I Love BWI

I Love BWI I Love BWI (LAROS)

fenomena blue fire
01/10/2013

fenomena blue fire

01/10/2013

Banyuwangi Resmikan Penginapan Khusus Backpacker
29-09-2013

Pembangunan Dormitory Lengkapi Fasilitas Pariwisata di Banyuwangi

Banyuwangi - Banyuwangi terus meningkatkan kualitas infrastruktur sektor pariwisata, salah satunya adalah penginapan untuk para pencinta perjalanan dengan budget minim (budget travel). Banyuwangi telah meresmikan fasilitas dormitory untuk backpackers yang terletak di Jalan Ahmad Yani 110, Banyuwangi.

"Dormitory ini sengaja kami bangun karena sudah semakin banyak wisatawan ke Banyuwangi, termasuk para backpackers. Konsepnya sederhana, hijau dengan banyak tanaman, dan kamar-kamar yang praktis. Cocok untuk tempat istirahat bagi backpackers yang akan menuju atau sudah datang dari Kawah Ijen, Pantai Pulau Merah, Pantai Sukamade, perkebunan kopi, dan destinasi wisata lainnya," ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Tarif penginapan tersebut hanya Rp 50.000 per malam. Kapasitasnya adalah 28 orang. Dormitory tersebut dilengkapi lukisan-lukisan tentang alam dan sejarah Banyuwangi. "Ini adalah dormitory pertama. Kami akan segera membuat dormitory kedua yang lebih besar. Kami juga membina homestay-homestay yang sudah ada di tempat penduduk di sekitar destinasi wisata," ujarnya.

Di depan dormitory baru tersebut sudah tersedia fasilitas penunjang yang memadai. Di depannya akan ada kedai kopi khas Banyuwangi. Tak jauh dari dormitory tersebut juga telah ada taman dan ruang publik dengan fasilitas wifi. "Di seberang juga sudah ada beberapa gerai usaha kecil dan menengah (UKM) penyedia aksesoris, kaos, dan kuliner khas Banyuwangi seperti rujak soto dan nasi tempong," jelasnya.

Anas menambahkan, pembangunan dormitory ini makin melengkapi berbagai infrastruktur pariwisata yang sudah ada di kabupaten berjuluk The Sunrise of Java tersebut. Infrastruktur transportasi mulai dari bandara, pelabuhan, kereta api, hingga jalan raya sudah tersedia dengan kondisi sangat baik. Fasilitas hotel juga makin banyak karena ada beberapa hotel baru di Banyuwangi.

"Kami juga mendorong pengembangan wisata melalui pariwisata event (event tourism) melalui Banyuwangi Festival yang kami gelar mulai September-Desember 2013. Ada karnaval etnik, festival batik, Tour de Ijen, jazz pantai, sampai festival seni tradisional," tuturnya.

Konsep pengembangan pariwisata yang diusung Banyuwangi adalah ekowisata (ecotourism). Ekowisata mendapat tempat tersendiri di antara berbagai jenis pariwisata lain, karena dianggap sebagai "win-win solution tourism". "Sebelum ekowisata ada, pariwisata memang cenderung lebih mengutamakan aspek ekonomi untuk mengeruk laba sebesar-besarnya, sehingga cenderung mengabaikan keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan sosial-ekonomi masyarakat sekitar," jelas alumnus program studi singkat ilmu kepemerintahan di Harvard Kennedy School of Government, Amerika Serikat, tersebut.

Indonesia sendiri sangat potensial sebagai destinasi ekowisata. Selain karena flora-faunanya yang beraneka ragam, Indonesia juga kaya budaya. "Demikian p**a daerah seperti Banyuwangi yang fokus mengembangkan ekowisata. Argumennya jelas: Banyuwangi mempunyai "Segitiga Emas" dengan kekayaan wisata alam yang luar biasa, yaitu Kawah Ijen, Pantai Sukamade, dan Taman Nasional Alas Purwo. Perpaduan lengkap antara dataran tinggi, pantai, dan kawasan hutan dengan kekayaan flora dan fauna tak ternilai. Belum lagi potensi budaya masyarakat Using yang luar biasa," tuturnya.

Di Banyuwangi, ekowisata ditekankan dengan menjaga alam sekitar dan memberdayakan masyarakat setempat demi terwujudnya sustainable tourism alias pariwisata berkelanjutan.

Dengan konsep itu, lanjut Anas, masyarakat lokal tidak hanya dijadikan sebagai objek turistik belaka, melainkan sebagai "tuan" bagi diri mereka sendiri, wirausahawan, penyedia jasa, dan sekaligus diberdayakan sebagai pekerja.

"Masyarakat lokal membuat kerajinan untuk dijadikan cinderamata, memasak kuliner setempat untuk disajikan kepada wisatawan, menyediakan kamar bagi tempat menginap, mengajarkan budaya dan kearifan lokal sekaligus belajar pada wisatawan yang datang tentang hal-hal baru," pungkas Anas. (Humas Protokol)

I

01/10/2013

BKKBN Pusat Tertarik Jadikan Banyuwangi Pilot Project Pembentukan Generasi Berkualitas
29-09-2013

BANYUWANGI – Penghargaan Manggala Karya Kencana resmi diterima oleh Bupati Abdullah Azwar Anas, Sabtu kemarin (28/9). Penyematan penghargaan yang diberikan atas dedikasi Bupati Anas yang tinggi dalam men-support dan menggalakkan program kependudukan dan KB tersebut dilakukan oleh Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pusat, Prof. Dr. Fasli Jalal, Ph.D, Sp.GK.

Usai menerima penyematan itu, dalam sambutannya bupati mengatakan, pihaknya berusaha terus mendorong program KB bisa terlaksana dengan baik di Bumi Blambangan ini. Karena, ujar bupati, sehebat apa pun program yang dibangun pemerintah, jika jumlah penduduknya tak terkendali, akan sia-sia. “Kami membuat program subsidi gizi dan peningkatan gizi pada rakyat miskin, yang terinspirasi program yang sama yang dilakukan oleh Mexico. Namun jika mengandalkan APBD, tentulah tak akan cukup untuk meng-cover semuanya,”beber mantan anggota DPR RI itu. Oleh sebab itu, tutur bupati, pihaknya mengambil langkah untuk mendorong kesadaran publik dengan cara mendorong KUA dan Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) di setiap kecamatan, untuk memberikan penyuluhan pra nikah dan khotbah nikah kepada calon mempelai, utamanya tentang gizi bagi keluarga.

Mendengar apa yang diungkapkan Bupati Anas, Fasli Jalal mengaku dirinya terkesan dengan upaya bupati yang memberikan perhatian serius pada program KB di Banyuwangi. “Dengan mengubah kantor KB di Banyuwangi menjadi Badan KB itu adalah hal yang luar biasa. Dengan begitu pelayanan masyarakat di bidang KB bisa lebih optimal,”pujinya.

Dengan percepatan bidang KB yang digagas bupati, lelaki yang juga guru besar ilmu gizi ini bahkan tertarik menjadikan Banyuwangi sebagai uji coba nasional Program Remaja Perencana. “ Apalagi Banyuwangi sudah memiliki kader Pusat Informasi dan Konseling (P*K) yang anggotanya terdiri atas remaja, mahasiswa, serta kader kependudukan dan KB. Kita memang perlu membentuk generasi berkualitas, yakni generasi yang punya perencanaan, yang percaya diri, yang mampu bersaing dimana pun dia berada. Apa yang ke depan akan kita lakukan?,”tanyanya.

Menurut Fasli, generasi muda perlu diberi pengetahuan kompetensi yang sesungguhnya. “BKKBN akan menyasar semua SMA/SMK dan institusi negeri maupun swasta, untuk melatih tokoh-tokoh yang dimiliki lembaga itu secara khusus. Nantinya merekalah yang akan menanamkan pada anak-anak muda agar tak terjerumus pada hal-hal yang tak diinginkan, seperti seks bebas dan narkoba, yang keduanya berujung pada terjangkitnya HIV/AIDS,”terangnya. Dan di setiap lembaga tersebut juga akan dibentuk tutor sebaya, dimana yang akan direkrut adalah anak-anak yang paham psikologi, di samping penguatan terhadap guru Bimbingan Konseling (BK).

Tidak itu saja, BKKBN juga akan mengadakan pendampingan sejak bayi masih dalam kandungan. Sel otak bayi terbentuk sebanyak 250 ribu per menit pada saat kehamilan. Jika ada masalah pada ibu yang mengandungnya, seperti punya pikiran yang berat setelah bertengkar dengan suaminya, sel itu tidak jadi terbentuk. Untuk menjaga agar janin tersebut tetap tumbuh dengan baik, maka kadernya akan dilatih khusus. "Hak mereka harus dipenuhi hingga berumur 5 tahun berupa kepastian gizi, pelayanan kesehatan, dan mendapatkan pendidikan usia dini. Setelah lepas dari usia tersebut, mereka juga didampingi hingga memasuki usia remaja dan tahapan siap menikah. Sebelum menikah, mereka dibekali dengan pengetahuan s*x education sesuai norma agama, dan bagaimana menjaga agar gizi keluarga bisa terpenuhi. Demikian seterusnya, siklus pendampingan akan terus dijaga. “Banyuwangi cukup pantas untuk kami jadikan pilot project program ini. Ini untuk membantu agar beban negara yang besar saat ini bisa teratasi dengan munculnya generasi muda berkualitas,”tegas Fasli disambut tepuk tangan audiens.

Kegiatan yang diselenggarakan di halaman Pemkab Banyuwangi ini juga dihadiri oleh Deputi BKKBN Subagyo Ali Moeso, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi, Forum Pimpinan Daerah, Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko dan Sekkab Slamet Kariyono. Selain itu juga pejabat komponen pemkab, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan para kader P*K se- Kabupaten Banyuwangi. Dalam kesempatan itu BKKBN menyerahkan p**a bantuan berupa Bina Keluarga Balita (BKB) Kit untuk Dasa Wisma Melati, Kecamatan Giri, Alat Teknologi Tepat Guna (ATTG) berupa alat sablon untuk P*K Remaja, Obgyn Bed untuk UPTD Puskesmas Gendoh, Kecamatan Sempu dan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) Kit.(Humas & Protokol)

I

01/10/2013

Banyuwangi Batik Festival Marak, Melesat di Industri Nasional

29-09-2013

BANYUWANGI – Setelah sukses menggelar Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 7 September lalu, pemkab Banyuwangi terus mempromosikan potensi yang dimilikinya. Kini giliran menjual karya-karya batik khas Banyuwangi, dalam puncak pagelaran malam Banyuwangi Batik Festival (BBF) 2013, yang digelar di Gedung Seni dan Budaya (Gesibu) Sabtu, (28/9).

BBF yang digeber di Gesibu ini berlangsung marak dan spektakuler. Ribuan masyarakat Banyuwangi dengan berkostum batik khas Banyuwangi menyemut menjadi satu di Gesibu untuk menyambut BBF 2013. Beragam motif dan corak batik digeber dalam BBF kali ini. Dalam BBF ini tidak hanya kain batik yang digelar, tetapi kain-kain batik disulap menjadi busana avant – garde hingga ready – to wear. “Lewat Festival ini, kami ingin membawa peminat batik, desainer, pelaku industri pakaian nasional hingga wisatawan untuk menyelami kekayaan batik Banyuwangi,” ungkap Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas.

Sekitar pukul 18.00 WIB, arah menuju Gesibu yang terletak di jantung Kota Gandrung mulai macet. Antrean kendaraan mulai mengular di Jalan Dr Soetomo hingga ke Taman Blambangan. Sementara di dalam Gesibu sudah penuh sesak penonton yang akan menyaksikan BBF 2013. Mereka rela antre dan berdesakan hanya untuk menyaksikan event yang memang dibuat khusus untuk masyarakat Banyuwangi ini.

Selain masyarakat dengan kostum batik, BBF ini juga dihadiri tamu-tamu undangan dari kabupaten tetangga dan tokoh nasional yang datang dari Jakarta. Seperti rombongan dari Kementerian Koperasi RI, anggota DPR RI dan Deputi BKKBN Sudibyo Ali Moeso juga ada Kepala Daops 9, Jember PT KAI, Soejatmiko.

Even yang juga rangkaian Banyuwangi Festival (B-Fest) ini , dibuka dengan fashion show di atas catwalk oleh para model Kota Gandrung dengan menggunakan busana batik khas Banyuwangi yang dimodifikasi berbagai model baju. “Ternyata Batik Banyuwangi tak kalah keren dengan Batik nusantara yang telah dikenal orang. Kita hanya kurang sedikit memasarkan,” ujar Bupati Abdullah Azwar Anas tatkala membuka BBF 2013.

Yang menarik dari panggung BBF ini, ada model bule yang sanggup menyedot perhatian penonton. Dia adalah Ferreira Justino Karolyne, peragawati asal Brazil yang juga ikut berlenggak lenggok luwes di atas catwalk BBF 2013 ini.

Selain para model BBF 2013 diikuti lomba fashion show dari tingkat anak-anak, remaja hingga dewasa. Sedikitnya ada 150 peserta yang bergaya di atas catwalk. BBF ini juga diwarnai dengan lomba desain batik yang diikuti oleh Industri Kerajinan Masyarakat (IKM) Batik. Juga lomba membuat corak dan motif Batik Khas Banyuwangi.

Pada kompetisi desain ini, dihasilkan 96 karya yang terdiri atas 59 kategori pelajar dan umum. “Dari ajang ini dihasilkan 12 motif baru yang siap diaptenkan pemkab. Tentu hal itu memperkarya 22 motif yang sebelumnya terkenal di Bumi Blambangan. Selain itu kami juga punya misi yakni mempertemukan UKM di Banyuwangi dengan industri batik nasional . Ketika ini tercapai rasa bangga dan percaya diri terhadap batik khas Banyuwangi,” ujar Bupati Anas. (Humas dan Protokol)

I

Sebelas Mahasiswa Asing Belajar Budaya Dan Pariwisata BanyuwangiBANYUWANGI - Seni, budaya dan keramahan warga Banyuwangi...
13/08/2013

Sebelas Mahasiswa Asing Belajar Budaya Dan Pariwisata Banyuwangi

BANYUWANGI - Seni, budaya dan keramahan warga Banyuwangi khususnya suku Using memiliki daya pikat yang mampu menyedot perhatian dunia. Terbukti, Banyuwangi dipilih sebagai salah satu kota yang menjadi jujugan bagi Mahasiswa dari 12 negara untuk belajar mengenai kultur seni dan budaya. Kegiatan ini kerjasama antara pihak Kementrian Luar Negeri Republik Indonesia, Sanggar Tydif Surabaya dan Pemkab Banyuwangi.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, Mohammad Yanuarto Bramuda mengungkapkan, belasan peserta ini belajar di Banyuwangi selama 5 hari. Dimulai Sabtu (10/8/2013) hingga Rabu (14/8/2013) mendatang. Mereka tidak hanya berprofesi sebagai pelajar saja, namun sebagian dari mereka juga sebagai jurnalis, fotografer, serta pelaku seni yang memang peduli terhadap kebudayaan dan kesenian lokal.

Ke 12 negara itu beberapa diantaranya Amerika Serikat, Nauru, Polandia, Maroko, Kroasia, Tonga. Serta negara wilayah Eropa dan Asia seperti Yunani, Papua Nugini, Fiji, Australia dan Filipina serta perwakilan Indonesia sendiri. Di Banyuwangi sendiri, mereka dikenalkan ke beberapa potensi wisata serta kesenian lokal. Seperti Kawah Gunung Ijen, Kesenian Gandrung dan Kesenian Seblang Olehsari.

"Dunia mengenal Banyuwangi dengan Triangle Diamond nya, jadi setelah kemarin (Minggu, 11 Agustus) mereka naik ke Ijen, besok mereka melanjutkan ke Plengkung dan berakhir di Sukamade," jelas pria yang akrab disapa Bram saat berbincang dengan sunriseofjava.com di sanggar Genjah Arum, Kemiren, Senin (12/08/2013) malam.

Tidak hanya terkesan dengan potensi wisata Banyuwangi saja, mereka juga dikenalkan dengan batik gajah oling, mencicipi makanan khas dan belajar tari gandrung. Dari kunjungan belajar ini, sambung Bram, diharapkan mereka bisa berbagi kepada dunia tentang keindahan dan kearifan lokal budaya Banyuwangi sehingga bisa menjadi duta wisata Banyuwangi di negara mereka masing-masing.

Ditemui ditempat yang sama, Penanggung Jawab dan pembina program kerjasama pertukaran pelajar seni dan budaya, Diaztiarni, menambahkan, dipilihnya Banyuwangi sebagai salah satu tempat belajar karena Banyuwangi yang merupakan bagian dari Jawa Timur. Dan memang memiliki seni budaya yang masih sangat kental serta kearifan lokal dan masyarakat suku using yang ramah.

"Dan dari kunjungan ini mereka semua sangat mengapresiasi terhadap ke natural an serta keaslian Banyuwangi. Ini sebenarnya yang mereka cari," ungkap Diaz sambil menikmati sajian tari Gandrung.

Melalui Banyuwangi, Kementrian Luar Negeri RI ingin mengenalkan sisi budaya asli Indonesia selain Bali. Karena memang tidak dipungkiri dunia mengenal Indonesia hanya melalui Bali. Dan dari kunjungan ini, mereka bisa belajar keindahan seni serta budaya yang tidak kalah menarik dari Bali.

Pernyataan tersebut diamini oleh salah satu peserta asal Filipina Jan Andrew B Denila. Pria yang mahir melukis ini menyatakan dia sangat menyukai Indonesia khususnya Banyuwangi karena budaya yang sangat kental serta warga suku using yang ramah, sopan dan bersabahat.

Dikutip dari : http://sunriseofjava.com/berita-745-11-mahasiswa-asing-belajar-budaya-dan-pariwisata-banyuwangi.html

12/08/2013

BGWI-52 Km dari kota, ada pantai cantik yang bisa jadi tempat liburan saat Lebaran. Pantai Grajagan menawarkan pemandangan memesona, dan garis pantai luas yang bisa jadi tempat bermain seharian.Di sekitar Pantai banyak terdapat gua peninggalan Jepang yang berada di bukit. Jadi saat berada di gua tersebut, Anda dapat mengawasi seluruh kawasan Pantai Grajagan.

29/07/2013

CATAT DAN SIAPKAN HARIMU UNTUK BANYUWANGI FESTIVAL 2013! Baik kalian yang diluar maupun di dalam kota
Inilah jadwal "Banyuwangi Festival 2013"

7 September ----- Banyuwangi Ethno Carnival
28 September --- Batik Night Festival

26 Oktober ------ Pagelaran Kyai Kanjeng

2 - 5 November ---- Tour De Ijen
6 - 10 November ---- Kejuaraan Tenis
9 November ----- Wayang Kulit
9 November ----- Festival Anak Yatim
16 November ---- Banyuwangi Jazz Festival
23 November ---- Paju Gandrung Sewu

7 - 8 Desember ---- Power Cross
9 - 16 Desember ---- Pameran kuliner dan Pembangunan
14 Desember ----- Festival Kuwung
21 Desember ----- Resepsi Harjaba
31 Desember ----- Renungan Akhir Tahun

cr : Banyuwangiku

Address

Banyuwangi

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when I Love BWI posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share