23/07/2024
Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi Kalsel menggelar Launching dan Sosialisasi Lomba Hari Habitat tahun 2024 di Banjarmasin, Senin (22/7/2024).
Hari habitat tahun 2024 mengusung tema “Inovasi dalam penanganan permukiman kumuh terpadu perkotaan yang berkelanjutan”.
Kegiatan lomba hari Habitat ini menghadirkan tim juri yang berkompeten yaitu Tenaga Ahli Penanganan kumun Bappenas sekaligus Ketua Forum PKP Jawa Barat, Encep R. Marsadi, Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Kalimantan Selatan, T. Davis F Hamid, Kadisperkim Provinsi Kalsel, Mursyidah Aminy, Ketua Ikatan Ahli Perencanaan Indonesia (IAPI) Kalsel, Achmad Zabir Djaenudin dan Kepala Studio Arsitektur dan Permukiman FT-ULM, Ira Mentayani.
Dalam sambutan Kadisperkim Kalsel, Mursyidah Aminy mengungkapkan bahwa diperkirakan dua-pertiga dari penduduk dunia akan bermukim di perkotaan di tahun 2025. Jumlah orang Indonesia yang tinggal di daerah kumuh perkotaan adalah sebanyak 29.929 juta pada tahun 2020, atau 8 dari 100 rumah tangga hidup dalam kawasan kumuh.
Wilayah perkotaan di provinsi Kalimantan Selatan mengalami pertumbuhan pesat dalam beberapa dekade terakhir.
“Pertumbuhan yang pesat ini menyebabkan peningkatan tekanan pada ketersediaan lahan, infrastruktur, dan layanan perkotaan, yang menjadi faktor utama terus bertambahnya kawasan permukiman kumuh di provinsi Kalimantan Selatan,” kata Mursyidah Aminy.
Berdasarkan RPJMD periode 2022-2026, Provinsi Kalsel menargetkan kawasan kumuh yang dapat tertangani hingga akhir periode sebanyak 48,08 persen atau 380,55 hektare, dan hingga tahun 2023 penanganan kawasan kumuh yang tertangani baru mencapai 34,97 persen.
“Oleh karena itu, diperlukan upaya lebih untuk mencapai target yang telah ditentukan,” ujarnya.
Melalui momen lomba hari habitat ini, seluruh pemerintah kabupaten dan kota se-Provinsi Kalimantan Selatan diharapkan dapat berkolaborasi dan bersinergi dalam penanganan kawasan kumuh.
“Lomba hari habitat ini juga diharapkan dapat mendorong munculnya inovasi dan ide baru dalam penanganan kawasan permukiman kumuh yang dapat menjadi contoh di masa mendatang,” imbuh Mursyidah.
Lanjut dikomentar :