04/01/2021
*PKS MINIATUR INDONESIA*
Pada awal berdirinya PKS Kita sering mendengar kalo PKS itu Wahabi, PKS itu intoleransi PKS itu Radikal, PKS Itu antek Orba dan sebutan sebutan negatif yang lain.
Apakah itu fakta atau mitos?
Banyak orang yang belum tahu PKS dibentuk oleh jamaah tarbiyah yang lahir dari kampus kampus Indonesia tahun 80 an yang mempunyai latar belakang beragam dari NU, Muhamadiyah, Persis, Habaib bahkan juga dari kaum abangan nasionalis.
Budaya kelompok asal mereka masih dibawa terus begitu mereka masuk jajaran pengurus partai, karena sistem dalam PKS tidak mempermasalahkan identitas kelompok pengurus, namun lebih daripada loyalitas, kejujuran dan profesional mereka dalam bekerjasama dan membangun partai.
Dengan kata lain konteks kebangsaan Indonesia seperti pluralisme dan toleransi ada dan harus dijunjung tinggi PKS karena pengurus dan keanggotaan PKS itu beragam dan plural dari berbagai suku dan aliran di Indonesia dan akan menjadi bencana bin malapetaka yang menimpa diri sendiri jika PKS memaksakan ekslusifitas terhadap berjalannya partai.
Bagaimana dengan isu wahabi?
Isu wahabi sangat keterlaluan dan muncul menjelang pilkada atau pemilu, bagaimana mungkin PKS wahabi sementara wahabi sendiri mengharamkan dan menganggap bi'dah Demokrasi termasuk muslim yang ikut partai politik?
Tuduhan bahwa Partai Keadilan Sejahtera (PKS) adalah jelmaan wahabi dinilai tidak berdasar, bahkan masuk kategori fitnah. Hal tersebut diungkapkan pimpinan Pondok Pesantren Nahdlatul Ulama (NU) Darul A'mal Kota Metro, KH Samsuddin Thohir.
"PKS jelas-jelas termasuk ahlus sunnah wal jamaah yang selaras dengan apa yang dianut mayoritas Muslim di Indonesia," kata KH Samsuddin Thohir.
Istilah anti-tahlil, anti marhabanan, serta tuduhan sejenis yang dialamatkan ke PKS terutama selama pesta demokrasi pemilihan kepala daerah seperti sekarang amat disesalkan. "Ini sudah tidak sehat lagi, apalagi saya juga dengar ada yang menjelek-jelekkan PKS dengan menyamakan seperti PKI, ini keterlaluan (Republika online Rabu (2/12).
Lanjut tuduhan PKS Radikal dan intoleran. .
Tuduhan bahwa PKS adalah Radikal dan intoleran adalah juga tidak berdasar karena dalam AD/ART jelas bahwa Pancasila dan NKRI adalah final buat PKS walaupun asas yang dianut adalah asas Islam namun tak ada satupun dalil yang mengatakan cinta tanah air(NKRI) dan Pancasila bertentangan dengan Islam.
Bahkan dalam Pilkada PKS berkoalisi dengan partai lain yang mengusung cagub, cabup dan calon pimpinan nonmuslim. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tak hanya mengusung caleg Muslim. Di lima daerah di wilayah tengah dan timur Indonesia, PKS mencalonkan p**a kader-kadernya yang non-Muslim untuk menjadi calegnya.
Kelima daerah tersebut adalah Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat, dan Bali. Mereka adalah caleg non-Muslim.
https://amp.kompas.com/nasional/read/2008/08/19/14383183/pks.juga.punya.caleg.non.muslim
Dengan demikian PKS mempunyai kader dan simpatisan dari seluruh suku daerah di Indonesia, kader dari berbagai macam aliran Islam dan punya kader dan pengurus non muslim. Bagaimana mungkin itu akan terjadi pada partai yang tak menjunjung tinggi pluralitas dan toleransi?
Saya sendiri adalah kader PKS yang berasal dari kelurga kejawen nasionalis, mayoritas keluarga besar saya adalah pemilih PDIP dan fanatik Jokowi namun tidak mempengaruhi hubungan kekeluargaan karena saya dan mereka menghormati pilihan masing masing.
PKS adalah miniatur Indonesia dapat dilihat dari warna warni para kader pengurus, anggota dan simpatisannya.
Sabtu, 02 Januari 2021, pinggiran Jakarta
Trimulok