Tk Dharma Wanita Sidodadi Garum

Tk Dharma Wanita Sidodadi Garum Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Tk Dharma Wanita Sidodadi Garum, Public & Government Service, Jln. Masjid Baiturrochim Klepon Sidodadi. Kec. Garum Kab. Blitar, Blitar.

sudah dibuka ya ayah/bunda.. monggo segera mendaftarkan putra-putrinya..
07/03/2021

sudah dibuka ya ayah/bunda.. monggo segera mendaftarkan putra-putrinya..

22/07/2020

Pembiasaan pagi..
walau belajar dirumah harus ttp dibiasakan ya anak2.. semoga ilmunya semakin berkah.. amiin

30/05/2020

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441H
Minal Aidin Wal Faidzin
Mohon maaf lahir dan batin

07/11/2019

sehari berkegiatan di luar kelas.. dalam rangka deklarasi SEKOLAH RAMAH ANAK
utk full videonya nnti akan dilampirkan link nya ya.. semoga adminnya rajin.. hehe

alhamdulillah.. hari ini kami telah melaksanakan ceremony penghantaran anak2 kelompok B menuju jenjang pendidikan yg lbh...
25/04/2019

alhamdulillah.. hari ini kami telah melaksanakan ceremony penghantaran anak2 kelompok B menuju jenjang pendidikan yg lbh tinggi..
semoga ilmu yg telah diterima bisa bermanfaat.. berguna bagi kehidupan anak2 ketika dewasa kelak.. semangat anak2ku..semoga apa yang kalian cita2kan bisa terwujud.. amiin
ter❀

serunya hari ini.. anak2 outing class ke indomaret Jln. Raya Klepon Sidodadi..belajar jual beli dan bertanggung jawab..a...
13/04/2019

serunya hari ini.. anak2 outing class ke indomaret Jln. Raya Klepon Sidodadi..
belajar jual beli dan bertanggung jawab..
alhamdulillah berjalan lancar walau sdkit rusuh.. sampe bapak2 petugasnya geleng2 kepala.. ya maklumin ya pak.. namanya jg anak TK.. kalo anteng diem malah bahaya..
jadi ceritanya pihak indomaret mengadakan promo utk anak2 TK kami.. dgn belanja sebesar Rp. 10.000,- mendapatkan susu, roti, dan undian berhadiah.. ketika promo ini disampaikan kepada walimurid muncul kekhawatiran.. secara di indomaret kan banyak skali macam snack yg bikin anak2 trgiyur.. mana cukup 10rb..
daaannnn alhamdulillah anak2 tertib dibilangi hanya susu dan roti ya hanya itu yg diambil mereka.. bahkan barang2 lain g dilirik tuh..
yeyeyeyeyy berhasil berhasil horaai..
be sholih n sholihah ya sayang..
terimakasih utk pihak indomaret atas pengalaman yg diberikan kpd anak2 kami hari ini.. maaf agak rusuh..😁😁😁
yg blm dpt undian jgn sedih ya.. pengalaman yg kau dpt hari ini lbh berharga nak.. 😘😘😘

alhamdulillah..anandaFAREL PRADIPIA PUTRACAMELIA EKA SEPTIANAtelah berhasil menyabet juara 1 pa n juara 1 pi lomba pinda...
07/04/2019

alhamdulillah..
ananda
FAREL PRADIPIA PUTRA
CAMELIA EKA SEPTIANA
telah berhasil menyabet juara 1 pa n juara 1 pi lomba pindah dingklik HAN 2019 kec. Garum.. dan saat ini bersiap utk lomba HAN kab. Blitar utk cabang lomba yg sama.. minta doanya ya teman2 semua.. semoga nanti pas d kabupaten ananda FAREL n CAMEL diberi kelancaran dan hasil yg terbaik.. amiin

selamat juga buat ananda KIRANA MEISYA PUTRI berhasil jg merebut juara harapan 3 cabang lomba menyanyi tunggal pd event yg sama..
semangat ya anak2ku semua.. subhanallah
sukses trs utk TK DHARMA WANITA SIDODADI.. semoga kedepannya semakin JAYA...😍😍😍😍

16/07/2018

Tulisan berikut sudah saya publikasikan di Majalah Inspirasi Pendidikan. Sebuah jalan tengah tentang PR.

*Memanusiakan Pekerjaan Rumah (PR) Anak*
Mohammad Mahpur

Pembelajaran tuntas semestinya tiada menyisakan pekerjaan rumah (PR) bagi siswa. Aneka mata pelajaran yang seharusnya diselesaikan oleh siswa sepenuhnya dapat dituntaskan di sekolah dengan pembimbingan guru. Proses dialog dan interaksi untuk memahami dan menyelesaikan berbagai sisa pemahaman siswa terhadap tema-tema tertentu terjadi di sekolah, melalui hubungan yang fungsional antara guru dengan siswa atau antar-siswa.

PR selalu kontradiksi antara kepentingan guru, anak dan bahkan orang tua. Anak akan dianggap rajin jika di rumahpun mengerjakan PR. Orang tua dijumpai justru akan mengatakan pada guru agar anaknya selalu dibawakan PR agar anak-anak di rumah pun belajar. Saat guru diprotes begitu, mereka seperti bersalah karena guru seolah pemberi jasa yang wajib memberikan layanan terbaik orang yang membeli jasa pendidikan. Padahal jam belajar anak di sekolah sudah cukup lama, apalagi dengan sistem belajar selalu terpusat di kelas dan sekolah seharian penuh (full day school). Waktu di sekolah tersebut seharusnya cukup untuk anak menyelesaikan aneka problematika ilmu dan solusinya. Anak-anak di rumah berganti melakukan fungsi pengembangan diri bersama keluarga dan masyarakat.

Mari kita lihat hasil risetnya seperti apa. Galloway, Conner, Pope (2013) melakukan survey pada 4.137 siswa dari 10 SMA yang berkualitas sangat baik di kelompok masyarakat ekonomi menengah atas, bahwa anak-anak menghabiskan waktu 3 jam di rumah untuk mengerjakan PR, memang mereka nampak mempunyai pengalaman aktif terlibat di sekolah (akademik), tetapi ternyata justru mereka nampak stres secara akademik, memunculkan aneka masalah kesehatan fisik, dan kurangnya keseimbangan dalam hidup mereka.

Plus minus PR memang nampak muncul dari berbagai penelitian. Bagi yang percaya bahwa pendidikan merupakan capaian murni akademik saja, maka memang pekerjaan rumah menambah kualitas akademik siswa. Ada penelitian terdahulu yang menunjukkan PR bermanfaat bagi anak-anak yang kurang baik kemampuan akademiknya, dan tidak terlalu berguna bagi yang kemampuan akademiknya bagus. Hal yang menarik dan sangat dimaklumi, PR selalu dipandang negatif dan menimbulkan reaksi emosional yang kontraproduktif bagi siswa.

*Tugas Perkembangan Sosial Pun Penting Berkembang di Luar Sekolah*
Ahli perkembangan Bronfenbrenner mengungkapkan, anak berkembang terpaut p**a dengan proses pembentukan dirinya dengan orang tua, keluarga, masyarakat, atau budaya yang melingkupinya, bukan hanya dihabiskan dengan sekolah saja. Peran di luar sekolah akan semakin melengkapi tugas perkembangan anak. Oleh karena itu, jika PR hanya terfokus pada penambahan dan penguasaan materi akademik, maka pertumbuhan anak menjadi timpang.

Hal ini membuktikan sekolah adalah lembaga dominan dan mengeneralisasi cara anak hidup, sementara peran hidup lain seolah selesai dengan kemampuan menjawab lembar kerja siswa atau unit kegiatan belajar. Terkecuali jika semua tugas tersebut merupakan pembentukan pengetahuan yang dijaring dari pengalaman nyata siswa.

Untuk itu, sebaiknya PR lebih terhubung dengan kehidupan nyata anak dan hal-hal yang dapat merangsang kematangan anak dalam membentuk lingkungan sosial bersama orang tua atau subyek keluarga, tetangga dan budaya setempat yang turut mewarnai baik buruknya perkembangan anak.

Anak-anak diberi kesempatan untuk latihan mengakses praktik-praktik hidup dengan ibunya, bapaknya, anggota keluarga lain, atau membuat aktifitas positid di dalam rumah seperti melatih berbagi jadwal menyapu, berkebun, menanam apotik hidup, mencuci pakaian dan berbagai ketrampilan hidup yang dibutuhkan dalam sebuah keluarga. Di luar rumah, PR anak dapat diarahkan mengakses praktik hidup dengan tetangga, masyarakat lain yang berkonstribusi bagi bentuk-betuk kehidupan anak menjadi lebih baik dalam mengalami hidup di luar sekolah, seperti budaya setempat, tempat ibadah lintas agama, seni, ikut bertani, ikut berdagang, turut orang tua bekerja di kantor dan lain sebagainya.

Saya mendapatkan contoh di sebuah sekolah adiwiyata MI Miftahul Huda di Jombang. Seorang anak ditugasi sebagai POKJA perikanan. Kebetulan anak ini juga menyukai budidaya ikan sehingga di rumahnya ada kolam ikan kecil miliknya. Ayahnya juga berkonstribusi dalam membuat kolam ikan miliknya di rumah.

Sayang, aktifitas giat perikanan anak ini belum sepenuhnya dapat dijadikan sebagai bagian dari kegiatan belajar yang berkesinambungan antara sekolah, rumah dan sub-budaya tertentu yang membantu anak mengenal lebih jauh dunia perikanan. Sekolah berjalan sendiri, anaka dengan kes**aannya sendiri dan keluarga serta masyarakat dengan dinamikanya sendiri.

Miniatur tersebut sebenarnya sangat bagus dijadikan jembatan keilmuan dan belajar. Tugas anak di rumah akan berkaitan dengan perawatan ikan. Dia bisa diajari disiplin di rumah, berbagi kegiatan dengan orang tua, teman bermain di rumah atau bisa juga didorong anak bersama orang tua untuk diajari mengenal pasar ikan.

Jika sekolah berperan seperti ini, maka sekolah pun dapat berkonstribusi memberikan ruang belajar keluarga dan masyarakat karena semua anak-anak didorong untuk membangun pengalaman nyata di rumah dan di masyarakat.

Ini adalah kekuatan besar akan tetapi miskin dikelola dengan baik. Kita semua tahu, jika tugas-tugas yang menantang tersebut datang dari sekolah, orang tua akan berbondong-bondong turut berjuang membantu anaknya. Ini sduah terjadi, saat anak-anak mendapat tugas prakarya, orang tua akan mendukung dengan berbagai cara agar anak bisa bekerja sesuai harapan. Dukungan begini dapat menempatkan sekolah sebagai bagian instrumen penggerak perubahan sosial yang lebih nyata mulai dari keluarga dan masyarakat.

Sayang PR masih saja terbelenggu tugas akademik tekstual, belum tugas mengasah ketrampilan hidup nyata anak di rumah dan masyarakat. Semoga sekolah tidak mernjadikan anak-anak individualisme di tengah masyarakat kita yang s**a hidup berkelompok dan bermasyarakat. Jika ada sekolah yang sudah begitu, jempol karena telah memanusiakan siswa. Jika ada yang belum, mari ubahlah dengan keberanian bahwa kemanusiaan anak lebih penting dari prestasi akademik absolut.

*Stasiun Jakarta Kota. Minggu, 19 November 2017.*
Galloway, Mollie; Conner, Jerusha; Pope, Denise (2013). "Nonacademic Effects of Homework in Privileged, High-Performing High Schools". The Journal of Experimental Education. 81 (4): 490–510. doi:10.1080/00220973.2012.745469

kolaborasi guru, orang tua,  masyarakat,  dan pemerintah.. selamat tahun ajaran baru..
11/07/2018

kolaborasi guru, orang tua, masyarakat, dan pemerintah..
selamat tahun ajaran baru..

11/07/2018

*Catatan Hanung Bramantyo tentang Sekolah Favorit dan Zonasi*

Ketika saya lulus SMP, saya pengen sekolah di sekolah yang saya s**a. Sekolah favorit lah kata orang. Sekolah yang didalamnya ekskul nya keren-keren, apalagi Drama Atau teater. Sayangnya, Bapak saya justru menyekolahkan saya di tempat lain. Yang garing. Sekolah yang anti ama Seni. Apalagi Teater. Lalu saya ngambek. Bapak saya kemudian bilang : β€˜Hei, nak! Kalo sekolahmu gak ada teaternya, ya kamu bikin. Jangan malah ngambek. Ajari Teman-Teman kamu biar menyukai keinginanmu’. Setelah itu, saya membentuk Teater dan berhasil meraih juara di festival Teater SLTA. Berat sih. Tapi menyenangkan.

Saat saya lulus kuliah, saya nyari Production House favorit yang bisa kasih kesempatan saya bikin film-film yang saya s**a. Tapi saya tidak pernah diterima. Ditolak. Dianggap gak level. Lalu saya inget nasehat bapak. Setelah itu saya bikin sendiri PH yang bisa mewujudkan Karya-Karya sekaligus orang-orang yang mau belajar bikin film bersama. Jadi lah DapurFilm Production.

Setiap kali saya gak dapetin tempat yang saya mau, saya selalu inget nasehat Bapak. Jangan nyerah! bikin! Ujudkan! Tularkan! Ajarkan! Buktikan!

Jadi sejak kecil saya tidak kenal apa itu sekolah favorit, tempat favorit. Bapak saya selalu ngajarin kalo DIRI KITALAH yang bikin tempat jadi favorit. Bukan Mencari-cari sekolah favorit biar kita gaul sama anak-anak yang keren. Yang pinter-pinter. Gurunya cerdas tangkas menggelora. Tidak!

Ketika anak-anak saya sekolah, saya juga Tidak akan meminta anak2 saya ngejar sekolah Favorit. Tapi saya akan ajak anak-anak saya sekolah di tempat yang dekat dengan rumah. Bergaul dengan kawan-kawan yang gak harus semua pinter. Tapi kawan-kawan yang mau diajak belajar bareng. Sebelum pak Menteri pendidikan dan Kebudayaan Nasional membuat kebijakan Zonasi Sekolah, saya sudah dididik oleh Bapak saya untuk selalu menciptakan sekolah favorit sendiri di rumah. Karena pendidikan yang paling Utama adalah di rumah. Ditengah keluarga. Terima Kasih ya pak. Semoga bapak tenang disisi Allah.

_Buat pak Menteri Muhajir, lanjutkan perjuangan anda pak_. Bismillah! Tidak mudah memegang amanah di negeri ini.

*Hanung Bramantyo Anugroho*

Address

Jln. Masjid Baiturrochim Klepon Sidodadi. Kec. Garum Kab. Blitar
Blitar
66182

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Tk Dharma Wanita Sidodadi Garum posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Tk Dharma Wanita Sidodadi Garum:

Share