06/08/2022
Masa muda adalah masa yang penuh dengan harapan, sarat akan cita – cita dan penuh dengan romantika kehidupan yang sangat indah. Keindahan masa muda dihiasi bentuk fisik yang sangat kuat, pemikiran yang cermat dan sejuta harapan digantungkan padanya. Karena itu, pantas jika pemuda merupakan salah satu penentu maju atau mundurnya suatu negara. Sebab, terbukti sejak dulu kala, sekarang dan yang akan datang sesuai dengan fitrahnya pemuda merupakan tulang punggung negara, penerus estafet perjuangan terhadap bangsanya.
Sejarah mencatat dalam perjalanan bangsa Indonesia yang sangat panjang, serta penuh dengan tekanan dan himpitan yang beraneka corak dan ragamnya. Selama berabad–abad dijajah dan ditindas oleh kaum kolonial, muncullah peran pemuda baik pada masa kebangkitan nasional hingga menjelang detik–detik proklamasi. Berbagai bendera kepemudaan lahir dan menggulir, bahkan mengusir para penjajah dengan berbagai oraganisai sampai tercetuslah Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928.
Para pemuda pun turut andil dalam memerdekakan negara ini. Mereka semua menjadi "The Grand Old Man", istilah B**g Karno The Founding Father pendiri, dan penggerak yang mampu merebut kemerdekaan. Jika tanpa pemuda, mustahil Indonesia ini merdeka. Demikian ungkapan kekaguman B**g karno terhadap generasi muda yang diabadikan oleh sejarah perjuangan bangsa.
Di era revolusi kemerdekaaan, para pemuda siap mengangkat senjata, siap membawa bambu runcing, siap mengorbankan jiwa, raga dan nyawa asal negara dapat dimerdekakan. Karena kemerdekaan yang dirasakan sekarang ini, bukan hadiah dari Belanda. Bukan kado dari Jepang. Bukan turun begitu saja laksana turunnya embun di waktu malam. Bukan terwujud dengan hanya membalikkan kedua belah telapak tangan. Namun, ditegakkan di atas untaian air mata, isak tangis genangan darah, cucuran keringat serta pekik getir perjuangan para pemuda pendahulu, yang terkadang mereka gugur di medan laga dengan tidak sempat merasakan nikmatnya kemerdekaan.