Bimas Islam Banyuwangi

Bimas Islam Banyuwangi Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi

15/02/2026
Irkar Wakaf untuk Masjid Baiturrahman Bagorejo, Wakif Erni Kusrini ucap "Alhamdulillah".KUA Srono Banyuwangi, 28 April 2...
28/04/2025

Irkar Wakaf untuk Masjid Baiturrahman Bagorejo, Wakif Erni Kusrini ucap "Alhamdulillah".

KUA Srono Banyuwangi, 28 April 2025 — Suasana khidmat menyelimuti pelaksanaan Ikrar Wakaf yang digelar di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Srono hari ini. Acara sakral tersebut menjadi momen penting bagi Erni Kusrini, warga Desa Bagorejo, yang secara resmi mewakafkan sebidang tanah miliknya seluas 445 meter persegi untuk keperluan Masjid Baiturrahman Bagorejo.

Ikrar Wakaf dilangsungkan dengan lancar di hadapan Pegawai Pembuat Akta Ikrar Wakaf (PPAIW), H. Amin Maki, yang juga memberikan pembinaan kepada para pihak terkait. Dalam kesempatan itu, Erni Kusrini menyampaikan rasa syukurnya setelah melafalkan ikrar wakaf.

"Alhamdulillah, saya merasa lega dan bahagia akhirnya saya bisa mewakafkan sebidang tanah milik saya. Mohon doanya agar hidup saya menjadi berkah," ungkap Erni dengan mata berkaca-kaca.

Bidang tanah yang diwakafkan merupakan tanah perkebunan yang berlokasi strategis di sekitar lingkungan masjid. Bertindak sebagai nadzir (pengelola wakaf) adalah Abas Wahyudi. Ia mengungkapkan rasa syukurnya karena dipercaya mengelola tanah wakaf tersebut dan berharap tanah ini bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk menunjang kemakmuran dan kegiatan keagamaan di Masjid Baiturrahman.

"Insya Allah, amanah ini akan kami jaga dan manfaatkan sebaik-baiknya bersama tim Nadzir lainnya untuk kemaslahatan umat," ujarnya.

Dalam sambutannya, H. Amin Maki memberikan apresiasi atas ketulusan hati sang wakif. Ia menegaskan bahwa harta yang diwakafkan tidak akan pernah hilang, justru menjadi tabungan pahala abadi.

"Harta yang diwakafkan akan terus mengalir pahalanya, dan insya Allah akan mendatangkan keberkahan dalam hidup," ujarnya sembari mengingatkan pentingnya amanah dalam mengelola wakaf.

Acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Kayi Ma’shum Shobih, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Srono. Setelah doa, dilakukan penandatanganan berkas dan serah terima dokumen wakaf dari wakif kepada nadzir di hadapan PPAIW dan para saksi yang hadir.

Dengan disyahkannya wakaf ini, diharapkan tanah tersebut dapat membawa manfaat jangka panjang bagi pengembangan dan pelayanan keagamaan di lingkungan Masjid Baiturrahman. Semoga menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya. Aamiin. (idear)



KUA Srono Banyuwangi, 28 April 2025 — Suasana khidmat menyelimuti pelaksanaan Ikrar Wakaf yang digelar di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecam...

28/04/2025

Selamat kepada Menteri Agama RI, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A., atas raihan Penilaian Positif Tertinggi di antara anggota Kabinet Merah Putih berdasarkan riset Indonesia Social Insight (IDSIGHT) dengan capaian 67,4%!

Semoga beliau senantiasa amanah dalam mengabdi untuk bangsa dan umat. 🤲🏼

28/04/2025

Siap jadi penyuluh inspiratif?

Yuk ikut Penyuluh Agama Islam Award 2025!
Ada 9 kategori keren yang bisa kamu ikuti lho 🤩

Peringati Hari Bumi, Kemenag Banyuwangi Tanam Pohon Matoa di KUA dan MadrasahBanyuwangi (21/04/2025) – Dalam rangka memp...
25/04/2025

Peringati Hari Bumi, Kemenag Banyuwangi Tanam Pohon Matoa di KUA dan Madrasah

Banyuwangi (21/04/2025) – Dalam rangka memperingati Hari Bumi yang jatuh pada tanggal 22 April, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi menggelar aksi penanaman pohon matoa di lingkungan Kantor Urusan Agama (KUA) dan madrasah negeri se-Kabupaten Banyuwangi.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari program Kementerian Agama Republik Indonesia yang mendorong kepedulian terhadap lingkungan hidup melalui aksi nyata penghijauan di lingkungan kerja.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi melalui Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam menyampaikan bahwa pada hari ini, Senin (21/04), seluruh bibit pohon matoa telah didistribusikan dari Kantor Kemenag ke masing-masing KUA dan madrasah negeri.

Sebagai simbol dimulainya gerakan penghijauan ini, dilakukan penanaman pohon secara simbolis di KUA Kecamatan Rogojampi.

"Kami berharap, dengan kegiatan ini tumbuh kesadaran bersama untuk menjaga lingkungan dan merawat bumi, mulai dari satu pohon di lingkungan kerja kita masing-masing," ujar Kasi Bimas Islam.



Banyuwangi (21/04/2025) – Dalam rangka memperingati Hari Bumi yang jatuh pada tanggal 22 April, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwang...

Kepala Seksi Bimas Islam: KUA Adalah Wajah Terdepan Kementerian Agama Songgon (21/04/2025) — Kepala Seksi Bimbingan Masy...
25/04/2025

Kepala Seksi Bimas Islam: KUA Adalah Wajah Terdepan Kementerian Agama

Songgon (21/04/2025) — Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Kasi Bimas) Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi Mastur menegaskan pentingnya peran Kantor Urusan Agama (KUA) sebagai ujung tombak pelayanan Kementerian Agama di tingkat kecamatan. Hal tersebut disampaikannya saat memberikan pengarahan di Aula KUA Kecamatan Songgon, Senin (21/04).
“KUA Kecamatan adalah unit layanan terdepan yang mencerminkan wajah Kementerian Agama. Baik penghulu maupun penyuluh agama, semua harus menampilkan sikap yang ramah, profesional, dan mengayomi masyarakat,” ungkapnya dalam kegiatan yang dihadiri oleh jajaran staf dan penyuluh agama Kecamatan Songgon.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala KUA Kecamatan Songgon, Rachman Zainudin, menyampaikan bahwa pihaknya terus berkomitmen memberikan layanan terbaik bagi masyarakat. Salah satu bentuk layanan tersebut saat ini diwujudkan melalui pelaksanaan bimbingan manasik haji bagi calon jamaah haji tahun 2025.

“Kami berupaya agar seluruh proses layanan, khususnya manasik haji, berjalan maksimal dan memberikan pemahaman yang komprehensif kepada para calon jamaah,” ujar Rachman.

Kegiatan manasik haji di KUA Songgon sendiri menjadi bagian penting dalam menyiapkan jamaah agar mampu melaksanakan ibadah haji dengan lancar dan sesuai tuntunan syariat.



Songgon (21/04/2025) — Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Kasi Bimas) Isla...

Buka Bersama ASN Kementerian Agama Banyuwangi: Sederhana, Penuh KebersamaanBanyuwangi, (Bimas Islam) Suasana kekeluargaa...
19/03/2025

Buka Bersama ASN Kementerian Agama Banyuwangi: Sederhana, Penuh Kebersamaan

Banyuwangi, (Bimas Islam) Suasana kekeluargaan terasa kental dalam acara buka bersama Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi yang digelar di halaman kantor, Senin (17/03/2025). Dengan beralaskan daun pisang, seluruh peserta menikmati hidangan sederhana berupa terong bakar dan ikan asin. Acara ini diikuti oleh seluruh ASN, kepala madrasah negeri, serta kepala Kantor Urusan Agama (KUA) dari berbagai kecamatan di Banyuwangi.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Dr. Chaironi Hidayat, menyampaikan bahwa kebersamaan tidak harus diwujudkan dengan kemewahan. Justru, menurutnya, kesederhanaan dalam buka bersama kali ini mengingatkan pada suasana masa lalu saat berada di pesantren.

"Dulu, ketika di pesantren, kami biasa makan bersama dengan menu sederhana seperti ini. Namun, di balik kesederhanaannya, makanan ini bergizi dan sarat makna kebersamaan. Hari ini kita ingin menghidupkan kembali nilai-nilai itu," ujarnya.

Menariknya, acara buka bersama ini tidak hanya diikuti oleh ASN muslim, tetapi juga ASN non-muslim. Kehadiran mereka menambah hangat suasana, mencerminkan nilai toleransi dan harmoni yang senantiasa dijaga di lingkungan Kementerian Agama.

Sebelum buka bersama, para ASN terlebih dahulu melaksanakan khataman Al-Qur’an yang berlangsung di aula bawah kantor. Kegiatan ini dilakukan secara serentak oleh satuan kerja (satker) dan unit di bawah Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi. Hasilnya, dalam satu hari, total khataman mencapai 1.446 kali. Kesederhanaan yang dihadirkan dalam kegiatan ini menjadi pengingat bahwa nilai utama dalam kebersamaan bukanlah kemewahan, tetapi rasa saling menghargai dan berbagi.



Banyuwangi, (Bimas Islam) Suasana kekeluargaan terasa kental dalam acara buka bersama Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama Kabupat...

Safari Ramadhan di Masjid Baiturrohman Buluagung: Momen Kebersamaan dan KeberkahanSiliragung, 16 Maret 2025 – Masjid Bai...
19/03/2025

Safari Ramadhan di Masjid Baiturrohman Buluagung: Momen Kebersamaan dan Keberkahan

Siliragung, 16 Maret 2025 – Masjid Baiturrohman Buluagung menjadi saksi kegiatan rutin Safari Ramadhan yang dilaksanakan oleh KUA Siliragung. Acara ini dihadiri oleh seluruh staf KUA Siliragung, Penyuluh Agama Islam Siliragung, dan Forpimka Kecamatan Siliragung. serta para undangan yang turut serta dalam rangkaian ibadah dan kebersamaan di bulan suci Ramadhan.

Sebagai bagian dari tradisi tahunan, kegiatan Safari Ramadhan ini diawali dengan pembagian takjil oleh Banom NU dan Ortom Muhammadiyah Kecamatan Siliragung untuk masyarakat sekitar sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan dalam berbagi keberkahan. Masyarakat yang melintas dan jamaah yang hadir menerima takjil dengan penuh s**a cita.

Setelah itu, acara dilanjutkan dengan buka puasa bersama yang menciptakan suasana hangat dan penuh keakraban. Momen ini menjadi ajang untuk mempererat silaturahmi antar jamaah dan peserta yang hadir.

Memasuki waktu shalat Isya, seluruh hadirin melaksanakan shalat Tarawih berjamaah. Suasana khusyuk dan hikmat terpancar dari setiap rangkaian ibadah yang dijalankan.

Setelah shalat Tarawih, acara Safari Ramadhan dimulai dengan berbagai tausiyah yang memberikan pencerahan dan motivasi keagamaan kepada para jamaah. Kegiatan ini menjadi ajang untuk meningkatkan pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai bagian dari agenda, Kepala KUA Siliragung, Saifudin Zuhri, S.Ag, menyerahkan bingkisan . Penyerahan bingkisan ini menjadi simbol kepedulian dan semangat berbagi di bulan suci.

Acara kemudian ditutup dengan doa bersama, memohon keberkahan dan keselamatan bagi seluruh umat Muslim. Doa yang dipanjatkan menambah kesyahduan acara dan meneguhkan semangat kebersamaan dalam menjalani ibadah di bulan Ramadhan.

Dengan terlaksananya kegiatan Safari Ramadhan ini, diharapkan semakin mempererat ukhuwah Islamiyah dan menumbuhkan semangat berbagi serta meningkatkan kualitas ibadah di bulan penuh berkah ini. Semoga kegiatan serupa terus berlangsung di tahun-tahun mendatang.



https://www.bimaisbanyuwangi.com/2025/03/safari-ramadhan-di-masjid-baiturrohman.html

Siliragung, 16 Maret 2025 – Masjid Baiturrohman Buluagung menjadi saksi kegiatan rutin Safari Ramadhan yang dilaksanakan oleh KUA Siliragu...

Tuhan dan Makanan HalalOleh: Chaironi HidayatMakanan halal bukan hanya sekadar aturan agama, tetapi juga berkaitan erat ...
19/03/2025

Tuhan dan Makanan Halal

Oleh: Chaironi Hidayat

Makanan halal bukan hanya sekadar aturan agama, tetapi juga berkaitan erat dengan kualitas ibadah dan terkabulnya doa. Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda yang artinya:

"Sesungguhnya Allah itu Maha Baik dan tidak menerima kecuali yang baik."

Hadis ini menegaskan bahwa Allah hanya menerima sesuatu yang baik, baik dalam bentuk sedekah, amal, maupun doa. Artinya, jika kita ingin doa kita dikabulkan, maka kita harus memastikan bahwa segala sesuatu yang kita konsumsi dan gunakan berasal dari sumber yang baik dan halal.

Makanan halal bukan hanya berarti makanan yang tidak mengandung unsur haram seperti babi atau alkohol, tetapi juga mencakup bagaimana makanan itu diperoleh. Jika makanan yang kita makan berasal dari hasil riba, korupsi, atau penipuan, maka makanan tersebut menjadi tidak baik dan berpotensi menghalangi terkabulnya doa.

Dalam hadis selanjutnya, Rasulullah SAW menggambarkan seorang laki-laki yang sedang bepergian jauh, dalam keadaan lelah, rambutnya kusut, tubuhnya berdebu, dan ia mengangkat tangan berdoa kepada Allah. Namun, karena makanan, minuman, pakaian, dan sumber penghidupannya berasal dari yang haram, maka Rasulullah SAW bersabda:

"Bagaimana mungkin doanya akan dikabulkan?" (HR. Muslim)

Hadis ini menjelaskan bahwa kondisi fisik seseorang yang letih dan dalam perjalanan jauh sebenarnya merupakan salah satu faktor yang bisa membuat doa lebih mustajab. Namun, jika makanan yang dikonsumsinya berasal dari sesuatu yang haram, maka doanya terhalang.

Selain aspek hukum, makanan juga memengaruhi kondisi hati dan spiritual seseorang. Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa dalam tubuh manusia terdapat segumpal daging, yang jika baik maka baik p**a seluruh tubuhnya, dan jika buruk maka buruk p**a seluruh tubuhnya. Segumpal daging itu adalah hati.

Hati yang bersih dan baik akan memancarkan energi atau frekuensi yang positif. Sebaliknya, hati yang kotor karena makanan haram atau perilaku buruk akan memancarkan frekuensi negatif yang bisa menarik orang-orang dengan frekuensi serupa. Tidak heran jika seseorang yang s**a bergunjing lebih cenderung berteman dengan orang yang s**a bergunjing, atau seseorang yang s**a kejahatan akan lebih dekat dengan orang-orang yang juga berbuat jahat.

Ini mirip dengan konsep magnet, di mana benda dengan muatan serupa akan saling tarik-menarik. Oleh karena itu, menjaga hati tetap bersih dengan mengonsumsi makanan halal bukan hanya menjaga hubungan kita dengan Allah, tetapi juga memengaruhi kualitas interaksi sosial kita.

Dalam tradisi Islam maupun kebudayaan lain, pernapasan sering dikaitkan dengan energi dalam tubuh. Dalam kisah Shaolin misalnya, para biksu mampu bertahan dalam kondisi ekstrem tanpa makan atau minum dengan mengandalkan teknik pernapasan tertentu.

Dalam Islam, praktik seperti ini dapat ditemukan dalam dzikir dan doa. Ketika seseorang benar-benar fokus dalam doa dan dzikirnya, ia bisa merasakan kedekatan dengan Allah dan mengalami ketenangan yang luar biasa. Bahkan dalam sufi, teknik pernapasan yang benar digunakan untuk membantu konsentrasi dalam ibadah.

Makanan halal juga memiliki kaitan dengan energi tubuh. Jika kita mengonsumsi makanan yang baik dan halal, tubuh kita lebih mudah mencapai kondisi optimal untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah. Sebaliknya, makanan haram bisa menyebabkan kekacauan dalam energi tubuh dan spiritual seseorang.

Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa doa orang yang terzalimi akan dikabulkan oleh Allah tanpa hijab atau penghalang.

Dalam konteks ini, orang yang sedang dalam keadaan sulit, seperti kelelahan karena bekerja keras mencari rezeki halal, lebih berpotensi mendapatkan pertolongan Allah. Mengapa demikian? Karena Allah mencintai orang-orang yang lemah dan bersandar penuh kepada-Nya.

Ketika seseorang dalam kondisi lemah, ia akan lebih tulus dan bersungguh-sungguh dalam doanya. Ia tidak memiliki harapan lain kecuali kepada Allah. Inilah yang membuat doanya lebih mustajab.

Sebaliknya, jika seseorang merasa masih memiliki banyak cadangan atau masih mengandalkan kekuatan dirinya sendiri, maka ia tidak akan merasakan kebutuhan mendesak untuk berdoa. Oleh karena itu, dalam berdoa, kita dianjurkan untuk merendahkan diri dan merasa bahwa kita tidak memiliki kekuatan selain Allah.

Agar doa lebih mudah dikabulkan, ada beberapa adab yang dianjurkan dalam Islam:

1. Memuji Allah Terlebih Dahulu
Sebelum meminta sesuatu, kita dianjurkan untuk memuji Allah dengan kalimat seperti Alhamdulillah atau Subhanallah.

2. Membaca Shalawat kepada Rasulullah
Rasulullah SAW adalah makhluk yang paling dicintai Allah. Dengan membaca shalawat sebelum berdoa, kita sedang memuji sosok yang sangat dicintai-Nya, yang bisa menjadi sebab doa kita lebih mudah dikabulkan.

3. Merendahkan Diri dan Mengakui Kelemahan
Ketika berdoa, kita harus merasa bahwa kita benar-benar membutuhkan pertolongan Allah. Kita harus menunjukkan ketergantungan total kepada-Nya, seperti seorang fakir yang meminta bantuan.

4. Menghindari Makanan dan Harta Haram
Jika seseorang ingin doanya dikabulkan, maka ia harus memastikan bahwa apa yang ia makan dan gunakan berasal dari sumber yang halal.

5. Berdoa dengan Khusyuk dan Tidak Terburu-buru
Doa yang dilakukan dengan penuh kesungguhan lebih berpeluang dikabulkan daripada doa yang hanya diucapkan sekadarnya.

Makanan halal bukan hanya soal hukum fiqih, tetapi juga berkaitan erat dengan spiritualitas, kondisi hati, dan mustajabnya doa. Allah Maha Baik dan hanya menerima sesuatu yang baik. Jika kita ingin doa-doa kita dikabulkan, maka kita harus memastikan bahwa makanan yang kita konsumsi berasal dari sumber yang halal dan baik.

Selain itu, kita juga harus menjaga hati tetap bersih, karena hati yang baik akan memancarkan energi positif dan menarik keberkahan dalam hidup. Doa yang dilakukan dengan penuh keikhlasan dan dalam kondisi lemah lebih berpotensi dikabulkan oleh Allah.

Oleh karena itu, mari kita lebih berhati-hati dalam memilih makanan dan sumber penghidupan kita, agar segala amal dan doa kita diterima oleh Allah SWT.

Wallahu a’lam.



Tuhan dan Makanan Halal Oleh: Chaironi Hidayat Makanan halal bukan hanya sekadar aturan agama, tetapi juga berkaitan erat dengan kualita...

KUA Kecamatan Genteng dan UPZ Gelar Sosialisasi Zakat untuk KKGPAI Kecamatan GentengGenteng, 18-03-2025 – Kantor Urusan ...
19/03/2025

KUA Kecamatan Genteng dan UPZ Gelar Sosialisasi Zakat untuk KKGPAI Kecamatan Genteng

Genteng, 18-03-2025 – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Genteng bekerja sama dengan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kecamatan Genteng mengadakan kegiatan sosialisasi zakat bagi masyarakat. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang pentingnya zakat, baik zakat fitrah maupun zakat mal, serta tata cara penyalurannya sesuai syariat Islam.

Kegiatan yang berlangsung di Balai Nikah KUA Kecamatan Genteng ini dihadiri KKGPAI SD di Kecamatan Genteng. Penyuluh Agama Islam dari KUA Kecamatan Genteng memberikan pemaparan tentang hukum zakat, golongan penerima zakat (mustahik), serta manfaat zakat dalam meningkatkan kesejahteraan umat Islam.

Penyuluh KUA Kecamatan Genteng, Badruddin Kamal, dalam sambutannya menyampaikan bahwa zakat bukan sekadar kewajiban agama, tetapi juga instrumen sosial yang dapat membantu mengurangi kesenjangan ekonomi. “Dengan zakat yang dikelola dengan baik, kita bisa membantu mereka yang kurang mampu, mendukung pendidikan, serta meningkatkan kesejahteraan umat Islam,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan UPZ Kecamatan Genteng, Irma Wildana, menjelaskan mekanisme pengump**an dan distribusi zakat yang dilakukan oleh UPZ, dan mengenalkan program-program yang ada di BAZNAS Kabupaten Banyuwangi, Ia juga mengajak masyarakat untuk menyalurkan zakat melalui lembaga resmi agar dapat dikelola secara profesional dan tepat sasaran.

Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan dalam sesi diskusi, mulai dari perhitungan zakat penghasilan hingga prosedur penyaluran zakat kepada fakir miskin dan anak yatim.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap kewajiban zakat semakin meningkat, sehingga pengump**an dan pendistribusiannya bisa lebih optimal dalam membantu sesama.



Genteng, 18-03-2025 – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Genteng bekerja sama dengan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kecamatan Genteng mengada...

Address

Jalan Adi Sucipto No. 112, Kelurahan Sobo, Kecamatan Banyuwangi
Banyuwangi
68418

Opening Hours

Monday 07:30 - 16:00
Tuesday 07:30 - 16:00
Wednesday 07:30 - 16:00
Thursday 07:30 - 04:00
Friday 07:30 - 16:30

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Bimas Islam Banyuwangi posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share