Darul Falah Islamic Boarding School-Sumatra Selatan

Darul Falah Islamic Boarding School-Sumatra Selatan Yuk gabung di grup https://www.facebook.com/groups/303905596455956?
----
apalagi untuk santri, alumni DARUL FALAH untuk mempermudah hubungan.

28/12/2018

Hukum Mengucapkan Selamat Natal

Bulan Desember sudah di penghujung masa, tak lama lagi akan datang masa masa akhir, akhir bulan sekaligus akhir tahun. Tahun baru akan datang, jika tahun baru datang, pertanda beberapa hari sebelumnya umat Kristen merayakan hari rayanya, agaknya ucapan “Merry Christmas and Happy New Year” menjadi pertanda eratnya perayaan dua hari besar tersebut.

Sebagai warga muslim Indonesia, tentu kita ingin menjaga hubungan baik dengan masyarakat nonmuslim. Alasan inilah yang digunakan sebagian pemeluk Islam dalam mengucapkan selamat hari raya pada nonmuslim. Namun, sudahakah dipikirkan bagaimana hukum melakukan hal tersebut? Rumusan hukum konvensional mengatakan tidak boleh, karena dengan mengucapkan selamat pada mereka, berarti kita mengamini agama mereka dan menganggapnya benar. Namun pandangan menarik disampaikan oleh Habib Ali Al-Jufri alam Al-Insaniyyah Qabl al-Tadayyun. Menurut beliau, tanggal 25 Desember tidak lain ialah hari kelahiran Nabi Isa as, maka ucapan selamat pada hari tersebut bisa diakomodir sebagai rasa gembira atas lahirnya Nabi Isa as. Beliau menyayangkan bahwa di negara-negara yang agama masyarakatnya majemuk, penjelasan tentang hal tersebut seolah menjadi tindakan menakut-nakuti orang dari agama Islam. Lebih lanjut beliau menyampaikan:

أما مسألة الحكم الشرعي لتهنئة أهل الكتاب مجردا عن تنزيله على الواقع فهو اجتهاد لم يُبنَ على نص صريح من كتاب أو سنة فى الجواز أو المنع ، بل كان من المسائل الاجتهادية لدى الفقهاء، فكان محل تفصيل وخلاف. أما التفصيل فمنهم من أباح التهنئة في المناسبات الدنيوية دون الدينية، وأما الخلاف فهو ثابت في عموم التهنئة ؛ فقد نص الإمام أحمد بن حنبل على جواز التهنئة في أحد أقواله المروية عنه كما نقل ذلك المرداوي في الإنصاف دون تقييد بالمناسبات الدنيوية وإن اعتمد الحنابلة رواية التحريم مما يردّ زعم الإمام الحافظ ابن القيم أن التحريم محل اتفاق فالعلماء الذين نفّوا عن التهنئة بنوا النهي على علة نص عليها عدد منهم في فتواهم وهي التباس التهنئة بإقرار أهل الكتاب على العقائد المخالفة لعقيدة الإسلام، وهذا التعليل كان صحيحا في إطار الثقافة السائدة في المجتمع الإنساني آنذاك من ارتباط التهنئة بتبني إقرار الأمر الذي تكون التهنئة بصدده ، وهذه العلة قد انعدمت بالكلية في الثقافة الإنسانية المعاصرة

“Mengenai hukum mengucapkan selamat pada ahli kitab (Nasrani dan Yahudi), terlepas dari konteks apapun, hal tersebut adalah hasil ijtihad yang tidak berdasar pada nash sharih baik dari Alquran ataupun Hadis apakah hal itu boleh atau dilarang. Hal ini murni masalah ijtihadi, maka terdapat perbedaan dan perincian. Ada ulama yang memperbolehkan mengucapkan selamat dalam urusan duniawi saja, (seperti selamat atas suatu pencapaian dan prestasi) sedangkan hari raya bukanlah urusan duniawi melainkan urusan agama, maka mengucapkan selamat hari raya tidak diperbolehkan, Imam Ahmad dalam salah satu pendapatnya yang diriwayatkan Al-Mardawi dalam kitab Al-Inshaf mengatakan boleh mengucapkan selamat pada ahli kitab tanpa membatasinya dengan urusan duniawi saja. Ulama yang berpendapat tidak boleh, mendasari pendapatnya bahwa ucapan selamat kepada mereka sama dengan menganggap benar agama mereka. Alasan ini masuk akal pada peradaban masa itu (jaman dahulu) yang berpandangan bahwa ucapan selamat erat kaitannya dengan hal yang dirayakan. Tapi hal ini sudah tidak ditemukan lagi di masa sekarang”
Beliau mengatakan bahwa peradaban modern memandang ucapan selamat bukan sebagai pengakuan atas hal yang dirayakan, melainkan murni sebagai wujud menjaga hubungan baik. Seorang muslim yang mengucapkan selamat natal samasekali tidak meyakini bahwa agama Kristen benar, yang ada dalam hatinya tidak lain hanya ingin berbuat baik dan menjaga keharmonisan. Orang yang melihatnya pun beranggapan demikian. Namun bagaimanapun, hal ini adalah masalah khilafiyah (terjadi perbedaan pendapat), maka siapa pun dipersilahkan mengikuti pendapat yang ia yakini, beliau menyampaikan :

فمن لم يرد أن يبر جيرانه بتقديم التهنئة فله حرية عدم تقديمها ولكن أن يحرض الناس على ذلك بل يتطاول على كبار أهل العلم والفضل الذين يجيزونها أمثال الإمام الأكبر شيخ الأزهر وفضيلة مفتي الديار المصرية السابق والحالي والإمام عبد الله بن بيه وغيرهم من كبار علماء الأمة فهذا فمن لم يرد أن يبر جيرانه بتقديم التهنئة فله حرية عدم تقديمها ولكن أن يحرض الناس على ذلك بل يتطاول على كبار أهل العلم والفضل الذين يجيزونها أمثال الإمام الأكبر شيخ الأزهر وفضيلة مفتي الديار المصرية السابق والحالي والإمام عبد الله بن بيه وغيرهم من كبار علماء الأمة فهذا تعد مرفوض

“Bagi orang yang tidak ingin pada mengucapkan selamat tetangganya yang nonmuslim, ia punya hak atas sikapnya tersebut, tapi jika ia memprovokasi orang lain untuk tidak mengucapkan selamat atau bahkan ‘menyerang’ para ulama besar yang memperbolehkannya seperti Syaikh Al-Azhar, M***i Mesir baik yang dulu atau sekarang, Imam Abdullah bin Bayyah, dan ulama-ulama lain, hal ini telah melewati batas dan tidak dapat diterima”. -RH-

Santrimengaji17 LIRBOYO

03/12/2017

22 DAWUH KH. MAIMOEN ZUBAIR DI HARI SANTRI 22 OKTOBER

1. Ana urid, wa anta turid wallahu yaf’alu ma yurid. Kamu punya keinginan, saya juga punya keinginan, tapi yang berlaku adalah keinginan Allah.

2. Jangan (hanya) rame-rame Hari Santri, tapi bangunlah kesantrian.

3. Ayah saya Kiai Zubair bukan pengurus PBNU, tapi Wakil Rais Akbar KH. Faqih Maskumambang selalu didampingi ayah saya.

4. Ayah saya sejak kecil mengajarkan saya rasa nasionalisme. Jangan tinggalkan Islam, tapi hubbul wathon minal iman.

5. NU itu tersusun dari 12 huruf. Lambangnya bola dunia, pada wilayah Indonesia diiputi huruf “Dhad”, “Dhad” itu menunjukan kesempurnaan Rasulullah Saw., yaitu "أنا أفصح من نطق بالضاد" (ana afshahu man nathaqa bid-dhad), aku adalah orang yang paling fasih melafalkan huruf Dhad.

6. NU tidak bisa dipisahkan dengan negara. Resolusi Jihad di bulan Oktober membuahkan hasil Hari Pahlawan 10 November. Bila tidak ada Jihad 22 Oktober di Surabaya, maka November barangkali tidak dijadikan hari pahlawan.

7. Bulan Oktober bulan yang kesepuluh, seorang anak 10 tahun akan dipukul manakala ia tidak shalat.

8. Hari Santri 22 Oktober itu istimewa, sebab; 1) Rasulullah Saw. membangun masjid Quba dalam perjalanan hijrah juga pada bulan Oktober, yaitu 1 Oktober. Al-Quran menyebutnya “La masjidun ussisa ‘alat taqwa min awwali yaumin an taquma fih”, 2) Orang Quraisy kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas, yaitu Rihlatasy-Syita. Syita itu ketika matahari berada di selatan katulistiwa, Oktober ada di dalamnya. Buruj sebelah utara ada 6: hamal, tsaur, jauza, sarathan, asad, dan sunbulah. Di selatan juga 6: mizan, aqrab, qaus, jady, dalw, dan hut.

9. Indonesia itu istimewa, hari kemerdekaannya 17 Agustus/8 Ramadhan, sementara Rasulullah diangkat menjadi Nabi 17 Ramadhan/8 Agustus, kali pertama menerima wahyu.

10. Tanggal 17 mengisyaratkan 17 rakaat dan 17 rukun shalat. Bulan Agustus atau bulan kedelapan mengisyaratkan dekatnya seorang hamba dengan Allah, maksudnya manakala dia sujud, ia meletakkan 7 anggota badannya, ditambah 1 hati yang tawajjuh ke hadirat Allah. Inilah posisi terbaik seorang hamba kepada Tuhannya. Hati ini bilamana baik maka baik p**a seluruh amalnya, bila buruk buruk p**a semuanya.

11. Angka delapan menjelaskan sebagai tolaknya neraka dan sebabnya masuk surga. Mbah Maimun menjelaskan tentang tujuh penolak neraka yang ada dalam anggota sujud meliputi: jidat, kedua tangan, kedua lutut, dan kedua kaki. “Tujuh ini sebagai penolak neraka, karena pintu neraka ada tujuh,” ujarnya. “Ditambah satu lagi, jika kita ingin masuk surga harus ingat sama Allah. Jadi jumlahnya genap delapan, karena delapan ini merupakan jumlah pintu surga.”

12. Tahun 45 itu bagaikan 5 jari, yang mana 4 menjadi pilar, dan akan sempurna dengan adanya 5. Makan bisa saja menggunakan jari telunjuk, tengah, manis dan kelingking, namun akan sulit jika tidak ada jempolnya.

13. Angka 45, bahwa setiap orang Islam harus membaca syahadat empat kali, dan lima kali. Malam empat kali, Maghrib dan Isya. Sedangkan siang hari lima kali, Shubuh, Zhuhur, dan Ashar. “Jadi ini menunjukkan bahwa negara Islam itu tidak ada, yang ada adalah negara mayoritas Islam, yakni Indonesia.”

14. Ka’bah itu berdiri kokoh di atas 4 pilar. Indonesia pun mempunyai 4 pilar, yaitu PBNU (Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan Undang-Undang Dasar).

15. Dulunya Indonesia terkotak-kotak dengan negara-negara bagian, kini Indonesia bisa bersatu karena 4 hal: satu nusa, satu bangsa, satu bahasa, dan satu negara.

16. Indonesia akan menjadi baldatun thayyibatun bilamana memenuhi 4 hal, yaitu sandang, pangan, papan, dan kesehatan.

17. Yang wajib diikuti itu adalah Rasulullah, ditambah dengan 4 khalifahnya. 'Alaikum bisunnatiy wa sunnatil khulafa-ir rasyidin.

18. Pilar Ka’bah ada 4, karenanya khilafah juga ada 4, yaitu: Khulafaurrasyidin (4 sahabat), Umayyah, Abbasiyah, dan Utsmaniyah. Selebihnya tidak ada khilafah.

19. Indonesia itu bukan negara Islam, tapi dia dis**ai banyak non-muslim; begitu juga Rasulullah, beliau Muslim tapi dis**ai kelahirannya oleh Abu Lahab. Seorang Raja dari Mesir yang non-muslim, karena s**a kepada Nabi, ia menghadiahi putri Mesir yang bernama Mariatul Qibtiyah kepada beliau untuk dijadikan sebagai istri.

20. Rasulullah itu keturunan Nabi Ibrahim, Nabi Ibrahim aslinya bukan orang Makkah. Nabi Ismail ibunya (Hajar) dari Mesir, namun menetap di Makkah. Maka Rasulullah mencintai Arab sebagai negaranya karena beliau orang Arab.

21. Maka kita orang Indonesia juga wajib mencintai negara kita. Hubbul wathon minal iman. Hal ini seakan terulang kembali, di jaman Sunan Ampel, Ubilai Khan seorang tokoh non-muslim, juga mencintai Islam. Begitu juga Holago Khan. Dan sekarang di Indonesia banyak non-muslim yang mencintai Islam.

22. Orang Arab itu budaya aslinya adalah jahalah (kebodohan), maskanah (kemiskinan), dan ummiyah (buta huruf), maka kehadiran Rasulullah di tengah-tengah mereka adalah membawa perubahan ke arah yang lebih baik.

Pesan di atas disampaikan Mbah Maimoen Zubair dalam acara malam peringatan Hari Santri Nasional 22 Oktober 2017 di UIN Walisongo Semarang. Acara ini diselenggarakan atas kerjasama Ponpes Fadlul Fadholan dengan Ma'had al-Jami'ah UIN Walisongo, atas inisiatif Dr. KH. Fadholan Musyaffa, Lc, MA.

Ada banyak yang disampaikan Mbah Maimoen, beliau menjelaskan tentang Hari Santri, ke-Indonesiaan, Taurat, Injil, al-Quran, sejarah bangsa-bangsa, sejarah Islam di Indonesia dan lain sebagainya. Yang paling penting adalah, Hari santri bukan cuma sekedar perayaan, tapi bagaimana menumbuhkan rasa kesantrian pada pribadi kita, seperti tawadhu, rajin ibadah, hormat pada yang tua, sederhana, dan sifat-sifat terpuji lainnya.

Alhamdulillah, pada malam itu saya berkesempatan meminta ijin mempelajari kitab yang beliau tulis, al-'Ulama al-Mujaddidun Rahimahumullah wa Majalu Tajdidihim wa Ijtihadihim dan Nushus al-Akhyar fi ash-Shaumi wa al-Ifthar. Beliau berpesan, "Walau sudah bisa menghisab, jangan kamu tinggalkan rukyah. Karena rukyah itu qath'i, hisab itu zhanni. Zhanni tidak bisa mengalahkan yang qath'i". "Injeh Mbah, sami'na wa atha'na", jawab saya.

Wallahu a'lam bish-showab. Mohon maaf bilamana terdapat kesalahan dalam penulisan, baik isi maupun redaksi. (Ditulis oleh: Nur Hidayatullah Yuzarsif Dosen Fakultas Syari'ah dan Hukum UIN Walisongo | Wakil Sekretaris Pimpinan Pusat MDS Rijalul Ansor).

Tu kan nggak boleh pacaran ... Kalau langsung sungguhan terus nikah boleh
28/11/2017

Tu kan nggak boleh pacaran ... Kalau langsung sungguhan terus nikah boleh

Pesan KH. Hasyim Asy’ari  “Siapa yang mengurus NU, saya anggap santriku, siapa yang menjadi santriku saya doakan khusnul...
18/08/2017

Pesan KH. Hasyim Asy’ari “Siapa yang mengurus NU, saya anggap santriku, siapa yang menjadi santriku saya doakan khusnul khotimah beserta keluarganya”.

Pesan KH. Ridwan Abdullah
“Jangan takut tidak makan kalau berjuang mengurus NU. Yakinlah ! kalau sampai tidak makan, komplainlah aku jika aku masih hidup. Tapi kalau aku sudah mati maka tagihlah kebatu nisanku”.

KH.Hasan Genggong :

“من اعان نهضة العلماء، فقد سعد فى الدنيا والأخرة”

“Barang siapa yang menolong NU, maka hidup beruntung di dunia dan di akhirat”.

Lahumul Faatihah Aamiin.

27/06/2016

SEJARAH MUHAMMAD BIN ABDUL WAHHAB PENDIRI AJARAN "WAHHABI
--------------
Nama Aliran Wahabi ini diambil dari nama pendirinya, Muhammad bin Abdul Wahab (lahir di Najed tahun 1111 H / 1699 M). Asal mulanya dia adalah seorang pedagang yang sering berpindah dari satu negara ke negara lain dan diantara negara yang pernah disinggahi adalah Pendiri ajaran wahabiyah ini meninggal tahun 1206 H / 1792 M, seorang ulama mencatat tahunnya dengan hitungan Abjad: Ba daa halaakul khobiits (Telah nyata kebinasaan Orang yang Keji) Baghdad, Iran, India dan Syam
Kemudian pada tahun 1125 H / 1713 M, dia terpengaruh oleh seorang orientalis Inggris bernama Mr. Hempher yang bekerja sebagai mata-mata Inggris di Timur Tengah. Sejak itulah dia menjadi alat bagi Inggris untuk menyebarkan ajaran barunya. Inggris memang telah berhasil mendirikan sekte-sekte bahkan agama baru di tengah umat Islam seperti Ahmadiyah dan Baha?i. Bahkan Muhammad bin Abdul Wahab ini juga termasuk dalam target program kerja kaum kolonial dengan alirannya Wahabi.
Mulanya Muhammad bin Abdul Wahab hidup di lingkungan sunni pengikut madzhab Hanbali, bahkan ayahnya Syaikh Abdul Wahab adalah seorang sunni yang baik, begitu p**a guru-gurunya. Namun sejak semula ayah dan guru-gurunya mempunyai firasat yang kurang baik tentang dia bahwa dia akan sesat dan menyebarkan kesesatan. Bahkan mereka menyuruh orang-orang untuk berhati-hati terhadapnya. Ternyata tidak berselang lama firasat itu benar. Setelah hal itu terbukti ayahnya pun menentang dan memberi peringatan khusus padanya. Bahkan kakak kandungnya, Sulaiman bin Abdul Wahab, ulama besar dari madzhab Hanbali, menulis buku bantahan kepadanya dengan judul As-Sawaiqul Ilahiyah Fir Raddi Alal Wahabiyah.
Tidak ketinggalan p**a salah satu gurunya di Madinah, Syekh Muhammad bin Sulaiman AI-Kurdi as-Syafii, menulis surat berisi nasehat: Wahai Ibn Abdil Wahab, aku menasehatimu karena Allah, tahanlah lisanmu dari mengkafirkan kaum muslimin, jika kau dengar seseorang meyakini bahwa orang yang ditawassuli bisa memberi manfaat tanpa kehendak Allah,
maka ajarilah dia kebenaran dan terangkan dalilnya bahwa selain Allah tidak bisa memberi manfaat maupun madharrat, kalau dia menentang bolehlah dia kau anggap kafir, tapi tidak mungkin kau mengkafirkan As-Sawadul Adham (kelompok mayoritas) diantara kaum muslimin, karena engkau menjauh dari kelompok terbesar, orang yang menjauh dari
kelompok terbesar lebih dekat dengan kekafiran, sebab dia tidak mengikuti Jalan muslimin.
,
selengkapnya : https://mobile.facebook.com/notes/yayasan-pon-pes-darul-falah-isdaf/sejarah-muhammad-bin-abdul-wahhab-pendiri-ajaran-wahhabi/417469035099611/?__tn__=C

27/06/2016

'Afwan, siapa yang pertama kali membuat fans page ini ????
------
Falah

13/10/2015

Address

Tulungsari BK XIV/Belitang Mulya/OKU Timur/Sumatra Selatan
Belitang
32382

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Darul Falah Islamic Boarding School-Sumatra Selatan posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share