04/10/2015
Jepang, sebagai negara yang menjunjung tinggi etos kerja dan etika, menjadikan orang-orang yang bekerja pada sebuah perusahaan di Jepang, memiliki kedisiplinan dan sopan-santun yang luar biasa. Berikut adalah 10 budaya perkantoran ketika kita bekerja di Jepang.
1. Mengunjungi Kantor Lain
Ketika kita sedang berkunjung ke sebuah perusahaan lain, kita dituntut harus bersikap lebih sopan ketimbang di kantor sendiri. Ketika sedang menunggu, kita tidak diperbolehkan duduk sebelum dipersilakan duduk oleh tuan rumah. Dan hal ini juga, tidak hanya berlaku di perusahaan, ketika kita berkunjung ke rumah seseorang, kita juga harus menunggu sambil berdiri sampai tuan rumah mempersilakan kita untuk duduk. Hal ini dinilai sangat sopan di Jepang.
Kalo kelamaan berdiri Mi-Kun akan pegel juga.... tapi sopan santun harus dijunjung tinggi....
2. Posisi Duduk Saat Rapat
Masyarakat Jepang sangat memperhatikan status dalam hubungan sosial. Karyawan yang pangkatnya lebih tinggi dianggap punya status yang lebih tinggi, tapi begitu juga dengan tamu, siapa yang lebih berpengalaman, dan siapa yang lebih tua. Di Jepang, mengenai aturan posisi duduk ketika ada sebuah rapat sangatlah penting. Harus memperkirakan siapa yang jabatannya paling tinggi dan dimana ia duduk. Ini sangat membingungkan bagi pegawai muda.
3. Melepas Jaket
Ketika kita akan mengunjungi perusahaan, sebaiknya kita melepas jaket atau mantel kita dan melipatnya lalu di letakan ditangan kita. Hal ini harus kita lakukan sebelum kita memasuki kantor tersebut. Karena, jika kita melakukannya di dalam lobi, kita
akan mengganggu pegawai dan tamu lain.
4. Menulis Surat
Ketika menulis surat, kita memerlukan salam formal untuk membuka dan menutup surat. Ketika menulis surat pribadi kita bisa memulainya dengan へ “he” / kepada, dan menutupnya dengan より “yori” / dari. Berbeda lagi ketika kita menulis surat
bisnis, kita harus menggunakan はいけい “haikei” / yang terhormat Bapak dan Ibu, dan けいぐ “keigu” / dengan rendah hati. Dan ada p**a beberapa frase kalimat sopan lainnya.
5. Masuk Lift
Mirip dengan aturan pemilihan kursi waktu rapat. Orang dengan status yang lebih tinggi termasuk tamu, masuk lift lebih dulu. Sebagai bentuk sopan santun, persilakan dulu orang lain sebelum kita. Pegawai dengan jabatan paling rendah masuk terakhir, dan menempati posisi dengan tombol lift untuk menekannya atau untuk membuka atau menutup pintu.
6. Ketukan Pintu
Sebelum masuk ke sebuah ruangan, kita di wajibkan mengetuk pintu sebanyak tiga kali. Dimanapun, akan menjadi sangat tidak sopan jika kita langsung saja masuk tanpa mengetuk pintu terebih dahulu. Kenapa harus tiga kali? Ternyata etika tradisional Jepang mengatakan jika dua ketukan itu untuk mengecek kamar mandi, apakah ada orangnya atau tidak. Sebab itu, agar lebih sopan, ketuklah sebanyak tiga kali. Karena kalau hanya dua, nanti disangka kita sedang mengetuk pintu kamar mandi, padahal kita ingin mengahadiri rapat.
7. Letakan di atas Meja
Ketika kita sudah saling bertukar kartu nama dengan orang lain sebelum rapat. Baiknya kita tidak segera menyimpan kartu nama mereka ke dalam album kartu nama atau dompet, karena ini menandakan kalau kita mengesampingkan identitas orang tersebut. Dengan meletakannya di meja selama rapat, kita berarti menghargai orang tersebut. Dan kartu nama itu akan sangat membantu kita, ketika kita lupa dengan
nama orang tersebut. Kita hanya tinggal melirik melihat namanya, tidak perlu repot-repot mengambil lagi atau bertanya ulang. Karena itu dianggap tidak sopan.
8. Hidangan Suguhan
Ketika kita sedang datang ke ruangan seseorang yang kita kunjungi, mungkin kita akan disuguhi secangkir minuman seperti green tea atau ocha. Menghidangkan teh kepada tamu adalah kegiatan yang biasa dilakukan pegawai yang jabatannya lebih
rendah di perusahaan tersebut. Tetapi, di Jepang di anggap tidak sopan jika kita minum lebih dulu sebelum tuan rumah meminum miliknya, meskipun kita sudah disuguhi hidangan tersebut. Akan lebih sangat sopan lagi, jika kita meminum setelah tuang rumah meminum miliknya.
9. Bertukar Kartu Nama
Ketika kita sedang akan bertukar kartu nama dengan klien kita, sebaiknya hadapakan kartu nama kita kearah klien, dan sebaiknya kita menempatkan kartu nama kita di bawah kartu nama klien kita. Logikanya adalah, dengan menghadapkan kartu nama kita kearah klien, klien jadi dapat dengan mudah membaca nama kita, dan jika kita menempatkan kartu nama kita diatas kartu nama klien kita, tentu akan menghalangi kartunya, hal itu menandakan kalau kartu nama mereka ini tidaklah penting bagi kita.
10. Membungkuk
Tradisi mengantar tamu sampai pintu, sudah menjadi tradisi yang melekat di Jepang. Bukannya kita berbalik dan meninggalkan klien kita, kita diharuskan berdiri sampai liftnya datang sebelum mengucapkan salam perpisahan, lalu diakhiri dengan bungkukan yang sangat dalam hingga pintu lift benar-benar tertutup. Hal ini di nilai bahwa kita sangat menghormati tamu kita akan kunjungannya.Seperti itulah budaya perkantoran di Jepang.
By : ADA
Sumber : aki no sora