24/04/2026
Perkuat Kerukunan dan Moderasi Beragama, Kankemenag Kab. Bogor Gelar Dialog Kerukunan Umat Buddha
Kantor Kementerian Agama Kab. Bogor terus melakukan Penguatan Kerukunan Umat dan Moderasi Beragama, salah satunya melalui Dialog Intern Kerukunan Umat Buddha di Aula Kantor Kemenag Kab. Bogor pada Jumat (24/4/2026).
Nampak hadir Ketua Umum Parisada Buddha Dharma Niciren Syosyu Indonesia Maha Pandita Utama Suhadi Sendjadja, Penyelenggara Buddha Handrian Widjaja, Penyuluh Agama Buddha, serta para pengurus Wihara dan tokoh Agama Buddha se-Kab. Bogor.
Mengawali sambutan, Kepala Kankemenag Kab. Bogor H. Raden Enjat Mujiat mengajak para peserta bangga menjadi rakyat Indonesia, karena walaupun terdiri dari banyak suku dan agama, tapi Indonesia bisa bersatu dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila.
"Selama ini, Kementerian Agama sebagai pelopor dan pengawal moderasi beragama sudah banyak melakukan hal-hal positif penguatan moderasi beragama, salah satunya melalui dialog kerukunan semacam ini," tuturnya.
Ia mengatakan, bahwa Umat Buddha menjadi bagian tidak terpisahkan dari perjalanan bangsa Indonesia yang ditandai munculnya berbagai kerajaan seperti Kerajaan Kalingga, Mataram Kuno, Kediri, Singasari, dan mencapai puncak kejayaannya pada masa Kerajaan Majapahit. Di sanalah dasar-dasar tatanan kehidupan bermasyarakat, hukum, dan norma berkembang sebagai pijakan bangsa Indonesia kini.
"Kini Indonesia memiliki bonus demografi penduduk usia muda. Generasi muda terutama generasi Z adalah generasi yang kreatif, inovatif, kritis, dan masih berlimpah energi. Namun saat ini adalah era media sosial yang membuat siapapun dapat mengakses berbagai konten negatif, seperti ujaran kebencian, perundungan, berita hoaks, dsb. Jika tidak dibekali dengan nilai-nilai keimanan, maka generasi Indonesia bagai buih di lautan yang potensinya tidak teroptimalkan dengan baik," tuturnya.
Oleh sebab itu, Ia menyambut baik dialog kerukunan umat Buddha ini untuk menguatkan moderasi beragama intra dan antar umat, sehingga umat Buddha semakin aktif memberikan sumbangsih khususnya bagi perkembangan pembangunan spiritual umat di Kab. Bogor.
"Kita ingin kedepan membentuk karakter umat Buddha, terutama generasi mudanya sebagaimana nilai-nilai Buddha yaitu Sabbapapassa (tidak melakukan segala bentuk kejahatan), Upasampada (berbuat kebajikan), dan Sacittapariyodapanam (membersihkan batin dan pikiran)," pungkasnya.
Guna menghadirkan layanan berdampak, H. Raden Enjat Mujiat mengatakan bahwa pihaknya melalui Penyelenggara Buddha melayani sekitar 30 rumah ibadah, 30 lembaga keagamaan Buddha, serta 2 lembaga pendidikan keagamaan Buddha tingkat PAUD (Nava Dhammasekha) di Kab. Bogor.
"Oleh karena itu diperlukan sinergi yang baik antara Kantor Kementerian Agama Kab.Bogor dengan para tokoh agama, sehingga melakukan kegiatan keagamaan dapat berjalan dengan baik dan lancar," tutupnya.