Taganangsyariah

Taganangsyariah Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Taganangsyariah, Political Party, Jl.A.Yani km 4,5, Banjarmasin.

"Indikasi kesuksesan puasa, adalah Aqidah Islamiyyah dan Syariat Islam telah dijadikan sebagai asas dan tolok ukur selur...
27/04/2019

"Indikasi kesuksesan puasa, adalah Aqidah Islamiyyah dan Syariat Islam telah dijadikan sebagai asas dan tolok ukur seluruh perbuatan." (KH. Yasin Muthohar - Mudir Ma'had Al-Abqory, Banten)




PERINGATAN ISRA MIKRAJ DI BANJARMASIN TERSELIP DUKA UNTUK NEW ZEALANDTAGANANG SYARIAH FP, BANJARMASIN – Duka nestapa men...
18/03/2019

PERINGATAN ISRA MIKRAJ DI BANJARMASIN TERSELIP DUKA UNTUK NEW ZEALAND

TAGANANG SYARIAH FP, BANJARMASIN – Duka nestapa menyelimuti dunia, usai meninggal-nya 50 kaum muslimin, korban aksi terorisme di New Zealand. Iringan doa pun dimunajatkan dari Banjarmasin, agar mereka menjadi syuhada, Ahad (17/03/19).

Terdiam dalam senyap, lebih 700 jamaah dengan khusu' mengikuti gerak seorang imam. Empat kali takbir diangkat, menunaikan fardhu kifayah. Inilah persaudaraan hakiki, empati, kesedihan yang dirasakan atas apa yang dialami saudara yang nan jauh di benua yang berbeda.

Semuanya mengikuti salat gaib, pengganti salat jenazah, sebagai bentuk solidaritas terhadap sesama saudara seiman.

Sayangnya, hanya inilah yang bisa dilakukan, selain kecaman dan kutukan, yang sebelumnya juga berulang-ulang dilayangkan, atas serangkaian penindasan umat Islam di berbagai negeri lainnya.

Untuk itu, imam salat gaib, yang juga Pimpinan Majelis Taklim Muslimin(at) Handayani Tuntutan Ilahi, Hidayatul Akbar, menyerukan kepada pemimpin umat Islam sedunia, untuk segera membela kaum muslimin, keselamatan, dan kehormatannya.

“Tidak ada seruan paling relevan, untuk ini adalah agar umat Islam kembali bersatu menegakkan khilafah. Karena khalifah-lah yang akan menggerakkan pasukan, yang akan menyelamatkan kehormatan, darah dan kemuliaan daripada kaum muslimin,” tegas Hidayatul Akbar, saat diwawancarai usai acara.

Ya, hadirnya khilafah diyakini bisa menjaga kemuliaan dan nyawa umat Islam. Seperti uraian Sekretaris Forum Komunikasi Ulama dan Tokoh Banua, yang juga Guru Besar Universitas Palangkaraya, Prof. Wahyudi.

“Sekarang ini, umat Islam di Selandia Baru, baru saja ditembakin, kita mau apa, adakah negara yang kirim pasukan kesana?” tanya Prof. Wahyudi, kepada seratusan jamaah, yang memadati Masjid Besar at-Taqwa, jalan Jendral A.Yani km. 4,5, saat mengisi tausiah, di peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW. 1440 H.

Prof. Wahyudi menegaskan, bahwa sebelum kekhilafahan Utsmaniyah runtuh di 28 Rajab 1342 H/ 3 maret 1924, tidak ada yang berani mengganggu umat Islam, karena takut memicu kemarahan negara adidaya di masa itu, yakni Khilafah Islamiyah, yang saat ini telah terpecah ke lebih dari 50 negara.

Selain urgensi hadirnya khilafah, penegakan institusi tersebut juga dianggap sebagai tuntutan totalitas keimanan kaum Muslim, karena banyak syariat Islam yang tidak bisa diterapkan, tanpa adanya Khilafah.

“Sesungguhnya mengangkat imam agung (khalifah) adalah fardhu (wajib). Tidak ada perbedaan pendapat di antara ahlul haq mengenai masalah ini,” tegas Baihaqi al-Munawar, mengutip dari kitab Badâ’iush Shanai’ fî Tartîb asy-Syarâi’, karya Imam Alauddin al-Kasani.

Baihaqi merupakan penceramah ketiga sebelum Prof. Wahyudi, dan sesudah tausiah dari budayawan Kalimantan Selatan, Ahmad Barjie.

Tidak hanya di Banjarmasin, seruan penegakan khilafah juga menggema se-Indonesia, lewat ajakan kepada para jamaah, untuk bersama meramaikan jagat media sosial, dengan penggunaan tanda pagar serempak, yakni , , , serta . Massifnya gerakan ini, sempat menjadi tren topik di twitter selama sekitar setengah hari.

()

17/03/2019






MENANTI PERUBAHAN FUNDAMENTAL VIA EXTRA PARLEMEN(Dialog Bedah Buku Sultan Suriansyah)TAGANANGSYARIAH FP, BANJARMASIN - B...
12/02/2019

MENANTI PERUBAHAN FUNDAMENTAL VIA EXTRA PARLEMEN
(Dialog Bedah Buku Sultan Suriansyah)

TAGANANGSYARIAH FP, BANJARMASIN - Banyak perubahan sejarah bangsa dilakukan lewat extra parlemen. Suatu metode perubahan yang banyak ditempuh para tokoh dunia, yang juga ternyata juga dilakukan oleh Sultan Suriansyah, saat membawa masuk ajaran Islam ke tanah Banjar.

Ingat peristiwa 1998, saat tumbangnya Rezim Orde Baru? Atau yang paling bersejarah, penaklukkan Makkah, saat berakhirnya era Jahiliah?

Adakah perubahan besar tersebut ditempuh melalui perubahan dari dalam pemerintahan yang berkuasa?
Tentunya tidak. Setidaknya hal inilah yang diyakini Pimpinan Majlis Darul Ma'arif Banjarmasin, Wahyudi Ibnu Yusuf, saat menjadi penanggap utama, di diskusi Bedah Buku Sultan Suriansyah, Pioner Dakwah di Tanah Banjar, karya sejarawan Banjar, Ahmad Barjie, di Gedung Yayasan Tahfizul Quran Ummul Qura, Komplek Bumi Indah III, Jalan Bumi Mas Raya, Banjarmasin, Minggu (10/02/19).

Wahyudi mengistilahkan peristiwa tersebut, dengan sebutan gerakan extra parlemen.

Diskusi yang digelar Forum Komunikasi Majlis Taklim Banjarmasin ini agak merembet kepada sejarah perubahan bangsa, saat dialog bersama peserta acara, yang ternyata juga dihadiri dua calon anggota legislatif, jelang Pemihan Umum 2019.

Wahyudi menitipkan pesan, agar apabila terpilih nanti, para caleg bisa ikut memperjuangkan Islam di parlemen, dengan mendukung hadirnya kebijakan-kebijakan peraturan Islam untuk masyarakat.

“Meski diyakini, parlemen bukan tempat untuk perubahan fundamental,” sambung Wahyudi.

Perubahan mendasar yang digaungkan Wahyudi, adalah perubahan ke arah Islam, yang sudah menjadi tuntutan seorang muslim untuk melakukannya.

“Totalitas, ‘Udkhulu fissilmi kaffah’, masuk Islam secara keseluruhan,” ujar Wahyudi saat menyitir Quran surah al Baqarah ayat 208.

Semuanya tersebut menurut Wahyudi, hanya bisa dilakukan lewat extra parlemen, karena akan ada resistensi (penolakan), apabila dilakukan dengan masuk ke dalam sistem pemerintahan yang ada.

Saat diwawancarai terpisah, Ahmad Barjie mengakui, bahwa masuknya Islam ke p**au Kalimantan, dan berdirinya Kesultanan Banjar, telah ditempuh dari luar jalur kekuatan lama.

“Ya seperti Nabi, yang membangun kekuatan di Madinah, dan kembali lagi ke Mekkah untuk dikuasai,” ujar Barjie.

Begitu p**a sejarah yang ditempuh Sultan pertama Kesultanan Banjar, Sultan Suriansyah, yang sebelum masuk Islam bernama Pangeran Samudera.

Barjie menceritakan, pada awalnya, Pangeran Samudera memang diwasiatkan oleh kakeknya, yakni Maharaja Sukarama, untuk memimpin Kerajaan Daha. Namun pada perjalanannya, hak tersebut malah direbut sang paman, Pangeran Tumenggung. Dan pada akhirnya, kembali diserahkan ke Pangeran Samudera, usai mendapat bantuan bala tentara dari Kerajaan Demak, dengan syarat, Pangeran Samudera bersedia masuk Islam.

Bersama Islam, perlahan Kesultanan Banjar meraih kejayaan, dengan memperluas dakwah hingga hampir seluruh p**au Kalimatan, seiring dengan kemakmuran rakyat kala itu, yang diyakini Barjie juga merupakan bagian dari Kekhilafahan Utsmaniyah, yang berpusat di Turki.

Sehingga kondisi Indonesia sekarang, yang dianggap semrawut dan menyulitkan masyarakat, dinilai perlu dirubah secara totalitas ke arah Islam, untuk kembali jaya seperti masa silam.

"Kita sebagai generasi sekarang, harus juga melihat generasi-generasi pendahulu, seperti Sultan Suriansyah, yang dapat membawa banua jadi aman sentosa dan makmur, karena beliau ini menerapkan konsep hukum dari Allah," ujar Baringin Sakti Nasution, salah satu peserta diskusi, yang juga caleg Partai Gerakan Indonesia Raya, Daerah Pemilihan (Dapil) Banjarmasin Selatan, yang juga Humas Front Pembela Islam Kalimantan Selatan.

Sementara itu, caleg satunya, dari Partai Golongan Karya, Dapil Banjarmasin Utara, Sukhrowardi, mengakui ada keseimbangan tata kelola sumber daya alam, semasa kepemimpinan Sultan Suriansyah, yang ia harapkan bisa diterapkan pemerintahan masa kini.

"Kepemimpinan Sultan Suriansyah, menyiratkan pesan kepada kita semua, akan tata kelola pemerintahan yang baik, baik untuk keseimbangan alam, hingga untuk perekonomian rakyat, yang hari ini sudah tidak diterapkan lagi," urai Sukrowardi, saat diwawancarai usai acara.

Turut berhadir dalam kegiatan ini, para tokoh agama, tokoh masyarakat, aktivis, mahasiswa, dan lainnya.

(TAGANANG SYARIAH FANS PAGE)

KESAKSIAN MUSLIMAH UIGHURTAGANANG SYARIAH FP, BANJARMASIN - Pemerintah China tidak bisa lagi menutupi berbagai kejahatan...
19/01/2019

KESAKSIAN MUSLIMAH UIGHUR

TAGANANG SYARIAH FP, BANJARMASIN - Pemerintah China tidak bisa lagi menutupi berbagai kejahatan yang mereka lakukan atas Muslim Uighur di Propinsi Xinjiang. Begitu banyak kesaksian yang telah diungkap. Kali ini disampaikan oleh Khaula, mahasiswi Universitas Al Azhar Mesir asal Banua, melalui komunikasi via media sosial yang disampaikan kepada orangtuanya.

Kisah nyata ini disampaikan lagi oleh Ustadz Hidayatul Akbar di hadapan jamaah Majlis Taklim Nurul Muslimin di Jalan Kelayan Besar 1 Tanjung Pagar Banjarmasin, usai tayangan film tentang Uighur yang dirilis sebuah kantor berita asing.

Khaula menceritakan kesaksian temannya, 2 orang kakak beradik asal Uighur yang terpisah. “Asyiah”, sang kakak kuliah di Fakultas Bahasa Arab Al Azhar, Kairo Mesir, dan adiknya “Sumayyah”, yang mulanya bersama sang kakak, karena keadaan di Mesir yang sulit memutuskan pergi ke Turki untuk kuliah di salah satu perguruan tinggi di sana.

Aisyah menuturkan bahwa ia tidak lagi mengetahui keberadaan ayah dan ibunya di Xinjiang, yang kemungkin besar telah dipenjara oleh penguasa komunis China lantaran menolak untuk memulangkan mereka berdua kembali ke kampung halamannya, lantaran khawatir keselamatan mereka berdua. Kekhawatiran yang akhirnya terbukti, kep**angan sejumlah mahasiswa Uighur ke Xinjiang berakhir di sel-sel penjara.

Aisyah juga menceritakan kejadian menegangkan pada Rabu 5 Juli 2017 hingga melewati tengah malam, saat mereka berupaya meloloskan diri dari upaya penangkapan paksa polisi pemerintah Cina yang terus menguber muslim Uighur di Mesir dengan dalih menangkal terorisme. Dikabarkan pada hari itu, puluhan mahasiswa Uighur tertangkap di sebuah restoran milik orang Uighur di Nasher City, Kairo.

Kepada Khaula, Aisyah membacakan berita dalam bahasa Uighur yang ia dapatkan melalui media sosial, bahwa lebih dari 500.000 laki-laki Uighur telah dipindahkan pemerintah komunis China dari penjara di Xinjiang ke penjara-penjara lain di daratan China. Para wanita yang berusia di bawah 50 tahun dipaksa untuk meminum obat yang membuat mereka mandul. Ada lebih dari 50.000 anak-anak diambil paksa dari orang tua mereka dan ditempatkan di sekolah-sekolah yang dinamakan Raudhatul Malaikat. Jelas sekali, China terus berupaya mengurangi pop**asi Muslim Uighur.

Ustadz Abdul Hasan, yang menyampaikan ceramah pada Ahad malam itu, juga mengungkapkan sejumlah kebijakan jahat rezim komunis China, seperti melarang Muslim Uighur berpuasa, memaksa mereka memakan babi dan meminum miras, melarang laki-laki memanjangkan jenggot, melarang busana muslimah, melarang pemberian nama-nama islami kepada anak-anak, dan mendoktrinkan ideologi komunis kepada mereka yang berada di penjara.

Ustadz Abdul Hasan prihatin dengan lemahnya umat Islam yang sekarang yang terpisah dan tersekat-sekat di lebih 40 negara. Ia menyerukan wajibnya persatuan umat, juga wajibnya kaum muslimin untuk menyelamatkan saudara mereka, dengan cara segera membaiat seorang Khalifah yang akan mengirimkan pasukan untuk membebaskan kaum muslimin yang tertindas.

Dalam Al Quran surah An Nuur ayat 55, Allah SWT menjanjikan keamanan bagi kaum muslimin dengan tegaknya Khilafah. “Tsumma takunu khilafatan ‘ala minhajin nubuwwah,” demikian Ustadz Abdul Hasan mengutip kabar gembira Rasulullah SAW bahwa Khilafah akan tegak kembali.

UIGHUR DAN KADAR KEIMANAN KITATAGANANG SYARIAH FP, MARTAPURA - "Saat dampak bencana tsunami Banten, Palu dan Lombok belu...
19/01/2019

UIGHUR DAN KADAR KEIMANAN KITA

TAGANANG SYARIAH FP, MARTAPURA - "Saat dampak bencana tsunami Banten, Palu dan Lombok belum tertangani dengan baik, mengapa pembelaan kepada Uighur disuarakan?" Lontaran pertanyaan ini disampaikan oleh Ustadz M Taufik NT pada awal tausiahnya di Majelis Ta'lim Darul Hikmah Martapura, Senin (14/1/2019).

Ada dua penyebab yang kemudian beliau uraikan.

Pertama, kasus Uighur ini terkait agama, mereka dizalimi karena keislaman mereka. Bencana agama lebih besar daripada bencana yang lain.

Kedua, kasus ini dipandang remeh dan ‘dilupakan’ oleh pihak yang seharusnya lebih bertanggung jawab.

Di depan belasan jamaah yang hadir, beliau menegaskan bahwa orang yang beriman ibarat satu tubuh. "Kadar keimanan bisa diukur dengan seberapa empati yang diberikan jika ‘bagian tubuh’ yang lain tersakiti," tambahnya.

“Penguasa seharusnya mengirim tentara ke sana. Buat apa latihan perang jika tidak digunakan membela saudara” demikian tanggapan Guru Pahrul, SHI, MHI yang ikut hadir di majelis tersebut.

Sebelum membaca doa untuk Uighur dan kaum muslimin lainnya, Ustadz Taufik menegaskan wajibnya pembelaan kepada sesama muslim, dengan doa, ucapan, bantuan, dan bagi yang memiliki kekuasaan tidak cukup dengan itu semua, melainkan juga wajib memberikan tekanan politik bahkan militer, agar kezaliman tersebut dihentikan.[]

WARGA TABALONG SIKAPI TRAGEDI MUSLIM UIGHURTABALONG - Save Muslim Uighur (Selamatkan Muslim Uighur). Tulisan itu diperli...
12/01/2019

WARGA TABALONG SIKAPI TRAGEDI MUSLIM UIGHUR

TABALONG - Save Muslim Uighur (Selamatkan Muslim Uighur). Tulisan itu diperlihatkan sejumlah warga Kabupaten Tabalong, sebagai kepedulian dan keprihatinan terhadap warga Uighur yang mengalami penyiksaan oleh pemerintah Cina, Kamis (3/1/19).

Warga kabupaten berjuluk Bumi Saraba Kawa itu sangat berharap kepada Allah agar penindasan tersebut bisa segera berakhir. Juga mendoakan agar mereka teguh menjaga agamanya.

Aksi tersebut tidak hanya dilakukan dengan memperlihatkan tulisan dukungan, namun juga ceramah terkait kondisi Muslim Uighur. Selain juga nonton video bersama bagaimana penyiksaan demi penyiksaan yang dilakukan pemerintah Cina terhadap warga negara muslimnya.

"Mereka (muslim Uighur) tidak boleh menamai anaknya dengan nama-nama Islam. Puasa mereka harus dibatalkan, wanita-wanitanya diperkosa, mereka disiksa," kata Ustad Haris Ainurrahman yang berkesempatan menyampaikan pandangannya.

Terungkap fakta bahwa Muslim Uighur sudah ratusan tahun tinggal di utara Cina itu dipaksa keluar dari agama Islam. Tatkala mereka menunjukkan sikap perlawanan, lebel teroris disematkan kepada mereka. "Ya begitulah dunia menilai Islam, jika melawan kita dianggap teroris," ujarnya.

Menurut ustad muda ini, jika ada khalifah kejadian itu tidak akan pernah terjadi, karena umat muslim seluruh dunia akan dilindungi. “Pernah ada peristiwa satu orang wanita muslimah dilecehkan oleh seorang tentara Romawi hingga tersikap auratnya langsung, disikapi oleh Khalifah Al Mu’tashim Billah dengan mengirimkan pasukannya,” paparnya.

Acara ini sendiri juga turut membincang Reuni 212 di Jakarta, dimana peristiwa bersejarah ini menjadi momentum untuk membangkitkan kembali Islam dengan diterapkannya syariah oleh negara. "Aksi 212 harus kita rindukan, karena aksi ini adalah wujud persatuan umat Islam," pungkas Haris (ibn)

PENTINGNYA PERSATUAN DAN DOA UMAT UNTUK SELAMATKAN MUSLIM UIGHURTABALONG. Ada yang berbeda dengan pengajian rutin Majeli...
12/01/2019

PENTINGNYA PERSATUAN DAN DOA UMAT UNTUK SELAMATKAN MUSLIM UIGHUR

TABALONG. Ada yang berbeda dengan pengajian rutin Majelis Tarekat Junaidi al Baghdadi yang diasuh guru Abdul Wahid pada Rabu malam (9/1/2019).

Majelis ini kedatangan Guru Arbani untuk bermuhasabah dan berdoa bersama demi keselamatan saudara Muslim Uighur di Xinjiang Cina yang sedang mengalami penindasan oleh rezim komunis disana.

Guru Abdul Wahid selaku pengasuh majelis memberikan wejangan kepada jamaah bahwa amal ibadah kita membersihkan hati, aqidah dan ibadah mesti dalam kondisi selalu ingin peduli dan memikirkan keadaan semua umatnya Rasulullah dimanapun berada walaupun jauh dari kampung kita, itulah bentuk ketaatan kepada Allah dan RasulNya.

"Dengan begitu kita akan mendapat keridhaan Allah dan syafaat Rasulullah di akherat kelak, " ujar beliau.

Sedang Guru Arbani menjelaskan kondisi umat Islam di akhir zaman yang dikerumuni musuh musuh Islam dari segala penjuru seperti mereka menghadapi hidangan makanan. Dan ini sedang terjadi pada umat Islam sekarang, tertindas di berbagai penjuru dunia, seperti yang sedang terjadi di propinsi Xinjiang Cina terhadap Muslim Uighur.

"Penyiksaan, pembunuhan, pemerkosaan para perempuan. Anak anak dipisahkan dengan orangtuanya, dipaksa meninggalkan Islam. Inilah yang dialami oleh saudara muslim kita di sana," paparnya.

Menurut Guru Bani selama dia muslim maka kita wajib peduli dan menolong mereka, karena ini perintah agama.

"Inilah pentingnya ukhuwah islamiyah dan persatuan umat Islam seluruh dunia untuk menyelamatkan mereka, dan ini hanya bisa dengan tegaknya Khilafah sebagai kepemimpinan umat Islam seluruh dunia," pungkas Guru

Seperti kita ketahui, kondisi yang dialami Muslim Uighur sudah menjadi perhatian dunia internasional.

GERAKAN 4D UNTUK MUSLIM UIGHUR"Sesungguhnya al-imam (khalifah) itu perisai, di mana (orang-orang) akan berperang di bela...
12/01/2019

GERAKAN 4D UNTUK MUSLIM UIGHUR

"Sesungguhnya al-imam (khalifah) itu perisai, di mana (orang-orang) akan berperang di belakangnya (mendukung) dan berlindung (dari musuh) dengan (kekuasaan)nya.” Hadist ini disampaikan oleh Ustadz Taufik NT SPd, MSi dalam acara kajian bulanan yang diadakan, pada hari Jumat malam (11/01) di Majelis Ar-Raudah yg diasuh oleh ustadz Abdul Hafiz.

Mengangkat tema Kepedulian Terhadap Muslim Uighur di Xinjiang, Ustadz Taufik menyatakan persoalan muslim Uighur tidak cukup hanya didoakan, dibacakan Alquran atau "dirupiahkan" (bantuan dana).

"Masalah Muslim Uighur harus diselesaikan dengan kekuasan seperti yang pernah dilakukan oleh Khalifah al Mu'tashim Billah dalam menjawab seruan seorang wanita yang disiksa oleh pasukan Romawi dengan mengirimkan pasukan terbaik untuk membebaskan dan menjaga kehormatan satu orang wanita," ungkap Ustadz Taufik.

Dalam sesi diskusi ustadz Abdul Hafiz selaku Khadim Majelis Ar-Raudah mengatakan:

"Apa yang bisa kita lakukan untuk membela kaum muslim yang ada di Uighur dan kaum muslim belahan dunia lainnya, maka setidaknya ada 4D yang mungkin bisa kita lakukan"

D pertama "Doa", dan ini setiap dari kita bisa melakukannya, maka sisipkanlah doa untuk mereka di Tahajjud kita, di Dhuha kita, atau kapan pun kita berdoa, dan jangan lupa doa untuk minta kepada supaya segera memberikan pertolongan dengan tegaknya khilafah sehingga persoalan Uighur ini segera berakhir.

D kedua adalah "Dana", maka kita sisihkan sebagian harta kita untuk menolong mereka melalui lembaga atau yayasan yang resmi yang mengurusi masalah bantuan.

D yang ketiga adalah "Demontrasi", maksudnya adalah melakukan aksi damai untuk meminta penguasa supaya segera menggunakan kekuasaannya untuk membantu kaum muslim Uighur yang mereka juga adalah saudaranya.

D yang keempat "Dakwah", dan ini merupakan bagian yang terpenting, yakni kita dakwahkan kepada umat bahwa apa yang terjadi saat ini akibat dari ketiadaannya pemimpin hakiki yakni Khalifah dan ketiadaan pemersatu hakiki, ketiadaan kekuasaan hakiki bagi kaum muslim yakni Khilafah, kita kaji Islam, dan kemudian bersama memperjuangkan tegaknya syariat Allah SWT di muka bumi ini.

Kekhawatiran kejadian di Uighur dapat menimpa muslim di Indonesia juga dilontarkan oleh Bapak Aditya, salah satu jamaah. Lebih lanjut beliau mengatakan: "Sekat-sekat kebangsaan (nasionalisme) mengakibatkan kepedulian terhadap kaum muslimin di belahan dunia lain semakin memudar".

Kajian yang dihadiri oleh tokoh masyarakat dan para jamaah serta para pemuda berlangsung hangat dan mampu menggugah kesadaran peserta akan pentingnya persatuan yang hakiki dalam sistem yang islami dengan penerapan Syariat Islam.

()

KEBIADABAN REZIM KOMUNIS CINA HARUS DIBONGKARTAGANANG SYARIAH FP, TABALONG - Silaturahmi tokoh umat lintas organisasi ma...
09/01/2019

KEBIADABAN REZIM KOMUNIS CINA HARUS DIBONGKAR

TAGANANG SYARIAH FP, TABALONG - Silaturahmi tokoh umat lintas organisasi masyarakat yang diselenggarakan di kediaman bapak H.Zainudin pada Selasa (1/1/2019) menyingkap banyak fakta kebiadaban rezim komunis Cina kepada etnis muslim Uighur yang berapa di wilayah utara negeri tirai bambu tersebut.

Dalam paparannya Ustadz Ruspian mengungkapkan bagaimana kondisi menyedihkan yang dialami saudara muslim Uighur, yang tidak terbayang oleh akal sehat manusia bentuk penyiksaan itu. Tapi dunia seolah bungkam. “Oleh itulah kewajiban kita untuk membongkar kebiadaban itu agar dunia mengetahuinya,” ujar Ruspian.

Haji Murhan yang hadir dalam silaturahmi tokoh, menyampaikan keprihatinannya dengan kondisi muslim Uighur. “Begitulah jahatnya orang komunis kalau berkuasa. Beruntung kita dahulu tidak jadi dikuasai komunis lewat PKI,” Ruspian menambahkan.

“Jika kita tetap tidak setuju dengan khilafah lalu siapa lagi yang akan menyelamatkan mereka, inilah pentingnya khilafah!,” ujar H. Zainuddin.

Suasana hangat dan penuh kepedulian mengiringi pertemuan para tokoh umat, demi memperkuat ukhuwah sesama kaum muslim walau berbeda latar belakang, karena persatuan Islam adalah di atas kepentingan pribadi dan kelompok.

()

WUJUDKAN PERSATUAN UMAT UNTUK BEBASKAN UIGHURTAGANANG SYARIAH FP, TABALONG - Kepedulian para pemuda Muslim Tabalong terh...
09/01/2019

WUJUDKAN PERSATUAN UMAT UNTUK BEBASKAN UIGHUR

TAGANANG SYARIAH FP, TABALONG - Kepedulian para pemuda Muslim Tabalong terhadap penderitaan muslim Uighur di Cina kembali ditunjukkan. Mereka kembali menggelar nonton bareng untuk turut merasakan penderitaan saudara Muslim di negeri yang mulanya bernama Turkistan Timur.

Video berjudul “Tangis Sahabat Turkistan-Ku” berdurasi 13 menit, yang dibuat berdasarkan kisah nyata yang ditulis Khaula, mahasiswi Al Azhar asal Banua, berisi kesaksian 2 orang kakak beradik asal Uighur yang terpisah. Asyiah, sang kakak kuliah di Fakultas Bahasa Arab Al Azhar, Kairo Mesir, dan adiknya Sumayyah, yang mulanya bersama sang kakak, karena keadaan di Mesir yang sulit memutuskan pergi ke Turki untuk kuliah di salah satu perguruan tinggi di sana.

Aisyah menuturkan bahwa ia tidak lagi mengetahui keberadaan ayah dan ibunya di Xinjiang, yang kemungkin besar telah dipenjara oleh penguasa komunis China lantaran menolak untuk memulangkan mereka berdua kembali ke kampung halamannya.

Aisyah menceritakan kejadian menegangkan pada Rabu 5 Juli 2017 hingga melewati tengah malam, saat mereka berupaya meloloskan diri dari upaya penangkapan paksa polisi pemerintah Cina yang terus menguber muslim Uighur di Mesir dengan dalih menangkal terorisme. Dikabarkan pada hari itu, puluhan mahasiswa Uighur tertangkap di sebuah restoran milik orang Uighur di Nasher City, Kairo

"Muslim itu bersaudara, layaknya tubuh, jika satu bagian sakit, bagian lainnya merasakannya," komentar Mustafa usai penayangan video yang membuat beberapa hadirin tak kuasa membendung tetesan air mata mereka.

Ia menegaskan, tanpa Khilafah yang menyatakukan seluruh kaum muslimin tidak akan mungkin penderitaan kaum muslim dapat diatasi. Tersekat-sekatnya kaum muslimin dalam berbagai negara bangsa tidak akan pernah bisa membebaskan mereka. “Yang paling bisa dilakukan saat ini adalah berdoa”, himbaunya.

Acara nonton bareng diakhiri dengan memanjatkan doa kepada Allah SWT, memohon agar muslim Uighur juga kaum muslimin yang lain terbebas dari penderitaan.

DOA DAN DUKUNGAN KITA SANGAT BERARTI BAGI MUSLIM UIGHURTAGANANG SYARIAH FP, TABALONG - Keprihatinan dan kesedihan turut ...
08/01/2019

DOA DAN DUKUNGAN KITA SANGAT BERARTI BAGI MUSLIM UIGHUR

TAGANANG SYARIAH FP, TABALONG - Keprihatinan dan kesedihan turut dirasakan para pemuda di Tablong ketika mereka mengetahui keadaan etnis Muslim Uighur yang mengalami penindasan oleh rezim komunis Cina, saat berkumpul bersama dan nonton bareng tayangan kondisi Muslim Uighur di TPA Al Falihin Rabu malam yang dipandu oleh Ustadz Mustafa (02/19/2019).

Dalam dialog yang berlangsung hangat dan akrab, usai memaparkan kondisi yang dialami saudara Muslim Uighur saat ini, Mustafa menyampaikan himbauan kepada para peserta: “Doa dan dukungan kita disini sangat berarti bagi mereka disana, ghirah keislaman mereka akan semakin kuat saat mengetahui kalau kita muslim di Indonesia juga prihatin dan mendukung mereka.”

Seorang peserta bernama Fadillah turut mengingatkan bahwa mereka nanti akan meminta pertanggungjawaban kita di akhirat jika kita tidak peduli dengan nasib mereka karena muslim itu saudara di manapun berada. “Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara,” demikian arti dari satu ayat Al Quran kutipnya.

Dalam acara ini juga ditayangkan film dokumenter Reuni Akbar 212. Diharapkan dengan penayangan ini semakin mengokohkan perjuangan dan memperkuat ukhuwah islamiyah sesama muslim dalam menyongsong kebangkitan dan kemenangan Islam yang akan membebaskan saudara muslim yang tertindas di seluruh penjuru dunia termasuk Muslim Uighur.

Address

Jl.A.Yani Km 4,5
Banjarmasin
70234

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Taganangsyariah posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share