12/11/2017
HUBUNGAN ANTARA SELFTALK, MENTAL BLOCK, SAKIT, KEMATIAN, DAN NASIB (16)
Selftalk, “Pil Ajaib” yang menyembuhkan luka financial
Beberapa waktu lalu, saya dan istri memberikan Family Coaching ke sepasang klien, yang mereka baru menyadari kekeliruannya dalam mengucapkan pertanyaan kepada diri sendiri berupa selftalk dengan "ending skenario" yang buruk.
Pasangan ini mengalami kemunduran secara ekonomi dan financial secara bertubi-tubi dari sejak memiliki pekerjaan yang bagus, hingga di PHK, dari sudah memiliki rumah sendiri hingga saat ini kembali ngontrak rumah lagi, yang tanpa di sadari kemunduran hidupnya ini adalah buah dari selftalknya sendiri.
Sejak mereka bertemu dengan kami, sejak mereka membaca postingan-postingan saya mengenai hubungan antara selftalk, sakit, kematian, dan nasib, mereka baru menyadari, apa yang mereka alami saat ini adalah buah dari skenario hidup yang dibuatnya sendiri.
Menurut pengakuan sang istri, sebelumnya mereka memiliki kehidupan yang baik-baik saja, namun suatu ketika sang istri berpikir,
“Gimana ya, kalau saya resign saja dari pekerjaan, dan membuat bisnis sendiri, selain bisa mengatur waktu kerja sendiri, waktu untuk berinteraksi dengan anak-anak pasti akan lebih banyak lagi..”
Dan akhirnya ia memutuskan untuk resign dari pekerjaan, dan mencoba membangun bisnis dari rumah, tapi ternyata bisnis yang dijalankan tidak berjalan sebagaimana yang diharapkan.
Dari situlah awal dari kemunduran hidupnya dimulai.
Sejak bisnis yang dirintis tidak berjalan dengan baik, sang istri mulai sering membayangkan hal-hal jelek(membuat skenario buruk) dengan selftalk yang kurang lebihnya begini,
“Gimana ya, kalau nanti suami saya kena PHK, sedangkan kebutuhan sehari-hari terus semakin meningkat?”
Dan dalam waktu yang tidak beberapa lama, suaminya benar-benar kena PHK dari perusahaan akibat perusahaan mengalami goncangan keuangan akibat persaingan bisnis.
Uang pesangon dari PHK suaminya pun, tidak butuh waktu lama juga habis untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Ketakutan, kekwatiran, dan kecemasan semakin sering dirasakan oleh sang istri, akibat kondisi keuangan dan ekonomi keluarga yang semakin memburuk.
Dalam kondisi seperti itu, sang istri lalu berpikir lagi,
“Gimana ya, kalau nanti sampai rumah ini terjual?”
Dan dalam waktu yang tidak beberapa lama rumahnya benar-benar dijual untuk menutupi kebutuhan hidup sehari-hari, sebab hasil dari bisnis yang dijalankan sampai dengan saat itu masih juga belum bisa menjanjikan keuntungan seperti yang diharapkan.
Hingga akhirnya pasangan suami istri ini dua-duanya saat ini hidup bertahan dengan mengontrak sebuah rumah bersama anak-anaknya.
Sahabat..
Hidup yang anda jalani saat ini, entah anda sedang berkelimpahan materi ataupun anda sedang terpuruk dalam hal materi, sesungguhnya semua yang terjadi adalah atas undangan anda sendiri, atau dalam bahasa lain yang sering saya sampaikan dikelas pelatihan Selftalk Pengubah Nasib(SPN) saya katakan, bahwa sebaik atau seburuk apapun drama kehidupan yang sedang anda jalani, adalah buah dari skenario hidup yang anda buat sendiri, entah anda s**a atau tidak, anda setuju atau tidak, tapi itulah kenyataannya.
Skenario hidup yang anda buat itu salah satunya berupa SELFTALK (kata-kata yang anda katakan kepada diri anda sendiri, entah berupa pernyataan, ataupun pertanyaan)
Kenapa ga anda katakan,
"Gimana ya, kalau nanti aku kaya? betapa bahagianya aku, sebab banyak orang yang bisa aku tolong dan bantu?"
"Gimana ya, kalau aku nanti punya suami yang mapan financial, cakep, keren, romantis, dan setia seperti orang itu,Tuhan, aku mau d**g punya pasangan hidup yang seperti itu?"
"Gimana ya, kalau aku nanti punya bisnis besar dengan karyawan yang banyak? Hhmm..nikmat dan bahagia sekali rasanya, sebab aku bisa menjadi tempat bergantung bagi banyak orang, hidupku lebih berarti, lebih bermakna.."
Sahabat..
Takdir memang ditangan Tuhan, namun nasib ada ditangan anda sendiri!
Lalu jika semua hal buruk sudah terlanjur terjadi, apa yang harus anda lakukan?
Banyak alumni kelas pelatihan saya yang mengalami lompatan kualitas hidup bak d**geng cinderela, dari yang tadinya menjanda dalam waktu sekejab mereka mendapatkan pasangan hidup yang sesuai dengan harapannya.
Yang tadinya belasan tahun menikah tidak dikarunia buah hati, dalam waktu tidak beberapa lama, mereka memiliki buah hati yang selama ini di idamkannya.
Yang tadinya kondisi kehidupan ekonominya bertahun-tahun terpuruk, dalam waktu tidak beberapa lama, kualitas kehidupan mereka membaik, dari rumah masih ngontrak, akhirnya mereka mampu memiliki rumah sendiri yang lebih layak huni.
Yang tadinya kemana-mana naik angkot, akhirnya bisa punya mobil sendiri, beli secara cash tanpa nyicil, hutang yang tadinya bejibun semuanya terlunasi.
Salah satu selftalk yang saya berikan kepada para alumni kelas pelatihan SPN, bukanlah kata-kata ajaib yang bisa membalik nasib tanpa perlu melakukan usaha apa-apa..
Selftalk hanyalah bagian kecil dari rangkaian banyak "variabel sukses."
Selftalk bukanlah "pil ajaib" yang langsung mampu menyembuhkan luka financial, namun mampu memberikan energi positif yang membuka simpul-simpul permasalahan hidup yang membelit kusut.
Selftalk apa yang mesti anda katakan untuk membalik nasib?
Sahabat..
Meskipun kondisi financial anda saat ini masih belum kunjung membaik, anda wajib terlebih dulu menanamkan sebuah keyakinan dalam diri, bahwa anda “layak” dan “pantas” untuk memiliki kehidupan yang hebat, yang besar, yang menakjubkan.
Setiap bangun pagi hari, sebelum anda beraktifitas, katakan,
“Terima kasih Tuhan, atas hadiah, anugerah, dan kesempatan hidup yang KAU berikan kepadaku hari ini..”
“Tuhan, aku siap untuk menjalani hidup hari ini totalitas 100 persen akan aku manfaatkan untuk menjalankan peran besar dan misi suci hidupku..”
“Aku siap untuk menjadi kepanjangan tanganmu, menjadi berkat bagi semua makhluk hidup penghuni bumi, dan memberi banyak manfaat bagi sesamaku..”
“Tuhan, hari ini, aku siap menerima keajaiban yang KAU persiapkan untukku dalam bentuk dan wujud apapun. Aku yakin dan percaya, aku layak dan pantas hidup sukses, bahagia, dan mendapatkan apapun yang aku inginkan.."
"Aku tahu, tidak ada yang mampu aku persembahkan kepadaMU selain rasa syukurku kepadaMU..”
Terima kasih Tuhan..
Terima kasih..
Terima kasih..
Terima kasih..
Dan ketika anda merasa mendapatkan sebuah keajaiban hidup sekecil apapun, misal anda tiba-tiba mendapatkan sebuah kesempatan mengerjakan sebuah proyek yang selama ini hanya anda impikan.
Atau ada seorang teman yang tiba-tiba berbagi kebahagiaan kepada anda dengan mentransfer sejumlah uang, atau tiba-tiba anda mampu menjual beberapa unit apartemen dalam waktu sehari, dan lain sebagainya, katakan,
“Terima kasih Tuhan, atas keajaiban yang KAU berikan kepadaku saat ini, terima kasih atas hal indah yang KAU limpahkan dalam hidupku saat ini..”
“Tuhan aku siap untuk menerima keajaibanMU lagi, lagi, dan lagi!”
Setelah itu lakukan aktifitas anda seperti biasa..
Selftalk tersebut diatas katakan terus menerus, hingga kualitas hidup anda berubah semakin membaik seperti yang anda inginkan..
Semoga tulisan ini memberikan manfaat bagi anda yang saat ini sedang mengalami “fase menurun”, dan bersiap-siap untuk menjalani “fase naik” dalam siklus putaran roda kehidupan.
Selamat menikmati malam minggu nan syahdu bersama orang yang anda cintai.
So, Let’s Transform!
Hermawan GS
NB: Share ke sebanyak-banyak teman, sahabat, saudara, jika anda anggap tulisan ini sangat penting dan bermanfaat, bagi orang-orang yang anda cintai