PPID Kab Banyuwangi

PPID Kab Banyuwangi Akun Resmi PPID Kabupaten Banyuwangi

Sobat Wisata, waktunya icip budaya yang autentik banget!Siapin perut dan hati, karena Festival Tumpeng Sewu Kemiren 2025...
27/05/2025

Sobat Wisata, waktunya icip budaya yang autentik banget!
Siapin perut dan hati, karena Festival Tumpeng Sewu Kemiren 2025 bakal bikin kamu jatuh cinta sama cita rasa & kearifan lokal!

Kamis, 29 Mei 2025
Mulai jam 18.00 WIB
Desa Adat Osing Kemiren, Banyuwangi

Ribuan tumpeng dengan rasa khas Osing, disajikan bareng kekeluargaan dan suasana desa yang adem nan syahdu
Nggak cuma makan tumpeng, kamu juga bakal diajak ngerasain budaya asli yang masih lestari, mulai dari musik, tarian, sampe vibe desa yang otentik abis!

Dateng yuk, biar bisa bilang: "Wah, ini sih Indonesia banget!"
Bonus spot-spot kece buat ngonten, dijamin feed kamu makin estetik!

Cus merapat, ajak yang tersayang! Jangan sampe cuma liat di story orang lain!
info lebih lanjut : 0822-4213-6666




Libur Waisak 2025 kemarin, Banyuwangi dibanjiri wisatawan! Wisnus: 68.687 orangWisman: 1.261 orangGokil gak tuh?!! Bukan...
16/05/2025

Libur Waisak 2025 kemarin, Banyuwangi dibanjiri wisatawan!
Wisnus: 68.687 orang
Wisman: 1.261 orang
Gokil gak tuh?!!

Bukan tanpa alasan sih, soalnya Banyuwangi tuh komplit parah!
Atraksi budaya? Ada!
Alam? Gak usah ditanya!
Penginapan? Mau yang murah sampe fancy, semua ada!
Transport? Lengkap bener , naik kereta, pesawat, kapal laut, tinggal pilih!
Pokoknya sobat wisata mau healing, staycation, sampe explore budaya, jawabannya!
Jangan sampe jadi FOMO warrior doang yaa




Puteri Indonesia 2025, Fia, kelahiran Banyuwangi, bukanlah nama baru dalam dunia pertunjukan budaya. Sejak remaja, ia te...
09/05/2025

Puteri Indonesia 2025, Fia, kelahiran Banyuwangi, bukanlah nama baru dalam dunia pertunjukan budaya. Sejak remaja, ia telah unjuk gigi sebagai Maskot Prototype Banyuwangi Ethno Carnival tahun 2016. Saat itu, Fia tampil memukau dalam balutan kostum Sritanjung, membawakan tema "The Legend of Sritanjung Sidopekso" dengan anggun dan penuh kharisma.
Penampilannya tak hanya menyorot pesona busana, tetapi juga menghidupkan kembali kisah cinta, kesetiaan, dan keteguhan hati dari legenda rakyat Banyuwangi yang melegenda. Tahun 2025, Banyuwangi Ethno Carnival mengusung tema “Ngelukat”, sebuah konsep sakral yang menggambarkan siklus kehidupan manusia dari lahir, tumbuh, hingga usia tua. “Ngelukat” dalam tradisi Banyuwangi bukan sekadar ritual pembersihan diri, tetapi juga perjalanan spiritual yang sarat makna, melibatkan doa, alam, dan budaya.
Banyuwangi Ethno Carnival telah sukses melaksanakan audisi di beberapa titik, yaitu di Kantor Kecamatan Srono, Bangorejo, dan Genteng. Antusiasme peserta begitu luar biasa, mencerminkan semangat generasi muda dalam melestarikan budaya. Jangan lewatkan audisi terakhir yang akan digelar di Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi pada 14 Mei 2025. Saatnya tunjukkan bakat dan kreativitasmu dalam ajang budaya terbesar di Bumi Blambangan!

PesonaIndonesia

Soliditas diaspora Banyuwangi di berbagai daerah menjadi instrumen penting dalam pembangunan daerah. Melalui Ikatan Kelu...
04/05/2025

Soliditas diaspora Banyuwangi di berbagai daerah menjadi instrumen penting dalam pembangunan daerah. Melalui Ikatan Keluarga Banyuwangi (Ikawangi) diharapkan bisa mengorkestrasi berbagai potensi di luar daerah untuk kampung halaman.

“Kami sangat berharap kolaborasi dengan semua pihak. Tak mungkin kita hanya mengandalkan sumber daya yang ada di Banyuwangi saja, apalagi hanya ASN, perlu urun tangan dan pikiran semua pihak,” ungkap Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat menghadiri Halal bi Halal Ikawangi Bandung di Puri Bambu, Bandung, Minggu (4/5/2025).

Ipuk juga mendorong warga Banyuwangi yang merantau di berbagai daerah untuk mengembangkan potensi diri. Sehingga nantinya bisa meraih prestasi terbaiknya dan turut berkontribusi bagi Banyuwangi.

“Jika kemarin viral hastag kabur aja dulu, kami tidak melarang. Silakan lihat dunia. Tapi, mari tengok kembali kampung halaman dan majukan daerah. Tingkatkan kompetensi dan abdikan untuk Banyuwangi,” pinta Ipuk.

Ajakan Ipuk tersebut disambut antusias oleh keluarga besar Ikawangi. Meskipun raga terpisah dengan kampung halaman, jiwa & pikiran mereka tetap tertaut dengan Banyuwangi.

“Apa saja yang menjadi kebutuhan Banyuwangi, selagi kami bisa, kami siap untuk membantu kemajuan Banyuwangi,” ungkap Djuhri Rosyidi, sesepuh Ikawangi di Bandung yang merupakan mahasiswa ITB pertama asal Banyuwangi angkatan 1957.

Pansiunan pejabat Kementerian ESDM itu menyebutkan, jika banyak diaspora Banyuwangi yang kini menjadi ahli dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan. “Ada ahli gempa, ahli pertambangan, penerbangan & banyak lagi lainnya,” ungkap pria kelahiran 1933 itu.

Hal yang sama juga ditegaskan oleh Ketua Ikawangi Bandung yang juga dosen Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara ITB, Edy Suwondo. “Proses regenerasinya terus berlangsung. Ada banyak dosen-dosen muda asal Banyuwangi yang terus mengembangkan karir,” tegasnya.

Kemajuan Banyuwangi saat ini, imbuh Edy, menambah semangat para perantau untuk menunjukkan identitas diri dan mengambil peran. “Kami jadi bangga mengaku Banyuwangi & kami juga tertantang untuk turut berkontribusi bagi kampung halaman kami,” ujar lelaki asal Genteng itu.



Selamat Memperingati Hari Keterbukaan Informasi Nasional 30 April 2025 "Mewujudkan Jawa Timur Sebagai Gerbang Baru Nusan...
30/04/2025

Selamat Memperingati Hari Keterbukaan Informasi Nasional 30 April 2025

"Mewujudkan Jawa Timur Sebagai Gerbang Baru Nusantara Yang Terbuka, Akuntabel, dan Partisipatif"





Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengajak berbagai pihak untuk berkolaborasi melakukan pencegahan krisis lingkungan d...
27/04/2025

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengajak berbagai pihak untuk berkolaborasi melakukan pencegahan krisis lingkungan dengan melakukan penghijauan. Sejak 2020 Banyuwangi telah menanam 1,2 juta pohon sebagai salah satu upaya tersebut.

Seperti penanaman 66 ribu lebih pohon yang berada di lereng Gunung Ijen di kawasan Perhutani Barat dan Perhutani Selatan. Penanaman yang bekerjasama dengan PT Bumi Suksesindo (BSI)  tersebut dilakukan secara simbolis di area Hutan Pinus Agatis Forest, Dusun Rembang, Desa Banjar Kecamatan Licin, Sabtu (26/4/2025).

Turut hadir Kapolresta Kombes Pol Rama Samtama Putra, Dandim 0825 Letkol (Arh) Joko Sukoyo, Danlanal Letkol Laut (P) Muhamad Puji Santoso, Pj. Sekda Banyuwangi Guntur Priambodo dan GM Operations PT. BSI Roelly Fransza.

“Penanaman pohon ini sebagai bagian dari rehabilitasi lahan kritis. Sebanyak lebih dari 66 ribu bibit pohon akan ditanam tersebar di atas lahan 60 hektar. Pohon yang ditanam jenis multipurpose trees species atau pohon serbaguna seperti alpukat, durian dan petai,” kata Ipuk.

“Gerakan penanaman pohon yang berkesinambungan harus terus ditingkatkan, karena hutan bukan hanya warisan nenek moyang yang bisa dinikmati manfaatnya, melainkan titipan untuk generasi mendatang. Untuk itu, kontribusi berbagai pihak perlu terus digalang, sebagai wujud tanggung jawab bersama,” ujar Ipuk.

Dikatakan Ipuk, saat ini dunia dihadapkan dengan triple planetary crisis, yaitu perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan polusi. Ketiga krisis ini memiliki dampak yang signifikan dan saling mempengaruhi satu sama lain.

“Maka dari itu, kami terus mengajak banyak pihak untuk terus menjaga lingkungan. Lereng Ijen sebagai kawasan hulu ini contohnya, perlu kita tanami pohon yang dapat menahan air agar tidak terjadi banjir di hilir perkotaan,” kata Ipuk.

"Harapan kami, semoga apa yang dilakukan hari ini bisa menginspirasi pihak lain untuk melakukan hal yang sama," imbuhnya.

GM Operations PT. BSI Roelly, mengatakan penanaman pohon ini bukan hanya wujud kepedulian lingkungan tapi bentuk nyata pemulihan ekosistem dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.




📢 Rekapitulasi Pengelolaan Pengaduan Publik Kabupaten Banyuwangi via SP4N-LAPOR! 2024  Sepanjang tahun 2024, Pemerintah ...
25/04/2025

📢 Rekapitulasi Pengelolaan Pengaduan Publik Kabupaten Banyuwangi via SP4N-LAPOR! 2024

Sepanjang tahun 2024, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melalui Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional (SP4N) - LAPOR! mencatat 50 aduan masyarakat. Dari jumlah tersebut:
✔ 44 aduan telah ditindaklanjuti dan diselesaikan.
✔ 6 aduan diarsipkan dengan alasan:
- Aduan dianggap selesai/tidak memerlukan tindakan lanjut.
- Pengaduan berulang (duplikat).
- Informasi tidak jelas/tidak dapat dimengerti.

Dengan capaian rata-rata tindak lanjut 100%, Pemkab Banyuwangi menunjukkan komitmen responsif terhadap aspirasi masyarakat.

📊 Analisis:
Tingkat penyelesaian pengaduan yang tinggi (88%) mencerminkan kinerja positif dalam respon pelayanan publik. Namun, adanya arsip aduan menandakan perlunya sosialisasi lebih gencar agar masyarakat dapat menyampaikan pengaduan secara jelas, spesifik, dan tidak berulang.

💡 Yuk, manfaatkan LAPOR! (lapor.go.id) untuk menyampaikan aduan, aspirasi, atau permohonan informasi layanan publik secara mudah dan transparan!

Menjadi salah satu daeah lumbung padi nasional, Kabupaten Banyuwangi turut dalam Gerakan Menanam Padi Serentak di 14 Pro...
23/04/2025

Menjadi salah satu daeah lumbung padi nasional, Kabupaten Banyuwangi turut dalam Gerakan Menanam Padi Serentak di 14 Provinsi. Rabu (23/4/2025). Kegiatan yg dipusatkan di Kec. Pemulatan, Kab. Ogan Ilir, Sumatera Selatan itu dihadiri langsung Presiden Prabowo & diikuti secara virtual oleh 150 kabupaten/kota penghasil padi di 14 provinsi, salah satunya  Banyuwangi.

Di Banyuwangi penanaman serentak dilakukan di areal persawahan kelompok tani Sumbersari, seluas 2,5 hektar menggunakan vatietas padi Siliwangi, di Lingk. Wonosari, Kel. Sobo, Kec. Banyuwangi,

Hadir dalam penanaman serentak tersebut Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) & Pimpinan Cabang Bulog Banyuwangi,

"Banyuwangi mendukung program swasembada pangan nasional yang digagas oleh Presiden. Banyuwangi akan terus berupaya meningkatkan produktivitas padi daerah. Salah satunya dengan menambah luasan tanam padi," kata Bupati Banyuwangi Ipukk Fiestiandani.

Ipuk menjelaskan luas tanam padi di Banyuwangi sejak Januari sampai April 2025 telah mencapai 41.874 hektar. "Ini akan terus kita dorong hingga mencapai target 151.048 hektare di tahun ini, termasuk dengan memanfaatkan lahan non-sawah," kata Ipuk.

Upaya lainnya, Pemkab juga membuat kebijakan dengan memperketat izin pembangunan di atas lahan persawahan. Pemkab juga mendorong produktivitas dengan penggunaan pupuk alternatif seperti pupuk hayati, POC (Pupuk Organik Cair) hingga optimalisasi mekanisasi pertanian.

“Total hingga 2024, pemkab sudah menyalurkan POC sebanyak 137.130 liter untuk lahan seluas 13.713 hektare. Selain itu, pemkab juga memberikan pendampingan intensif kepada para petani,’’ ujarnya.

Dengan berbagai program yang dilakukan tersebut, stok beras di Banyuwangi terus terjaga. Berdasarkan neraca ketersediaan & kebutuhan pangan pokok, di awal 2025 Banyuwangi mengalami suplus 27.037 ton beras.

Ke depan Banyuwangi juga akan meningkatkan ketersediaan air baku melalui embung atau penampungan air. Di antaranya embung lider, kerawang & Singolatri.

“Kami sudah mengajukan pembangunan tiga embung besar baru baik ke pemprov & pusat. Ini melengkapi 337 bendungan daerah yang masih berfungsi dengan baik.” tambah Ipuk.



Pemkab Banyuwangi kembali menunjukkan kinerja positif pengelolaan keuangan daerah yang akuntabel. Badan Pemeriksa Keuang...
18/04/2025

Pemkab Banyuwangi kembali menunjukkan kinerja positif pengelolaan keuangan daerah yang akuntabel. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) memberikan opini wajar tanpa pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Banyuwangi Tahun 2024. Prestasi ini telah diraih secara konsisten selama 13 tahun berturut-turut.

Laporan Hasil Pemerikasaan (LHP) tersebut diterima langsung oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dari Kepala Perwakilan BPK RI Provinsi Jawa Timur, Yuan Candra Djaisin, di Kantor BPK Jatim, Sidoarjo, pada Kamis (17/5/2025). Turut mendampingi Wakil Ketua DPRD, Siti Mafrochatin Ni'mah.

Kepala Perwakilan BPK RI Jatim, Yuan Candra, mengatakan, BPK memberikan opini sebagai kesimpulan profesional mengenai tingkat kewajaran informasi dalam laporan keuangan.

“Perolehan opini WTP menunjukkan bahwa menurut penilaian independen, instansi pemerintah telah menyusun dan menyajikan laporan keuangan sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Yuan.

"Ini juga berarti pemkab telah menunjukkan upaya-upaya nyata dalam mewujudkan prinsip-prinsip akuntabilitas, transparansi, efisiensi, dan efektivitas dalam pengelolaan keuangan negara," imbuhnya.

Sementara itu Bupati Ipuk Fiestiandani bersyukur pemkab berhasil mempertahankan kualitas tata kelola keuangan daerah. Torehan 13 kali beruntun menerima opini WTP dari BPK menunjukkan pengelolaan keuangan kabupaten ini sesuai standar akuntansi pemerintahan dan perundang-undangan.

"Pencapaian WTP ini adalah bentuk transparansi sekaligus tanggung jawab pemkab terhadap pengelolaan keuangan daerah," kata Ipuk.

“Terima kasih kepada BPK yang telah mengaudit dan memberikan arahan dari tahun ke tahun. Terima kasih juga kepada seluruh rekan-rekan perangkat daerah dan DPRD Banyuwangi atas sinergi yang baik selama ini," imbuhnya.

Ipuk menambahkan, opini WTP dari BPK tersebut menjadi motivasi agar terus meningkatkan kualitas tata kelola keuangan daerah.

“Tata kelola keuangan yang baik juga akan memberikan manfaat positif bagi masyarakat dengan output-outcome program pembangunan yang jelas," paparnya.





𝐋𝐨𝐧𝐠 𝐰𝐞𝐞𝐤𝐞𝐧𝐝 𝐮𝐝𝐚𝐡 𝐝𝐢 𝐝𝐞𝐩𝐚𝐧 𝐦𝐚𝐭𝐚, 𝐬𝐚𝐚𝐭𝐧𝐲𝐚 𝐡𝐞𝐚𝐥𝐢𝐧𝐠 𝐤𝐞 𝐁𝐚𝐧𝐲𝐮𝐰𝐚𝐧𝐠𝐢!Mulai 17–20 April 2025, kamu bisa nikmati perjalanan nyam...
17/04/2025

𝐋𝐨𝐧𝐠 𝐰𝐞𝐞𝐤𝐞𝐧𝐝 𝐮𝐝𝐚𝐡 𝐝𝐢 𝐝𝐞𝐩𝐚𝐧 𝐦𝐚𝐭𝐚, 𝐬𝐚𝐚𝐭𝐧𝐲𝐚 𝐡𝐞𝐚𝐥𝐢𝐧𝐠 𝐤𝐞 𝐁𝐚𝐧𝐲𝐮𝐰𝐚𝐧𝐠𝐢!
Mulai 17–20 April 2025, kamu bisa nikmati perjalanan nyaman dengan KA Mutiara Timur Tambahan. Hadir kelas eksekutif Mild Steel dengan kapasitas 48 seat. Gak perlu khawatir kehabisan tiket—kereta Mutiara Timur tambahan siap nemenin liburanmu makin lancar.

Source : .id


Pemprov Jatim bersama Pemkab Banyuwangi menggelar rapat koordinasi mematangkan peluncuran layanan kapal cepat Banyuwangi...
11/04/2025

Pemprov Jatim bersama Pemkab Banyuwangi menggelar rapat koordinasi mematangkan peluncuran layanan kapal cepat Banyuwangi-Denpasar, Bali. Layanan ini dijadwalkan mulai beroperasi Juni 2025, dengan titik keberangkatan dari Pelabuhan Pengumpan Regional (PPR) Marina Boom Banyuwangi menuju Pelabuhan Pulau Serangan di Denpasar.

Rapat koordinasi itu dipimpin Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono fan dihadiri Plt. Kepala UPT Pelabuhan Pengumpan Regional Boom, Hari Yulianto di Kantor Pemkab Banyuwangi, Kamis (10/4/2025).

Rakor tersebut merupakan tindak lanjut dari kunjungan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, bersama Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, yang beberapa waktu lalu meninjau langsung kesiapan dermaga di Marina Boom.

“Sebagaimana arahan Ibu Bupati Ipuk, kami siap mendukung penuh program ini sebagai bagian dari kerja sama daerah dan provinsi, untuk memastikan semua aspek teknis dan administratif siap,” ujar Wabup Mujiono.

Kapal cepat yang akan digunakan memiliki panjang sekitar 40 meter dan lebar 6 meter, dengan kapasitas antara 350 hingga 400 penumpang. Tarif yang direncanakan berkisar Rp200.000 per penumpang.

“Kapal ini akan berangkat dari Marina Boom di Banyuwangi dan bersandar di Pelabuhan Pulau Serangan, Denpasar. Rute ini sangat potensial karena menghubungkan dua daerah tujuan wisata nasional bahkan internasional,” tambah Mujiono.

Sementara menurut Hari Yulianto, sejumlah tahapan teknis telah dijalankan. Salah satunya adalah survei jalur laut dari Banyuwangi menuju Bali yang telah dilakukan saat bulan Ramadan lalu. Dalam waktu dekat, survei lanjutan akan dilaksanakan untuk aspek teknis detail.

“Dari sisi legalitas, dokumen-dokumen yang diperlukan juga sudah kami siapkan dan sebagian besar sudah tuntas. Pihak swasta yang menjadi operator kapal cepat ini juga telah melakukan penjajakan awal,” jelas Hari.

Tak hanya kesiapan kapal, Pemprov Jatim juga berencana merenovasi terminal penumpang di Marina Boom. Renovasi ini akan mengakomodir desain yang mencerminkan kearifan lokal, selaras dengan visi Pemkab Banyuwangi dalam menonjolkan identitas arsitektur daerah.




Guna mendukung program swasembada pangan nasional, Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Banyuwangi melakukan panen raya padi...
07/04/2025

Guna mendukung program swasembada pangan nasional, Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Banyuwangi melakukan panen raya padi serentak pada Senin (7/4/2025). Kegiatan ini bagian dari Panen Raya Padi Serentak di 14 Provinsi bersama Presiden RI Prabowo yang terhubung melalui sambungan zoom.

Melalui sambungan virtual, Presiden Prabowo hadir langsung di Majalengka untuk memanen padi bersama petani. Dalam sambutannya ia menyampaikan ungkapan terimakasih atas kerja keras seluruh pihak yang mampu mendorong capaian panen.

“Hari ini saya bangga, di saat banyak negara kekurangan pangan kita justru surplus. Di saat negara lain ada yang tidak punya telur kita justru ekspor. Saya minta kerja lebih keras lagi, menekan harga lebih rendah lagi sehingga tidak ada lagi rakyat yang tidak mendapatkan asupan protein,” kata Presiden Prabowo.

Panen raya padi di Banyuwangi dilangsungkan di areal persawahan kelompok tani Empol Gading di Dusun Lateng, Desa Gladag, Kecamatan Rogojampi. Luas hamparan yang dipanen yakni 367 hektar.

Panen raya tersebut dilakukan oleh Forpimda yang terdiri atas Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono, Dandim 0825 Letkot (Arh) Joko Sukoyo, Danlanal Letkol Laut (P) Hafidz, Wakapolresta AKBP Teguh Priyo Wasono. Turut mengikuti Pimpinan Cabang Bulog Banyuwangi Dwiana Puspita.

"Kami bersyukur Banyuwangi menjadi salah satu daerah lumbung pangan di Provinsi Jawa Timur. Kegiatan panen raya ini sebagai bentuk dukungan daerah pada program swasembada pangan nasional yang digagas oleh Presiden," kata Wabup Mujiono.

Luas panen padi di Banyuwangi sejak Januari sampai Maret telah mencapai 21.075 hektar. Di Banyuwangi puncak panen raya akan terjadi pada bulan April-Mei dengan perkiraan luasan sebesar 26.493 hektar.

“Pemkab terus mendorong produktivitas padi petani, dari rata-rata 6 ton perhektar, saat ini sudah bisa 7 ton per hektar. Alhamdulillah ini juga berkat kolaborasi dan dukungan TNI/Polri dan berbagai pihak yang ikut mendampingi,” kata Mujiono.

Sebelumnya juga telah dilakukan Penandatanganan Komitmen Bersama di antaranya oleh Pemkab, TNI/Polri, Gapoktan dan Bulog untuk mencapai target swasembada pangan daerah.



Address

Banyuwangi

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when PPID Kab Banyuwangi posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to PPID Kab Banyuwangi:

Share