Taman Nasional Taka Bonerate

Taman Nasional Taka Bonerate Taman Nasional Taka Bonerate merupakan kawasan terumbu karang atoll seluas 220.000 Ha. Kawasan ini d

Kawasan ini diidentifikasi sebagai atoll terluas di Asia Tenggara, dan ketiga terluas didunia setelah atoll Kwajifein di Kepulauan Marshall dan atoll Suvadiva di Maldiv

"Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H.Semoga hijrah kita membawa kesadaran baru untuk menjaga bumi, karena alam ad...
15/06/2026

"Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H.
Semoga hijrah kita membawa kesadaran baru untuk menjaga bumi, karena alam adalah amanah yang harus dirawat, bukan dirusak. Mari awali tahun ini dengan langkah ramah lingkungan sebagai wujud syukur atas nikmat yang tak terhingga."

Bahas Lintas Sektor, Perkuat Pengelolaan TN Taka BonerateKep**auan Selayar – Sebuah komitmen bersama untuk memperkuat pe...
12/06/2026

Bahas Lintas Sektor, Perkuat Pengelolaan TN Taka Bonerate

Kep**auan Selayar – Sebuah komitmen bersama untuk memperkuat pengelolaan Taman Nasional Taka Bonerate kembali ditegaskan. Pertemuan lintas stakeholder digelar di Ruang Rapat Balai TN Taka Bonerate, baru-baru ini (12/06).

Rapat dipimpin langsung oleh Kepala Balai TN Taka Bonerate. Kegiatan ini menghadirkan puluhan peserta dari berbagai institusi.

Tampak hadir Kepala Dinas Perikanan Selayar, perwakilan Kapolres Selayar dari jajaran Polairud, serta sejumlah pejabat lainnya. Di antaranya Kasat Intelkam, Kasat Polairud, Sekretaris Dinas Perikanan, hingga Kepala Bidang Perikanan Tangkap.

Tak ketinggalan, Koordinator PSDKP Wilker Selayar, Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai TN Taka Bonerate, tim teknis balai, serta perwakilan dari mitra Wildlife Conservation Society-Indonesia Program (WCS-IP) juga turut serta.

Dalam diskusi yang berlangsung dinamis, para pihak membahas data perikanan terkini, pengawasan kawasan, serta isu-isu perikanan aktual. Semuanya dikupas dari sudut pandang lintas sektor.

Tujuannya jelas: menguatkan pengelolaan TN Taka Bonerate secara terpadu dan berkelanjutan. Pertemuan ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi bukan sekadar wacana, tetapi komitmen yang terus dirawat bersama.*

Teks & Foto: - Humas/ PEH Ahli Muda

**auanselayar

11/06/2026

Penggaris Ibu-ibu Latondu: Penentu Harga Udang Ronggeng

Pernah dengar udang ronggeng? Bukan tarian, tapi komoditas laut yang harganya bisa bikin mata melotot. Di Pulau Latondu, Taman Nasional Taka Bonerate, udang ini adalah emas malam hari. Tapi yang menarik bukan cuma udangnya, melainkan bagaimana ia dijaga, dicari, dan diukur—hingga setiap sentimeter menentukan nasib.

Bayangkan malam di atas perahu kecil. Suami-suami di Latondu melawan gelombang dan dinginnya laut demi udang ronggeng. Mereka pasang pancing, menanti raja kecil bersembunyi di celah karang. Tapi kerja keras itu belum selesai. Begitu fajar menyingsing, giliran istri yang ambil panggung. Dengan alat ukur sederhana—penggaris yang dari hanger dimodif—mereka mengukur satu per satu udang.

Video & Teks: - PEH Ahli Muda

Jalan-Jalan Bukan Cuma Soal Selfie: Ini Beda Wisata Alam vs Wisata Umum•Jalan-Jalan Bukan Cuma Soal Selfie: Ini Beda Wis...
10/06/2026

Jalan-Jalan Bukan Cuma Soal Selfie: Ini Beda Wisata Alam vs Wisata Umum

Jalan-Jalan Bukan Cuma Soal Selfie: Ini Beda Wisata Alam vs Wisata Umum

Kamu tahu nggak, setiap kali kita berlibur, sebenarnya kita sedang "meminjam" bumi untuk bersenang-senang. Pertanyaannya: habis itu, kita kembalikan dalam keadaan rusak atau justru lebih baik?

Wisata umum memang menggoda—pusat perbelanjaan dingin, wahana megah dari beton dan baja, antrean roller coaster, dan cahaya lampu di mana-mana. Tapi coba hitung jejaknya: ribuan orang datang bersamaan, air dan energi melonjak drastis, sampah menumpuk, dan lingkungan lokal tercekik. Bedanya dengan wisata alam? Di sana, kamu nggak cuma dapat pemandangan hijau. Kamu dapat jalur setapak alami, pos pemantauan satwa, penginapan dari material lokal—bahkan batas jumlah pengunjung dijaga ketat. Bukan buat nyebelin, tapi agar flora-fauna endemik tetap bernapas.

Bayangkan: liburanmu membayar patroli perlindungan harimau, merawat habitat, dan memberdayakan warga hutan—bukan korporasi raksasa. Jejak karbonmu rendah, tapi pengalamanmu tinggi. Udara segar, edukasi langsung dari alam, dan rasa bangga karena liburanmu ikut melestarikan. Siapa bilang seru harus mahal dan merusak?

Mau mulai? Lain kali cari destinasi ekowisata bersertifikat. Cek batas kuota pengunjung, dukung homestay lokal, dan bawa p**ang hanya kenangan—bukan sampah. Karena liburan terbaik bukan yang paling rame, tapi yang paling bertanggung jawab. 🌿

09/06/2026

Ikan Badut: Si Oranye Kecil yang Bisa Ganti Kelamin

Kamu tahu Finding Nemo. Tapi tahu nggak kalau di balik kelucuannya, ikan badut menyimpan rahasia yang bikin geleng-geleng kepala?

Pertama: dia kebal sengatan anemon laut. Ikan lain bisa mati, dia malah nyaman tinggal di sana. Ini seperti punya rumah yang sekaligus jadi benteng pertahanan.

Kedua: dia hermaprodit. Saat induk betina mati, ikan jantan terbesar di kelompok itu akan berubah jadi betina. Ini bukan fiksi, ini strategi bertahan hidup.

Ketiga: hierarki sosialnya kejam. Dalam satu koloni, hanya satu pasangan yang bereproduksi. Sisanya jadi "pengangguran" sampai ada posisi kosong. Bayangkan, kehidupan keluarga yang super terstruktur.

Lucu, ya? Tapi di balik itu, ada pelajaran besar: alam selalu punya cara. Fleksibilitas, adaptasi, dan keberanian untuk tinggal di tempat yang paling tak terduga.

Nah, dari ketiga keunikan itu, mana yang paling menarik buatmu? Atau mungkin kamu punya fakta lain tentang ikan badut? Tulis di kolom komentar. Jangan cuma baca dan pergi—karena diskusi adalah awal dari rasa penasaran yang sehat. 😉🐠
----
Video: .jacckk - Kontributor/ Personil Resor Tinabo

08/06/2026

Di Tinabo tidak usah jauh- jauh untuk main dengan kawanan Jack Fish dan Terumbu Karang warna- warni, cukup bawa alat snorkeling dan bermain di bawah Dermaga Kayu Tinabo...
----
Spot Under Jetty Tinabo 🐠🐟
----
Video: .jacckk Personil Resor Tinabo SPTN Wilayah 1 Tarupa
----

“Selamat Hari Laut Sedunia. Laut yang sehat bukan hanya rumah bagi biota laut, tapi juga paru-paru biru bagi kehidupan k...
07/06/2026

“Selamat Hari Laut Sedunia. Laut yang sehat bukan hanya rumah bagi biota laut, tapi juga paru-paru biru bagi kehidupan kita semua. Mari jaga kebersihan laut dari sampah dan polusi.”
-----
“Gelombang kecil dimulai dari tetes air, perubahan besar dimulai dari langkah kecil kita. Hari Laut Sedunia ini, mari berkomitmen mengurangi plastik sekali pakai dan menjaga ekosistem bawah laut tetap lestari. Setiap aksi kita, sekecil apa pun, mengembalikan nyawa ke samudra.”
-----
Foto Sampul : .selayar Kampung Hiu di Pulau Tinabo

Kami Berduka, Kami Berkabung 🖤💔------Innalillahi Wainnailaihi Raji'un...------Atas nama seluruh pimpinan dan keluarga be...
06/06/2026

Kami Berduka, Kami Berkabung 🖤💔
------
Innalillahi Wainnailaihi Raji'un...
------
Atas nama seluruh pimpinan dan keluarga besar Balai Taman Nasional Taka Bonerate, kami menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas berp**angnya almarhum.

Daeng Mattajang
Ayahanda Ibu Marwa Ningsih, S.Sos Pejabat Fungsional PEH Balai TN Taka Bonerate

Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya, dan seluruh keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta keikhlasan
------
An. Seluruh Keluarga Besar ASN Balai TN Taka Bonerate
-----

05/06/2026

Baru-baru ini, Tim Resor Tinabo dari SPTN Wilayah 1 Tarupa melakukan penyelaman untuk merawat terumbu karang yang telah ditransplantasi. Pemeliharaan berkala ini adalah jaminan bahwa investasi alam untuk masa depan benar-benar bekerja.

Pernahkah Anda membayangkan menanam pohon di hutan, lalu membiarkannya begitu saja tanpa pernah menyiram atau membersihkan gulma di sekitarnya? Kegagalan adalah keniscayaan. Begitu p**a dengan transplantasi karang. Menenggelamkan rangka besi berisi bibit ke dasar laut hanyalah awal. Tanpa perawatan intensif pasca-tanam, fragmen karang yang rapuh akan mati. Faktanya, upaya transplantasi yang tidak diikuti pemeliharaan rutin berpotensi gagal total dalam beberapa bulan karena tertutup alga, tergilas sedimen, atau dimangsa predator.

Maka dari itu, aksi yang dilakukan Tim Resor Tinabo adalah sebuah keharusan, bukan sekadar kegiatan seremonial. Di kedalaman laut Taman Nasional Taka Bonerate, para petugas ini melakukan serangkaian misi penting: membersihkan media rangka dari lumpur dan alga pengganggu untuk memastikan bibit karang mendapat cukup sinar matahari, menyulam atau mengganti anakan karang yang mati agar celah-celah pada rangka tidak menjadi zona mati, serta mengencangkan kembali pematokan rangka yang mungkin longgar akibat ombak.

Jadi, jika suatu hari nanti Anda berkunjung ke Pulau Tinabo, jadikan itu sebagai wisata edukasi. Jangan hanya berenang menikmati keindahannya. Ajak diskusi para petugas di sana. Tanyakan tentang pengalaman mereka menyelam merawat rangka-rangka karang. Dengan begitu, kita tidak hanya jadi penonton, tapi juga bagian dari gerakan menjaga kehidupan di bawah laut.

Laut bukan sekadar destinasi, ia adalah rumah yang perlu kita urus bersama. Sudah siap jadi bagian dari cerita baik ini?🌊

Video/ Teks: .jacckk & / Kontributor Resor Tinabo
Editor: - PEH Ahli Muda
-----

Hiu Paus: Raksasa Lembut dengan Pola Bintik Se-unik Sidik Jari ManusiaGuys, tau nggak kalau ikan terbesar di dunia itu n...
04/06/2026

Hiu Paus: Raksasa Lembut dengan Pola Bintik Se-unik Sidik Jari Manusia

Guys, tau nggak kalau ikan terbesar di dunia itu nggak serem-serem amat? Namanya hiu paus (Rhincodon typus). Ukurannya bisa 12–18 meter dengan bobot 20 ton—sebesar bus kota! Tapi jangan bayangkan gigi setajam silet, ya. Justru makhluk ini filter feeder, alias penyaring air buat nyari plankton, krill, dan ikan kecil. Cara makannya? Cuma buka mulut lebar-lebar, lalu air disaring. Gampang, kan?

Yang lebih keren: setiap hiu paus punya pola bintik dan garis di tubuhnya seunik sidik jari manusia. Nggak ada yang sama persis. Jadi kalau kamu foto satu ekor, itu kayak foto KTP-nya dia.

Nah, kalau kamu ingin bertemu langsung dengan raksasa lembut ini, catat waktu terbaiknya. Di Taman Nasional Taka Bonerate, Sulawesi Selatan, mereka biasanya muncul antara bulan Oktober sampai November. Kenapa? Karena musim plankton bloom—buffet gratis buat hiu paus!

Tapi ingat, statusnya Endangered (terancam punah) menurut IUCN. Jadi kalau ketemu, jangan disentuh atau dikejar, ya. Cukup nikmati dari jarak aman, dan pastikan kamu ditemani pemandu lokal yang berpengalaman.

Kontak aja langsung tim .jinatomarennu buat rencanain perjalananmu. Dijamin, pengalaman lihat monster laut yang ramah ini bakal bikin kamu nggak bisa berhenti cerita.

Gimana, ada yang pernah ketemu hiu paus langsung? Atau punya mimpi buat lihat mereka di Taka Bonerate? Tulis di kolom komentar, yuk! Siapa tahu kita bisa diskusi tips bertemu mereka tanpa mengganggu habitatnya. 🌊🦈

Address

Benteng
92812

Opening Hours

Monday 07:30 - 16:00
Tuesday 07:30 - 16:00
Wednesday 07:30 - 16:00
Thursday 07:30 - 16:00
Friday 07:30 - 16:30

Telephone

+6241421565

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Taman Nasional Taka Bonerate posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Taman Nasional Taka Bonerate:

Share