05/04/2019
UMKM Binjai Membangun Branding
Salah satu masalah yang dialami oleh mayoritas UMKM adalah kurang memahami branding sebagai fungsi untuk menjaga sustainability usahanya. Kebanyakan para pelaku bisnis UMKM masih berfokus pada trading dan melupakan sisi branding. Hal ini dapat disebabkan karena ketidaktahuan, ego, atau sifat tertutup mereka atas ide baru, dan merasa cepat puas.
Untuk itulah, maka sebagai rasa tanggung jawab Pemerintah Kota Binjai dilakukan Penandatanganan kesepakatan Bersama antara Pemerintah Kota Binjai dengan PT. Bukalapak dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara dengan PT. Bank Sumut, Jumat 05 April 2019 di Pendopo Umar Baki Binjai.
Dalam Arahannya, Walikota Binjai HM Idaham mengatakan UMKM Binjai sebagai role model untuk membuka peluang pasar yang besar. Untuk itu perlu inovasi, peningkatan kualitas dan kuantitas produk. Dengan kesepakatan kerjasama ini diharapkan para UMKM bersungguh sungguh untuk mempuyai branding. Kemudahan untuk itu akan difasilitasi seperti kebutuhan modal, maka Bank Sumut dan Bank Indonesia akan memberikan KUR tampa jaminan. Butuh regulasi, seperti izin depkes, labeling, sertifikasi halal, sertifikat HAACP, maka pemerintah akan bantu. PT. Bukalapak juga akan membatu membangun ketertarikan konsumen terhadap produk UMKM Binjai sehingga produk tersebut menarik dan bisa diminati konsumen. Inilah yang disebut dengan membangun branding.
Fungsi branding antara lain :
a) Pembeda. Suatu produk akan memiliki perbedaan dengan pesaingnya bila memiliki brand yang kuat, sehingga sebuah brand dapat dengan mudah dibedakan dari brand yang lain.
b) Promosi dan Daya Tarik. Produk yang memiliki brand akan dengan mudah dipromosikan dan menjadi daya tariknya. Promosi sebuah brand akan dengan mudah mempromosikan produknya dengan menampilkan logo brand tersebut.
c) Pembangun Citra, Pemberi Keyakinan, Jaminan Kualitas, dan Prestise. Sebuah brand juga berfungsi membentuk citra dengan memberi alat pengenalan pertama kepada masyarakat. Keyakinan, kualitas dan prestise sebuah produk akan melekat dalam sebuah brand dari pengalaman dan informasi dari produk tersebut.
d) Pengendali Pasar. Pasar akan mudah dikendalikan oleh brand yang kuat. Brand tersebut akan menjadi peringatan bagi para kompetitornya untuk mengambil setiap langkah yang diambilnya, di samping itu masyarakat akan dengan mudah diberi informasi tambahan dengan adanya brand yang diingat olehnya.
Prinsipnya Branding membuat produk kita berbeda dengan kompetitor. Dan pada akhirnya ini menjadi langkah untuk membenamkan value pada produk/jasa sehingga ia bukan barang “mati” lagi, tetapi berubah seakan menjadi benda hidup yang bisa bergerak dan berkembang sendiri. Brand value harus “dikomunikasikan” secara massal kepada konsumen atua pelanggan, karena value atau nilai itulah yang dijual dan direpresentasikan dalam banyak material promosi.
Semua proses yang dilakukan untuk membangun sebuah brand tidak bisa dilakukan dalam waktu yang sebentar. Sebabnya sederhana, Konsistensi itu yang butuh pembuktian di lapangan. Jika sebuah brand sudah terbukti bisa mendeliver value-nya dengan konsisten, baru proses branding itu dianggap berhasil.
Dalam penandatanganan kesepakatan turut hadir antara lain Deputi direktur penanggung jawab UMKM Bank Indonesia Pusat Budi Widia Hartanto, Balai Besar Pengembangan Produksi Tenaga Kerja Republik Indonesia Lusya Hafini Tyas, Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sumut Andi Widyana beserta Dewina Sitepu, Presiden PT. Bukalapak. Com Fazry Hasyim, Direktur Bisnis Bank Sumut T. Mahruf Jepri, Otoritas Jasa Keuangan Anton Purba, Forkopinda, TP PKK, Darma Wanita, GOW, Persit, Pelaku UMKM dan robert Sianipar contoh pelaku UMKM yang sudah berhasil.