22/05/2025
Menjadi orang tua adalah profesi seumur hidup, sayangnya tidak ada sekolah untuk menjadi orang tua. Proses belajar itu hanya bisa diperoleh dari penglihatan, pemahaman dan pengalaman yang terjadi di sekitar kita, dan boleh jadi dari cara orang tua kita sebelumnya.
Namun, apakah itu cukup sebagai bekal kita menjalankan peran sebagai orang tua?
Nyatanya, ada ribuan kasus kekerasan anak di sepanjang tahun 2024. Data BPS juga menunjukkan angka pernikahan yang terus menerus menurun setiap tahun. Bahkan sebanyak 71 ribu perempuan di Indonesia memilih untuk childfree (hidup tanpa anak).
Jika melihat data ini, tampak bahwa memiliki anak adalah suatu hal yang sulit bahkan menyeramkan. Jika tidak memiliki pengetahuan dan cara yang tepat. Bukan tidak mungkin memiliki anak adalah sulit dan menyusahkan.
Lalu apa yang mesti kita lakukan agar bahagia menjadi orang tua?
Ibu Mauliah mulkin selaku Narasumber menyampaikan bahwa perencanaan, pengetahuan, cara berpikir, bergabung di komunitas dan Tools (alat bantu saat kita dalam keadaan genting) adalah aspek penting yang mendukung kita dalam menjadi orang tua.
Memiliki perencanaan sangat penting agar kita lebih siap menjalankan peran sebagai orang tua. Terus mengasah pengetahuan dan keterampilan lewat belajar, baik itu dari buku, sosialisasi, seminar, workshop atau dari media sosial. Lalu mengubah mindset yang menganggap mengurus anak adalah beban menjadi mengurus anak adalah ibadah.
Insya Allah jika kita terus berupaya mengembangkan diri dengan baik, maka kebahagiaan akan terpancar dan efek kebahagiaan itu akan dirasakan anak, tetap semangat buat ibu-ibu hebat di seluruh dunia π€