Dunia literasi Meylan

Dunia literasi Meylan Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Dunia literasi Meylan, Library, Lombok tengah, Batukliang.

12/07/2020

Tidak perlu banyak bicara dan cukup banyak bertindak:v

>Meylan

28/04/2020

Jika Dunia membencimu cukup Allah mencintaimu.

^>^

13/04/2020



"Kamu pernah tertawa hingga menangis? Kalau pernah saya yakin kamu orang kuat."

Literasi, 13 April 2020.

Assalamu'alaikum, temen-temen! Ingat saya gak? Kalau gak ingat gapapa, nanti kita kenalan lagi_-Share guys biar banyak y...
18/02/2020

Assalamu'alaikum, temen-temen! Ingat saya gak? Kalau gak ingat gapapa, nanti kita kenalan lagi_-
Share guys biar banyak yang follow.

Cerbung



Link part sebelumnya
https://www.facebook.com/groups/295079501153064/permalink/462413394419673/?app=fbl

~~~~~~~~~~~
Keikhlasan
~~~~~~~~~~~

Vero pergi meninggalkan Reva bersama Gian. Ia sadar, bahwa menunggu seseorang yang sedang bersama kekasihnya tidak akan ada hentinya. Ia pergi ke taman yang sering dikunjunginya bersama Reva. Entah kenapa cuaca seakan mencurahkan isi hati Vero. Tetes demi tetes air hujan pun turun. Semua orang yang ada di sekitar Vero habis berlarian sedangkan Vero tetap duduk di bangku yang lagi-lagi tempat ia selalu bersama Reva.

'tadinya gue ikhlas, Va. Tapi kenapa sekarang rasanya aku ingin merebutmu kembali!" gumam Vero sambil mengusap wajahnya yang tertutup air hujan yang perlahan mulai deras. Ia membuka telapak tangannya dan merasakan rintik hujan itu lalu memejamkan matanya.

Sungguh, saat itu seakan ia mengingat semuanya saat bersama Reva dalam keadaan bermain hujan. Sejak kecil, hingga saat Reva sakit ia selalu ada di sampingnya. Seketika Vero menggelengkan kepalanya.

"Ya Tuhan ... kenapa harus berpikir seperti itu. Vero, lo harus tau kalau Reva sayang sama lo hanya sebatas sahabat. Lo juga harus bisa seperti dia!" gumam Vero yang berusaha mengalihkan pikirannya dari Reva.

"Jadilah seperti hujan, yang tidak pernah takut untuk terjun. Karena terjunnya membuat banyak orang bahagia. Mungkin sekarang saatnya gue harus seperti itu. Gak akan pernah takut untuk patah hati karena akan membuat Reva bahagia," ucap Vero lagi dan melukis sedikit senyuman manis. Terlihat juga senyuman terpaksa dan ikhlas.

Di sisi lain, Reva selesai terapi dan Gian membawanya keluar dari ruang terapi. Reva celingak-celinguk melihat ke segala arah mencari Vero. Katanya, Vero akan menunggu di luar tapi kenapa menghilangkan, itu yang dipikirkan Reva.

"Vero kok gitu, sih. Seharusnya dia tepati apa yang dia ucapkan. Padahal gue mau mengatakannya semua kebahagiaan gue kepadanya," gumam Reva. Gian diam tanpa merespon ucapan Reva yang saat itu sedang memanyun.

'karena Vero sayang sama kamu, Va. Dia memilih pergi karena gak sanggup melihat kita. Tapi sebaiknya kamu gak usah tau tentang hati Vero yang selama ini lo sayang banget tapi sebagai sahabat,' batin Gian. Jujur, Gian salut kepada Vero. Tidak banyak orang yang mampu mengikhlaskan seperti apa yang Vero lakukan sekarang ini. Di sisi lain, ia sangat bahagia akhirnya bisa menemukan wanita yang selama ini ia cari, Reva.

"Sudahlah, mungkin Vero banyak urusan. Sekarang, kita ke rumahku. Aku ingin mengenalkanmu kepada Mama dan Papa," ucap Gian sedikit menunduk. Tepatnya di samping kepala Reva. Entah saat itu Reva ingin tersenyum ataukah bagaimana. Ia merasa sangat deg-degan saat Gian mengatakan itu.

"Sekarang?" tanya Reva.

"Iya, Sayang. Biar cepat halalin kamu," jawab Gian. Reva memainkan jarinya karena merasa malu dengan ucapan Gian.

'gak nyangka, seseorang yang sangat nyebelin sekarang adalah orang yang paling gue sayang. Dia berhasil membuat rasa takutku untuk menikah itu hilang,' batin Reva.

"Ya sudah, kita pergi sekarang?" tanya Gian dan Reva mengangguk.

Gian membawa Reva keluar sambil berbincang. Padahal, di luar masih hujan dan Gian sempat meminta untuk tidak pergi sekarang. Namun Reva sangat ingin merasakan rintik hujan itu lagi. Ia sangat merindukannya. Alhasil, Gian membawa Reva di bawah rintikan hujan itu lalu gadis cantik itu merentangkan tangannya.

'ini adalah pertama kalinya aku merasakan bahagia dan hujan yang menyempurnakan bahagia ini,' batin Reva.

Sebenarnya, Vero kembali ke rumah sakit karena tidak ingin mengecewakan Reva karena ia tidak menunggu. Tapi saat hendak masuk, Reva dan Gian keluar dan main hujan bersama. Ia mundur perlahan agar Reva tidak melihatnya.

"Lo salah, Ver. Kali ini lo benar-benar salah. Lo datang di saat Reva sudah gak butuh lo lagi," ucap Vero dengan nada kecil. Gian terkejut saat melihat ada Vero. Vero tersenyum dan mengangguk lalu pergi.

"Va, kamu bisa tunggu sebentar saja di sini?" tanya Gian.

"Mau ke mana?" tanya Reva kembali.

"Sudah. Kamu tunggu sebentar saja," ucap Gian dengan senyuman. Reva pun mengangguk. Gian berlari menuju Vero tadi dan mengejarnya. Saat Vero hendak masuk mobil, Gian berteriak memanggilnya sehingga menghalangi untuk masuk.

"Lo ngapain di sini? Seharusnya lo jagain Reva!" ucap Vero sedikit baik-baik saja. Padahal hatinya sangat hancur. Gian tidak menjawab pertanyaan Vero, melainkan memeluknya sekilas.

"Apa-apaan sih, lo!" gerutu Vero.

"Terimakasih. Gue tau lo sayang sama Reva, dan lo rela mengubur perasaan lo demi melihat Reva bahagia," ujar Gian. Seketika tatapan Vero menjadi tidak karuan.

"Gue juga cowok, Bro. Jadi gue tau banget apa yang lo rasakan sekarang. Yang jelas, terimakasih," ucap Gian lagi.

"Kalau lo cowok sejati, lo harus bisa jagain dia. Lo berani sakiti dia, siap-siap berhadapan dengan gue!" balas Vero lalu masuk mobil. Gian terdiam saat melihat mobil yang dikendarai Vero itu melaju perlahan.

"Bahkan gue gak akan bisa sebaik lo," gumam Gian.


Eh, gaje yah?

Agak lupa alur soalnya. Jangan lupa bagikan agar banyak yang menyukai halaman^^

15/10/2019

Persi 2

Address

Lombok Tengah
Batukliang

Telephone

+6283129207530

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Dunia literasi Meylan posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category