / bulan. (lanjutan di kolom komentar).

Bogor, 23 Desember 2022

Manajemen Griya Al Kahfi Indonesia
Informasi : 0812 9203 6081 (WA)

WAJAH NABI BERSERI-SERI MELIHAT UMATNYA BERSEGERA MELAKUKAN AMAL INIKisah berikut diriwayatkan dari salah seorang sahaba...
21/12/2022

WAJAH NABI BERSERI-SERI MELIHAT UMATNYA BERSEGERA MELAKUKAN AMAL INI

Kisah berikut diriwayatkan dari salah seorang sahabat Nabi Muhammad SAW, Jabir radhiyallahu anhu. Suatu hari, kaum Muslimin sedang duduk-duduk di dekat masjid di Madinah. Dari kejauhan, tampak segerombolan orang sedang berjalan kaki. Mereka berpakaian compang-camping. Terlihat dari wajah mereka kelelahan dan kemiskinan yang mendera.

Rasulullah SAW ikut menyaksikan pemandangan ini. Wajah beliau bersedih. Kemudian, beliau masuk ke dalam rumah dan keluar kembali. Nabi SAW lantas menyuruh Bilal untuk mengumandangkan azan dan qamat. Selanjutnya, shalat pun digelar dengan dipimpin beliau.

Selesai shalat, Rasulullah SAW berpidato di hadapan jamaah, “Wahai sekalian manusia, hendaklah setiap orang menyedekahkan sebagian dari dinarnya, sebagian dari dirhamnya, sebagian dari pakaiannya, segantang dari gandumnya, dari segantang kurmanya. Bersedekahlah biarpun hanya dengan sekeping kurma!”

Pidato Nabi SAW amat menyentuh hati kaum Muslimin. Satu per satu mereka p**ang ke rumah untuk kemudian kembali lagi dengan membawa harta sedekah.

Seorang laki-laki dari golongan Anshar membawa sebuah pundi yang hampir-hampir tangannya tidak kuat membawanya. Ada p**a orang-orang yang membawa berlapis-lapis pakaian serta makanan.

Jabir melihat dua tumpukan dari sedekah itu yang terdiri atas makanan dan pakaian. Tak menunggu waktu lama, terkump**ah uang dalam jumlah yang banyak sekali.

“Kulihat wajah Rasulullah berseri-seri bagaikan sesuatu bersepuh emas layaknya,” kenang Jabir.

Nabi SAW lantas memanggil perwakilan kelompok kafilah miskin tadi. Sambil menyerahkan bantuan yang terkumpul itu, beliau bersabda, “Barangsiapa membuat suatu aturan yang baik, maka baginya pahala ditambah dengan pahala orang-orang yang menjalankan aturan itu di belakangnya, dengan tidak dikurangi sedikit pun dari pahala mereka”

Dalam hal ini, Nabi SAW membicarakan orang yang pertama kali merespons seruannya agar bersedekah. Sebab, dengan melihat inisiatif orang itu, banyak Muslimin yang tergerak untuk ikut bersedekah.

Bagi orang yang pertama kali itu akan mendapatkan pahala berlipat dengan tanpa mengurangi pahala orang-orang yang tergerak karenanya.

Referensi : https://www.bwi.go.id/7968/2022/04/25/kisah-sedekah-ini-bikin-rasulullah-teteskan-airmata/

***

Griya Al Kahfi Indonesia
Jl Kp Cijujung Tengah
RT. 07/04 No. 22
Desa Cijujung Kec Sukaraja
Kab Bogor
Call 0812-9023-6081 (Furi)

Langsung PENGURUS 0813-8204-9375 (Ummu Fatih)

Temukan Kami disini
https://goo.gl/maps/bJWx8ZA7AUquJ1Fw6

InfakUntuk ProgramTahfidz

NIATKAN UNTUK ALMARHUM/ALMARHUMAH ORANGTUA KITAAlhamdulillah sudah memasuki bulan Desember 2022. Jelang akhir tahun ini ...
20/12/2022

NIATKAN UNTUK ALMARHUM/ALMARHUMAH ORANGTUA KITA

Alhamdulillah sudah memasuki bulan Desember 2022. Jelang akhir tahun ini kami mengajak Ayah/Bunda/Abang/Kakak, khususnya yang sudah join program Sedekah Bakti Orangtua (SBO) kembali mengambil peluang amal mendukung pembiayaan Kelas Tahsin Bersanad tujuh orang asatidzah, mulai Rp. 100.000.

💰Kebutuhan donasi SBO bulan Desember 2022 Rp. 1.750.000. Mari berlomba-lomba dalam kebaikan. Niatkan jadi amal jariyah untuk almarhum/almarhumah terbaik di bulan Desember ini.

▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️

Yuk gabung sekarang ‼️
💳 Transfer ke :
Rek BSI an/ Griya Al Kahfi Indonesia Kode ( 451 )
714-403-0693

📱 Informasi lengkap :
Admin Griya Al Kahfi Indonesia
http://wa.me/081292036081

InfakUntuk ProgramTahfidz

20/12/2022

KELAS TAHSIN MASIH BERJALAN, ILMUNYA SUDAH DITERAPKAN

Alhamdulillah program Sedekah Bakti Orangtua (SBO) hingga dua bulan ini (Oktober dan November 2022) sudah mendukung Infak Kelas Tahsin Bersanad yang diikuti oleh tujuh asatidazah Griya Al Kahfi Indonesia. Dari rencana delapan orang, satu orang asatidzah tidak bisa mengikuti karena ada keperluan keluarga dalam waktu dekat.

Dari tujuh orang asatidzah yang diikutkan Kelas Tahsin Bersanad, lima orang saat ini mengabdi sebagai asatidzah Kuttab Al Kahfi Indonesia (KAFI). Mengajar anak-anak usia pendidikan dasar mulai usia 5 tahun. Dua orang lainnya mengajar di Griya Tahfidz Al Kahfi (GTA). Satu asatidzah mengajar kelas Tahsin dan Tahfidz Anak GTA, satu lagi mengajar kelas Tahsin dan Tahfidz Dewasa (Bunda).

Masya Allah tabarakallah, meski kelas masih berjalan, ilmu yang didapatkan asatidzah dalam Kelas Tahsin Bersanad sudah mulai diterapkan saat mereka mengajar. Semoga pahalanya terus mengalir bagi semua donatur yang sudah berpartisipasi, dan apa yang menjadi niat dan hajatnya Allah Swt sampaikan, aamiin ya Rabb.

➖➖➖➖➖➖➖➖
Alhamdulillah sudah memasuki bulan Desember 2022. Jelang akhir tahun ini kami mengajak Ayah/Bunda/Abang/Kakak, khususnya yang sudah join program Sedekah Bakti Orangtua (SBO) kembali mengambil peluang amal mendukung pembiayaan Kelas Tahsin Bersanad tujuh orang asatidzah, mulai Rp. 100.000.

💰Kebutuhan donasi SBO bulan Desember 2022 Rp. 1.750.000. Mari berlomba-lomba dalam kebaikan. Niatkan jadi amal jariyah untuk almarhum/almarhumah terbaik di bulan Desember ini.
▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️
Yuk gabung sekarang ‼️

💳 Transfer ke :
Rek BSI an/ Griya Al Kahfi Indonesia Kode ( 451 )
714-403-0693

📱 Informasi lengkap :
Admin Griya Al Kahfi Indonesia
http://wa.me/081292036081

InfakUntuk ProgramTahfidz

MASUK SURGA DENGAN SELAMATAbdullah bin Salam radhiyallahu 'anhu mengatakan :فكان أوَّلُ ما تَكَلَّمَ بِهِ أَنْ قَالَ: أَ...
20/12/2022

MASUK SURGA DENGAN SELAMAT

Abdullah bin Salam radhiyallahu 'anhu mengatakan :

فكان أوَّلُ ما تَكَلَّمَ بِهِ أَنْ قَالَ: أَيُّهَا النَّاسُ أَفْشُوا السَّلامَ، وَأَطْعِمُوا الطَّعَامَ، وَصِلُوا الأَرْحَامَ، وَصَلُّوا بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ، تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ بِسَلامٍ

Kalimat pertama yang di ucapkan Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam (ketika tiba di Madinah) : "Wahai sekalian manusia, sebarkanlah Salam, berikan Makan, sambunglah Silaturrahim, Shalatlah di waktu Malam ketika orang-orang tertidur, niscaya kalian akan masuk Surga dengan selamat."
(HR. At-Tirmidzi)
➖➖➖➖➖➖➖➖
♻️ HALAL DI-REPOST

📬 WhatsApp:
➡️ Admin Griya Al Kahfi http://wa.me/081292036081
📷 Instagram :
https://www.instagram.com/p/CmXzAIPyKvd/?igshid=YmMyMTA2M2Y=
📱 Facebook :
https://www.facebook.com/profile.php?id=100086617051439&mibextid=ZbWKwL

InfakUntuk ProgramTahfidz

KABAR MUSLIM DI NEGERI JUARA PIALA DUNIA 2022Berakhir sudah perhelatan Piala Dunia 2022 yang digelar di Qatar. Argentina...
19/12/2022

KABAR MUSLIM DI NEGERI JUARA PIALA DUNIA 2022

Berakhir sudah perhelatan Piala Dunia 2022 yang digelar di Qatar. Argentina keluar menjadi juara usai menjalani pertandingan dramatis melawan Prancis.

Argentina sudah lama dikenal akan kehebatannya di lapangan sepak bola. Dengan luas hampir 2,8 juta kilometer persegi, Argentina adalah negara terbesar kedelapan di dunia.

Negara Amerika Latin ini telah menghasilkan banyak bintang sepak bola selama bertahun-tahun dan terkenal dengan makanan anggurnya yang lezat dan bangunannya yang terkenal di dunia.

Namun, pernahkah kita mendengar tentang Muslim di Argentina? Pernahkah kita memikirkan bahwa di sana ada orang-orang yang mempraktikkan Islam? Mungkin tidak.

Kenapa? Karena minoritas muslim di negara asal Messi itu mendapat perhatian yang jauh lebih sedikit daripada komunitas muslim lain di Eropa atau Amerika Serikat.

Islam adalah agama yang berkembang di Amerika Latin, tetapi para pembuat kebijakan belum menyadari tren ini. Menurut Arsip Data Asosiasi Agama, sekitar dua persen warga Argentina adalah Muslim; pada dasarnya mereka mengakui Islam sebagai agama resmi mereka.

Identifikasi agama tidak dipertanyakan atau dipertimbangkan untuk statistik sensus nasional. Mayoritas warga Argentina beragama Kristen, tetapi sebagai negara sekuler, umat Islam di sana bebas membangun masjid.

Alhamdulillah Muslim juga bebas melakukan dakwah untuk mengajak orang-orang menuju kebenaran.

Undang-undang melarang diskriminasi agama dan mengharuskan mereka yang dinyatakan bersalah melakukan tindakan diskriminatif untuk membayar ganti rugi atau menjalani hukuman penjara.
Ini adalah sesuatu yang tidak kita lihat di banyak negara lain dan negara yang lebih maju dan dunia pertama, di mana serangan anti-muslim dan tindakan Islamofobia merajalela, dan umat Islam hidup dengan diskriminasi.

Bagaimana Islam masuk ke Argentina?

Sejak abad 15 – 16 saat para penjelajah Spanyol melakukan perjalanan ekpedisi melintasi dunia untuk menaklukkan bangsa-bangsa dan membawa mereka di bawah monarki Spanyol, Muslim atau yang mereka sebut Moor dari Semenanjung Iberia di Afrika Utara dan keturunan Spanyol ikut serta dengan kru ekspedisi.

Banyak dari mereka menetap di Argentina karena melarikan diri dari penindasan di Spanyol.

Gereja Katolik Roma dan Kerajaan Spanyol memerintahkan bangsa Moor ini untuk masuk Kristen atau menghadapi pengasingan usai Spanyol secara terbuka melarang praktik Islam pada abad ke-16.
Kerajaan Spanyol dan Portugis merasa tidak aman dan takut, bangsa Moor akan mendorong invasi baru dari Kekhalifahan Utsmaniyyah setelah jatuhnya Konstantinopel.

Jadi banyak (meskipun jumlahnya tidak jelas) muslim yang melarikan diri dari Spanyol dan bergabung menjadi kru di ekspedisi penjelajahan.

Pada abad ke-19, Argentina menyaksikan gelombang besar orang Arab keturunan Suriah dan Libanon masuk ke dalam perbatasannya. Meskipun sebagian besar orang Arab ini bukan muslim, melainkan Arab Kristen.

Dua masjid pertama Argentina dibangun pada tahun 1980an. Dua tahun kemudian, komunitas Muslim Sunni membangun masjid pertama dengan arsitektur Islam.

Masjid Pusat Budaya dan Islam Raja Fahd, yang selesai dibangun pada tahun 1996 menjadi masjid terbesar di Argentina dan di Amerika Selatan. Pembangunan masjid di tanah seluas 20.000 meter persegi itu mendapat bantuan dari Raja Fahd bin Abdul Aziz, yang merupakan raja Arab Saudi saat itu.

Pusat Budaya dan Islam Raja Fahd tidak hanya berisi masjid, namun juga dua sekolah, satu perpustakaan dan sebuah taman.
Selain itu, terdapat p**a sejumlah masjid di Argentina. Termasuk dua masjid di Cordoba, dua masjid di Mar del Plata dan satu masjid di El Bolson.

Muslim pada awalnya diabaikan oleh penduduk Argentina sampai tahun 1989 dengan terpilihnya tokoh kontroversial Carlos Menem sebagai presiden.

Menem dibesarkan oleh dua migran Suriah dan dia menjadi presiden pertama berdarah Arab. Meski Menem pada awalnya Muslim, ia kemudian murtad dan masuk kristen hanya karena ingin menjadi presiden.

Biarpun begitu, ia masih memiliki perhatian kepada Muslim Argentina. Menem termasuk mereka yang menyumbang untuk masjid Raja Fahd dengan menjual tanahnya seluas delapan hektar.
Banyak Muslim Argentina melihat masjid ini juga sebagai warisan dari Menem.

Problematika Muslim Argentina

Buenos Aires, kota terbesar di Argentina, menjadi saksi bagaimana sebuah agama yang tidak dilestarikan bisa sekarat dan pada akhirnya akan mati.

Selama abad ke-19 dan 20 sekitar setengah juta Muslim bermigrasi ke Argentina, tetapi meskipun pertumbuhan pop**asi, jumlah mereka yang mengakui dirinya sebagai Muslim jumlahnya stagnan. Ini adalah kenyataan yang menyedihkan, mengapa jumlah Muslim tidak bertambah?

Ada beberapa alasan yang bisa kami temukan. Pertama, banyak Muslim Argentina menikah beda agama, sementara anak hanya memiliki satu orang tua Muslim dan tidak mengenal bahasa Arab sebagai bahasa pertama mereka.

Hal ini menyebabkan banyak dari mereka tidak mengetahui cara membaca atau mempelajari Al Quran, sementara anak-anak ini pada dasarnya berbicara bahasa Spanyol sebagai bahasa pertama mereka.

Kedua, kurangnya pusat studi agama seperti madrasah juga menjadi masalah serius karena tidak adanya tempat yang menampung pemuda-pemudi yang tertarik dengan Islam..
Banyak Muslim telah berintegrasi dengan sangat baik ke dalam kebiasaan dan budaya Argentina sehingga mereka kehilangan identitas Islam dan Arab mereka. Ini adalah peringatan yang telah diajarkan kepada kita dalam Islam. Agar kita tetap teguh pada keyakinan dan tradisi kita meskipun berada di sekitar orang-orang dari keyakinan dan budaya lain. Jika tidak, kita pada akhirnya akan mengikuti dan meniru mereka dalam setiap aspek kehidupan.
Ketiga, Jumlah Muslim yang mempraktekkan Islam tergolong sedikit. Di masjid-masjid besar pada hari Jumat, jamaah sholat Jum’at tidak lebih dari 20 orang, jumlah yang sangat rendah untuk sebuah negara yang memiliki setidaknya satu setengah juta Muslim.

Pada tahun 2011 pemerintah meloloskan undang-undang untuk mengizinkan wanita Muslim mengenakan jilbab di depan umum tanpa menghadapi penganiayaan. Selain itu, wanita Muslim diperbolehkan menggunakan foto berhijab untuk KTP.

Undang-undang ini menyatakan kebebasan beragama dan berekspresi di Amerika Latin. Ada lebih sedikit ketakutan di antara orang-orang Argentina tentang Islam daripada di Amerika Serikat atau Eropa, tetapi Islamofobia dan dampak negatif dari media Barat telah mempersulit sebagian Muslim Argentina untuk mempraktikkan agama mereka.

Penutup

Alhamdulillah jika di bandingkan dengan muslim Argentina, kondisi di Indonesia jauh lebih baik. Pernikahan beda agama adalah salah satu yang hingga hari ini Majelis Ulama Indonesia (MUI) melarang, jumlah pesantren dan sekolah hingga kampus islam terus bertambah, dan terjadi peningkatan kelas menengah muslim yang membawa dampak besar bagi semua bidang.

Sementara di Argentina saat ini ada urgensi untuk memiliki konsep pendidikan Islam berbahasa Spanyol yang dapat diandalkan untuk melayani semakin banyak pemuda yang hanya berbicara satu bahasa.

Generasi muda yang penuh rasa ingin tahu dan keingintahuan belajar untuk mendambakan pengetahuan dalam bahasa yang nyaman bagi mereka. Faktor pendukung penting bagi Islam yang sedang dieksplorasi di Amerika Latin adalah peran pemerintah dan rakyat untuk tidak mencemari sifat asli Islam yaitu toleransi, perdamaian dan kebaikan.*

Referensi : https://hidayatullah.com/spesial/ragam/read/2022/12/19/241941/muslim-di-argentina-dan-perkembangannya-kini.html

SEDEKAH KECIL YANG MENYEBABKAN SANG ULAMA MASUK SURGADalam kitab Hikaya Al Shufiyah karya Syeikh Muhammad Abu Al Yusri A...
15/12/2022

SEDEKAH KECIL YANG MENYEBABKAN SANG ULAMA MASUK SURGA

Dalam kitab Hikaya Al Shufiyah karya Syeikh Muhammad Abu Al Yusri Abidin, termaktub sebuah kisah ulama besar yang bernama Abu Manshur bin Dzukair. Beliau adalah sosok sufi yang sangat zuhud dan rajin ibadah selama hidupnya. Ketika menjelang wafatnya, beliau banyak menangis.

Dikatakan kepadanya, “Mengapa engkau banyak menangis, wahai Abu Mansur?”

Abu Mansur menjawab, “Bagaimana aku tidak menangis, aku berjalan di jalan yang tidak biasa aku lalui”.

Ketika Abu Mansur wafat, anaknya bertemu Abu Mansur dalam mimpi, pada malam ke-empat.

Anaknya bertanya, “Apa yang dilakukan Allah kepadamu, wahai Bapakku?”

Abu Mansur menjawab, “Wahai anakku, urusanku lebih sulit ketimbang sesuatu yang engkau bayangkan. Kau berperasangka bahwa saya ketemu dengan malaikat yang adil, bahkan melebihi adilnya orang yang sangat adil. Aku melihat orang yang saling bertengkar dan saling berdebat”.

Tuhanku berkata kepadaku, “Wahai Aba Mansur, Aku telah memberimu umur 70 (tujuh puluh) tahun, lalu apa yang ada pada dirimu?”

Abu Mansur menjawab, “Wahai Tuhanku, aku menunakan haji 30 tahun.”

Allah berkata: “Aku tidak menerimamu.”

Abu Mansur menjawab, “Aku bersedekah 40 ribu dirham dengan tanganku sendiri.”

Allah berkata: “Aku tidak menerimamu”.

Abu Mansur menjawab, “Aku berpuasa di siang hari dan qiyamulail di malam hari, 60 tahun.”

Allah berkata: “Aku tidak menerimamu”.

Abu Mansur menjawab, “Aku ikut berperang, 40 perang.”

Allah berkata, “Aku tidak menerimamu”

Abu Mansur menjawab, “Ketika amalku tidak diterima, sia-sialah amalku.”

Namun di sana Allah berkata kepada Abu Manshur, “Tidak wahai Abu Manshur, Aku tidak akan menyiksa hambaku yang seperti dirimu. Apa kamu ingat pada suatu hari kamu pernah menyingkirkan batu dari jalan, supaya tidak ada orang yang tersandung dan terluka karenanya? Karena hal itulah aku memberikan rahmat kepadamu.”

Masya Allah.. kita tidak pernah tahu amal mana yang menjadi sebab turunnya rahmat Allah. Boleh jadi bukan karena shalat, puasa, ataupun sedekah luar biasa yang kita lakukan melainkan sedekah yang kecil tapi benar-benar kita niatkan karena Allah.
Mungkin saja shalat kita, sedekah kita, dan puasa kita belum sepenuhnya baik dan benar niatnya. Namanya manusia terkadang kita lalai, beribadah namun dengan niat agar dipuji bukan dengan niat semata-mata karena Allah. Astaghfirullah..

Semoga Allah selalu memudahkan kita untuk memperbaiki diri.

Bogor, 15 Desember 2022

Manajemen Griyaalkahfiofficial

AYAH BUNDA, SAATNYA MAKSIMALKAN KEKUATAN DOA"Doa orang tua untuk anaknya bagaikan doa nabi terhadap umatnya" (HR. Ad-Dai...
13/12/2022

AYAH BUNDA, SAATNYA MAKSIMALKAN KEKUATAN DOA

"Doa orang tua untuk anaknya bagaikan doa nabi terhadap umatnya" (HR. Ad-Dailami)

Dua kisah yang akan kami ceritakan ini menggambarkan bagaimana dahsyatnya dampak doa orangtua kepada anak. Semoga menjadi inspirasi bagi kita semua.

KISAH PERTAMA

Saat kecil, sering sakit-sakitan. Bahkan, kabarnya, baru bisa berjalan setelah 21 bulan. Padahal bayi normal biasanya sudah bisa berjalan umur 9-10 bulan. Ibunya sangat sedih. Saat itulah Sang Ibu berdoa, "Ya Allah, Jika anak saya ini tetap hidup dan bisa berjalan, anak ini saya wakafkan untuk sekolah bahkan setinggi-tingginya yang tidak ada di kampung ini."

Subhanallah berkat nadzar dan doa Ibu, Allah memberi kemudahan anak tersebut dalam menuntut ilmu. Sejak kecil terbiasa sekolah double. Saat bersekolah di Sekolah Dasar di pagi hari, sore hari sang anak bersekolah di Madrasah Ibtidaiyah. Begitu juga saat bersekolah di SMP, ia juga merangkap bersekolah di Madrasah Tsanawiyah di sebuah pesantren. Begitu p**a ketika di ia bersekolah di tingkat SMA, ia juga merangkap menimba ilmu di Madrasah Aliyah di sebuah Pesantren di Pati, Jawa Tengah.

Selain itu, anak tersebut senantiasa mendapatkan beasiswa, mulai dari S1, S2 dan S3. Beliau menjadi salah satu Doktor termuda di kampusnya, Universitas Ibnu Khaldun, saat usia 29 tahun. Beliau adalah Ustadz Dr. Akhmad Alim, pimpinan Pondok Pesantren Ulil Albab.

“Setiap kali ada suatu keinginan dalam segala hal, saya selalu sempatkan untuk meminta doa ibu, dan saat itu p**a ibu biasanya puasa senin-kamis, dan malamnya sujud di hadapan Allah untuk mengabulkan doanya” tulis pendiri Pondok Pesantren Quran Ibnu Jauzi yang juga salah satu pembina di Kuttab.

KISAH KEDUA

Imam Adz-Dzahabi menceritakan kisah Imam Sulaiman bin Ayyub ar-Razi, seorang ulama Iraq saat kecil menuntut ilmu. Saat beliau berusia sepuluh tahun, beliau belajar Al Qur’an di salah satu Masjid di Ray. Ia mendatangi seorang guru Al Qur’an yang sedang mengajarkan tajwid di Masjid tersebut. Sang guru memerintahkannya untuk membaca surat Al-Fatihah. Tetapi tidak bisa karena ada sesuatu di lidahnya.

Sang guru kemudian bertanya, “Apakah engkau punya seorang Ibu ?”

“Ya” jawab Sulaiman.

“Kalau begitu, mintalah kepada Ibumu agar dia bedoa supaya Allah memudahkan engkau untuk bisa membaca Al Qur’an dan meraih ilmu agama” tutur sang guru.

Maka setelah p**ang ke rumah, dia menyampaikannya kepada ibunya, dan sang ibu lalu bermunajat dan berdoa kepada Allah.
Setelah itu, Sulaiman menginjak masa dewasa dan berkelana ke Baghdad untuk menuntut ilmu bahasa Arab, fiqih, dan lain-lain.
Ketika dia p**ang kembali ke kampungnya di Ray sedang menyalin kitab Mukhtashar al-Muzani di sebuah masjid, ternyata guru yang dahulu datang seraya mengucapkan salam kepadanya. Namun, sang guru sudah tidak mengenal Sulaiman lagi.

Tatkala guru mendengar salinan kitab tersebut dan dia tidak paham apa yang sedang dibaca, dia berkomentar, “Apa sebenarnya kandungan pembahasan kitab ini, aku tidak begitu paham ?

Kata Sulaiman, “Dalam hatiku berkata, seandainya beliau juga minta doa ibunya tentu Allah akan membukakan pintu kepahaman untuknya”. (Siyar A’lāmin Nubalā’ 34/156–157 oleh adz-Dzahabi)

***

Ayah Bunda yang dirahmati Allah Swt, insya Allah semua santri Kuttab Al Kahfi Indonesia akan melaksanakan Ujian Akhir Semester (UAS), Rabu – Jum’at, 14 – 16 Desember 2022.

Mengambil inspirasi dari kisah diatas, maka kami mengajak agar Ayah dan/atau Bunda selain membantu mendampingi ananda dalam persiapan UAS, mari kita sama-sama mengajarkan pada ananda untuk senantiasa untuk meminta doa kepada orangtuanya dan mendekatkan diri kepada Allah Swt untuk memanjatkan doa terbaik untuk kelancaran ananda melaksankan UAS.

Bogor, 13 Desember 2022

Referensi : Sujud Menembus Batas, Dr. Akhmad Alim, Lc., AMP Press (2015 : 56 - 59)

"50 Hari Lagi, Engkau Akan Meninggalkan Dunia Ini"Dikisahkan bahwa dahulu Nabi Dawud memiliki seorang sahabat. Layaknya ...
09/12/2022

"50 Hari Lagi, Engkau Akan Meninggalkan Dunia Ini"

Dikisahkan bahwa dahulu Nabi Dawud memiliki seorang sahabat. Layaknya seorang sahabat, ia begitu dekat dengan Sang Nabi. Hubungannya dan Sang Nabi terjalin begitu erat. Bahkan bisa dikatakan, ia juga merupakan pengikut setia dakwah Nabi Dawud. Sungguh, ia merupakan sahabat yang dicintai oleh Nabi Dawud.

Namun sayang, tiba-tiba saja Malaikat Jibril turun ke bumi dan berkata, “Wahai Nabi Dawud, berilah kabar kepada sahabatmu itu, bahwa ajal nya akan segera tiba. 50 hari lagi ia akan meninggal dunia.”

Seketika Nabi Dawud pun tercengang. Bagaimana tidak, sahabat yang ia kasihi ternyata ditakdirkan oleh Allah untuk sebentar lagi akan undur diri meninggalkan dunia yang fana ini. Akhirnya dengan berat hati, Nabi Dawud mengatakan perihal kabar yang telah ia terima dari Malaikat Jibril.

“Wahai sahabatku, sesungguhnya aku tak sampai hati untuk menyampaikan hal ini kepadamu. Namun Jibril memerintahkanku untuk mengatakan kepadamu bahwa ajalmu telah dekat. 50 hari lagi, engkau akan meninggalkan dunia ini,” kata Nabi Dawud dengan lirih kepada sahabatnya itu.

Mendengar penuturan Nabi Dawud, ia begitu bersedih. Betapa cepat waktu berlalu. Hingga tak terasa, sebentar lagi ia akan meninggalkan dunia dan berpisah dengan seseorang yang begitu ia cintai. Tak lain tak bukan adalah Dawud, Sang Nabi yang selalu ia dampingi.

Namun ia tak mau terlarut dalam kesedihan terlalu lama. Di sisa waktunya yang tinggal 50 hari lagi, ia bergegas untuk bersiap-siap menjemput ajal dengan penuh kerelaan. Mulai hari itu, ia gunakan hari-harinya untuk lebih semangat dalam beribadah.

Hari demi hari silih berganti. Hingga tibalah hari ke-50, waktu ajalnya untuk menghampiri. Ia lantas menyiapkan makanan. Bukan untuk ia makan, melainkan rencananya akan ia haturkan kepada Sang Nabi sebagai simbol penghormatan perpisahan.

Di tengah perjalanannya menemui Nabi Dawud, ia berpapasan dengan seorang faqir yang kelaparan. Hatinya pun bimbang. Di satu sisi, ia begitu iba dengan si faqir tersebut. Namun di sisi lain, makanan itu adalah hidangan perpisahan yang ia siapkan khusus untuk Nabi Dawud. Ia lantas menghalau kebimbangannya dengan segera. Sembari mengulurkan makanan yang ia bawa, dalam hati ia berkata, “Ah, mengapa aku mengedepankan egoku untuk memberi Nabi Dawud. Padahal jelas-jelas si faqir ini lebih membutuhkannya.”

Si faqir lantas menyambut uluran tangan berisi makanan dengan penuh gembira. Sungguh dari raut mukanya terpancar kebahagiaan tak terkira. Bak seorang nelayan yang tak sengaja menemukan harta karun emas permata. Segera saja, si faqir menyantap makanan hingga tak tersisa.

Setelah kejadian tersebut, Malaikat Jibril lantas diperintahkan oleh Allah ta’ala untuk memberi kabar kepada Nabi Dawud. Kabar itu mengatakan bahwa berkah sedekah makanan sahabatnya itu, Allah menunda ajalnya. Ia diberikan anugerah tambahan umur 50 tahun lamanya.

Setelah ia sampai menghadap kepada Nabi Dawud. Maka Nabi Dawud pun mengabarkan hal tersebut. Ia terkaget, tak menyana, bercampur rasa gembira penuh s**a cita. Ia lantas bersyukur pada Allah ta’ala.

Subhanallah, betapa luas karunia dan rahmat Allah ta’ala. Hanya dengan sedekah makanan yang tak seberapa, sahabat Nabi Dawud mendapatkan nikmat luar biasa. Ia diberikan tambahan umur panjang selama 50 tahun.

***

Kisah ini disarikan dari Kitab Hasyiyah As-Shawy ‘ala Tafsir Jalalain juz II, halaman 5 karya Syekh Ahmad bin Muhammad As-Shawy Al-Misri Al-Khalwati Al-Maliki (1175-1241 H/1761-1825 M). Wallahu a‘lam bis shawab.

***

Alhamdulillah program kami (LSJ) setiap pekan rutin menyalurkan makanan paket Nasi Box untuk guru dan santri penghafal Al Quran di Pesantren / Lembaga Al Qur’an.

Bismillah, gabung donasi mulai Rp. 20.000 / Nasi Box + Buah + Satu Botol Air Al Kahfi Water. Klik 👇
https://bit.ly/DukungSedekahJumat

cc InfakUntuk ProgramTahfidz Gun Gun Ardiansah Gun Ardiansah Iis Endah Ribuanti

Sumber: https://islam.nu.or.id/hikmah/kisah-sahabat-nabi-dawud-yang-dikabarkan-umurnya-50-hari-lagi-lLthY

Address

GrahaLaras Sentul, Cijujung, Sukaraja
Bogor
16710

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Griyaalkahfiofficial posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category